Pages

Rabu, 21 Oktober 2026

Kamis, 22 oktober 2026

 


IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : kamis, 22 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Melestarikan keberagaman budaya

  6. Pertemuan ke : 23

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 
materi pembelajaran:

1. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai macam kebudayaan, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan adat istiadat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

2. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Indonesia

Keunikan Pakaian Tulang Bawang, Baju Adat Lampung

a. Pakaian adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas yang mencerminkan identitas suatu daerah. Contohnya adalah pakaian adat Lampung, Ulee Balang dari Aceh, dan Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

Nuwo Sesat: Rumah Adat Lampung yang Unik dan Bersejarah

b. Rumah adat

Rumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki ciri khas daerah. Contohnya Nuwo Sesat dari Lampung dan Rumah Gadang dari Sumatra Barat.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

c. Tarian tradisional

Tarian tradisional merupakan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Kecak dari Bali.

Seruit: Makanan Ikonik Lampung dan Filosofi Kebersamaan

d. Makanan khas daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa yang berbeda. Contohnya seruit dari Lampung, pempek dari Sumatra Selatan, dan rendang dari Sumatra Barat.

Bentuk keberagaman lainnya adalah bahasa daerah, lagu daerah, alat musik tradisional, permainan tradisional, serta adat istiadat.

3. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya

Sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  1. Menghargai budaya daerah lain.

  2. Tidak mengejek bahasa, pakaian, atau adat istiadat teman.

  3. Mau mempelajari kesenian dari daerah lain.

  4. Bekerja sama tanpa membeda-bedakan asal daerah.

  5. Menjaga dan melestarikan budaya daerah sendiri.

  6. Bangga terhadap kebudayaan Indonesia.

4. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Memperkaya kebudayaan nasional.

  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  • Menjadi identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.

  • Mengembangkan pariwisata dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

5. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya

Upaya pelestarian budaya dapat dilakukan dengan mempelajari tarian daerah, menggunakan dan mengenal bahasa daerah, mengikuti kegiatan seni budaya, mengenalkan makanan tradisional, serta membuat poster atau infografis tentang budaya Indonesia.

6. Keberagaman Budaya dalam Perspektif Pancasila dan Islam

Menghormati keberagaman budaya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Kita harus menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Dalam Islam, Allah Swt. menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Oleh karena itu, kita hendaknya menghargai perbedaan, tidak merendahkan orang lain, dan menjaga persaudaraan.

7. Aktivitas Pembelajaran

Murid dibagi menjadi kelompok yang terdiri atas 4–5 orang untuk membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya Indonesia. Setiap kelompok memilih satu daerah dan menyajikan informasi tentang pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, serta cara melestarikannya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya dan memberikan apresiasi terhadap karya kelompok lain.

8. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Melalui sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghargai, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

rabu, 21 oktober 2026

 


IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : seni rupa

  3. Hari/Tanggal : rabu, 21 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Teknik menganyam dengan kertas buffalo

  6. Pertemuan ke : 23



Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.

Apersepsi:

Secara umum, seni rupa kriya dan pemanfaatan bahan alam (seperti daun, pelepah, atau serat tumbuhan yang biasa dipakai menganyam) dipandang sebagai karunia Allah untuk kemaslahatan manusia. 
  • Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
  • Filosofi Anyaman dalam Islam: Para ulama dan perajin muslim sering mengaitkan seni menganyam dengan nilai spiritual: melatih sifat sabar (karena setiap silangan harus teratur), syukur (memanfaatkan serat alam tanpa merusaknya), dan fokus yang mendalam
Materi Ajar:

A. Pengertian Menganyam

Menganyam adalah teknik membuat karya seni dengan cara menyilangkan atau menyisipkan bahan secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Kegiatan menganyam dapat menggunakan berbagai bahan, seperti daun pandan, bambu, rotan, kertas, dan bahan lainnya.

