Pages

Senin, 21 September 2026

Selasa,22 september 2026

 

  • IDENTITAS

    • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

    • Mapel :IPAS 

    • Hari/Tanggal: SeLaSA, 22 September 2026

    • Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6

    • Materi: JeNis oToT ManusIa

    • Pertemuan ke: 12

  • . Capaian Pembelajaran (CP)

    Elemen Pemahaman IPA / Budi Pekerti:

    Pada akhir Fase (misal: Fase C/D/E), peserta didik mampu menganalisis struktur, jenis, serta mekanisme kerja sistem gerak otot pada manusia; mengidentifikasi hubungan antara organ gerak dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari; serta menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan sistem gerak manusia.

    2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Tahap 1 (Identifikasi & Kesadaran Diri): Mengidentifikasi jenis-jenis otot pada tubuh manusia beserta ciri-ciri dasarnya melalui pengamatan diri sendiri.

    2. Tahap 2 (Eksplorasi Konsep & Mekanisme): Menganalisis mekanisme kerja otot (kontraksi, relaksasi, sifat antagonis, dan sinergis) melalui simulasi atau proyek praktis.

    3. Tahap 3 (Aplikasi & Refleksi Nilai): Mengaitkan fungsi otot dengan aktivitas sehari-hari serta menganalisis gangguan kesehatan otot akibat kebiasaan hidup.

    4. Tahap 4 (Aksi Komitmen & Pola Hidup Sehat): Merancang dan menerapkan aktivitas harian/pembiasaan untuk menjaga kesehatan otot.

    3. Tujuan Pembelajaran (TP) Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis otot (lurik, polos, jantung) beserta ciri-cirinya dengan benar.

    • Peserta didik dapat menganalisis sifat dan mekanisme kerja otot (antagonis, sinergis, kontraksi, relaksasi) melalui pengamatan/simulasi.

    • Peserta didik dapat menjelaskan gangguan/kelainan pada sistem otot serta cara pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.

    4. Pembagian Tujuan Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

    PendekatanFokus PembelajaranRumusan Tujuan Pembelajaran (TP)
    Mindful (Kesadaran Diri & Refleksi)Melatih siswa menyadari keberadaan, fungsi, dan sensasi gerak otot pada tubuhnya sendiri secara sadar.

    TP Mindful:


    Melalui latihan mindful movement (merasakan gerakan bisep/trisep saat merenggang dan menekuk), peserta didik mampu menyadari dan merefleksikan secara langsung bagaimana otot bekerja (kontraksi dan relaksasi) pada tubuhnya sendiri dengan rasa syukur.

    Meaningful (Kebermaknaan & Dampak Realistis)Mengaitkan fungsi dan kesehatan otot dengan kehidupan nyata, pemecahan masalah, serta kebiasaan sehari-hari.

    TP Meaningful:


    Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kebiasaan posisi tubuh/olahraga harian dengan kesehatan otot, serta merancang 1 aksi nyata (seperti peregangan rutin) untuk mencegah gangguan otot (stiff/kram) dalam aktivitas sehari-hari.

    Joyful (Menyenangkan & Interaktif)Memahami konsep sistem gerak otot melalui permainan interaktif, karya kreatif, atau tantangan kolaboratif.

    TP Joyful:


    Melalui permainan peran/simulasi gerak antagonis-sinergis atau pembuat modul/model miniatur lengan dari bahan bekas, peserta didik dapat menjelaskan sifat kerja otot dengan gembira dan percaya diri.




  • .Jenis-Jenis Otot:

    • Otot Lurik (Rangka): Bekerja secara sadar (volunter), cepat lelah, melekat pada rangka, memiliki garis gelap-terang (lurik), dan inti sel banyak di tepi.

    • Otot Polos: Bekerja secara tidak sadar (involunter), lambat dan tidak mudah lelah, terdapat pada organ dalam (pencernaan, pembuluh darah), berbentuk gelendong dengan satu inti di tengah.

    • Otot Jantung: Bekerja secara tidak sadar (involunter), ritmis, bercabang-cabang (diskatoris), hanya ada di jantung, dan inti sel di tengah.

  • Mekanisme Kerja Otot:

    • Otot bekerja dengan cara kontraksi (memendek/menebal) dan relaksasi (memanjang/kembali ke bentuk semula).

