Pages

Kamis, 01 Oktober 2026

Nama guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd.

Mapel : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal : Kamis, 1 Oktober 2026

Fase / Kelas : C / 6A

Materi : Mempraktikkan Musyawarah Di kelas

Pertemuan Ke : 20

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tabik Pun! 🙏


Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?

Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?

Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?


CP : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

TP : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  

Media / Alat peraga : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,

ATP : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan

praktik musyawarah

. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.


Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.


Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.


Simak vidio pembelajaran berikut :







Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

Menentukan jadwal piket kelas.

Menentukan aturan penggunaan pojok baca.

Menentukan kegiatan kelas.

Menentukan pembagian tugas kelompok.


Menentukan kegiatan kebersihan kelas.


Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.


Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.


Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.


Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.




Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)


Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.




Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.




Contoh Kasus


“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”




Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.




Pembagian Peran


Setiap kelompok menentukan:

Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.

Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.


Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.


Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.


Langkah Praktik Musyawarah


Membuka musyawarah.


Menyampaikan permasalahan.


Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.


Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.


Membahas berbagai pendapat.


Menentukan solusi bersama.


Menetapkan hasil kesepakatan.


Membacakan hasil musyawarah.


Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.


Contoh Hasil Musyawarah


Kesepakatan Kelompok:


Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.




Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.




Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:




memimpin musyawarah dengan tertib;


menyampaikan pendapat dengan santun;


mendengarkan pendapat teman;


menghargai perbedaan pendapat;


tidak memaksakan kehendak;


mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;


menerima hasil musyawarah;


bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


MATERI AJAR 




1. Musyawarah Menentukan Jadwal Piket Kelas


Situasi:


Beberapa siswa merasa jadwal piket belum adil karena ada yang mendapat jadwal terlalu banyak.




Peran:




Ketua kelas sebagai pemimpin musyawarah


Sekretaris sebagai pencatat hasil


4–5 siswa sebagai anggota


Wali kelas sebagai pengamat


Jalannya musyawarah:




Ketua kelas membuka musyawarah.


Siswa menyampaikan pendapat tentang pembagian jadwal piket.


Setiap siswa mendengarkan pendapat teman tanpa memotong pembicaraan.


. Musyawarah Menentukan Kegiatan Kebersihan Kelas


Situasi:


Kelas akan mengadakan kegiatan Jumat Bersih. Siswa memiliki pendapat berbeda tentang kegiatan yang akan dilakukan.




Peran:




Ketua kelas


Sekretaris


Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan kelas


Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan taman


Guru sebagai pengarah


Jalannya musyawarah:




Ketua kelas membuka musyawarah.


Setiap kelompok menyampaikan usulannya.


Siswa mendengarkan dan menghargai pendapat teman.


Siswa mencari jalan tengah agar semua kegiatan dapat dilakukan.


Peserta menyepakati pembagian tugas.


Hasil kesepakatan:


Sebagian siswa membersihkan ruang kelas, sebagian membersihkan taman, dan semua siswa bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.


Tugas


🗣️ Aturan Bermain Peran


Saat melakukan musyawarah, siswa harus:




Mengangkat tangan sebelum berbicara.


Menyampaikan pendapat dengan sopan.


Tidak memotong pembicaraan.


Menghargai pendapat yang berbeda.

Mengutamakan kepentingan bersama.

Menerima hasil kesepakatan dengan tanggung jawa

Siswa mengusulkan pembagian jadwal yang lebih merata.

Semua peserta menyepakati jadwal piket baru.

Ketua kelas membacakan hasil kesepakatan.

Hasil kesepakatan:

Setiap siswa mendapat jadwal piket secara adil dan bertanggung ja

Rabu, 30 September 2026

Rabu, 30 Septenber 2026 PKN

 Nama guru        : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 30 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah Di kelas

Pertemuan Ke   : 20


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Simak vidio pembelajaran berikut :



Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:


Menentukan jadwal piket kelas.

Menentukan aturan penggunaan pojok baca.

Menentukan kegiatan kelas.

Menentukan pembagian tugas kelompok.

Menentukan kegiatan kebersihan kelas.

Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.

Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.

Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.


Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.


Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.


Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”


Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.


Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:


Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.

Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.

Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.

Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

Membuka musyawarah.

Menyampaikan permasalahan.

Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.

Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

Membahas berbagai pendapat.

Menentukan solusi bersama.

