Pages

Selasa, 18 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026

                                       

1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

2. Hari / Tanggal : Selasa, 18 Agustus 2026

3. Fase / Kelas : C/6

4. Mata Pelajaran :  IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia

5. Materi : IPAS :cara menjaga kesehatan organ tubuh dan gangguan kesehatan organ tubuh

                 Matematika:bilangan desimal dan persen

                 Bahasa Indonesia :teks nonsastra berbentuk teks aural, teks sastra berbentuk teks   

                                        aural.

6. Pertemuan Ke : 6

7. Apersepsi 

Assalamualaikum my lovely stuident

Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat
1. Matematika
CP                                : Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran,melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli; mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan  lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma). 
TP                                : 

Peserta didik dapat Mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan  lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).

TP 1 (Mindful Learning - Kesadaran Konsep):

Melalui eksplorasi nilai tempat secara sadar (mindful), peserta didik dapat memahami dan mengubah bentuk pecahan biasa/campuran menjadi bentuk desimal dan persen serta sebaliknya secara tepat.

TP 2 (Meaningful Learning - Bermakna & Kontekstual):

Melalui pengamatan situasi nyata di kehidupan sehari-hari (meaningful), peserta didik dapat membandingkan nilai dua bilangan desimal (satu angka di belakang koma) untuk membuat keputusan yang tepat.

TP 3 (Joyful Learning - Menyenangkan & Interaktif):

Melalui permainan simulasi dan aktivitas kelompok yang menyenangkan (joyful), peserta didik dapat mengurutkan sekumpulan bilangan desimal (satu angka di belakang koma) dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya.

ATP :

Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli; mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).


Materi Pokok             : bilangan desimal dan persen
Metode / Model          : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga   : Video, kartu persen dan desimal

“Anak-anak, pernahkah kalian melihat tulisan 25% diskon, 0,5 liter, atau 75% nilai keberhasilan? Menurut kalian, apa arti angka-angka tersebut?” “Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan bilangan desimal dan persen. Misalnya, ketika sebuah toko memberikan diskon 20%, kita perlu memahami berapa bagian harga yang dikurangi. Begitu juga ketika kita mengukur sesuatu, kita dapat menggunakan bilangan desimal.” 
“Allah Swt. mengajarkan manusia untuk bersikap adil dan tidak berlebihan dalam menggunakan sesuatu. Salah satu contohnya terdapat dalam QS. Al-A'raf ayat 31, yang mengingatkan kita agar tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.”
“Jika kita memiliki 1 liter air dan menggunakan 0,25 liter, berapa bagian air yang telah kita gunakan dalam bentuk persen? Jika kita menggunakan 25%, berapa banyak air yang tersisa?”
“Hari ini kita akan belajar tentang bilangan desimal dan persen, serta bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar matematika, kita juga dapat belajar menjadi pribadi yang teliti, hemat, dan tidak berlebihan, sesuai dengan nilai yang diajarkan dalam Al-Qur'an.”

Materi pembelajaran Matematika:



A. Pengertian Bilangan Desimal dan Persen

Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan tanda koma untuk menunjukkan bagian dari satu kesatuan.

Contoh:

  • 0,5
  • 0,25
  • 0,75
  • 1,25

Persen (%) berarti per seratus atau bagian dari 100.

Contoh:

  • 25% = 25 per 100
  • 50% = 50 per 100
  • 75% = 75 per 100

B. Mengubah Desimal Menjadi Persen

Untuk mengubah bilangan desimal menjadi persen, caranya adalah:

Kalikan bilangan desimal dengan 100%

Rumus:

Desimal × 100% = Persen

Contoh 1

Ubahlah 0,25 menjadi persen!

Jawab:

0,25 × 100% = 25%

Jadi, 0,25 = 25%.

Contoh 2

Ubahlah 0,6 menjadi persen!

0,6 × 100% = 60%

Jadi, 0,6 = 60%.

Contoh 3

Ubahlah 0,75 menjadi persen!

0,75 × 100% = 75%

Jadi, 0,75 = 75%.

Cara cepat 💡

Untuk mengubah desimal menjadi persen, geser koma 2 tempat ke kanan, kemudian tambahkan tanda %.

