Pages

Senin, 28 September 2026

Senin, 28 September 2026 bahasa Indonesi

 Nama guru        : Puji rahmawati Ningsih, S.Pd.

Mapel                : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal    : Senin, 28 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               :  MEMPRESENTASIKAN GAGASAN DARI TIPE TEKS (POSTER)

Pertemuan Ke   : 19


Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP                                :Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta,
imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif
TP                                : Murid dapat Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun;

Metode / Model:
Discovery Learning dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi.

Media / Alat Peraga:

  • Teks visual dan audiovisual (poster, gambar, komik, iklan, berita, dan video).
  • LCD/proyektor atau laptop/HP.
  • LKPD.
  • Kartu informasi.
  • Papan tulis dan alat tulis.

ATP BAHASA INDONESIA

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai tipe teks, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut secara efektif, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks yang dipelajari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan kegiatan mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks. Murid diajak menyadari bahwa setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat dipahami, diolah, kemudian disampaikan kepada orang lain.

Murid belajar untuk membaca atau menyimak teks dengan cermat, menemukan informasi penting, memahami isi teks, menyusun gagasan secara runtut, serta menyampaikannya dengan bahasa yang jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi teks.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu memahami isi teks sebelum mempresentasikannya?”
  • “Informasi apa yang paling penting dari teks yang kamu baca?”
  • “Bagaimana cara menyampaikan gagasan agar mudah dipahami oleh orang lain?”
  • “Mengapa kita harus berbicara dengan santun saat melakukan presentasi?”
  • “Apa yang dapat kamu lakukan agar lebih percaya diri saat mempresentasikan gagasan?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa kemampuan mempresentasikan gagasan diperlukan dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Murid dapat memperoleh gagasan dari berbagai tipe teks, seperti:

  1. Teks informasi – menyampaikan informasi atau pengetahuan.
  2. Teks eksplanasi – menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  3. Teks narasi – menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman.
  4. Teks deskripsi – menggambarkan objek, tempat, atau keadaan.
  5. Teks prosedur – menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu.
  6. Teks visual – menyampaikan informasi melalui gambar, poster, infografis, atau komik.
  7. Teks audiovisual – menyampaikan informasi melalui video atau media yang menggabungkan gambar dan suara.

Dalam kegiatan pembelajaran, murid membaca atau menyimak teks, kemudian:

Mengidentifikasi informasi penting → mengolah informasi → menyusun gagasan → mempresentasikan gagasan.

Contohnya, setelah membaca teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, murid dapat menyampaikan gagasan:

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.”

Murid memahami bahwa gagasan yang disampaikan harus sesuai dengan informasi dalam teks dan tidak menyimpang dari isi yang dipelajari.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan teks atau media yang berbeda, seperti teks informasi, teks eksplanasi, poster, komik, atau video pendek.

Setiap kelompok melakukan kegiatan berikut:

1. Membaca atau Menyimak

Murid membaca teks atau menyimak media yang diberikan dengan saksama.

2. Menemukan Informasi Penting

Murid mencatat informasi penting dengan menjawab pertanyaan:

  • Apa topik teks?
  • Apa informasi penting yang terdapat dalam teks?
  • Apa gagasan utama teks?
  • Apa pesan yang dapat diperoleh?

3. Menyusun Gagasan

Murid mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut dengan memperhatikan:

  • pembukaan;
  • isi atau gagasan utama;
  • informasi pendukung;
  • kesimpulan.

4. Mempresentasikan Gagasan

Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan memperhatikan:

  • suara yang jelas;
  • bahasa yang santun;
  • intonasi yang tepat;
  • sikap percaya diri;
  • kontak mata dengan pendengar;
  • urutan penyampaian yang runtut;
  • kesesuaian gagasan dengan isi teks.

5. Memberikan Tanggapan

Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat kelompok kalian. Menurut saya, ada satu informasi penting yang dapat ditambahkan, yaitu ...”

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu:

  • menemukan informasi penting dari teks;
  • mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut;
  • menyampaikan gagasan dengan jelas;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • tampil percaya diri;
  • mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

📖 Apersepsi

“Baiklah anak-anak, sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, coba perhatikan gambar, poster, atau video yang sering kalian lihat. Pernahkah kalian bertanya, apa informasi yang ingin disampaikan? Bagaimana cara menyampaikan kembali informasi tersebut agar orang lain mudah memahami?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Anak-anak, setiap teks memiliki informasi dan gagasan yang dapat kita pelajari. Kita tidak hanya perlu memahami informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya kembali dengan jelas, runtut, percaya diri, dan santun. Hari ini kita akan belajar menjadi penyampai informasi yang baik melalui kegiatan presentasi.”

🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Kaitan dengan pembelajaran:
Ayat ini mengajarkan murid untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Dalam kegiatan presentasi, murid belajar memahami isi teks, memilih informasi yang benar dan penting, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, dan bertanggung jawab.

MATERI AJAR BAHASA INDONESIA

Mempresentasikan Gagasan dari Poster

A. Pengertian Poster

Poster adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, ajakan, atau imbauan kepada orang lain dengan memadukan tulisan, gambar, warna, dan simbol.

Poster dibuat dengan bahasa yang singkat, jelas, menarik, dan mudah dipahami sehingga pesan dapat diterima oleh pembaca.

Contoh tema poster:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghemat air dan listrik.
  • Menjaga kesehatan tubuh.
  • Rajin membaca.
  • Menjaga kelestarian lingkungan.
  • Menggunakan media sosial dengan bijak.

B. Unsur-Unsur Poster

Sebuah poster biasanya memiliki beberapa unsur berikut:

  1. Judul atau slogan
    Berisi kata-kata utama yang menarik perhatian pembaca.
  2. Gambar atau ilustrasi
    Membantu memperjelas dan memperkuat pesan poster.
  3. Informasi atau pesan
    Menjelaskan informasi yang ingin disampaikan.
  4. Kalimat ajakan atau imbauan
    Mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu.
  5. Warna dan desain
    Membuat poster lebih menarik dan mudah dibaca.
  6. Sumber informasi
    Dicantumkan jika poster menggunakan data atau informasi dari sumber tertentu.

C. Menemukan Informasi dalam Poster

Sebelum mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster terlebih dahulu.

Langkah-langkahnya:

  1. Amati poster secara keseluruhan.
  2. Baca judul dan slogan yang terdapat pada poster.
  3. Perhatikan gambar, simbol, dan warna yang digunakan.
  4. Temukan informasi penting yang disampaikan.
  5. Tentukan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  6. Hubungkan informasi dalam poster dengan kehidupan sehari-hari.
  7. Susun informasi tersebut menjadi gagasan yang runtut.

D. Mengolah Informasi Menjadi Gagasan

Informasi yang ditemukan dalam poster dapat diolah menjadi gagasan.

Contoh:

Poster: “Ayo Kurangi Sampah Plastik!”

Informasi penting:

  • Sampah plastik sulit terurai.
  • Penggunaan plastik secara berlebihan dapat mencemari lingkungan.
  • Kita dapat mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja dan botol minum sendiri.

Gagasan:

Kita perlu mengurangi penggunaan plastik untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Salah satu caranya adalah membawa tas belanja dan botol minum sendiri sehingga penggunaan plastik sekali pakai dapat dikurangi.

E. Cara Mempresentasikan Gagasan dari Poster

Saat mempresentasikan gagasan, gunakan langkah berikut:

1. Pembukaan

  • Berikan salam.
  • Sampaikan sapaan kepada teman dan guru.
  • Sebutkan topik poster yang akan dipresentasikan.

2. Menjelaskan isi poster

  • Sebutkan judul atau tema poster.
  • Jelaskan informasi penting yang terdapat dalam poster.
  • Jelaskan gambar atau simbol yang mendukung pesan poster.

3. Menyampaikan gagasan

  • Sampaikan gagasan dengan kalimat yang runtut.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan santun.
  • Sampaikan pendapat berdasarkan informasi dalam poster.

4. Menyampaikan pesan

  • Jelaskan pesan atau ajakan yang terdapat dalam poster.
  • Hubungkan pesan tersebut dengan kehidupan sehari-hari.

5. Penutup

  • Sampaikan kesimpulan.
  • Berikan ajakan atau pesan positif.
  • Ucapkan terima kasih.

F. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Presentasi

Agar presentasi berjalan dengan baik, perhatikan hal-hal berikut:

  • Suara: terdengar jelas oleh seluruh pendengar.
  • Intonasi: tidak monoton dan sesuai dengan isi yang disampaikan.
  • Bahasa: menggunakan bahasa Indonesia yang baik, jelas, dan santun.
  • Kontak mata: sesekali melihat pendengar.
  • Ekspresi: menunjukkan sikap percaya diri dan sesuai dengan topik.
  • Sikap tubuh: berdiri dengan tegap dan tidak berlebihan dalam bergerak.
  • Isi: sesuai dengan informasi yang terdapat dalam poster.
  • Urutan: gagasan disampaikan secara runtut dari awal hingga akhir.

G. Contoh Presentasi

Poster: “Jaga Kebersihan Sekolah”

Contoh presentasi:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, teman-teman dan Bapak/Ibu Guru.

Pada kesempatan ini, saya akan mempresentasikan gagasan dari poster yang berjudul ‘Jaga Kebersihan Sekolah’.