Dalam pembelajaran Seni Rupa, murid dapat menggunakan kertas buffalo untuk membuat karya anyaman yang menarik, berwarna-warni, dan memiliki nilai keindahan.

B. Mengenal Kertas Buffalo

Kertas buffalo adalah jenis kertas yang relatif tebal dan tersedia dalam berbagai pilihan warna. Kertas ini dapat digunakan untuk membuat berbagai karya kerajinan, termasuk anyaman.

Kelebihan kertas buffalo untuk menganyam:

  1. Memiliki beragam pilihan warna.

  2. Cukup kuat untuk dibuat menjadi bilah anyaman.

  3. Mudah dipotong dan dibentuk.

  4. Dapat menghasilkan pola dan kombinasi warna yang menarik.

  5. Mudah diperoleh dan cocok digunakan untuk kegiatan prakarya di sekolah.

C. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat anyaman dari kertas buffalo adalah:

  1. Kertas buffalo dengan dua warna atau lebih.

  2. Gunting.

  3. Penggaris.

  4. Pensil.

  5. Lem atau perekat jika diperlukan.

  6. Alas kerja.

D. Teknik Dasar Menganyam dengan Kertas Buffalo

Paper Weaving Basket Instructions at Ali Farrow blog
Weaving Paper
20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love
12

Teknik dasar menganyam kertas buffalo dilakukan dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian, yaitu satu bilah berada di atas dan bilah berikutnya berada di bawah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pola selang-seling: bilah kertas disusun dengan urutan atas–bawah secara bergantian.

  • Kerapian: jarak antarbilah dibuat teratur agar hasil anyaman tidak berantakan.

  • Ketegangan: bilah kertas ditarik secukupnya agar anyaman tidak terlalu longgar atau terlalu rapat.

  • Perpaduan warna: pemilihan warna yang serasi membuat hasil anyaman lebih menarik.

E. Langkah-Langkah Menganyam dengan Kertas Buffalo

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

1. Menyiapkan alat dan bahan

Siapkan kertas buffalo dengan dua warna berbeda, gunting, penggaris, dan pensil.

How to Weave Paper Place Mats - Friday Fun, for kids - Aunt Annie's Crafts

2. Membuat pola dasar

Buat garis sejajar pada kertas buffalo sebagai panduan. Potong mengikuti garis dengan hati-hati, tetapi sisakan bagian tepi agar kertas tidak terputus seluruhnya.

Paper Weaving | Kids' Crafts | Fun Craft Ideas | FirstPalette.com

3. Menyisipkan bilah kertas

Masukkan bilah kertas warna lain secara bergantian melalui pola dasar. Pada bilah pertama, gunakan urutan atas–bawah–atas–bawah.

20 Children's Paper Craft Ideas Kids Will Love

4. Melanjutkan pola anyaman

Pada bilah kedua, balik urutannya menjadi bawah–atas–bawah–atas. Ulangi langkah tersebut hingga seluruh bagian terisi.

Easy Paper Weave Craft for Kids (7 Steps!)

5. Merapikan hasil anyaman

Atur bilah agar tersusun rapi, rapikan bagian tepi, lalu rekatkan ujung kertas jika diperlukan agar anyaman tidak mudah terlepas.

F. Unsur Seni Rupa dalam Karya Anyaman

Dalam membuat anyaman kertas buffalo, terdapat beberapa unsur seni rupa yang perlu diperhatikan.

Unsur Seni Rupa

Penerapan pada Anyaman

Garis

Garis sejajar pada potongan kertas membentuk pola anyaman.

Warna

Perpaduan dua warna atau lebih membuat karya menarik.

Bentuk

Susunan bilah menghasilkan bentuk anyaman, misalnya persegi atau persegi panjang.

Tekstur

Permukaan anyaman terasa berbeda karena terdapat bagian kertas yang saling bersilangan.

Pola

Pengulangan susunan atas–bawah menghasilkan pola yang teratur.

G. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan menganyam dengan kertas buffalo, murid belajar untuk:

  1. Teliti dan sabar saat menyusun bilah kertas.

  2. Kreatif dalam memilih warna dan pola.

  3. Mandiri dalam menyelesaikan karya.

  4. Bertanggung jawab menjaga alat dan bahan.

  5. Menghargai karya sendiri maupun karya teman.

H. Kesimpulan

Teknik menganyam dengan kertas buffalo merupakan kegiatan membuat karya seni dengan menyilangkan bilah kertas secara bergantian sehingga membentuk pola yang teratur. Keberhasilan karya anyaman ditentukan oleh ketepatan teknik, kerapian susunan, kesabaran, dan perpaduan warna. Melalui kegiatan ini, murid dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, ketelitian, serta apresiasi terhadap karya seni.

1. Kesimpulan Pembelajaran

Peserta didik telah mempelajari teknik menganyam menggunakan kertas buffalo dengan cara menyusun dan menyilangkan potongan kertas secara bergantian hingga membentuk pola anyaman yang rapi dan menarik. Melalui kegiatan praktik, peserta didik belajar mengenal unsur garis, pola, warna, dan tekstur dalam karya seni rupa dua dimensi.

Kegiatan menganyam melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan keterampilan motorik halus peserta didik. Selain itu, peserta didik belajar menghargai karya sendiri dan karya orang lain serta menggunakan bahan secara hemat untuk mengurangi sampah.

2. Tindak Lanjut

  • Bagi peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran: diberikan tugas pengayaan untuk membuat karya anyaman kertas buffalo dengan variasi pola, kombinasi warna, dan bentuk yang lebih kreatif.

  • Bagi peserta didik yang masih memerlukan bimbingan: diberikan pendampingan dalam memotong kertas, membuat pola, serta menyilangkan potongan kertas secara bergantian hingga menghasilkan anyaman yang rapi.

  • Kegiatan lanjutan: peserta didik memajang hasil karya di kelas, memberikan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan proses pembuatan serta kesulitan yang dihadapi.

  • Penerapan dalam kehidupan sehari-hari: peserta didik diajak memanfaatkan bahan yang tersedia secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghargai kerajinan tradisional Indonesia.

Refleksi nilai karakter: Melalui kegiatan menganyam, peserta didik diharapkan semakin tekun, mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berkarya yang dimiliki.


Rabu, 21 oktober 2026

 N


IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : rabu, 21 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Melestarikan keberagaman budaya

  6. Pertemuan ke : 23

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 
materi pembelajaran:

1. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai macam kebudayaan, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan adat istiadat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

2. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Indonesia

Keunikan Pakaian Tulang Bawang, Baju Adat Lampung

a. Pakaian adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas yang mencerminkan identitas suatu daerah. Contohnya adalah pakaian adat Lampung, Ulee Balang dari Aceh, dan Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

Nuwo Sesat: Rumah Adat Lampung yang Unik dan Bersejarah

b. Rumah adat

Rumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki ciri khas daerah. Contohnya Nuwo Sesat dari Lampung dan Rumah Gadang dari Sumatra Barat.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

c. Tarian tradisional

Tarian tradisional merupakan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Kecak dari Bali.

Seruit: Makanan Ikonik Lampung dan Filosofi Kebersamaan

d. Makanan khas daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa yang berbeda. Contohnya seruit dari Lampung, pempek dari Sumatra Selatan, dan rendang dari Sumatra Barat.

Bentuk keberagaman lainnya adalah bahasa daerah, lagu daerah, alat musik tradisional, permainan tradisional, serta adat istiadat.

3. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya

Sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  1. Menghargai budaya daerah lain.

  2. Tidak mengejek bahasa, pakaian, atau adat istiadat teman.

  3. Mau mempelajari kesenian dari daerah lain.

  4. Bekerja sama tanpa membeda-bedakan asal daerah.

  5. Menjaga dan melestarikan budaya daerah sendiri.

  6. Bangga terhadap kebudayaan Indonesia.

4. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Memperkaya kebudayaan nasional.