    • Unit fungsional terkecil dari kontraksi otot adalah sarkomer.

    • Kontraksi otot dijelaskan dengan teori sliding filament, di mana filamen aktin bergeser mendekati filamen miosin dengan bantuan ion kalsium ($\text{Ca}^{2+}$) dan ATP.

  • Sifat Kerja Otot:

    • Antagonis (Berlawanan): Pasangan otot yang bekerja berlawanan, misalnya otot bisep dan trisep saat memflekstkan/merekstengsikan lengan, atau gerakan abduksi-adduksi dan pronasi-supinasi.

    • Sinergis (Bersama-sama): Pasangan otot yang bekerja saling mendukung, misalnya otot pronator teres dan pronator kuadratus saat menelungkupkan telapak tangan.

  • Kelainan dan Gangguan Otot:

    • Atrofi: Penurunan fungsi/ukuran otot akibat berkurangnya aktivitas atau kelumpuhan.

    • Hipertrofi: Pembesaran ukuran otot akibat latihan terus-menerus.

    • Tetanus: Kejang otot hebat akibat infeksi bakteri Clostridium tetani.

    • Stiff (Kaku Leher): Peradangan otot leher akibat gerakan hentakan mendadak/salah tidur.

    Soal Isian
    1.Jenis otot yang bekerja secara sadar (volunter), memiliki garis gelap-terang, dan inti sel berada di tepi adalah ....................

    2. Otot polos berbentuk gelendong dengan .................... inti sel yang terletak di tengah.

    3.Struktur bercabang-cabang dan bersifat involunter serta ritmis merupakan ciri khas dari ....................

    4.Unit fungsional terkecil dari proses kontraksi otot disebut ....................

    5.Menurut teori sliding filament, filamen aktin bergeser mendekati filamen miosin dengan bantuan ion .................... dan ....................

    6.Kerja otot bisep dan trisep saat 6
    membengkokkan serta meluruskan lengan merupakan contoh dari sifat kerja otot ....................

    7.Pasangan otot pronator teres dan pronator kuadratus bekerja secara .................... saat menelungkupkan telapak tangan.

    8.Penurunan ukuran dan fungsi otot akibat berkurangnya aktivitas atau kelumpuhan dinamakan ....................

    9.Pembesaran ukuran otot akibat latihan beban atau aktivitas berat secara terus-menerus disebut ....................

    10.Kejang otot yang hebat akibat infeksi dari bakteri Clostridium tetani dinamakan ....................

    Minggu, 20 September 2026

    Senin, 21 sepetember 2026


     Nama guru        : Puji Rahnawati Ningsih, S.Pd.

    Mapel                : Bahasa Indonesia

    Hari/Tanggal    : senin, 21 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS 

    Pertemuan Ke   : 18


    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
    imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
    TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

    Metode / Model:
    Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

    Media / Alat Peraga:

    • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
    • LCD/proyektor atau laptop/HP.
    • LKPD.
    • Kartu informasi.
    • Papan tulis dan alat tulis.

    ATP BAHASA INDONESIA

    Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

    🌿 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Pembelajaran dilakukan dengan mengajak murid menyadari pentingnya memahami informasi sebelum menyampaikan gagasan. Murid dilatih untuk membaca atau menyimak teks dengan penuh perhatian, menemukan informasi penting, serta mempertimbangkan ketepatan dan kesantunan bahasa ketika menyampaikan pendapat. Murid menyadari bahwa setiap gagasan perlu disampaikan berdasarkan informasi dan fakta yang terdapat dalam teks.

    🌱 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari murid, seperti menyampaikan informasi dari teks yang dibaca, menceritakan kembali isi teks, memberikan pendapat terhadap suatu peristiwa, atau mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Dengan demikian, murid memahami bahwa kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi bermanfaat untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan dalam kehidupan sehari-hari.

    🎉 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan yang aktif, interaktif, dan menyenangkan, seperti membaca dan menemukan informasi penting, permainan mencari gagasan utama, diskusi kelompok, menyusun peta pikiran, bermain peran sebagai pembicara dan pendengar, serta mempresentasikan hasil pengolahan informasi di depan kelas. Murid diberikan kesempatan untuk berkreasi dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri dalam suasana belajar yang positif dan saling menghargai.