Poster tersebut berisi ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Gambar tempat sampah pada poster menunjukkan bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan sekolah yang bersih membuat kita merasa nyaman dan dapat belajar dengan lebih baik.

Menurut saya, menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas, dan tidak merusak lingkungan sekolah.

Jadi, marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan sekolah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Demikian presentasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

H. Sikap yang Dikembangkan

Melalui kegiatan mempresentasikan gagasan dari poster, murid belajar untuk:

  • percaya diri dalam berbicara;
  • berani menyampaikan pendapat;
  • menggunakan bahasa yang santun;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan;
  • mampu bekerja sama dalam kelompok; dan
  • berpikir kritis dalam memahami informasi.

I. Kesimpulan

Poster merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, atau ajakan melalui perpaduan teks, gambar, simbol, dan warna. Untuk mempresentasikan gagasan dari poster, kita perlu memahami isi poster, menemukan informasi penting, mengolah informasi menjadi gagasan yang runtut, kemudian menyampaikannya dengan jelas, santun, percaya diri, dan sesuai dengan isi poster.

Dengan kemampuan tersebut, murid dapat menyampaikan informasi kepada orang lain secara efektif dan mudah dipahami.

Senin, 28 September 2026


IDENTITAS

  • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  • Mapel : Matematika

  • Hari/Tanggal: senin, 28 September 2026

  • Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6

  • Materi: volime dan luas

  • Pertemuan ke: 12

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Menentukan volume dan luas berbagai bentuk bangun ruang (kubus dan balok) serta gabungannya.

TP:
Peserta didik dapat menentukan volume dan luas permukaan kubus dan balok serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.

Metode/Model:
Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar berbagai benda berbentuk kubus dan balok.
  2. Benda nyata berbentuk kubus, seperti dadu dan kotak kecil.
  3. Benda nyata berbentuk balok, seperti kotak pensil, kardus, buku, dan kotak makanan.
  4. Penggaris atau meteran.
  5. Model kubus dan balok dari kertas/karton.
  6. Kubus satuan untuk membantu memahami konsep volume.

ATP

Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat dan unsur kubus serta balok, menentukan volume dan luas permukaan menggunakan rumus yang tepat, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kubus dan balok dalam kehidupan sehari-hari.


🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan cermat dalam mengamati berbagai benda berbentuk kubus dan balok.

Guru membimbing peserta didik mengenali sisi, rusuk, titik sudut, panjang, lebar, dan tinggi sebelum menggunakan rumus volume dan luas permukaan.

Peserta didik dibiasakan untuk:

  • Mengamati bentuk kubus dan balok dengan teliti.
  • Mengidentifikasi ukuran panjang, lebar, dan tinggi.
  • Membaca soal dengan cermat.
  • Menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan.
  • Memilih rumus yang sesuai.
  • Melakukan perhitungan secara bertahap.
  • Menuliskan satuan dengan tepat.
  • Memeriksa kembali hasil perhitungan.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dadu, kotak hadiah, kardus, kotak pensil, buku, lemari, akuarium, dan kotak makanan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Volume digunakan untuk mengetahui banyaknya ruang yang dapat ditempati atau kapasitas suatu benda.
  • Luas permukaan digunakan untuk mengetahui seluruh luas bagian luar suatu bangun ruang.
  • Perhitungan volume dan luas permukaan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menentukan kapasitas kardus, banyaknya air dalam akuarium, atau kebutuhan bahan untuk membungkus sebuah kotak.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, seperti:

  • “Berburu Bangun Ruang”: peserta didik mencari benda berbentuk kubus dan balok di lingkungan kelas.
  • “Tebak Bangun Ruang”: peserta didik menebak apakah benda yang ditunjukkan berbentuk kubus atau balok.
  • “Ukur dan Hitung”: peserta didik mengukur panjang, lebar, dan tinggi benda kemudian menghitung volumenya.
  • “Kubus Satuan”: peserta didik menyusun kubus satuan untuk memahami konsep volume.
  • Kartu Soal: kelompok mengambil kartu soal dan menyelesaikan masalah volume atau luas permukaan.
  • Tantangan PBL: peserta didik menyelesaikan masalah nyata, misalnya menentukan ukuran dan kapasitas sebuah kardus untuk menyimpan benda tertentu.

🕌 Apersepsi Dikaitkan dengan Al-Qur'an

Guru mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat.

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan pentingnya ketelitian dalam mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda. Ketelitian diperlukan agar perhitungan volume dan luas permukaan kubus maupun balok menghasilkan jawaban yang tepat.