  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  • Menjadi identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.

  • Mengembangkan pariwisata dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

5. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya

Upaya pelestarian budaya dapat dilakukan dengan mempelajari tarian daerah, menggunakan dan mengenal bahasa daerah, mengikuti kegiatan seni budaya, mengenalkan makanan tradisional, serta membuat poster atau infografis tentang budaya Indonesia.

6. Keberagaman Budaya dalam Perspektif Pancasila dan Islam

Menghormati keberagaman budaya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Kita harus menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Dalam Islam, Allah Swt. menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Oleh karena itu, kita hendaknya menghargai perbedaan, tidak merendahkan orang lain, dan menjaga persaudaraan.

7. Aktivitas Pembelajaran

Murid dibagi menjadi kelompok yang terdiri atas 4–5 orang untuk membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya Indonesia. Setiap kelompok memilih satu daerah dan menyajikan informasi tentang pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, serta cara melestarikannya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya dan memberikan apresiasi terhadap karya kelompok lain.

8. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Melalui sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghargai, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Selasa, 20 Oktober 2026

selasa, 20 Oktober 2026 Matematika

 

IDENTITAS

Nama Guru

Puji Rahmawati Ningsih

Mapel

matematika

Hari/Tanggal

Selasa, 20 Oktober 2026

Fase/Kelas

Fase C / Kelas VI (Enam)

Materi :

lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak

Pertemuan :22

Pertemuan ke


Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak.

TP:

Peserta didik dapat Menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan peta berpetak, praktik menentukan koordinat, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta sederhana yang menggunakan sistem berpetak.

  2. Peta lingkungan sekolah atau denah lokasi sederhana.

  3. Kertas berpetak dan pensil.

  4. Penggaris dan spidol warna.

  5. Kartu koordinat berupa huruf dan angka.

  6. Kartu gambar objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menentukan lokasi objek berdasarkan koordinat.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan peta berpetak.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengenali sistem berpetak pada peta, memahami letak baris dan kolom, membaca koordinat, serta menentukan dan menunjukkan lokasi suatu objek pada peta berdasarkan koordinat baris dan kolom secara tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan penentuan lokasi pada peta berpetak.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati peta berpetak dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami susunan baris dan kolom serta cara membaca koordinat pada peta. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, teliti, dan tidak terburu-buru ketika menentukan lokasi suatu objek. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting agar tidak salah menunjukkan lokasi yang dimaksud.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep koordinat pada peta berpetak dengan kehidupan sehari-hari, seperti menemukan lokasi ruang kelas, perpustakaan, masjid, taman, rumah, atau tempat umum lainnya. Melalui kegiatan mengamati denah sekolah dan menyelesaikan permasalahan kontekstual, peserta didik memahami manfaat sistem berpetak untuk menunjukkan lokasi suatu tempat secara tepat. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi berdasarkan kartu koordinat, kuis tebak lokasi, dan tantangan menemukan objek pada peta berpetak secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama, berdiskusi, dan berlomba secara sehat untuk menemukan lokasi yang tepat. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif,

A. Pengertian Peta Berpetak

Peta berpetak adalah gambar suatu wilayah yang dibagi menjadi beberapa kotak atau petak untuk memudahkan kita menentukan letak suatu tempat. Setiap petak memiliki posisi berdasarkan baris dan kolom.

Sistem berpetak membantu kita menemukan lokasi objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar dengan lebih mudah dan tepat.

B. Mengenal Baris dan Kolom

  • Baris adalah susunan petak secara mendatar (horizontal).

  • Kolom adalah susunan petak secara tegak (vertikal).

  • Koordinat adalah keterangan yang menunjukkan posisi suatu objek pada peta berpetak.

Pada peta, kolom dapat diberi tanda huruf (A, B, C, D), sedangkan baris diberi tanda angka (1, 2, 3, 4).