Menetapkan hasil kesepakatan.

Membacakan hasil musyawarah.

Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:

Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.


Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.


Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:


memimpin musyawarah dengan tertib;

menyampaikan pendapat dengan santun;

mendengarkan pendapat teman;

menghargai perbedaan pendapat;

tidak memaksakan kehendak;

mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;

menerima hasil musyawarah;

bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.

MATERI AJAR 


1. Musyawarah Menentukan Jadwal Piket Kelas

Situasi:

Beberapa siswa merasa jadwal piket belum adil karena ada yang mendapat jadwal terlalu banyak.


Peran:


Ketua kelas sebagai pemimpin musyawarah

Sekretaris sebagai pencatat hasil

4–5 siswa sebagai anggota

Wali kelas sebagai pengamat

Jalannya musyawarah:


Ketua kelas membuka musyawarah.

Siswa menyampaikan pendapat tentang pembagian jadwal piket.

Setiap siswa mendengarkan pendapat teman tanpa memotong pembicaraan.

. Musyawarah Menentukan Kegiatan Kebersihan Kelas

Situasi:

Kelas akan mengadakan kegiatan Jumat Bersih. Siswa memiliki pendapat berbeda tentang kegiatan yang akan dilakukan.


Peran:


Ketua kelas

Sekretaris

Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan kelas

Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan taman

Guru sebagai pengarah

Jalannya musyawarah:


Ketua kelas membuka musyawarah.

Setiap kelompok menyampaikan usulannya.

Siswa mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

Siswa mencari jalan tengah agar semua kegiatan dapat dilakukan.

Peserta menyepakati pembagian tugas.

Hasil kesepakatan:

Sebagian siswa membersihkan ruang kelas, sebagian membersihkan taman, dan semua siswa bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

Tugas

🗣️ Aturan Bermain Peran

Saat melakukan musyawarah, siswa harus:


Mengangkat tangan sebelum berbicara.

Menyampaikan pendapat dengan sopan.

Tidak memotong pembicaraan.

Menghargai pendapat yang berbeda.

Mengutamakan kepentingan bersama.

Menerima hasil kesepakatan dengan tanggung jawa


Siswa mengusulkan pembagian jadwal yang lebih merata.

Semua peserta menyepakati jadwal piket baru.

Ketua kelas membacakan hasil kesepakatan.


Hasil kesepakatan:

Setiap siswa mendapat jadwal piket secara adil dan bertanggung jawab melaksanakan tugasnya.

Kesimpulan : Murid belajar tentang cara melakukan musyawarah dengan baik dan benar

Refleksi : seluruh murid sudah memahami materi ini, bsok murid akan praktek musyawarah

Senin, 28 September 2026

Selasa, 29 September 2026 Matematika

 

IDENTITAS

  • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  • Mapel : Matematika

  • Hari/Tanggal: selasa, 29 September 2026

  • Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6

  • Materi: volime dan luas

  • Pertemuan ke: 12

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Good morning my lovely students. How are you?


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.



CP:
Menentukan volume dan luas berbagai bentuk bangun ruang (kubus dan balok) serta gabungannya.

TP:
Peserta didik dapat menentukan volume dan luas permukaan kubus dan balok serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.

Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar berbagai benda berbentuk kubus dan balok.
  2. Benda nyata berbentuk kubus, seperti dadu dan kotak kecil.
  3. Benda nyata berbentuk balok, seperti kotak pensil, kardus, buku, dan kotak makanan.
  4. Penggaris atau meteran.
  5. Model kubus dan balok dari kertas/karton.
  6. Kubus satuan untuk membantu memahami konsep volume.

ATP

Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat dan unsur kubus serta balok, menentukan volume dan luas permukaan menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan cermat dalam mengamati berbagai benda berbentuk kubus dan balok.

Guru membimbing peserta didik mengenali sisi, rusuk, titik sudut, panjang, lebar, dan tinggi sebelum menggunakan rumus volume dan luas permukaan.