Pertanyaan Pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat benda berbentuk kubus atau balok?
  2. Apa saja benda berbentuk kubus dan balok yang ada di sekitar kalian?
  3. Apa perbedaan antara kubus dan balok?
  4. Apa saja unsur yang dimiliki kubus dan balok?
  5. Bagaimana cara menentukan volume kubus?
  6. Bagaimana cara menentukan volume balok?
  7. Bagaimana cara menghitung luas permukaan kubus dan balok?
  8. Mengapa kita harus teliti ketika mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda?
  9. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita membutuhkan perhitungan volume dan luas permukaan?

📐 MATERI AJAR MATEMATIKA

VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK

A. Mengenal Kubus dan Balok

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan banyak benda yang berbentuk kubus dan balok.

Contoh benda berbentuk kubus:

  • dadu;
  • kubus rubik;
  • kotak kado berbentuk kubus.

Contoh benda berbentuk balok:

  • buku;
  • kotak pensil;
  • kardus;
  • lemari;
  • kotak makanan.

Kubus adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi dengan ukuran yang sama.

Balok adalah bangun ruang yang memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang. Sisi-sisi yang berhadapan memiliki ukuran yang sama.

Jumat, 25 September 2026

Jumat, 25 september 2026

 



 IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 25 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Drama dan peran

  6. Pertemuan ke : 5

Berikut adalah rancangan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP) berprinsip Mindful, Meaningful, Joyful, serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk materi Seni Drama pada penampilan kokurikuler.

1. Capaian Pembelajaran (CP) - Seni Drama 

Elemen Mengalami (Experiencing) & Menciptakan (Creating):

Peserta didik mampu memeragakan teknik dasar seni peran (olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa) secara konsisten, menganalisis karakter tokoh dalam naskah drama, serta berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan drama sederhana yang mencerminkan pemahaman nilai-nilai emosional dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tujuan Pembelajaran (TP)

TP 

  1. TP 1: Peserta didik mampu menganalisis latar belakang, watak, dan emosi tokoh berdasarkan naskah drama melalui teknik bedah karakter.

  2. TP 2: Peserta didik mampu mengaplikasikan teknik olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa untuk membentuk penjiwaan peran secara terampil.

  3. TP 3: Peserta didik mampu merancang blocking panggung dan meragakan dialog interaktif bersama kelompok.

  4. TP 4: Peserta didik mampu menyajikan pertunjukan drama kokurikuler secara kolaboratif dan percaya diri.

Pendekatan Prinsip Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

  • Mindful (Sadar & Hadir Utuh)

    • Tujuan: Mengajak siswa menyadari emosi, respon fisik, dan intonasi diri sendiri sebelum mengekspresikan karakter orang lain.

    • Contoh TP: Melalui latihan pernapasan dan pemetaan emosi (body scan), peserta didik dapat mengidentifikasi perubahan gestur dan intonasi vokal diri sendiri secara sadar saat mengekspresikan emosi marah, sedih, atau bahagia.

  • Meaningful (Bermakna & Relevan)

    • Tujuan: Menghubungkan peran/karakter dalam drama dengan pengalaman kehidupan nyata siswa.

    • Contoh TP: Melalui analisis tokoh drama, peserta didik dapat menghubungkan konflik sosial tokoh dengan fenomena kehidupan sehari-hari serta mengambil nilai-nilai empati sosial yang relevan.

  • Joyful (Menyenangkan & Memotivasi)

    • Tujuan: Membangun suasana belajar yang gembira, bebas dari rasa takut salah, dan berbasis permainan peran.

    • Contoh TP: Melalui permainan improvisasi cermin (mirror game) dan simulasi peran berantai, peserta didik dapat mengeksplorasi ragam karakter dengan gembira dan percaya diri tanpa takut dinilai secara kaku.

3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

TahapTujuan Pembelajaran (TP)Aktivitas Utama (Prinsip)Alokasi Waktu
Tahap 1

Eksplorasi Diri & Penjiwaan


Peserta didik dapat mengenali potensi vokal, gestur tubuh, dan pengolahan emosi dasar.

Latihan pernapasan sadar, pemetaan emosi, dan game improvisasi bergerak. (Mindful & Joyful)2 JP
Tahap 2

Analisis Naskah & Tokoh


Peserta didik dapat menganalisis watak dan motivasi tokoh dari naskah drama yang relevan.

Bedah peran kelompok, diskusi empati nilai tokoh dalam kehidupan nyata. (Meaningful)2 JP
Tahap 3

Eksperimen Teknik Olah Peran


Peserta didik dapat menerapkan olah vokal, tubuh, dan blocking panggung.

Simulasi adegan pendek menggunakan teknik cermin dan tebak emosi secara interaktif. (Joyful)4 JP
Tahap 4

Kolaborasi & Gladi Drama


Peserta didik dapat memadukan peran, dialog, dan tata panggung dalam tim pementasan.