C. Contoh Peta Berpetak

Perhatikan peta sederhana berikut!

A

B

C

D

1

🏫

🌳

🕌

🏠

2

📚

🏠

🌷

🏪

3

🌳

⚽

🏫

🌳

4

🏠

🛝

📚

🕌

Ilustrasi peta berpetak. Kolom ditandai huruf A–D dan baris ditandai angka 1–4.

Contoh cara membaca lokasi:

  • Sekolah 🏫 berada di koordinat A1 dan C3.

  • Masjid 🕌 berada di koordinat C1 dan D4.

  • Perpustakaan 📚 berada di koordinat A2 dan C4.

  • Toko 🏪 berada di koordinat D2.

Koordinat dibaca dengan menyebutkan huruf kolom terlebih dahulu, kemudian angka baris.

D. Langkah-Langkah Menentukan Lokasi

  1. Perhatikan judul atau keterangan pada peta.

  2. Temukan huruf yang menunjukkan kolom.

  3. Temukan angka yang menunjukkan baris.

  4. Cari pertemuan kolom dan baris yang dimaksud.

  5. Amati objek pada petak tersebut dan pastikan lokasinya benar.

E. Contoh Soal

Perhatikan peta berpetak di atas.

  1. Di manakah lokasi taman bunga 🌷?

  2. Objek apakah yang berada di koordinat B3?

  3. Jika seseorang ingin pergi ke masjid di koordinat C1, kolom dan baris manakah yang harus dicari?

  4. Perpustakaan berada di koordinat mana saja pada peta?

  5. Mengapa kita harus teliti saat membaca koordinat pada peta?

Kunci jawaban:

  1. C2.

  2. Lapangan atau bola ⚽.

  3. Kolom C dan baris 1.

  4. A2 dan C4.

  5. Agar tidak salah menentukan lokasi yang dituju.

F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Sistem berpetak dapat digunakan untuk membaca denah sekolah, mencari tempat duduk di aula, menemukan lokasi pada peta, dan membantu seseorang menunjukkan posisi suatu tempat kepada orang lain.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berpikir dan memahami keteraturan. Hal ini dapat dikaitkan dengan QS. Yunus ayat 5 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan dengan perhitungan yang tepat.

Kesimpulan: Peta berpetak memudahkan kita menentukan lokasi suatu objek melalui baris, kolom, dan koordinat. Ketelitian dalam mem

 dan mendorong semangat belajar.


materi ajar : selasa , 20 oktober 2026 ipas

IDENTITAS

Nama Guru

Puji Rahmawati Ningsih

Mapel

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Hari/Tanggal

Selasa, 20 Oktober 2026

Fase/Kelas

Fase C / Kelas VI (Enam)

Materi

Kegiatan Ekonomi (Produksi, Distribusi, dan Konsumsi)

Pertemuan ke

11

Sebelum menuju tujuan pembelajaran, mari kita baca ayat, hadis, dan doa yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

QS. Al-Jumu’ah ayat 10

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Fa idzā quḍiyatiṣ-ṣalātu fantasyirū fil-arḍi wabtaghū min faḍlillāhi wadzkurullāha katsīral la‘allakum tufliḥūn.

Artinya: “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

simak vidi dibawah ini 



Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami kegiatan ekonomi masyarakat (produksi, distribusi, dan konsumsi) serta mengidentifikasi contohnya di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran (TP)

TP Pembelajaran Harian: Peserta didik dapat:

  • memahami pengertian kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi),
  • mengidentifikasi contoh kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar.

TP Assessment Sumatif Harian: Peserta didik dapat menjelaskan pengertian kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) dan mengidentifikasi contoh kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar melalui instrumen tes tertulis mandiri.

