Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.
Anak-anak, tahukah kalian bahwa adat dan budaya Lampung yang begitu indah, kaya, dan beragam—mulai dari pakaian adat, tari-tarian, hingga rumah adat—adalah bukti ciptaan dan karunia-Nya?"
Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta): Allah yang menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, termasuk suku Lampung, lengkap dengan ragam budayanya yang indah.
Allah Maha Malik (Maha Pemelihara): Allah memelihara keharmonisan dan kedamaian masyarakat Lampung yang memiliki falsafah hidup mulia seperti Piil Pesenggiri (menjaga martabat dan saling menghormati).
Allah Maha Razaq (Maha Memberi Rezeki): Allah memberi rezeki berupa tanah Lampung yang subur (penghasil lada, kopi, kain tapis) sehingga budaya Lampung bisa tumbuh dan lestari hingga saat ini.
"Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar mengenali dan menghargai adat budaya Lampung sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT
Capaian Pembelajaran (CP) :Murid mampu memahami, mengidentifikasi, dan menghargai keanekaragaman adat budaya Lampung dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan pembelajaran :
Pengetahuan & Sikap: Murid dapat mengidentifikasi simbol, rumah adat, dan pakaian adat Lampung dengan benar serta menunjukkan sikap bangga.
Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai kebudayaan Lampung (seperti gotong royong dan kesopanan) dengan kehidupan sehari-hari.
Mindful (Kesadaran Penuh): Murid secara sadar dan fokus mengamati keunikan ragam budaya Lampung tanpa membeda-bedakan sesama teman.
Joyful (Menyenangakan): Murid dapat membuat karya kreatif (misal: mewarnai/merangkai gambar motif Tapis/Siger) dengan rasa senang dan gembira.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) ;
Mengamati: Murid menyimak tayangan video/media gambar tentang adat budaya Lampung.
Menganalisis: Murid berdiskusi mengenai ciri khas pakaian, rumah adat (Nuwou Sesat), dan simbol Lampung (Siger).
Menerapkan: Murid menghubungkan nilai kerukunan dalam budaya Lampung dengan kehidupan di sekolah dan rumah.
Model / Metode ;Discovery Learning
Mengenal Suku & Budaya Lampung:
Suku Lampung terbagi menjadi dua pilar adat utama: Lampung Saibatin (biasanya di wilayah pesisir) dan Lampung Pepadun (wilayah pedalaman).
Simbol Kebanggaan (Siger):
Siger adalah mahkota pengantin wanita Lampung. Siger Pepadun memiliki 9 lekuk (melambangkan 9 kerabatan/abualik), sedangkan Siger Saibatin memiliki 7 lekuk.
Rumah Adat:
Rumah adat Lampung dinamakan Nuwou Sesat, berbentuk panggung kayu yang berfungsi sebagai tempat bermusyawarah.
Kain Tradisional:
Kain Tapis, yaitu kain tenun benang kapas dengan sulatan benang emas/perak yang indah.
B. Media Pembelajaran (Video)
C. Soal Post-Test / Latihan Hari Ini
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1.Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah Maha Khaliq atas keberagaman budaya Lampung?
2.Apa nama mahkota khas pahlawan/pengantin wanita Lampung yang menjadi simbol kebanggaan daerah Lampung?
3.Sebutkan nama rumah adat khas masyarakat Lampung!
4Kain tenun tradisional khas Lampung yang ditenun menggunakan benang emas/perak disebut kain ...
5.Bagaimana cara kita menghargai adat dan budaya Lampung di lingkungan sekolah
jawaban :
Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah Maha Khaliq atas keberagaman budaya Lampung? Kita harus bersyukur karena keberagaman budaya Lampung—mulai dari bahasa, adat istiadat, tarian, hingga kerajinan tangan—merupakan karunia dan tanda kebesaran Allah Maha Khaliq. Keberagaman ini memperkaya identitas bangsa, mempererat tali persaudaraan (toleransi), serta menjadi warisan luhur yang memperindah kehidupan bermasyarakat.
Apa nama mahkota khas pahlawan/pengantin wanita Lampung yang menjadi simbol kebanggaan daerah Lampung?Siger (atau Siger Lampung).