Peserta didik dibiasakan untuk:

  • Mengamati bentuk kubus dan balok dengan teliti.
  • Mengidentifikasi ukuran panjang, lebar, dan tinggi.
  • Membaca soal dengan cermat.
  • Menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan.
  • Memilih rumus yang sesuai.
  • Melakukan perhitungan secara bertahap.
  • Menuliskan satuan dengan tepat.
  • Memeriksa kembali hasil perhitungan.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dadu, kotak hadiah, kardus, kotak pensil, buku, lemari, akuarium, dan kotak makanan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Volume digunakan untuk mengetahui banyaknya ruang yang dapat ditempati atau kapasitas suatu benda.
  • Luas permukaan digunakan untuk mengetahui seluruh luas bagian luar suatu bangun ruang.
  • Perhitungan volume dan luas permukaan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menentukan kapasitas kardus, banyaknya air dalam akuarium, atau kebutuhan bahan untuk membungkus sebuah kotak.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  • “Berburu Bangun Ruang”: peserta didik mencari benda berbentuk kubus dan balok di lingkungan kelas.
  • “Tebak Bangun Ruang”: peserta didik menebak apakah benda yang ditunjukkan berbentuk kubus atau balok.
  • “Ukur dan Hitung”: peserta didik mengukur panjang, lebar, dan tinggi benda kemudian menghitung volumenya.
  • “Kubus Satuan”: peserta didik menyusun kubus satuan untuk memahami konsep volume.
  • Kartu Soal: kelompok mengambil kartu soal dan menyelesaikan masalah volume atau luas permukaan.
  • Tantangan PBL: peserta didik menyelesaikan masalah nyata, misalnya menentukan ukuran dan kapasitas sebuah kardus untuk menyimpan benda tertentu

Guru mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat.

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan pentingnya ketelitian dalam mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda. Ketelitian diperlukan agar perhitungan volume dan luas permukaan kubus maupun balok menghasilkan jawaban yang tepat.

Pertanyaan Pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat benda berbentuk kubus atau balok?
  2. Apa saja benda berbentuk kubus dan balok yang ada di sekitar kalian?
  3. Apa perbedaan antara kubus dan balok?
  4. Apa saja unsur yang dimiliki kubus dan balok?
  5. Bagaimana cara menentukan volume kubus?
  6. Bagaimana cara menentukan volume balok?
  7. Bagaimana cara menghitung luas permukaan kubus dan balok?
  8. Mengapa kita harus teliti ketika mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda?
  9. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan perhitungan volume dan luas permukaan?

📐 MATERI AJAR MATEMATIKA

VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK

A. Mengenal Kubus dan Balok

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan banyak benda yang berbentuk kubus dan balok.

Contoh benda berbentuk kubus:

  • dadu;
  • kubus rubik;
  • kotak kado berbentuk kubus.

Contoh benda berbentuk balok:

  • buku;
  • kotak pensil;
  • kardus;
  • lemari;
  • kotak makanan.

Kesimpulan

Kubus adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi dengan ukuran yang sama.

Balok adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang. Sisi-sisi yang berhadapan memiliki ukuran yang sama.

refleksi 

Dari pembelajaran yang sudah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagian mirid masih bingung dalam menghitung luas dan volume balok dan kubus dikarenakan kurang memahami perkalian, guru memberikan tugas untuk menghafal perkalian dirumah

Senin, 28 September 2026 bahasa Indonesi

 Nama guru        : Puji rahmawati Ningsih, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Senin, 28 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS (POSTER)

Pertemuan Ke   : 19


Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

Metode / Model:
Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

Media / Alat Peraga:

  • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
  • LCD/proyektor atau laptop/HP.
  • LKPD.
  • Kartu informasi.
  • Papan tulis dan alat tulis.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan kegiatan mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks. Murid diajak menyadari bahwa setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat dipahami, diolah, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Murid belajar untuk membaca atau menyimak teks dengan cermat, menemukan informasi penting, memahami isi teks, menyusun gagasan secara runtut, serta menyampaikannya dengan bahasa yang jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu memahami isi teks sebelum mempresentasikannya?”
  • “Informasi apa yang paling penting dari teks yang kamu baca?”
  • “Bagaimana cara menyampaikan gagasan agar mudah dipahami oleh orang lain?”
  • “Mengapa kita harus berbicara dengan santun saat melakukan presentasi?”
  • “Apa yang dapat kamu lakukan agar lebih percaya diri saat mempresentasikan gagasan?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan diperlukan dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Murid dapat memperoleh gagasan dari berbagai tipe teks, seperti:

  1. Teks informasi – menyampaikan informasi atau pengetahuan.
  2. Teks eksplanasi – menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  3. Teks narasi – menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman.
  4. Teks deskripsi – menggambarkan objek, tempat, atau keadaan.
  5. Teks prosedur – menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu.
  6. Teks visual – menyampaikan informasi melalui gambar, poster, infografis, atau komik.
  7. Teks audiovisual – menyampaikan informasi melalui video atau media yang menggabungkan gambar dan suara.