Prinsip Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

  • Mindful: Peserta didik melatih ketelitian mengamati dan membedakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi pada gambar, video, atau situasi nyata di sekitar sekolah dan rumah.
  • Meaningful: Peserta didik mengaitkan kegiatan ekonomi dengan kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya dari mana makanan di kantin berasal dan siapa saja yang berperan hingga sampai ke tangan mereka.
  • Joyful: Peserta didik bermain tebak kegiatan ekonomi “Siapa Aku?” dan permainan memasangkan kartu gambar dengan jenis kegiatan ekonomi secara menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Memahami pengertian kegiatan ekonomi sebagai usaha manusia memenuhi kebutuhan hidup.
  2. Memahami pengertian produksi, distribusi, dan konsumsi beserta pelakunya.
  3. Mengidentifikasi contoh kegiatan produksi di lingkungan sekitar.
  4. Mengidentifikasi contoh kegiatan distribusi dan konsumsi di lingkungan sekitar.
  5. Mengikuti evaluasi Sumatif Harian untuk mengukur ketuntasan belajar.

RANGKUMAN MATERI (IPAS KELAS 6)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa ‘alaa aalihi washahbihi aj‘ma‘iin, wa mantabi‘ahum bi ihsaanin ilaa yaumiddiin, amma ba‘du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT:

  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan bumi beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang dapat diolah manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Al-Fattah (Maha Pemberi Pembuka Jalan): Allah SWT membukakan pintu-pintu rezeki bagi hamba-Nya yang mau berusaha, bekerja, dan berdoa.

1. Pengertian Kegiatan Ekonomi

  • Kegiatan ekonomi adalah semua usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik berupa barang (nasi, buku, baju) maupun jasa (layanan angkutan, tukang cukur, guru).
  • Kegiatan ekonomi dilakukan karena kebutuhan manusia banyak, sedangkan sumber daya untuk memenuhinya terbatas.
  • Kegiatan ekonomi pokok ada tiga: produksi, distribusi, dan konsumsi.

2. Produksi

  • Pengertian: kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa.
  • Pelaku: produsen.
  • Contoh di lingkungan sekitar: petani menanam padi, sayur, atau kopi; pengrajin membuat tempe dan keripik pisang; penjahit membuat seragam; pabrik membuat roti.

3. Distribusi

  • Pengertian: kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
  • Pelaku: distributor, pedagang, dan pengangkut barang.
  • Contoh di lingkungan sekitar: pedagang mengangkut sayur dari kebun ke pasar, truk membawa kopi ke kota, kurir mengantar paket, warung menjual barang kepada pembeli.

4. Konsumsi

  • Pengertian: kegiatan menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Pelaku: konsumen.
  • Contoh di lingkungan sekitar: membeli dan memakan jajanan di kantin sekolah, memakai seragam, naik angkot ke sekolah, menggunakan listrik di rumah.

5. Hubungan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi

Barang sampai ke tangan kita melalui alur yang saling berhubungan:

Produsen (produksi) → Distributor (distribusi) → Konsumen (konsumsi)

Contoh alur beras: petani padi menghasilkan padi (produksi) → pedagang beras menyalurkannya ke pasar (distribusi) → keluarga membeli dan memasaknya (konsumsi).