Sebutkan nama rumah adat khas masyarakat Lampung!Nuwou Sesat (atau Rumah Sesat).
Kain tenun tradisional khas Lampung yang ditenun menggunakan benang emas/perak disebut kain ...Tapis (Kain Tapis).
Bagaimana cara kita menghargai adat dan budaya Lampung di lingkungan sekolah?
Mempelajari dan mengenakan pakaian atau atribut khas Lampung, seperti memakai batik Lampung atau sulam tapis pada hari-hari tertentu.
Mengikuti kegiatan kebudayaan, seperti ekstrakurikuler tari tradisional Lampung, pencak silat (Khakot), atau bermain musik tradisional.
Menggunakan bahasa Lampung dengan sopan saat pembelajaran bahasa daerah atau dalam interaksi sehari-hari.
Menjaga dan tidak merusak sarana kebudayaan serta menghormati teman yang sedang menampilkan pertunjukan seni budaya Lampung.
Menerapkan nilai-nilai luhur budaya Lampung, seperti semangat Piil Pesenggiri (menjaga kehormatan dan harga diri melalui perilaku yang baik dan saling menghargai).
Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan materi : dalam pembelajaran muri dapat menghargai adat budaya Lampung, menmgetahui nama rumah adat Lampung
Refleksi :
Kendala : dari 11 murid yang masuk , murid sudah mengetahui budaya Lampung
5. Materi : PKN :nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, (PENILAIAN HARIAN)
IPAS ; cara menjaga kesehatan organ tubuh dan gangguan kesehatan organ tubuh
MTK ; Rasio
6. Pertemuan Ke : 6
7. Apersepsi
Assalamualaikum my student, How are you today
1.Matematika
CP : Murid dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan perkalian dan
pembagian; bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan;
TP : Peserta didik dapatBernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan;
Materi Pokok : Rasio
Metode / Model : Tanya Jawab, Demonstrasi/ PBL
Media / Alat peraga : Sedotan, uang mainan, kartu harga barang
Memahami konsep rasio satuan
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian rasio satuan dan membedakan rasio biasa dengan rasio satuan.
Menentukan nilai satuan
Peserta didik dapat menentukan nilai untuk 1 satuan dari suatu perbandingan, misalnya harga per barang, jarak per waktu, atau jumlah barang per kelompok.
“Anak-anak, pernahkah kalian membeli sesuatu di warung? Misalnya, 4 kg beras harganya Rp60.000. Bagaimana cara kita mengetahui harga 1 kg beras?”
dengan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Qamar ayat 49:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar: 49)
ayat tersebut mengajarkan pentingnya ukuran dan ketepatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga perlu menggunakan perhitungan yang tepat ketika menentukan harga, jumlah barang, jarak, waktu, maupun kebutuhan bahan.
“Hari ini kita akan belajar tentang rasio satuan. Kita akan belajar menentukan nilai untuk setiap 1 satuan agar dapat menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari dengan tepat. Selain pandai berhitung, kita juga belajar menjadi orang yang teliti dan jujur dalam melakukan perhitungan.”
Materi Pembelajaran Matematika:
Bernalar secara Proporsional dengan Rasio Satuan
A. Pengertian Rasio Satuan
Rasio satuan adalah perbandingan yang menunjukkan nilai untuk setiap 1 satuan.
Rasio satuan dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari, seperti:
harga barang,
jarak dan waktu,
jumlah barang,
banyak bahan makanan,
kecepatan,
dan kebutuhan bahan.
Contoh:
Ibu membeli 4 kg beras dengan harga Rp60.000.
Untuk mengetahui harga 1 kg, kita hitung:
Rp60.000 ÷ 4 = Rp15.000
Jadi, harga 1 kg beras adalah Rp15.000.
B. Cara Menentukan Rasio Satuan
Untuk menentukan rasio satuan:
Nilai keseluruhan ÷ jumlah satuan = nilai per 1 satuan
Contoh:
6 buku berharga Rp48.000.
Harga 1 buku:
Rp48.000 ÷ 6 = Rp8.000
Jadi, harga satu buku adalah Rp8.000.