DesimalPersen
0,110%
0,220%
0,2525%
0,440%
0,550%
0,7575%
0,880%
0,9595%

C. Mengubah Persen Menjadi Desimal

Untuk mengubah persen menjadi desimal, caranya adalah:

Bagi bilangan persen dengan 100

Rumus:

Persen ÷ 100 = Desimal

Contoh 1

Ubahlah 25% menjadi desimal!

25 ÷ 100 = 0,25

Jadi, 25% = 0,25.

Contoh 2

Ubahlah 60% menjadi desimal!

60 ÷ 100 = 0,6

Jadi, 60% = 0,6.

Contoh 3

Ubahlah 75% menjadi desimal!

75 ÷ 100 = 0,75

Jadi, 75% = 0,75.

Cara cepat 💡

Untuk mengubah persen menjadi desimal, geser koma 2 tempat ke kiri dan hilangkan tanda persen.

PersenDesimal
10%0,1
20%0,2
25%0,25
40%0,4
50%0,5
75%0,75
80%0,8
95%0,95

D. Hubungan Desimal dan Persen

Desimal dan persen dapat menunjukkan nilai yang sama, hanya bentuk penulisannya berbeda.

Contoh:

0,5 = 50%

Karena:

0,5 × 100% = 50%

atau

50% ÷ 100 = 0,5

Contoh lainnya:

0,25 = 25% = 25/100

0,75 = 75% = 75/100

E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Diskon

Sebuah toko memberikan diskon 25%.

Bentuk desimal dari 25% adalah:

25 ÷ 100 = 0,25

Jadi, diskon 25% sama dengan 0,25 dari harga barang.

2. Penggunaan Air

Siti menggunakan 0,4 bagian air dari sebuah wadah.

Jika dinyatakan dalam persen:

0,4 × 100% = 40%

Jadi, Siti menggunakan 40% air.

3. Hasil Belajar

Dari 100% target belajar, seorang murid telah menyelesaikan 0,8 bagian.

0,8 × 100% = 80%

Jadi, murid tersebut telah menyelesaikan 80% target belajarnya.

📝 Soal Latihan

A. Tingkat Mudah

  1. Ubahlah bilangan desimal 0,3 menjadi bentuk persen!
  2. Ubahlah bilangan desimal 0,75 menjadi bentuk persen!
  3. Ubahlah 40% menjadi bilangan desimal!
  4. Ubahlah 85% menjadi bilangan desimal!

B. Tingkat Sedang

  1. Rani telah menyelesaikan 0,65 bagian dari tugas yang diberikan gurunya. Berapa persen tugas yang telah diselesaikan Rani?
  2. Sebuah botol berisi air sebanyak 0,8 liter dari kapasitas maksimalnya. Jika dinyatakan dalam persen, berapa persen isi botol tersebut?
  3. Dalam sebuah kelas, 70% siswa membawa bekal dari rumah. Ubahlah persentase tersebut ke dalam bentuk desimal!

C. Tingkat Sulit/HOTS

  1. Sebuah taman sekolah telah ditanami bunga sebanyak 0,45 bagian dari seluruh area yang direncanakan. Kepala sekolah mengatakan bahwa penanaman bunga telah mencapai 45%. Apakah pernyataan tersebut benar? Jelaskan alasanmu!
  2. Dari seluruh buku yang harus dibaca selama satu semester, Dika telah membaca 0,75 bagian. Sementara itu, Sinta mengatakan bahwa ia telah membaca 80% dari seluruh buku. Siapakah yang telah membaca bagian lebih banyak? Jelaskan dengan mengubah kedua bilangan ke bentuk yang sama!
  3. Sekolah menargetkan pengumpulan donasi sebanyak 100%. Pada minggu pertama terkumpul 0,35 bagian dan pada minggu kedua bertambah 25%. Berapa persen total donasi yang telah terkumpul? Berapa persen lagi yang harus dikumpulkan agar mencapai target? Jelaskan langkah penyelesaianmu!

Kunci Jawaban:

A. Tingkat Mudah

1. Ubahlah bilangan desimal 0,3 menjadi bentuk persen!

Jawaban: 30%

Cara:
Desimal diubah menjadi persen dengan cara dikalikan 100%.