6. Contoh Kegiatan Ekonomi di Lingkungan Sekitar

Lingkungan

Produksi

Distribusi

Konsumsi

Rumah

Ibu membuat kue untuk dijual

Kue dititipkan ke warung

Tetangga membeli kue

Sekolah

Penjual membuat gorengan

Gorengan dibawa ke kantin

Murid membeli saat istirahat

Pasar

Petani menanam sayur

Pedagang menjual sayur di pasar

Pembeli memasak sayur

Kebun

Petani memanen kopi

Pengumpul membawa kopi ke kota

Penikmat kopi meminumnya

LATIHAN SOAL SUMATIF HARIAN

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

  1. Semua usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup melalui barang dan jasa disebut ...
    A. Kegiatan sosial
    B. Kegiatan ekonomi
    C. Kegiatan budaya
    D. Kegiatan politik
  2. Tiga kegiatan pokok ekonomi adalah ...
    A. Produksi, distribusi, dan konsumsi
    B. Produksi, promosi, dan donasi
    C. Distribusi, rekreasi, dan konsumsi
    D. Produksi, investasi, dan wisata
  3. Kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa disebut ...
    A. Distribusi
    B. Konsumsi
    C. Produksi
    D. Promosi
  4. Petani kopi di Lampung memanen buah kopi dari kebunnya. Kegiatan tersebut termasuk ...
    A. Konsumsi
    B. Produksi
    C. Distribusi
    D. Rekreasi
  5. Pedagang pengumpul membawa kopi dari kebun petani ke kota untuk dijual. Kegiatan tersebut termasuk ...
    A. Produksi
    B. Konsumsi
    C. Menabung
    D. Distribusi
  6. Orang yang menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebut ...
    A. Konsumen
    B. Produsen
    C. Distributor
    D. Investor
  7. Contoh kegiatan konsumsi di lingkungan sekolah adalah ...
    A. Pak Dedi membuat tempe di rumahnya
    B. Kurir mengantar barang ke rumah pembeli
    C. Rani membeli roti di kantin untuk dimakan saat istirahat
    D. Petani menanam padi di sawah
  8. Pasangan pelaku dan kegiatan ekonomi yang tepat adalah ...
    A. Produsen – membeli barang untuk dipakai
    B. Distributor – menyalurkan barang dari produsen ke konsumen
    C. Konsumen – membuat barang
    D. Produsen – mengangkut barang ke pasar
  9. Urutan alur kegiatan ekonomi beras yang benar adalah ...
    A. Petani padi → pedagang beras → pembeli
    B. Pembeli → pedagang beras → petani padi
    C. Pedagang beras → petani padi → pembeli
    D. Petani padi → pembeli → pedagang beras
  10. Allah SWT adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Sikap yang mencerminkan rasa syukur dan sesuai ajaran Islam dalam kegiatan ekonomi adalah ...
    A. Mengurangi takaran dagangan agar untung lebih banyak
    B. Menjual barang dengan cara menipu pembeli
    C. Berdagang dengan jujur dan membeli barang sesuai kebutuhan
    D. Membeli barang secara berlebihan agar terlihat hebat

Ringkasan Kunci Jawaban Singkat

No

Jawaban

1

B

2

A

3

C

4

B

5

D

6

A

7

C

8

B

9

A

10

C

RANGKUMAN MATERI

Pengertian Kegiatan Ekonomi: Kegiatan ekonomi adalah usaha manusia memenuhi kebutuhan hidup berupa barang dan jasa. Kegiatan ekonomi pokok terdiri atas produksi (menghasilkan barang/jasa), distribusi (menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen), dan konsumsi (menggunakan barang/jasa).

Contoh di Lingkungan Sekitar: Petani menanam padi dan memanen kopi (produksi), pedagang dan kurir mengantar barang ke pasar dan warung (distribusi), serta murid membeli jajanan di kantin dan keluarga menggunakan listrik di rumah (konsumsi).

Alur Kegiatan Ekonomi: Barang sampai ke konsumen melalui alur produsen → distributor → konsumen, sehingga setiap pelaku saling membutuhkan dan saling bergantung.

Media Pembelajaran & Nilai Karakter: Pembelajaran memanfaatkan gambar, video, dan permainan kartu secara interaktif (Mindful & Joyful Learning). Rezeki adalah karunia Allah SWT (Ar-Razzaq) yang diperoleh dengan bekerja secara jujur dan halal serta dibelanjakan secara bijak.

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Sebagian besar murid dapat memahami pengertian kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) dan mampu menyebutkan contohnya di lingkungan sekitar.

Kamis, 22 oktober 2026

  IDENTITAS Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd Mapel : Pendidikan Pancasila Hari/Tanggal :  kamis, 22 oktober 2026 Fase/Kelas : Fas...