    📖 Apersepsi

    “Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

    Guru kemudian menyampaikan:

    “Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    QS. Al-Hujurat ayat 6:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
    (QS. Al-Hujurat: 6)

    Kaitan dengan pembelajaran:
    Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

    MATERI AJAR BAHASA INDONESIA



    Mengidentifikasi Informasi Penting dan Mempresentasikan Gagasan dari Berbagai Tipe Teks

    A. Pengertian Informasi Penting

    Informasi penting adalah keterangan utama yang terdapat dalam teks dan membantu pembaca memahami isi teks secara keseluruhan. Informasi penting dapat berupa fakta, gagasan utama, peristiwa, data, alasan, atau pesan yang disampaikan penulis.

    B. Berbagai Tipe Teks

    Murid dapat menemukan informasi dari berbagai tipe teks, antara lain:

    1. Teks Narasi
      Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau kejadian.
      Contoh: cerita pengalaman, cerita rakyat, dan cerpen.
    2. Teks Eksplanasi
      Teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena atau peristiwa.
      Contoh: proses terjadinya hujan dan gunung meletus.
    3. Teks Deskripsi
      Teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau keadaan secara rinci.
    4. Teks Informasi
      Teks yang menyampaikan fakta atau pengetahuan kepada pembaca.
      Contoh: artikel, berita, dan teks ensiklopedia.
    5. Teks Persuasi
      Teks yang bertujuan mengajak atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

    C. Cara Mengidentifikasi Informasi Penting

    Untuk menemukan informasi penting, lakukan langkah-langkah berikut:

    1. Membaca teks dengan teliti.
    2. Menentukan topik yang dibahas.
    3. Menemukan gagasan utama setiap paragraf.
    4. Mencatat kata kunci atau informasi penting.
    5. Menemukan informasi 5W+1H, yaitu:
      • What – apa yang terjadi?
      • Who – siapa yang terlibat?
      • When – kapan terjadi?
      • Where – di mana terjadi?
      • Why – mengapa terjadi?
      • How – bagaimana proses atau kejadiannya?
    6. Menyimpulkan isi teks menggunakan kalimat sendiri.

    D. Mengolah Informasi Menjadi Gagasan yang Runtut

    Informasi yang telah ditemukan dapat diolah menjadi gagasan dengan cara:

    Informasi penting → kata kunci → gagasan utama → urutan gagasan → kesimpulan.

    Agar gagasan runtut, gunakan kata penghubung seperti kemudian, setelah itu, selanjutnya, karena, sehingga, namun, selain itu, dan akhirnya.

    E. Mempresentasikan Gagasan

    Presentasi adalah kegiatan menyampaikan gagasan atau informasi kepada orang lain secara lisan dengan jelas dan teratur.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan saat presentasi:

    • Memahami isi teks yang akan disampaikan.
    • Menyusun gagasan secara berurutan.
    • Menggunakan bahasa Indonesia yang santun dan mudah dipahami.
    • Berbicara dengan suara yang jelas.
    • Menjaga kontak mata dengan pendengar.
    • Menggunakan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan sopan.
    • Menunjukkan sikap percaya diri.

    F. Contoh

    Teks:
    Hujan terjadi melalui beberapa tahapan. Air di permukaan bumi menguap akibat panas matahari. Uap air kemudian naik ke udara dan mengalami pendinginan sehingga membentuk titik-titik air. Titik-titik air berkumpul membentuk awan. Ketika awan sudah penuh dengan air, air jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.

    Informasi penting:

    • Hujan terjadi melalui beberapa tahapan.
    • Air menguap karena panas matahari.
    • Uap air mengalami pendinginan dan membentuk titik-titik air.
    • Titik-titik air membentuk awan.
    • Air dari awan jatuh ke bumi sebagai hujan.

    Gagasan yang runtut:
    Hujan dimulai dari penguapan air akibat panas matahari. Uap air naik dan mengalami pendinginan hingga membentuk awan. Ketika awan penuh dengan air, air turun ke bumi sebagai hujan.

