Pages

Rabu, 22 Juli 2026

 


Nama Guru : Puji Rahmawati, S. Pd. 

Mata Pelajaran : Matematika & ipas

Hari/Tanggal :kamis, 23 juli 2026

Kelas : 6 A

Materi pokok :matematika (pecahan) ,IPAS( sistem peredaran darah manusia)

Alat Peraga : Video Pembelajaran, LKPD

Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, diskusi, Penugasan

tujuan pembelajaran :


Tujuan pembelajaran Matematika:
Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.
Model: Discovery Learning

Seperti namanya, bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dipecah menjadi bagian yang tidak utuh. Bilangan pecahan merupakan suatu bagian dari bilangan yang terbagi menjadi bagian yang sama. Pada bilangan pecahan, ada yang disebut pembilang dan penyebut. Mari simak pembahasan lengkapnya, Squad!

Bentuk Penulisan


Kalau kamu belum tahu apa itu bilangan bulat dan faktor dari bilangan? Pelajari di artikel Pengertian dan Contoh Bilangan Bulat dan Keunikan FPB dan KPK ya.

 

Cara Menyederhanakan Pecahan

  • Metode 1: Membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat positif yang sama secara berulang-ulang sampai tidak dapat dibagi lagi.

Contoh:

cara mnenyederhanakan pecahan metode 1.png

  • Metode 2: Bentuk sederhana dari bilangan pecahan apabila FPB dari pembilang dan penyebutnya adalah 1. Jika FPB belum sama dengan 1, cara menyederhanakannya adalah dengan membagi pembilang dan penyebutnya dengan FPB tersebut.

Contoh:

cara mnenyederhanakan pecahan metode 2.png

Cara Membandingkan Pecahan

  • Metode 1: Untuk penyebut yang sama, hanya membandingkan pembilangnya.

Contoh:

cara membandingkan pecahan metode 1.png

  • Metode 2: Untuk penyebut yang berbeda, menyamakan penyebut terlebih dahulu lalu membandingkan pembilangnya. Cara menyamakan penyebut:
    • Cara I: Mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat yang sama hingga penyebutnya sama.
    • Cara II: Penyebutnya sama-sama dibuat menjadi KPK dari penyebutnya.

Contoh:

cara membandingkan pecahan metode 2.png

  • Metode BONUS: Kali silang antara pembilang dan penyebut.

Contoh:

cara membandingkan pecahan metode bonus.png

Cara Mengurutkan Pecahan

Menyamakan penyebut -> Mengurutkan pembilang.

Urutan pembilang = Urutan pecahan.

Contoh:

cara mengurutkan pecahan.png

Tujuan Pembelajaran IPAS:

Peserta didik dapat merefleksikan sistem organ tubuh manusia (sistem peredaran darah) yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya


Rangkuman Sistem Peredaran Darah Manusia: Jantung, Pembuluh, dan Fungsinya

Sistem peredaran darah manusia merupakan jaringan kompleks yang vital bagi kelangsungan hidup. Jaringan ini terdiri dari jantung, pembuluh darah (arteri, vena, dan kapiler), serta darah itu sendiri. Fungsi utamanya adalah memompa dan mengedarkan oksigen, nutrisi, serta hormon ke seluruh tubuh.

Selain itu, sistem ini juga bertanggung jawab mengangkut limbah metabolisme, seperti karbon dioksida (CO2), untuk dibuang. Proses ini menjaga kestabilan dan kesehatan tubuh melalui dua sirkulasi utama: sirkulasi pulmonalis dan sirkulasi sistemik. Memahami rangkuman sistem peredaran darah manusia penting untuk menyadari betapa krusialnya sistem ini.

Definisi Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah adalah sebuah sistem organ yang berperan dalam transportasi zat-zat penting ke seluruh sel tubuh. Sistem ini bekerja secara berkelanjutan tanpa henti, memastikan setiap bagian tubuh menerima asupan yang dibutuhkan dan membuang sisa metabolisme yang tidak diperlukan.