Latihan alur adegan terpadu dengan umpan balik reflektif antarteman. (Mindful)4 JP
Tahap 5

Pementasan Kokurikuler & Refleksi


Peserta didik menyajikan pertunjukan drama dan melakukan refleksi diri.

Pementasan drama sekolah serta sesi berbagi nilai kehidupan dari pementasan. (Meaningful & Joyful)4 JP

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.




    • Apersepsi 

    • Anak-anak hari ini kita akan mempelajari tentang drama

    • MATERI DRAMA & TEKNIK MEMAINKAN PERAN (KOKURIKULER)

      1. Pengertian Drama & Jenis Peran

      Drama adalah karya seni pertunjukan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) dan dialog yang dipentaskan di atas panggung.

      Dalam drama, karakter atau peran dibagi menjadi beberapa jenis:

      • Protagonis: Tokoh utama yang menjadi pusat cerita. Biasanya membawakan nilai-nilai kebaikan atau memperjuangkan tujuan utama.

      • Antagonis: Tokoh penentang tokoh utama. Tokoh ini yang memicu timbulnya konflik atau masalah dalam cerita.

      • Tritagonis: Tokoh penengah atau penasihat yang membantu memberikan solusi dan meredakan konflik.

      • Figuran / Pemeran Pembantu: Tokoh pelengkap yang bertujuan memperkuat latar belakang suasana dan mendukung jalannya pementasan.

      2. Teknik Dasar Memainkan Peran (Penjiwaan)

      Untuk memainkan peran secara hidup dan meyakinkan pada penampilan kokurikuler, seorang pemain drama harus menguasai tiga olah dasar:

      1. Olah Vokal:

        • Artikulasi: Kejelasan pengucapan kata dan kalimat.

        • Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara sesuai emosi tokoh.

        • Proyeksi Suara: Ketahanan dan jangkauan vokal agar dapat terdengar jelas hingga penonton paling belakang tanpa harus berteriak kasar.

      2. Olah Tubuh:

        • Kelenturan & Gestur: Gerak-gerik tubuh, gestur tangan, dan cara berjalan yang disesuaikan dengan usia, status sosial, dan kondisi fisik tokoh.

        • Blocking: Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah panggung agar penampilan terlihat seimbang dan tidak membelakangi/menutupi pemain lain.

      3. Olah Rasa / Jiwa:

        • Konsentrasi & Imajinasi: Kemampuan memfokuskan pikiran pada karakter dan latar cerita.

        • Empati Emosional: Mendalami perasaan (sedih, marah, gembira) tokoh yang dibawakan agar akting terasa alami dan tidak kaku.

      3. Tahap Persiapan Pementasan Drama

      1. Analisis Naskah: Membaca dan memahami tema, alur cerita, karakterisasi tokoh, serta latar belakang masalah.

      2. Casting & Bedah Peran: Penentuan peran dan pendalaman watak tokoh secara detail.

      3. Latihan (Reading & Pembentukan Karakter): Latihan membaca dialog, melatih vokal, hingga merancang gerakan di panggung.

      4. Geladi Bersih (General Rehearsal): Latihan menyeluruh dengan kostum, tata rias, musik pendukung, tata cahaya, dan properti panggung.

      LATIHAN SOAL DRAMA DAN PENJIWAAN PERAN

      Soal 1

      Dalam pementasan drama sekolah, Rian berperan sebagai seorang kakek tua yang bijaksana. Teknik latihan yang paling utama dilakukan Rian untuk membiasakan bentuk fisik dan gerak-gerik kakek tersebut adalah...

      • A. Olah rasa untuk meningkatkan konsentrasi

      • B. Olah tubuh dan analisis gestur

      • C. Olah vokal intonasi tinggi

      • D. Bedah naskah bersama sutradara


      Soal 2

      Tokoh penengah yang berfungsi membantu menyelesaikan konflik antara tokoh utama dan tokoh penentang dalam alur cerita drama disebut...

      • A. Protagonis

      • B. Antagonis

      • C. Tritagonis

      • D. Figuran


      Soal 3

      Saat pementasan drama berlangsung di aula sekolah, suara seorang pemain drama tidak terdengar jelas oleh penonton di barisan belakang. Unsur olah vokal yang perlu ditingkatkan oleh pemain tersebut adalah...

      • A. Improvisasi nada

      • B. Ekspresi mimik wajah

      • C. Artikulasi dan proyeksi suara

      • D. Penghayatan suasana panggung


      Soal 4

      Tujuan utama melakukan analisis naskah sebelum memerankan suatu tokoh dalam pementasan drama adalah...

      • A. Menghafal seluruh baris dialog secepat mungkin

      • B. Menentukan harga tiket dan tata cahaya panggung

      • C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter

      • D. Mengubah alur cerita drama sesuai keinginan sendiri


      5. Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah pemain di atas panggung agar pementasan terlihat seimbang dan artistik disebut...