    Contoh penyampaian:
    “Selamat pagi, teman-teman. Hari ini saya akan menjelaskan proses terjadinya hujan. Hujan diawali dengan penguapan air karena panas matahari. Selanjutnya, uap air naik dan mengalami pendinginan hingga membentuk awan. Ketika awan sudah penuh dengan air, air jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Demikian penjelasan saya. Terima kasih.”

    G. Sikap dalam Pembelajaran

    Dalam kegiatan membaca, mengolah informasi, dan presentasi, murid diharapkan menunjukkan sikap teliti, percaya diri, santun, bertanggung jawab, mampu menghargai pendapat orang lain, serta berani menyampaikan gagasan berdasarkan informasi yang benar dari teks.


    Jumat, 18 September 2026

    Jumat,18 september 2026 kokulikuler

     



     IDENTITAS

    1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

    2. Mapel : Kokulikuler

    3. Hari/Tanggal : Jumat, 18 September 2026

    4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

    5. Materi : Drama dan peran

    6. Pertemuan ke : 5

    Berikut adalah rancangan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP) berprinsip Mindful, Meaningful, Joyful, serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk materi Seni Drama pada penampilan kokurikuler.

    1. Capaian Pembelajaran (CP) - Seni Drama 

    Elemen Mengalami (Experiencing) & Menciptakan (Creating):

    Peserta didik mampu memeragakan teknik dasar seni peran (olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa) secara konsisten, menganalisis karakter tokoh dalam naskah drama, serta berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan drama sederhana yang mencerminkan pemahaman nilai-nilai emosional dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

    2. Tujuan Pembelajaran (TP)

    TP 

    1. TP 1: Peserta didik mampu menganalisis latar belakang, watak, dan emosi tokoh berdasarkan naskah drama melalui teknik bedah karakter.

    2. TP 2: Peserta didik mampu mengaplikasikan teknik olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa untuk membentuk penjiwaan peran secara terampil.

    3. TP 3: Peserta didik mampu merancang blocking panggung dan meragakan dialog interaktif bersama kelompok.

    4. TP 4: Peserta didik mampu menyajikan pertunjukan drama kokurikuler secara kolaboratif dan percaya diri.

    Pendekatan Prinsip Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

    • Mindful (Sadar & Hadir Utuh)

      • Tujuan: Mengajak siswa menyadari emosi, respon fisik, dan intonasi diri sendiri sebelum mengekspresikan karakter orang lain.

      • Contoh TP: Melalui latihan pernapasan dan pemetaan emosi (body scan), peserta didik dapat mengidentifikasi perubahan gestur dan intonasi vokal diri sendiri secara sadar saat mengekspresikan emosi marah, sedih, atau bahagia.

    • Meaningful (Bermakna & Relevan)

      • Tujuan: Menghubungkan peran/karakter dalam drama dengan pengalaman kehidupan nyata siswa.

      • Contoh TP: Melalui analisis tokoh drama, peserta didik dapat menghubungkan konflik sosial tokoh dengan fenomena kehidupan sehari-hari serta mengambil nilai-nilai empati sosial yang relevan.

    • Joyful (Menyenangkan & Memotivasi)

      • Tujuan: Membangun suasana belajar yang gembira, bebas dari rasa takut salah, dan berbasis permainan peran.

      • Contoh TP: Melalui permainan improvisasi cermin (mirror game) dan simulasi peran berantai, peserta didik dapat mengeksplorasi ragam karakter dengan gembira dan percaya diri tanpa takut dinilai secara kaku.

    3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    TahapTujuan Pembelajaran (TP)Aktivitas Utama (Prinsip)Alokasi Waktu
    Tahap 1

    Eksplorasi Diri & Penjiwaan


    Peserta didik dapat mengenali potensi vokal, gestur tubuh, dan pengolahan emosi dasar.

    Latihan pernapasan sadar, pemetaan emosi, dan game improvisasi bergerak. (Mindful & Joyful)2 JP
    Tahap 2

    Analisis Naskah & Tokoh


    Peserta didik dapat menganalisis watak dan motivasi tokoh dari naskah drama yang relevan.