Secara sederhana, sistem ini adalah jalur distribusi internal tubuh. Kestabilan dan kesehatan tubuh sangat bergantung pada kelancaran kinerja sistem ini. Kerusakan atau gangguan pada salah satu komponennya dapat berdampak luas pada fungsi organ lainnya.

Komponen Utama Sistem Peredaran Darah

Untuk memahami lebih dalam rangkuman sistem peredaran darah manusia, penting untuk mengetahui komponen-komponen utamanya. Setiap bagian memiliki peran spesifik yang saling melengkapi.

  • Jantung

    Jantung adalah pompa berotot yang terletak di dada, sedikit ke kiri. Organ ini memiliki empat ruang utama: dua atrium (serambi) dan dua ventrikel (bilik). Jantung bertanggung jawab mendorong darah ke seluruh tubuh melalui sirkulasi paru-paru (pulmonalis) dan sirkulasi sistemik. Ini adalah motor penggerak utama dari seluruh sistem peredaran darah.

  • Pembuluh Darah

    Pembuluh darah adalah jalur transportasi bagi darah. Ada tiga jenis pembuluh darah utama:

    • Arteri: Membawa darah kaya oksigen menjauh dari jantung menuju seluruh tubuh, kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah minim oksigen ke paru-paru.
    • Vena: Membawa darah kembali ke jantung setelah mengalir ke seluruh tubuh, kecuali vena pulmonalis yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung. Darah dalam vena umumnya minim oksigen.
    • Kapiler: Pembuluh darah mikroskopis yang sangat halus. Di sinilah terjadi pertukaran oksigen, nutrisi, dan limbah antara darah dan sel-sel tubuh.
  • Darah

    Darah adalah cairan vital yang mengalir di dalam pembuluh darah. Darah terdiri dari beberapa komponen:

    • Plasma: Bagian cair darah yang mengangkut hormon, nutrisi, dan limbah metabolisme.
    • Sel Darah Merah (Eritrosit): Bertanggung jawab mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
    • Sel Darah Putih (Leukosit): Bagian dari sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi dan penyakit.
    • Trombosit (Platelet): Sel kecil yang berperan penting dalam proses pembekuan darah saat terjadi luka, mencegah pendarahan berlebihan.

Dua Sirkulasi Utama Darah dalam Tubuh

Sistem peredaran darah bekerja melalui dua jalur sirkulasi utama yang saling terhubung:

  • Sirkulasi Pulmonalis (Sirkulasi Kecil)

    Sirkulasi ini melibatkan pergerakan darah antara jantung dan paru-paru. Jantung memompa darah yang kaya karbon dioksida (darah “kotor”) menuju paru-paru. Di paru-paru, darah melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen, kemudian kembali ke jantung dalam keadaan kaya oksigen (darah “bersih”).

  • Sirkulasi Sistemik (Sirkulasi Besar)

    Setelah darah kaya oksigen kembali ke jantung dari paru-paru, jantung memompanya ke seluruh bagian tubuh. Darah ini mengalirkan oksigen dan nutrisi ke sel-sel dan organ, lalu mengangkut limbah metabolisme (termasuk karbon dioksida) kembali ke jantung untuk selanjutnya diproses melalui sirkulasi pulmonalis.

Fungsi Penting Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah memiliki beberapa fungsi krusial yang menopang kehidupan:

  • Mengangkut oksigen dan nutrisi penting ke setiap sel dan jaringan tubuh.
  • Mengangkut karbon dioksida dan produk limbah metabolisme lainnya untuk dibuang dari tubuh.
  • Mengedarkan hormon ke seluruh tubuh, yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi organ.
  • Membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
  • Berperan dalam proses pembekuan darah saat terjadi luka, mencegah kehilangan darah yang berlebihan.
Baiklah cukup sekin pembelajaran kita hari ini, semoga bermanfaat
Wassalamualaiku, Wr. Wb.
Refleksi Pembelajaran:

Selasa, 21 Juli 2026

 


Nama Guru : Puji Rahmawati, S. Pd. 