Dalam kegiatan pembelajaran, murid membaca atau menyimak teks, kemudian:

Mengidentifikasi informasi penting → mengolah informasi → menyusun gagasan → mempresentasikan gagasan.

Contohnya, setelah membaca teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, murid dapat menyampaikan gagasan:

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.”

Murid memahami bahwa gagasan yang disampaikan harus sesuai dengan informasi dalam teks dan tidak menyimpang dari isi yang dipelajari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan teks atau media yang berbeda, seperti teks informasi, teks eksplanasi, poster, komik, atau video pendek.

Setiap kelompok melakukan kegiatan berikut:

1. Membaca atau Menyimak

Murid membaca teks atau menyimak media yang diberikan dengan saksama.

2. Menemukan Informasi Penting

Murid mencatat informasi penting dengan menjawab pertanyaan:

  • Apa topik teks?
  • Apa informasi penting yang terdapat dalam teks?
  • Apa gagasan utama teks?
  • Apa pesan yang dapat diperoleh?

3. Menyusun Gagasan

Murid mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut dengan memperhatikan:

  • pembukaan;
  • isi atau gagasan utama;
  • informasi pendukung;
  • kesimpulan.

4. Mempresentasikan Gagasan

Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan memperhatikan:

  • suara yang jelas;
  • bahasa yang santun;
  • intonasi yang tepat;
  • sikap percaya diri;
  • kontak mata dengan pendengar;
  • urutan penyampaian yang runtut;
  • kesesuaian gagasan dengan isi teks.

5. Memberikan Tanggapan

Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat kelompok kalian. Menurut saya, ada satu informasi penting yang dapat ditambahkan, yaitu ...”

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu:

  • menemukan informasi penting dari teks;
  • mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut;
  • menyampaikan gagasan dengan jelas;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • tampil percaya diri;
  • mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

MATERI AJAR BAHASA INDONESIA

Mempresentasikan Gagasan dari Poster

A. Pengertian Poster

Poster adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, ajakan, atau imbauan kepada orang lain dengan memadukan tulisan, gambar, warna, dan simbol.

Poster dibuat dengan bahasa yang singkat, jelas, menarik, dan mudah dipahami sehingga pesan dapat diterima oleh pembaca.

Contoh tema poster:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghemat air dan listrik.
  • Menjaga kesehatan tubuh.
  • Rajin membaca.
  • Menjaga kelestarian lingkungan.
  • Menggunakan media sosial dengan bijak.

B. Unsur-Unsur Poster

Sebuah poster biasanya memiliki beberapa unsur berikut:

  1. Judul atau slogan
    Berisi kata-kata utama yang menarik perhatian pembaca.
  2. Gambar atau ilustrasi
    Membantu memperjelas dan memperkuat pesan poster.
  3. Informasi atau pesan
    Menjelaskan informasi yang ingin disampaikan.
  4. Kalimat ajakan atau imbauan
    Mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu.
  5. Warna dan desain
    Membuat poster lebih menarik dan mudah dibaca.
  6. Sumber informasi
    Dicantumkan jika poster menggunakan data atau informasi dari sumber tertentu.

C. Menemukan Informasi dalam Poster

Sebelum mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster terlebih dahulu.

Langkah-langkahnya:

  1. Amati poster secara keseluruhan.
  2. Baca judul dan slogan yang terdapat pada poster.
  3. Perhatikan gambar, simbol, dan warna yang digunakan.
  4. Temukan informasi penting yang disampaikan.
  5. Tentukan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  6. Hubungkan informasi dalam poster dengan kehidupan sehari-hari.
  7. Susun informasi tersebut menjadi gagasan yang runtut.

D. Mengolah Informasi Menjadi Gagasan

Informasi yang ditemukan dalam poster dapat diolah menjadi gagasan.

Contoh:

Poster: “Ayo Kurangi Sampah Plastik!”