      • A. Blocking

      • B. Reading

      • C. Casting

      • D. Dubbing


    • Kunci Jawaban

      1. B. Olah tubuh dan analisis gestur

        • Penjelasan: Untuk membiasakan bentuk fisik, sikap tubuh, dan gerak-gerik khas seorang kakek tua, pemain perlu melatih fisik melalui olah tubuh serta mengamati/menganalisis gestur fisik target peran.

      2. C. Tritagonis

        • Penjelasan: Tritagonis adalah tokoh penengah yang netral dan membantu menyelesaikan konflik antara protagonis (tokoh utama) dan antagonis (tokoh penentang).

      3. C. Artikulasi dan proyeksi suara

        • Penjelasan: Artikulasi memastikan kelafalan kata jelas, sedangkan proyeksi suara (teknik pemantulan/jangkauan vokal) memastikan suara terdengar hingga barisan penonton paling belakang tanpa harus berteriak.

      4. C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter

        • Penjelasan: Analisis naskah bertujuan untuk mendalami dimensi karakter (fisik, psikologis, dan sosial) agar pemeran dapat menghidupkan tokoh secara natural dan sesuai tuntutan cerita.

      5. A. Blocking

        • Penjelasan: Blocking adalah aturan perpindahan, posisi, dan komposisi pemain di atas panggung agar pementasan estetik, seimbang, dan tidak menutupi pemain lain (blinding).

      Refleksi Pembelajaran

      • Untuk Siswa: Pemahaman teori seni peran (acting) tidak hanya mengandalkan hafalan dialog, tetapi juga keterpaduan antara olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. Mengenal penokohan serta pengaturan panggung membantu siswa menghargai kerja sama tim dalam pementasan drama.

      • Untuk Guru: Soal-soal ini menguji pemahaman mendasar siswa mengenai seni peran dan tata panggung. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk melihat sejauh mana siswa siap melangkah dari tahap teori menuju praktik pementasan drama secara langsung.

      Kesimpulan Materi: Dasar-Dasar Seni Peran dan Teater

      • Keaktoran (Olah Tubuh & Vokal): Penguasaan peran membutuhkan latihan olah tubuh untuk menyesuaikan gestur fisik karakter dan olah vokal (artikulasi serta proyeksi) agar pesan dialog tersampaikan dengan jelas kepada penonton.

      • Analisis Karakter & Penokohan: Setiap tokoh memiliki peran spesifik dalam alur cerita (Protagonis, Antagonis, dan Tritagonis). Membedah naskah adalah langkah krusial untuk memahami motivasi dan emosi di balik tindakan tokoh.

      • Tata Panggung (Stage Management): Keberhasilan pementasan tidak hanya bergantung pada akting individu, melainkan juga komposisi panggung seperti blocking agar alur pergerakan pemain terlihat artistik dan seimbang di mata penonton.


    Kamis, 24 September 2026

    Kamis, 24 September 2026 PKN

     Nama guru        : Puji Rahmawati Ningsih S.Pd.

    Mapel                : Pendidikan Pancasila

    Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               : Mempraktikkan Musyawarah

    Pertemuan Ke   : 19

    IDENTITAS

    • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

    • Mapel : PKN

    • Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026

    • Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6

    • Materi: Mempraktekan musyawarah

    • Pertemuan ke: 12

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Tabik Pun! 🙏

    Good morning my lovely students. How are you today?

    Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

    Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
    Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
    Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

    CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
    Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
    TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
    Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
    Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
    ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

    🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

    Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

    Guru memberikan pertanyaan pemantik:

    • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
    • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
    • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
    • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
    • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

    💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

    Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

    1. Menentukan jadwal piket kelas.
    2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
    3. Menentukan kegiatan kelas.
    4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
    5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
    6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
    7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
    8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

    Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

    Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


    😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

    Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

    Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

    Contoh Kasus

    “Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

    Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

    Pembagian Peran

    Setiap kelompok menentukan:

    • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
    • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
    • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
    • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

    Langkah Praktik Musyawarah

    1. Membuka musyawarah.
    2. Menyampaikan permasalahan.
    3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
    4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
    5. Membahas berbagai pendapat.
    6. Menentukan solusi bersama.
    7. Menetapkan hasil kesepakatan.
    8. Membacakan hasil musyawarah.
    9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

    Contoh Hasil Musyawarah

    Kesepakatan Kelompok:
    Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

    Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

    Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

    • memimpin musyawarah dengan tertib;
    • menyampaikan pendapat dengan santun;
    • mendengarkan pendapat teman;
    • menghargai perbedaan pendapat;
    • tidak memaksakan kehendak;
    • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
    • menerima hasil musyawarah;
    • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


    🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

    Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

    1. Surah Asy-Syura Ayat 38

    Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

    وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

    Artinya:

    “Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

    Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

    2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

    Allah SWT berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

    Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

    📚 Materi Ajar

    PRAKTIK MUSYAWARAH

    A. Pengertian Musyawarah

    Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

    Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

    Musyawarah merupakan salah satu bentuk penerapan sila keempat Pancasila, yaitu:

    “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”


    B. Tujuan Musyawarah

    Musyawarah dilakukan untuk:

    1. Menyelesaikan masalah bersama.
    2. Mendapatkan kesepakatan.
    3. Menghargai pendapat orang lain.
    4. Mencegah terjadinya perselisihan.
    5. Membangun kerja sama dan persatuan.
    6. Menentukan keputusan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

    C. Sikap yang Harus Dilakukan Saat Musyawarah

    Dalam melakukan musyawarah, kita harus menunjukkan sikap:

    • Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.
    • Tidak memotong pembicaraan.
    • Berbicara dengan sopan.
    • Menghargai perbedaan pendapat.
    • Tidak memaksakan kehendak.
    • Berani menyampaikan pendapat dengan santun.
    • Mengutamakan kepentingan bersama.
    • Menerima hasil keputusan dengan tanggung jawab.
    • Melaksanakan keputusan yang telah disepakati.

    D. Langkah-Langkah Praktik Musyawarah

    1. Menentukan Masalah

    Peserta menentukan masalah yang akan dibahas.

    Contoh:

    “Kelas 6A akan menentukan aturan penggunaan dan kebersihan pojok baca kelas.”


    2. Menentukan Peserta Musyawarah

    Peserta musyawarah dapat terdiri atas:

    • Pemimpin musyawarah
    • Sekretaris/notulis
    • Peserta musyawarah
    • Pengamat jika diperlukan

    3. Membuka Musyawarah

    Pemimpin musyawarah membuka kegiatan dengan salam dan menyampaikan tujuan.

    Contoh:

    “Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan penggunaan pojok baca kelas agar dapat digunakan dengan tertib dan nyaman.”


    4. Menyampaikan Masalah

    Pemimpin menjelaskan masalah yang akan dibahas.

    Contoh:

    “Saat ini masih ada buku yang tidak dikembalikan ke tempatnya setelah dibaca. Oleh karena itu, kita perlu membuat aturan bersama.”

     

    5. Menyampaikan Pendapat

    Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

    Contoh:

    “Menurut saya, setiap siswa harus mengembalikan buku ke rak setelah selesai membaca.”

    “Saya setuju. Selain itu, kita juga perlu membuat jadwal piket untuk merapikan pojok baca.”

     

    6. Menanggapi Pendapat

    Peserta memberikan tanggapan dengan santun.

    Contoh:

    “Saya setuju dengan pendapat tersebut karena dapat membuat pojok baca lebih rapi.”

    Jika tidak setuju:

    “Saya menghargai pendapat teman, tetapi saya memiliki pendapat lain. Menurut saya, jadwal piket sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.”

     

    7. Mencapai Kesepakatan

    Setelah semua pendapat disampaikan, peserta bersama-sama menentukan keputusan.

    Jika terdapat beberapa pilihan, keputusan dapat diambil berdasarkan kesepakatan bersama atau cara yang telah disetujui dalam musyawarah.

    8. Menyampaikan Hasil Keputusan

    Pemimpin membacakan hasil musyawarah.

    Contoh hasil kesepakatan:

    1. Setiap siswa wajib mengembalikan buku ke tempatnya.
    2. Buku harus dijaga agar tidak rusak.
    3. Siswa tidak boleh makan dan minum di pojok baca.
    4. Piket pojok baca dilakukan sesuai jadwal.
    5. Semua siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kerapian pojok baca.
    6. Melaksanakan Keputusan

    Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama.

    Musyawarah tidak hanya berhenti pada pengambilan keputusan, tetapi harus dilanjutkan dengan tanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.

    E. Contoh Praktik Musyawarah di Kelas

    Tema:

    Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

    Masalah:

    Kelas sering menjadi kurang tertib setelah kegiatan pembelajaran.

    Tugas Kelompok

    Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan 5 aturan kelas yang disepakati bersama.

    Pembagian Peran

    PeranTugas
    KetuaMemimpin jalannya musyawarah
    SekretarisMencatat pendapat dan hasil keputusan
    AnggotaMenyampaikan pendapat dan mengikuti musyawarah
    PengamatMengamati sikap peserta selama musyawarah

    F. Contoh Skenario Praktik

    Ketua:

    “Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan kebersihan kelas. Mari kita sampaikan pendapat secara bergantian.”

    Siswa 1:

    “Menurut saya, setiap siswa harus membuang sampah pada tempatnya.”

    Siswa 2:

    “Saya setuju. Saya juga mengusulkan agar kita melaksanakan piket sesuai jadwal.”