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila & SBDP

Hari/Tanggal : rabu, 22 juli 2026

Kelas : 6 A

Alat Peraga : Video Pembelajaran, LKPD

Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, diskusi, Penugasan

tujuan pembelajaran : 

Pendidikan Pancasila : Peserta didik dapat menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh

SBDP : Peserta didik dapat Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)

Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat baru, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila 
Peserta didik dapat menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh. 
perhatikan vidio berikut :



Materi Pendidikan Pancasila:

A. Pengertian Pancasila

Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila terdiri atas lima sila yang menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima sila tersebut bukanlah aturan yang berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dan saling melengkapi sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.

B. Bunyi Sila-Sila Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

C. Makna Setiap Sila

1. Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna:

  • Mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa.
  • Beribadah sesuai agama masing-masing.
  • Menghormati pemeluk agama lain.
  • Tidak memaksakan agama kepada orang lain.

Contoh:

  • Berdoa sebelum belajar.
  • Menghormati teman yang sedang beribadah.
  • Tidak mengejek agama lain.

2. Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna:

  • Menghargai harkat dan martabat manusia.
  • Saling menyayangi.
  • Menolong sesama.
  • Bersikap sopan dan santun.

Contoh:

  • Membantu teman yang kesulitan.
  • Tidak melakukan perundungan (bullying).
  • Menghormati guru dan orang tua.

3. Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Makna:

  • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Bangga menjadi bangsa Indonesia.
  • Menghargai keberagaman.

Contoh:

  • Bermain tanpa membeda-bedakan teman.
  • Mengikuti upacara dengan tertib.
  • Menjaga kerukunan.

4. Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna:

  • Menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.

Contoh:

  • Bermusyawarah menentukan ketua kelas.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Menerima keputusan bersama.

5. Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna:

  • Bersikap adil kepada semua orang.
  • Menghargai hak orang lain.
  • Melaksanakan kewajiban dengan tanggung jawab.

Contoh:

  • Berbagi tugas piket secara adil.
  • Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.
  • Tidak mengambil hak orang lain.

D. Hubungan Antarsila dalam Pancasila

Kelima sila dalam Pancasila saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Setiap sila mendukung sila yang lain sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.

SilaHubungannya dengan Sila Lain
Sila ke-1Menjadi dasar dalam menghormati sesama manusia, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil.
Sila ke-2Sikap kemanusiaan memperkuat persatuan, musyawarah, dan keadilan.
Sila ke-3Persatuan tercipta karena adanya ketakwaan, rasa kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan.
Sila ke-4Musyawarah dilakukan dengan menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan.
Sila ke-5Keadilan dapat terwujud jika masyarakat beriman, menghargai sesama, bersatu, dan bermusyawarah.

E. Pancasila sebagai Satu Kesatuan yang Utuh

Kelima sila Pancasila ibarat lima jari pada satu tangan.

  • Setiap jari memiliki fungsi yang berbeda.
  • Namun semuanya bekerja bersama agar tangan dapat berfungsi dengan baik.
  • Jika satu jari tidak berfungsi, pekerjaan menjadi kurang sempurna.

Begitu pula dengan Pancasila.

Kelima sila memiliki makna yang berbeda, tetapi saling melengkapi sehingga tidak boleh dipisahkan atau diutamakan salah satu saja.

F. Contoh Penerapan Kelima Sila Sekaligus

Studi Kasus

Hari Sabtu, seluruh siswa mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.

Sebelum bekerja mereka berdoa menurut agama masing-masing. Saat bekerja mereka saling membantu tanpa membedakan suku dan agama. Ketika menentukan pembagian tugas, mereka bermusyawarah. Semua kelompok memperoleh tugas yang sama dan setelah selesai seluruh siswa menikmati hasil kerja bersama.