Alasan:
Mengalikan dengan 100 berarti memindahkan koma 2 tempat ke kanan.

Jadi, 0,3 = 30%.


2. Ubahlah bilangan desimal 0,75 menjadi bentuk persen!

Jawaban: 75%

Cara:

Alasan:
Koma pada 0,75 dipindahkan dua tempat ke kanan sehingga menjadi 75.

Jadi, 0,75 = 75%.


3. Ubahlah 40% menjadi bilangan desimal!

Jawaban: 0,4

Cara:
Persen diubah menjadi desimal dengan cara dibagi 100.

atau

Alasan:
Tanda persen (%) berarti per seratus. Jadi, 40% artinya 40 dari 100.

Jadi, 40% = 0,4.


4. Ubahlah 85% menjadi bilangan desimal!

Jawaban: 0,85

Cara:

atau

Alasan:
85% berarti 85 dari 100. Jika ditulis dalam bentuk desimal, hasilnya adalah 0,85.

Jadi, 85% = 0,85.


B. Tingkat Sedang

5. Rani telah menyelesaikan 0,65 bagian dari tugas. Berapa persen tugas yang telah diselesaikan Rani?

Jawaban: 65%

Cara:

Alasan:
Untuk mengubah desimal menjadi persen, kalikan dengan 100%.

Jadi, Rani telah menyelesaikan 65% tugasnya.


6. Sebuah botol berisi air sebanyak 0,8 liter dari kapasitas maksimalnya. Jika dinyatakan dalam persen, berapa persen isi botol tersebut?

Jawaban: 80%

Cara:

Alasan:
Bilangan 0,8 menunjukkan 8 per 10 atau setara dengan 80 per 100.

Jadi, isi botol tersebut adalah 80% dari kapasitas maksimalnya.

Catatan: Kalimat soal lebih tepat jika yang dimaksud adalah 0,8 bagian dari kapasitas maksimal, bukan 0,8 liter secara mutlak. Jika kapasitas botol tidak diketahui, 0,8 liter saja belum bisa ditentukan persentasenya.


7. Dalam sebuah kelas, 70% siswa membawa bekal dari rumah. Ubahlah persentase tersebut ke dalam bentuk desimal!

Jawaban: 0,7

Cara:

atau

Alasan:
Persen berarti per seratus. Jadi, 70% berarti 70 dari 100.

Jadi, 70% = 0,7.


C. Tingkat Sulit/HOTS

8. Sebuah taman sekolah telah ditanami bunga sebanyak 0,45 bagian dari seluruh area yang direncanakan. Kepala sekolah mengatakan bahwa penanaman bunga telah mencapai 45%. Apakah pernyataan tersebut benar? Jelaskan alasanmu!

Jawaban: Benar.

Cara:

Ubah 0,45 menjadi persen:

Jadi:

Alasan:
Desimal 0,45 jika dikalikan 100% menjadi 45%. Artinya, 45 bagian dari setiap 100 bagian area sudah ditanami bunga.

Kesimpulan:
Pernyataan kepala sekolah benar, karena 0,45 sama dengan 45%.


9. Dika telah membaca 0,75 bagian buku. Sinta telah membaca 80% dari seluruh buku. Siapakah yang telah membaca bagian lebih banyak?

Jawaban: Sinta.

Cara:

Samakan bentuk bilangan terlebih dahulu.

Dika:

Sinta:

Kemudian bandingkan:

Jadi, 80% lebih besar daripada 75%.

Alasan:
Dika telah membaca 75% buku, sedangkan Sinta telah membaca 80% buku. Selisihnya:

Kesimpulan:
Sinta telah membaca lebih banyak, yaitu 5% lebih banyak daripada Dika.


10. Sekolah menargetkan pengumpulan donasi sebanyak 100%. Pada minggu pertama terkumpul 0,35 bagian dan pada minggu kedua bertambah 25%. Berapa persen total donasi yang telah terkumpul? Berapa persen lagi yang harus dikumpulkan agar mencapai target?

Jawaban:

  • Total donasi terkumpul = 60%
  • Donasi yang masih harus dikumpulkan = 40%

Langkah 1: Ubah 0,35 menjadi persen

Jadi, minggu pertama terkumpul 35%.