C. Menggunakan Rasio Satuan untuk Menentukan Nilai yang Dicari
Setelah mengetahui nilai untuk 1 satuan, kita dapat menentukan nilai untuk jumlah satuan lainnya.
Contoh:
Harga 1 buku adalah Rp8.000. Berapa harga 9 buku?
Rp8.000 × 9 = Rp72.000
Jadi, harga 9 buku adalah Rp72.000.
D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Harga Barang
5 pensil berharga Rp15.000.
Harga 1 pensil:
Rp15.000 ÷ 5 = Rp3.000
Harga 8 pensil:
Rp3.000 × 8 = Rp24.000
2. Jarak dan Waktu
Sebuah kendaraan menempuh jarak 120 km dalam waktu 3 jam.
Jarak yang ditempuh setiap 1 jam:
120 ÷ 3 = 40 km
Jadi, kendaraan tersebut menempuh 40 km setiap jam.
3. Banyak Bahan
Untuk membuat 4 gelas jus diperlukan 8 buah jeruk.
Jeruk untuk 1 gelas:
8 ÷ 4 = 2 buah jeruk
Untuk membuat 10 gelas:
2 × 10 = 20 buah jeruk
Jadi, diperlukan 20 buah jeruk.
E. Langkah Menyelesaikan Masalah Rasio Satuan
Gunakan langkah berikut:
1. Baca dan pahami masalah. Tentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan.
2. Tentukan nilai 1 satuan. Gunakan operasi pembagian.
3. Gunakan nilai satuan. Kalikan dengan jumlah satuan yang ditanyakan.
4. Periksa jawaban. Pastikan hasilnya sesuai dengan konteks masalah.
Contoh HOTS
Sebuah toko menjual 3 kg apel seharga Rp45.000. Toko lain menjual 5 kg apel seharga Rp70.000. Toko manakah yang menawarkan harga lebih murah per kilogram?
Penyelesaian:
Toko A:
Rp45.000 ÷ 3 = Rp15.000/kg
Toko B:
Rp70.000 ÷ 5 = Rp14.000/kg
Karena Rp14.000 < Rp15.000, maka Toko B lebih murah.
Kesimpulan
Rasio satuan membantu kita membandingkan dan menentukan nilai suatu besaran untuk setiap 1 satuan. Dengan menggunakan rasio satuan, kita dapat menyelesaikan masalah sehari-hari secara lebih mudah dan logis.
Rumus sederhana:
Nilai per satuan = Jumlah keseluruhan ÷ Banyak satuan
Kemudian:
Nilai yang dicari = Nilai per satuan × Banyak satuan
Video Pembelajaran:
sekarang kalau sudah paham yuk dikerjakan soal-soal berikut!
Petunjuk: Kerjakan soal berikut dengan menuliskan langkah-langkah penyelesaiannya!
Tingkat Mudah
1. Ibu membeli 4 kg gula dengan harga Rp60.000. Berapa harga 1 kg gula?
Tingkat Mudah–Sedang
2. 5 buah buku tulis berharga Rp35.000. Berapa harga 1 buku tulis dan berapa harga 8 buku tulis?
Tingkat Sedang
3. Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dalam waktu 3 jam dengan kecepatan tetap. a. Berapa jarak yang ditempuh mobil dalam 1 jam? b. Berapa jarak yang dapat ditempuh dalam 5 jam?
Tingkat Sulit
4. Untuk membuat 6 gelas jus diperlukan 12 buah jeruk. Rina ingin membuat 15 gelas jus dengan rasa dan ukuran yang sama. Berapa buah jeruk yang diperlukan Rina? Jelaskan langkah penyelesaiannya menggunakan rasio satuan.
Tingkat Sulit/HOTS
5. Toko A menjual 4 kg mangga seharga Rp52.000, sedangkan Toko B menjual 6 kg mangga seharga Rp72.000. a. Tentukan harga 1 kg mangga di masing-masing toko. b. Toko manakah yang menawarkan harga lebih murah? c. Jika Ayah membutuhkan 10 kg mangga, berapa uang yang harus disiapkan jika membeli dari toko yang lebih murah? Jelaskan alasanmu berdasarkan perhitungan rasio satuan.