Hubungan dengan Pancasila

PerilakuSila
Berdoa sebelum bekerjaSila ke-1
Saling membantuSila ke-2
Bekerja bersama menjaga sekolahSila ke-3
Musyawarah membagi tugasSila ke-4
Pembagian tugas secara adilSila ke-5



Kesimpulan: Kelima sila diterapkan secara bersamaan sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.

SENI RUPA:

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.

Materi Pembelajaran:

A. Pengertian Seni Rupa

Seni rupa adalah cabang seni yang dapat dinikmati melalui indera penglihatan dan dapat dirasakan keindahannya. Seni rupa diwujudkan dalam bentuk gambar, lukisan, patung, kerajinan, poster, batik, dan berbagai benda yang ada di sekitar kita.

Setiap karya seni rupa memiliki unsur-unsur pembentuk dan prinsip desain yang membuat karya tersebut menjadi indah, menarik, dan memiliki makna.

B. Unsur-Unsur Rupa

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang membentuk sebuah karya seni rupa.

1. Titik

Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana. Sekumpulan titik dapat membentuk garis, pola, atau tekstur.

Contoh di sekitar kita:

  • Bintik pada kain batik.
  • Motif titik pada keramik.
  • Hujan yang digambar dengan titik-titik.

Contoh karya seni:

  • Lukisan pointilis.

2. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang saling berhubungan.

Jenis-jenis garis

  • Garis lurus
  • Garis lengkung
  • Garis zig-zag
  • Garis putus-putus
  • Garis bergelombang

Fungsi garis

  • Membentuk objek
  • Memberi arah
  • Memberi kesan gerak
  • Membuat batas suatu bentuk

Contoh di sekitar

  • Jalan raya
  • Pagar
  • Kabel listrik
  • Daun

3. Bidang

Bidang adalah bentuk yang memiliki panjang dan lebar.

Macam bidang

  • Persegi
  • Persegi panjang
  • Segitiga
  • Lingkaran
  • Oval

Contoh

  • Buku
  • Jendela
  • Meja
  • Ubin lantai

4. Bentuk

Bentuk adalah bidang yang memiliki volume atau tampak tiga dimensi.

Contoh bentuk

  • Bola
  • Kubus
  • Tabung
  • Kerucut
  • Balok

Contoh di sekitar

  • Bola sepak
  • Kaleng susu
  • Kotak pensil
  • Gelas

5. Warna

Warna memberikan kesan indah dan memperkuat pesan dalam karya seni.

Warna Primer

  • Merah
  • Kuning
  • Biru

Warna Sekunder

Hasil campuran dua warna primer.

  • Hijau
  • Jingga
  • Ungu

Warna Tersier

Campuran warna primer dan sekunder.

Warna Panas

  • Merah
  • Oranye
  • Kuning

Memberikan kesan:

  • Semangat
  • Berani
  • Ceria

Warna Dingin

  • Hijau
  • Biru
  • Ungu

Memberikan kesan:

  • Tenang
  • Sejuk
  • Damai

6. Tekstur

Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda.

Tekstur nyata

Dapat dirasakan dengan sentuhan.

Contoh:

  • Kulit kayu
  • Batu
  • Pasir

Tekstur semu

Terlihat kasar atau halus, tetapi saat disentuh sebenarnya tidak demikian.

Contoh:

  • Gambar kayu
  • Lukisan batu

7. Ruang

Ruang memberikan kesan luas, dekat, jauh, tinggi, atau rendah pada karya seni.

Contoh:

  • Gambar jalan yang tampak semakin mengecil.
  • Pemandangan gunung. 

  Nama Guru : Puji Rahmawati, S. Pd.  Mata Pelajaran : Matematika & ipas Hari/Tanggal :kamis, 23 juli 2026 Kelas : 6 A Materi pokok :mat...