Langkah 2: Tambahkan donasi minggu kedua

Minggu pertama:

35%

Minggu kedua:

25%

Total:

Jadi, total donasi yang telah terkumpul adalah 60%.

Langkah 3: Hitung kekurangan untuk mencapai 100%

Alasan:
Target keseluruhan adalah 100%. Jika sudah terkumpul 60%, maka bagian yang belum terkumpul adalah 40%.

Kesimpulan:
Sekolah telah mengumpulkan 60% donasi dan masih membutuhkan 40% lagi untuk mencapai target 100%.

Kesimpulan / Refleksi: Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan lancar, peserta didik berebut untuk menjawab soal-soal yang telah diberikan, karena mereka dapat menyeleaikan soal-soal yang diberikan. mereka happy, karena pembelajaran saya buat dengan kuis renking 1. ada 1 anak yaitu najwa yang tercepat menjawab soal dengan cepat dan benar. maka dia pemenang renking 1 dan diberi hadiah uang lima ribu rupiah. Untuk yang lainnya alhamdulillah dapat mengerjakan semuanya. ada yang salah 1 ada yang salah 2. jumlah siswa 27, untuk siswa yang tidak hadir 1 siswa m.gibran lubis karena sakit.


2. IPAS
CP                                        : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
TP                                : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
Materi Pokok             : cara menjaga kesehatan organ tubuh dan gangguan kesehatan organ tubuh
Metode / Model          : diskusi, demonstrasi / discovery learning
Media / Alat peraga   : video, kartu kebiasaan sehat dan tidak sehat

“Ternyata, tubuh kita memiliki banyak organ yang bekerja sama setiap saat. Jantung, paru-paru, lambung, usus, ginjal, tulang, dan organ lainnya memiliki fungsi masing-masing. Organ-organ tersebut bekerja dalam sistem yang saling berhubungan agar tubuh kita dapat beraktivitas dengan baik.”
Tidak hanya mengetahui nama dan fungsinya, kita juga akan melihat bagaimana kebiasaan sehari-hari memengaruhi kesehatan organ tubuh kita. Setelah belajar, kalian akan merefleksikan kebiasaan yang sudah baik dan menentukan kebiasaan yang perlu diperbaiki agar tubuh tetap sehat.” “Tubuh manusia adalah salah satu bentuk kebesaran dan kasih sayang Allah Swt. Di dalam tubuh kita terdapat berbagai organ yang bekerja dengan sangat teratur. Jantung memompa darah, paru-paru membantu kita bernapas, lambung dan usus mencerna makanan, sedangkan ginjal membantu membuang zat sisa dari tubuh.”

seperti  firman Allah Swt. dalam QS. At-Tin ayat 4:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Materi pembelajaran IPAS:

Menjaga Kesehatan Organ Sistem Peredaran Darah Manusia

A. Pengertian Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah adalah sistem dalam tubuh yang berfungsi mengedarkan darah, oksigen, zat makanan, dan zat-zat penting lainnya ke seluruh tubuh serta membawa zat sisa untuk dikeluarkan.

Sistem peredaran darah terdiri atas:

  1. Jantung
  2. Pembuluh darah
  3. Darah

Ketiganya bekerja sama agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.


B. Organ Sistem Peredaran Darah

1. Jantung ❤️

Jantung merupakan organ yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Jantung memiliki empat ruang:

  • Serambi kanan
  • Bilik kanan
  • Serambi kiri
  • Bilik kiri

Jantung harus dijaga kesehatannya karena bekerja terus-menerus untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Cara menjaga kesehatan jantung:

  • Rajin berolahraga.
  • Mengonsumsi makanan bergizi.
  • Mengurangi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, gula, dan garam.
  • Tidak merokok.
  • Istirahat yang cukup.
  • Mengelola stres dengan baik.

2. Pembuluh Darah

Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah ke seluruh tubuh.

Ada tiga jenis pembuluh darah:

a. Arteri
Membawa darah keluar dari jantung menuju organ tubuh.

b. Vena
Membawa darah menuju jantung.

c. Kapiler
Merupakan pembuluh darah yang sangat kecil dan menghubungkan arteri dengan vena. Di dalam kapiler terjadi pertukaran oksigen, zat makanan, dan zat sisa dengan sel-sel tubuh.

