Nama guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal : Kamis, 1 Oktober 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : Mempraktikkan Musyawarah Di kelas
Pertemuan Ke : 20
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tabik Pun! 🙏
Good morning my lovely students. How are you today?
Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?
CP : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah
Media / Alat peraga : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan
praktik musyawarah
. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.
Simak vidio pembelajaran berikut :
Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:
Menentukan jadwal piket kelas.
Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
Menentukan kegiatan kelas.
Menentukan pembagian tugas kelompok.
Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.
Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.
Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.
Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.
Contoh Kasus
“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”
Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.
Pembagian Peran
Setiap kelompok menentukan:
Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.
Langkah Praktik Musyawarah
Membuka musyawarah.
Menyampaikan permasalahan.
Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
Membahas berbagai pendapat.
Menentukan solusi bersama.
Menetapkan hasil kesepakatan.
Membacakan hasil musyawarah.
Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.
Contoh Hasil Musyawarah
Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.
Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.
Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:
memimpin musyawarah dengan tertib;
menyampaikan pendapat dengan santun;
mendengarkan pendapat teman;
menghargai perbedaan pendapat;
tidak memaksakan kehendak;
mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
menerima hasil musyawarah;
bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.
MATERI AJAR
1. Musyawarah Menentukan Jadwal Piket Kelas
Situasi:
Beberapa siswa merasa jadwal piket belum adil karena ada yang mendapat jadwal terlalu banyak.
Peran:
Ketua kelas sebagai pemimpin musyawarah
Sekretaris sebagai pencatat hasil
4–5 siswa sebagai anggota
Wali kelas sebagai pengamat
Jalannya musyawarah:
Ketua kelas membuka musyawarah.
Siswa menyampaikan pendapat tentang pembagian jadwal piket.
Setiap siswa mendengarkan pendapat teman tanpa memotong pembicaraan.
. Musyawarah Menentukan Kegiatan Kebersihan Kelas
Situasi:
Kelas akan mengadakan kegiatan Jumat Bersih. Siswa memiliki pendapat berbeda tentang kegiatan yang akan dilakukan.
Peran:
Ketua kelas
Sekretaris
Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan kelas
Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan taman
Guru sebagai pengarah
Jalannya musyawarah:
Ketua kelas membuka musyawarah.
Setiap kelompok menyampaikan usulannya.
Siswa mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
Siswa mencari jalan tengah agar semua kegiatan dapat dilakukan.
Peserta menyepakati pembagian tugas.
Hasil kesepakatan:
Sebagian siswa membersihkan ruang kelas, sebagian membersihkan taman, dan semua siswa bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Tugas
🗣️ Aturan Bermain Peran
Saat melakukan musyawarah, siswa harus:
Mengangkat tangan sebelum berbicara.
Menyampaikan pendapat dengan sopan.
Tidak memotong pembicaraan.
Menghargai pendapat yang berbeda.
Mengutamakan kepentingan bersama.
Menerima hasil kesepakatan dengan tanggung jawa
Siswa mengusulkan pembagian jadwal yang lebih merata.
Semua peserta menyepakati jadwal piket baru.
Ketua kelas membacakan hasil kesepakatan.
Hasil kesepakatan:
Setiap siswa mendapat jadwal piket secara adil dan bertanggung ja