    Bedah peran kelompok, diskusi empati nilai tokoh dalam kehidupan nyata. (Meaningful)2 JP
    Tahap 3

    Eksperimen Teknik Olah Peran


    Peserta didik dapat menerapkan olah vokal, tubuh, dan blocking panggung.

    Simulasi adegan pendek menggunakan teknik cermin dan tebak emosi secara interaktif. (Joyful)4 JP
    Tahap 4

    Kolaborasi & Gladi Drama


    Peserta didik dapat memadukan peran, dialog, dan tata panggung dalam tim pementasan.

    Latihan alur adegan terpadu dengan umpan balik reflektif antarteman. (Mindful)4 JP
    Tahap 5

    Pementasan Kokurikuler & Refleksi


    Peserta didik menyajikan pertunjukan drama dan melakukan refleksi diri.

    Pementasan drama sekolah serta sesi berbagi nilai kehidupan dari pementasan. (Meaningful & Joyful)4 JP

    MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

    • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
    • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
    • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.




    • Apersepsi 

    • Anak-anak hari ini kita akan mempelajari tentang drama

    • MATERI DRAMA & TEKNIK MEMAINKAN PERAN (KOKURIKULER)

      1. Pengertian Drama & Jenis Peran

      Drama adalah karya seni pertunjukan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) dan dialog yang dipentaskan di atas panggung.

      Dalam drama, karakter atau peran dibagi menjadi beberapa jenis:

      • Protagonis: Tokoh utama yang menjadi pusat cerita. Biasanya membawakan nilai-nilai kebaikan atau memperjuangkan tujuan utama.

      • Antagonis: Tokoh penentang tokoh utama. Tokoh ini yang memicu timbulnya konflik atau masalah dalam cerita.

      • Tritagonis: Tokoh penengah atau penasihat yang membantu memberikan solusi dan meredakan konflik.

      • Figuran / Pemeran Pembantu: Tokoh pelengkap yang bertujuan memperkuat latar belakang suasana dan mendukung jalannya pementasan.

      2. Teknik Dasar Memainkan Peran (Penjiwaan)

      Untuk memainkan peran secara hidup dan meyakinkan pada penampilan kokurikuler, seorang pemain drama harus menguasai tiga olah dasar:

      1. Olah Vokal:

        • Artikulasi: Kejelasan pengucapan kata dan kalimat.

        • Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara sesuai emosi tokoh.

        • Proyeksi Suara: Ketahanan dan jangkauan vokal agar dapat terdengar jelas hingga penonton paling belakang tanpa harus berteriak kasar.

      2. Olah Tubuh:

        • Kelenturan & Gestur: Gerak-gerik tubuh, gestur tangan, dan cara berjalan yang disesuaikan dengan usia, status sosial, dan kondisi fisik tokoh.

        • Blocking: Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah panggung agar penampilan terlihat seimbang dan tidak membelakangi/menutupi pemain lain.

      3. Olah Rasa / Jiwa:

        • Konsentrasi & Imajinasi: Kemampuan memfokuskan pikiran pada karakter dan latar cerita.

        • Empati Emosional: Mendalami perasaan (sedih, marah, gembira) tokoh yang dibawakan agar akting terasa alami dan tidak kaku.

      3. Tahap Persiapan Pementasan Drama

      1. Analisis Naskah: Membaca dan memahami tema, alur cerita, karakterisasi tokoh, serta latar belakang masalah.

      2. Casting & Bedah Peran: Penentuan peran dan pendalaman watak tokoh secara detail.

      3. Latihan (Reading & Pembentukan Karakter): Latihan membaca dialog, melatih vokal, hingga merancang gerakan di panggung.

      4. Geladi Bersih (General Rehearsal): Latihan menyeluruh dengan kostum, tata rias, musik pendukung, tata cahaya, dan properti panggung.

      LATIHAN SOAL DRAMA DAN PENJIWAAN PERAN

      Soal 1

      Dalam pementasan drama sekolah, Rian berperan sebagai seorang kakek tua yang bijaksana. Teknik latihan yang paling utama dilakukan Rian untuk membiasakan bentuk fisik dan gerak-gerik kakek tersebut adalah...