Cara menjaga kesehatan pembuluh darah:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Memperbanyak sayur dan buah.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Menghindari kebiasaan merokok.
  • Menjaga berat badan agar tetap sehat.

C. Darah

Darah berfungsi mengangkut berbagai zat yang diperlukan tubuh.

Darah terdiri atas:

Bagian DarahFungsi
Sel darah merahMengangkut oksigen
Sel darah putihMembantu melawan penyakit
Keping darahMembantu proses pembekuan darah
Plasma darahMengangkut zat makanan, hormon, dan zat sisa

D. Mengapa Kesehatan Sistem Peredaran Darah Harus Dijaga?

Sistem peredaran darah berhubungan dengan hampir seluruh bagian tubuh. Jika jantung dan pembuluh darah sehat, oksigen dan zat makanan dapat diedarkan dengan baik.

Sebaliknya, pola hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem peredaran darah.

Contoh kebiasaan yang kurang baik:

  • Jarang berolahraga.
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam.
  • Terlalu banyak makanan dan minuman manis.
  • Kurang tidur.
  • Merokok.
  • Kurang minum air putih.

E. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah

🥗 1. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Pilih makanan yang mengandung:

  • Sayur dan buah.
  • Protein.
  • Karbohidrat secukupnya.
  • Lemak sehat.

Kurangi makanan yang terlalu banyak mengandung garam, gula, dan lemak jenuh.

🏃 2. Berolahraga Teratur

Olahraga seperti:

  • berjalan kaki,
  • bersepeda,
  • berenang,
  • senam,
  • bermain bola,

dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah.

💧 3. Minum Air yang Cukup

Air membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi dengan baik. Biasakan minum air putih dan jangan menunggu sampai sangat haus.

😴 4. Istirahat yang Cukup

Tidur dan istirahat membantu tubuh memulihkan energi sehingga organ tubuh dapat bekerja dengan baik.

🚭 5. Menghindari Rokok dan Asap Rokok

Zat berbahaya dalam rokok dapat mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah. Karena itu, kita harus menjauhi rokok dan asap rokok.

🧘 6. Mengelola Stres

Melakukan kegiatan positif seperti beribadah, bermain, membaca, berolahraga, dan berbicara dengan orang yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.


F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan kebiasaan berikut:

KebiasaanDampak
Rajin berolahragaMembantu menjaga kebugaran jantung
Makan sayur dan buahMenyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh
Minum air putihMembantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh
Tidur cukupMembantu pemulihan tubuh
Terlalu banyak makanan berlemakKurang baik jika menjadi kebiasaan
Jarang bergerakDapat membuat tubuh kurang bugar
MerokokMembahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah

 


LATIHAN SOAL

 Soal Isian

  1. Organ tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh disebut __________.
  2. Pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung disebut __________.
  3. Pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung disebut __________.
  4. Bagian darah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh adalah __________.
  5. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan jantung adalah __________.
  6. Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung __________ dan __________ dapat membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
  7. Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, garam, dan gula dapat meningkatkan risiko gangguan pada __________ dan __________.
  8. Riko jarang berolahraga, sering tidur larut malam, dan sering mengonsumsi makanan cepat saji. Agar kesehatan sistem peredaran darahnya lebih terjaga, Riko sebaiknya mengubah kebiasaannya dengan cara __________, __________, dan __________.
  9. Jantung harus dijaga kesehatannya karena jantung berfungsi untuk __________ sehingga oksigen dan zat makanan dapat diedarkan ke seluruh tubuh.
  10. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. atas tubuh yang telah diberikan, kita dapat menjaga kesehatan sistem peredaran darah dengan menerapkan pola hidup __________, seperti berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan menghindari kebiasaan yang membahayakan kesehatan.

3. Bahasa Indonesia
CP                                : Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan; dan  menganalisis isi
teks sastra berbentuk teks aural.  
TP                                : 

Murid dapat Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan; dan .

Murid dapat menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural.