Informasi penting:

  • Sampah plastik sulit terurai.
  • Penggunaan plastik secara berlebihan dapat mencemari lingkungan.
  • Kita dapat mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja dan botol minum sendiri.

Gagasan:

Kita perlu mengurangi penggunaan plastik untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Salah satu caranya adalah membawa tas belanja dan botol minum sendiri sehingga penggunaan plastik sekali pakai dapat dikurangi.

E. Cara Mempresentasikan Gagasan dari Poster

Saat mempresentasikan gagasan, gunakan langkah berikut:

1. Pembukaan

  • Berikan salam.
  • Sampaikan sapaan kepada teman dan guru.
  • Sebutkan topik poster yang akan dipresentasikan.

2. Menjelaskan isi poster

  • Sebutkan judul atau tema poster.
  • Jelaskan informasi penting yang terdapat dalam poster.
  • Jelaskan gambar atau simbol yang mendukung pesan poster.

3. Menyampaikan gagasan

  • Sampaikan gagasan dengan kalimat yang runtut.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan santun.
  • Sampaikan pendapat berdasarkan informasi dalam poster.

4. Menyampaikan pesan

  • Jelaskan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  • Hubungkan pesan tersebut dengan kehidupan sehari-hari.

5. Penutup

  • Sampaikan kesimpulan.
  • Berikan ajakan atau pesan positif.
  • Ucapkan terima kasih.

F. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Presentasi

Agar presentasi berjalan dengan baik, perhatikan hal-hal berikut:

  • Suara: terdengar jelas oleh seluruh pendengar.
  • Intonasi: tidak monoton dan sesuai dengan isi yang disampaikan.
  • Bahasa: menggunakan bahasa Indonesia yang baik, jelas, dan santun.
  • Kontak mata: sesekali melihat pendengar.
  • Ekspresi: menunjukkan sikap percaya diri dan sesuai dengan topik.
  • Sikap tubuh: berdiri dengan tegap dan tidak berlebihan dalam bergerak.
  • Isi: sesuai dengan informasi yang terdapat dalam poster.
  • Urutan: gagasan disampaikan secara runtut dari awal hingga akhir.

G. Contoh Presentasi

Poster: “Jaga Kebersihan Sekolah”

Contoh presentasi:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, teman-teman dan Bapak/Ibu Guru.

Pada kesempatan ini, saya akan mempresentasikan gagasan dari poster yang berjudul ‘Jaga Kebersihan Sekolah’.

Poster tersebut berisi ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Gambar tempat sampah pada poster menunjukkan bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan sekolah yang bersih membuat kita merasa nyaman dan dapat belajar dengan lebih baik.

Menurut saya, menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas, dan tidak merusak lingkungan sekolah.

Jadi, marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan sekolah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Demikian presentasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

H. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan mempresentasikan gagasan dari poster, murid belajar untuk:

  • percaya diri dalam berbicara;
  • berani menyampaikan pendapat;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan;
  • mampu bekerja sama dalam kelompok; dan
  • berpikir kritis dalam memahami informasi.

I. Kesimpulan

Poster merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, atau ajakan melalui perpaduan teks, gambar, simbol, dan warna. Untuk mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster, menemukan informasi penting, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi poster.

Dengan kemampuan tersebut, murid dapat menyampaikan informasi kepada orang lain secara efektif dan mudah dipahami.

Refleksi

Secara keseluruhan, mayoritas murid sudah mampu memahami isi poster dan menyampaikan pesan ajakan secara lisan. Namun, berdasarkan hasil observasi dan penilaian formatif saat unjuk kerja presentasi, terdapat 2 orang murid yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal KKTP Masih kesulitan membedakan antara judul/slogan dengan gagasan utama poster.

    • Saat presentasi, murid hanya membacakan teks yang ada di dalam poster tanpa mampu mengolahnya menjadi kalimat atau gagasan sendiri.

    • Suara sangat pelan dan belum menunjukkan sikap percaya diri.

  • Akar Masalah:

    • Keterampilan literasi dasar (membaca pemahaman) masih perlu dibimbing.

    • Belum terbiasa menyusun kalimat runtut

Nama guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd. Mapel : Pendidikan Pancasila Hari/Tanggal : Kamis, 1 Oktober 2026 Fase / ...