      • A. Olah rasa untuk meningkatkan konsentrasi

      • B. Olah tubuh dan analisis gestur

      • C. Olah vokal intonasi tinggi

      • D. Bedah naskah bersama sutradara


      Soal 2

      Tokoh penengah yang berfungsi membantu menyelesaikan konflik antara tokoh utama dan tokoh penentang dalam alur cerita drama disebut...

      • A. Protagonis

      • B. Antagonis

      • C. Tritagonis

      • D. Figuran


      Soal 3

      Saat pementasan drama berlangsung di aula sekolah, suara seorang pemain drama tidak terdengar jelas oleh penonton di barisan belakang. Unsur olah vokal yang perlu ditingkatkan oleh pemain tersebut adalah...

      • A. Improvisasi nada

      • B. Ekspresi mimik wajah

      • C. Artikulasi dan proyeksi suara

      • D. Penghayatan suasana panggung


      Soal 4

      Tujuan utama melakukan analisis naskah sebelum memerankan suatu tokoh dalam pementasan drama adalah...

      • A. Menghafal seluruh baris dialog secepat mungkin

      • B. Menentukan harga tiket dan tata cahaya panggung

      • C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter

      • D. Mengubah alur cerita drama sesuai keinginan sendiri


      5. Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah pemain di atas panggung agar pementasan terlihat seimbang dan artistik disebut...

      • A. Blocking

      • B. Reading

      • C. Casting

      • D. Dubbing


    • Kunci Jawaban

      1. B. Olah tubuh dan analisis gestur

        • Penjelasan: Untuk membiasakan bentuk fisik, sikap tubuh, dan gerak-gerik khas seorang kakek tua, pemain perlu melatih fisik melalui olah tubuh serta mengamati/menganalisis gestur fisik target peran.

      2. C. Tritagonis

        • Penjelasan: Tritagonis adalah tokoh penengah yang netral dan membantu menyelesaikan konflik antara protagonis (tokoh utama) dan antagonis (tokoh penentang).

      3. C. Artikulasi dan proyeksi suara

        • Penjelasan: Artikulasi memastikan kelafalan kata jelas, sedangkan proyeksi suara (teknik pemantulan/jangkauan vokal) memastikan suara terdengar hingga barisan penonton paling belakang tanpa harus berteriak.

      4. C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter

        • Penjelasan: Analisis naskah bertujuan untuk mendalami dimensi karakter (fisik, psikologis, dan sosial) agar pemeran dapat menghidupkan tokoh secara natural dan sesuai tuntutan cerita.

      5. A. Blocking

        • Penjelasan: Blocking adalah aturan perpindahan, posisi, dan komposisi pemain di atas panggung agar pementasan estetik, seimbang, dan tidak menutupi pemain lain (blinding).

      Refleksi Pembelajaran

      • Untuk Siswa: Pemahaman teori seni peran (acting) tidak hanya mengandalkan hafalan dialog, tetapi juga keterpaduan antara olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. Mengenal penokohan serta pengaturan panggung membantu siswa menghargai kerja sama tim dalam pementasan drama.

      • Untuk Guru: Soal-soal ini menguji pemahaman mendasar siswa mengenai seni peran dan tata panggung. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk melihat sejauh mana siswa siap melangkah dari tahap teori menuju praktik pementasan drama secara langsung.

      Kesimpulan Materi: Dasar-Dasar Seni Peran dan Teater

      • Keaktoran (Olah Tubuh & Vokal): Penguasaan peran membutuhkan latihan olah tubuh untuk menyesuaikan gestur fisik karakter dan olah vokal (artikulasi serta proyeksi) agar pesan dialog tersampaikan dengan jelas kepada penonton.

      • Analisis Karakter & Penokohan: Setiap tokoh memiliki peran spesifik dalam alur cerita (Protagonis, Antagonis, dan Tritagonis). Membedah naskah adalah langkah krusial untuk memahami motivasi dan emosi di balik tindakan tokoh.

      • Tata Panggung (Stage Management): Keberhasilan pementasan tidak hanya bergantung pada akting individu, melainkan juga komposisi panggung seperti blocking agar alur pergerakan pemain terlihat artistik dan seimbang di mata penonton.


    Selasa,22 september 2026

      IDENTITAS Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd Mapel :IPAS  Hari/Tanggal:  SeLaSA, 22 September 2026 Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6 Mat...