Materi Pokok             : teks nonsastra berbentuk teks aural, teks sastra berbentuk teks aural.
Metode / Model          : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga   : kertas soal

“Anak-anak, menjadi pendengar yang baik adalah bagian dari sikap seorang pembelajar. Dengan mendengarkan secara saksama, kita dapat memperoleh ilmu dan mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan. Oleh karena itu, mari kita buka telinga, fokuskan perhatian, dan gunakan pikiran kita untuk memahami setiap teks yang akan kita dengarkan.” 

Pengertian Teks Aural

  • Teks Aural adalah teks yang ditransmisikan atau disampaikan melalui media suara/pendengaran (didengarkan/disimak), bukan dibaca secara visual langsung oleh pembaca.

  • Kegiatan memahami teks aural disebut menyimak (mendengarkan secara saksama untuk menangkap isi, gagasan, dan pesan).

2. Teks Nonsastra Berbentuk Teks Aural

  • Pengertian: Teks faktual/ilmiah yang didengarkan melalui pembacaan, rekaman suara, atau pengumuman lisan. Teks ini bertujuan untuk menyampaikan fakta, informasi, data, atau petunjuk secara objektif.

  • Ciri-ciri Teks Nonsastra Aural:

    1. Bersifat objektif dan sesuai kenyataan (faktual).

    2. Menggunakan bahasa baku, lugas, dan jelas.

    3. Memuat unsur ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana).

  • Bentuk/Contoh Teks Nonsastra Aural:

    • Berita radio/televisi yang dibacakan.

    • Pengumuman sekolah melalui pengeras suara.

    • Laporan hasil pengamatan/instruksi kerja yang diperdengarkan.

    • Teks wawancara lisan.

  • Langkah Menyimak Teks Nonsastra Aural:

    1. Mendengarkan dengan konsentrasi penuh dari awal hingga akhir.

    2. Mencatat informasi penting berbasis rumus 5W + 1H / ADIKSIMBA.

    3. Menyimpulkan ide pokok atau ide utama dari informasi yang didengar.

3. Teks Sastra Berbentuk Teks Aural

  • Pengertian: Teks imajinatif/karya seni rekaan yang disampaikan secara lisan atau didengarkan. Teks ini bertujuan untuk memberikan hiburan, membangkitkan emosi, serta menyampaikan pesan moral (amanat).

  • Ciri-ciri Teks Sastra Aural:

    1. Bersifat rekaan (fiktif) dan imajinatif.

    2. Mengandalkan intonasi, ekspresi suara, dan penekanan nada pembaca untuk memperkuat suasana cerita.

    3. Mengandung unsur intrinsik karya sastra.

  • Bentuk/Contoh Teks Sastra Aural:

    • Dongeng, cerpen, atau fabel yang dibacakan (storytelling / mendongeng).

    • Pembacaan puisi (deklamasi atau musikalisasi puisi).

    • Sandiwara radio atau drama bersambung berbentuk audio.

  • Unsur Intrinsik yang Dicermati Saat Menyimak Teks Sastra Aural:

    • Tema: Ide dasar atau pokok pikiran cerita.

    • Tokoh & Penokohan: Pelaku cerita dan perwatakannya (protagonis, antagonis, tritagonis) yang dikenali dari nada suara/dialog.

    • Latar (Setting): Tempat, waktu, dan suasana kejadian.

    • Alur (Plot): Jalan cerita (awal, konflik, penyelesaian).

    • Amanat: Pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang.

4. Perbandingan Teks Nonsastra vs Teks Sastra Aural

Poin Pembeda

Teks Nonsastra Aural

Teks Sastra Aural

Sifat Isi

Faktual, nyata, objektif

Imajinatif, fiktif, subjektif

Tujuan

Memberikan informasi/pengetahuan

Menghibur dan menyampaikan amanat

Gaya Bahasa

Denotatif (sebenarnya), lugas, baku

Konotatif (kiasan), indah, ekspresif

Fokus Menyimak

Poin berita, fakta, data (ADIKSIMBA)

Karakter tokoh, alur, latar, pesan moral

II. LATIHAN SOAL EVALUASI

Bagian A: Pilihan Ganda (10 Soal)

Petunjuk: Pilih satu jawaban yang paling tepat!

