IDENTITAS
Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd
Mapel :IPAS
Hari/Tanggal: SeLaSA, 22 September 2026
Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6
Materi: JeNis oToT ManusIa
Pertemuan ke: 12
. Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen Pemahaman IPA / Budi Pekerti:
Pada akhir Fase (misal: Fase C/D/E), peserta didik mampu menganalisis struktur, jenis, serta mekanisme kerja sistem gerak otot pada manusia; mengidentifikasi hubungan antara organ gerak dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari; serta menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan sistem gerak manusia.
2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Tahap 1 (Identifikasi & Kesadaran Diri): Mengidentifikasi jenis-jenis otot pada tubuh manusia beserta ciri-ciri dasarnya melalui pengamatan diri sendiri.
Tahap 2 (Eksplorasi Konsep & Mekanisme): Menganalisis mekanisme kerja otot (kontraksi, relaksasi, sifat antagonis, dan sinergis) melalui simulasi atau proyek praktis.
Tahap 3 (Aplikasi & Refleksi Nilai): Mengaitkan fungsi otot dengan aktivitas sehari-hari serta menganalisis gangguan kesehatan otot akibat kebiasaan hidup.
Tahap 4 (Aksi Komitmen & Pola Hidup Sehat): Merancang dan menerapkan aktivitas harian/pembiasaan untuk menjaga kesehatan otot.
3. Tujuan Pembelajaran (TP) Umum
Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis otot (lurik, polos, jantung) beserta ciri-cirinya dengan benar.
Peserta didik dapat menganalisis sifat dan mekanisme kerja otot (antagonis, sinergis, kontraksi, relaksasi) melalui pengamatan/simulasi.
Peserta didik dapat menjelaskan gangguan/kelainan pada sistem otot serta cara pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pembagian Tujuan Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)
| Pendekatan | Fokus Pembelajaran | Rumusan Tujuan Pembelajaran (TP) |
| Mindful (Kesadaran Diri & Refleksi) | Melatih siswa menyadari keberadaan, fungsi, dan sensasi gerak otot pada tubuhnya sendiri secara sadar. | TP Mindful: Melalui latihan mindful movement (merasakan gerakan bisep/trisep saat merenggang dan menekuk), peserta didik mampu menyadari dan merefleksikan secara langsung bagaimana otot bekerja (kontraksi dan relaksasi) pada tubuhnya sendiri dengan rasa syukur. |
| Meaningful (Kebermaknaan & Dampak Realistis) | Mengaitkan fungsi dan kesehatan otot dengan kehidupan nyata, pemecahan masalah, serta kebiasaan sehari-hari. | TP Meaningful: Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kebiasaan posisi tubuh/olahraga harian dengan kesehatan otot, serta merancang 1 aksi nyata (seperti peregangan rutin) untuk mencegah gangguan otot (stiff/kram) dalam aktivitas sehari-hari. |
| Joyful (Menyenangkan & Interaktif) | Memahami konsep sistem gerak otot melalui permainan interaktif, karya kreatif, atau tantangan kolaboratif. | TP Joyful: Melalui permainan peran/simulasi gerak antagonis-sinergis atau pembuat modul/model miniatur lengan dari bahan bekas, peserta didik dapat menjelaskan sifat kerja otot dengan gembira dan percaya diri. |
.Jenis-Jenis Otot:
Otot Lurik (Rangka): Bekerja secara sadar (volunter), cepat lelah, melekat pada rangka, memiliki garis gelap-terang (lurik), dan inti sel banyak di tepi.
Otot Polos: Bekerja secara tidak sadar (involunter), lambat dan tidak mudah lelah, terdapat pada organ dalam (pencernaan, pembuluh darah), berbentuk gelendong dengan satu inti di tengah.
Otot Jantung: Bekerja secara tidak sadar (involunter), ritmis, bercabang-cabang (diskatoris), hanya ada di jantung, dan inti sel di tengah.
Mekanisme Kerja Otot:
Otot bekerja dengan cara kontraksi (memendek/menebal) dan relaksasi (memanjang/kembali ke bentuk semula).
Unit fungsional terkecil dari kontraksi otot adalah sarkomer.
Kontraksi otot dijelaskan dengan teori sliding filament, di mana filamen aktin bergeser mendekati filamen miosin dengan bantuan ion kalsium ($\text{Ca}^{2+}$) dan ATP.
Sifat Kerja Otot:
Antagonis (Berlawanan): Pasangan otot yang bekerja berlawanan, misalnya otot bisep dan trisep saat memflekstkan/merekstengsikan lengan, atau gerakan abduksi-adduksi dan pronasi-supinasi.
Sinergis (Bersama-sama): Pasangan otot yang bekerja saling mendukung, misalnya otot pronator teres dan pronator kuadratus saat menelungkupkan telapak tangan.
Kelainan dan Gangguan Otot:
Atrofi: Penurunan fungsi/ukuran otot akibat berkurangnya aktivitas atau kelumpuhan.
Hipertrofi: Pembesaran ukuran otot akibat latihan terus-menerus.
Tetanus: Kejang otot hebat akibat infeksi bakteri Clostridium tetani.
Stiff (Kaku Leher): Peradangan otot leher akibat gerakan hentakan mendadak/salah tidur.