    Siswa 3:

    “Saya memiliki pendapat lain. Setelah pembelajaran selesai, setiap siswa sebaiknya merapikan meja dan kursinya masing-masing.”

    Ketua:

    “Baik, semua pendapat sudah disampaikan. Apakah kita sepakat dengan aturan tersebut?”

    Peserta:

    “Sepakat.”

    Ketua:

    “Baik, hasil musyawarah hari ini adalah membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket sesuai jadwal, dan merapikan meja serta kursi setelah pembelajaran.”

     

    G. Sikap yang Tidak Boleh Dilakukan

    Saat musyawarah, hindari sikap:

    ❌ Memaksakan pendapat.
    ❌ Memotong pembicaraan.
    ❌ Menertawakan pendapat teman.
    ❌ Marah karena pendapat tidak diterima.
    ❌ Mengabaikan pendapat orang lain.
    ❌ Meninggalkan musyawarah tanpa alasan.
    ❌ Tidak melaksanakan hasil kesepakatan.

    Berikut adalah kumpulan soal pilihan ganda dan uraian tentang Musyawarah yang dirancang khusus untuk siswa Kelas 6 SD. Format di bawah sudah disesuaikan agar rapi dan mudah di-copy-paste langsung ke blog Blogger Anda.

    Soal Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!

    1. Kegiatan membahas suatu masalah bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama disebut ....

      A. Kerja bakti

      B. Musyawarah

      C. Pemungutan suara

      D. Diskusi kelas

    2. Musyawarah untuk mencapai mufakat merupakan pengamalan Pancasila, khususnya sila ke- ....

      A. Kedua

      B. Ketiga

      C. Keempat

      D. Kelima

    3. Keputusan yang dicapai dalam musyawarah secara bulat dan disetujui oleh semua peserta musyawarah dinamakan ....

      A. Voting

      B. Mufakat

      C. Oposisi

      D. Argumen

    4. Apabila musyawarah tidak dapat mencapai kata mufakat, maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara ....

      A. Menundanya selamanya

      B. Voting (pemungutan suara terbanyak)

      C. Menentukan keputusan sendiri oleh ketua

      D. Membatalkan hasil rapat

    5. Berikut ini yang merupakan contoh pelaksanaan musyawarah di lingkungan sekolah adalah ....

      A. Pembagian tugas piket dan pemilihan ketua kelas

      B. Pembagian tugas merapikan tempat tidur

      C. Menentukan tujuan liburan keluarga

      D. Musyawarah pemilihan kepala desa

    6. Dalam sebuah musyawarah, sikap yang baik ketika menyampaikan pendapat adalah ....

      A. Memotong pembicaraan orang lain yang sedang berbicara

      B. Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaan

      C. Memaksa peserta lain agar menyetujui pendapat kita

      D. Berbicara dengan nada tinggi agar terdengar jelas

    7. Hasil dari keputusan musyawarah harus dilaksanakan oleh seluruh peserta dengan sikap ....

      A. Terpaksa dan mengeluh

      B. Bertanggung jawab dan lapang dada

      C. Acuh tak acuh

      D. Kecewa jika pendapatnya ditolak

    8. Manfaat utama dari melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah adalah ....

      A. Memperpanjang waktu penyelesaian masalah

      B. Mempererat tali persaudaraan dan mencegah perpecahan

      C. Menunjukkan siapa peserta yang paling pintar

      D. Memilih keputusan yang menguntungkan satu pihak saja

    9. Ciri khas dari nilai-nilai musyawarah bangsa Indonesia adalah mengedepankan semangat ....

      A. Individualisme

      B. Persaingan

      C. Kekeluargaan dan gotong royong

      D. Kekuasaan

    10. Ketika pendapat kita ditolak dalam musyawarah, sikap yang harus kita tunjukkan adalah ....

      A. Marah dan keluar dari ruangan

      B. Menghargai keputusan dan menerima dengan ikhlas

      C. Memusuhi peserta yang menolak pendapat kita

      D. Mengabaikan hasil musyawarah

    Soal Uraian

    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!

    1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan musyawarah mufakat!

    2. sebutkan 3 contoh pelaksanaan musyawarah yang dilakukan di lingkungan masyarakat!

    3. Mengapa kita tidak boleh memotong pembicaraan orang lain saat sedang bermusyawarah?

    4. Tuliskan 3 manfaat dari melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah!

    5. Bagaimana sikap kita jika keputusan hasil musyawarah tidak sesuai dengan pendapat yang kita usulkan?

    Senin, 28 September 2026 bahasa Indonesi

      Nama guru        : Puji rahmawati Ningsih, S.Pd. Mapel                : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal    : Senin, 28 September 2026 Fase /...