  1. Teks yang disampaikan melalui media pendengaran atau dibacakan secara lisan untuk disimak pendengar disebut teks ...

    A. Visual

    B. Aural

    C. Audio-visual cetak

    D. Grafis

  2. Berikut ini yang merupakan contoh dari teks nonsastra berbentuk teks aural adalah ...

    A. Pembacaan pengumuman kelulusan di pengeras suara sekolah

    B. Pementasan drama radio tentang legenda Danau Toba

    C. Pembacaan puisi bertema keindahan alam Lampung

    D. Penuturan mendongeng fabel "Kancil dan Buaya"

  3. Unsur ADIKSIMBA yang digunakan untuk mencari informasi mengenai lokasi terjadinya suatu peristiwa dalam teks berita aural adalah ...

    A. Apa

    B. Kapan

    C. Di mana

    D. Mengapa

  4. Saat menyimak pembacaan teks laporan kunjungan museum melalui radio, kegiatan penting yang harus dilakukan siswa adalah ...

    A. Mengkritik gaya bicaranya tanpa mencatat

    B. Mencatat fakta-fakta penting dan ide pokok

    C. Menghafalkan seluruh kata demi kata

    D. Mengabaikan bagian pendahuluan

  5. Salah satu ciri utama dari teks sastra aural adalah ...

    A. Berisi data kuantitatif dan grafik angka

    B. Bersifat objektif dan tanpa emosi

    C. Berisi kisah imajinatif dan pesan moral

    D. Menggunakan bahasa formal ilmiah murni

  6. Dalam sebuah sandiwara radio, tokoh Utama terdengar berbicara dengan nada lembut dan suka menolong. Hal ini menunjukkan bahwa penokohan tokoh tersebut berwatak ...

    A. Antagonis

    B. Protagonis

    C. Egois

    D. Licik

  7. Teks aural berikut ini yang tergolong ke dalam teks sastra adalah ...

    A. Pembacaan teks Pancasila pada upacara

    B. Teks berita cuaca di radio BMKG

    C. Deklamasi puisi karya Chairil Anwar

    D. Pembacaan tata tertib perpustakaan

  8. Perbedaan utama antara teks berita yang didengarkan (nonsastra) dengan cerita pendek yang didengarkan (sastra) terletak pada ...

    A. Jumlah kata yang digunakan

    B. Sifat faktual dan sifat imajinatif isinya

    C. Media audio yang digunakan

    D. Kecepatan pembacaan teks

  9. Perhatikan teks berikut yang dibacakan guru:

    "Diberitahukan kepada seluruh siswa kelas 6 bahwa kegiatan latihan ujian akan dilaksanakan pada hari Senin depan di aula sekolah."

    Teks aural di atas bertujuan untuk ...

    A. Menghibur pendengar

    B. Menyampaikan informasi resmi

    C. Menceritakan pengalaman pribadi

    D. Menggambarkan keindahan tempat

  10. Amanat dalam teks sastra aural dapat kita temukan dengan cara ...

    A. Membaca judulnya saja

    B. Menyimak keseluruhan isi cerita dan memahami nasihat di dalamnya

    C. Mencari angka statistik dalam cerita

    D. Mengukur durasi rekaman audio

Bagian B: Soal Esai (5 Soal)

  1. Jelaskan perbedaan utama antara teks nonsastra berbentuk aural dan teks sastra berbentuk aural!

  2. Sebutkan 3 contoh bentuk teks nonsastra aural yang sering kamu temui dalam kehidupan sehari-hari di sekolah atau rumah!

  3. Mengapa unsur intonasi dan penekanan nada sangat penting saat seseorang menyampaikan teks sastra berbentuk aural (seperti mendongeng atau berdeklamasi)?

  4. Tuliskan rumus pertanyaan ADIKSIMBA (5W+1H) beserta fungsinya saat menyimak teks berita aural!

  5. Bacalah (atau simaklah) kutipan teks pendek berikut yang dibacakan:

    "Di sebuah hutan rindang, Sang Kancil dengan bijaksana membantu Kerbau yang tertimpa pohon jatuh, meskipun Kerbau pernah berprasangka buruk kepadanya."

    Tentukan:

    a. Jenis teks di atas (sastra/nonsastra)

    b. Pesan moral (amanat) yang terkandung di dalamnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 18 Agustus 2026

                                        1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd 2. Hari / Tanggal : Selasa, 18 Agustus 2026 3. Fase / Ke...