2. Pendidikan Pancasila:
CP : Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.
TP : Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
Materi Pokok : nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
Metode / Model : Tanya jawab, PBL
Media / Alat peraga : video, kertas nilai-nilai pancasila
KKTP :
menjelaskan makna nilai-nilai setiap sila Pancasila;
menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara;
Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai dalam Pancasila mengajarkan kita untuk beriman kepada Tuhan, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, serta berlaku adil.
firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
Materi Pembelajaran Pendidikan Pancasila:
1. Pengertian Pancasila
Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau prinsip. Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Setiap peraturan dan kebijakan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Contohnya:
Negara menjamin kebebasan masyarakat untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaannya.
Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.
Pemerintah dan masyarakat menjaga persatuan Indonesia.
Keputusan bersama dapat dilakukan melalui musyawarah.
Masyarakat berusaha menciptakan keadilan sosial.
3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
Sila ke-1: beribadah dan menghormati teman yang berbeda agama.
Sila ke-2: menolong teman dan menghargai sesama.
Sila ke-3: menjaga persatuan dan tidak membeda-bedakan teman.
Sila ke-4: menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Sila ke-5: bersikap adil dan berbagi dengan orang lain.
4. Makna Nilai-Nilai Pancasila
Sila
Makna Nilai
Contoh Perilaku
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Percaya dan bertakwa kepada Tuhan serta menghormati perbedaan agama
Beribadah dan menghormati teman yang berbeda agama
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Menghargai harkat dan martabat manusia
Menolong teman dan tidak melakukan perundungan
3. Persatuan Indonesia
Menjaga persatuan dan kesatuan
Gotong royong dan menghargai keberagaman
4. Kerakyatan... Permusyawaratan/Perwakilan
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
Berdiskusi dan menghargai pendapat
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Bersikap adil dan menghormati hak orang lain
Membagi tugas secara adil dan tidak pilih kasih
5. Hubungan Pancasila dengan Kehidupan Sehari-hari
Nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan. Kelima sila merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan melengkapi.
Contoh: Saat melakukan kerja bakti, murid dapat berdoa sebelum kegiatan (sila ke-1), membantu teman (sila ke-2), bekerja bersama (sila ke-3), menentukan pembagian tugas melalui musyawarah (sila ke-4), dan membagi tugas secara adil (sila ke-5).
6. Penguatan Nilai Keislaman
Nilai-nilai Pancasila dapat dikaitkan dengan ajaran Islam, seperti beriman kepada Allah, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil.
Salah satu landasannya adalah QS. Al-Hujurat ayat 13, yang mengajarkan manusia untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan.
2. IPAS
CP : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
TP : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
Materi Pokok : cara menjaga kesehatan organ tubuh dan gangguan kesehatan organ tubuh
Metode / Model : diskusi, demonstrasi / discovery learning
Media / Alat peraga : video, kartu kebiasaan sehat dan tidak sehat
“Ternyata, tubuh kita memiliki banyak organ yang bekerja sama setiap saat. Jantung, paru-paru, lambung, usus, ginjal, tulang, dan organ lainnya memiliki fungsi masing-masing. Organ-organ tersebut bekerja dalam sistem yang saling berhubungan agar tubuh kita dapat beraktivitas dengan baik.”
Tidak hanya mengetahui nama dan fungsinya, kita juga akan melihat bagaimana kebiasaan sehari-hari memengaruhi kesehatan organ tubuh kita. Setelah belajar, kalian akan merefleksikan kebiasaan yang sudah baik dan menentukan kebiasaan yang perlu diperbaiki agar tubuh tetap sehat.” “Tubuh manusia adalah salah satu bentuk kebesaran dan kasih sayang Allah Swt. Di dalam tubuh kita terdapat berbagai organ yang bekerja dengan sangat teratur. Jantung memompa darah, paru-paru membantu kita bernapas, lambung dan usus mencerna makanan, sedangkan ginjal membantu membuang zat sisa dari tubuh.”
seperti firman Allah Swt. dalam QS. At-Tin ayat 4:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Materi pembelajaran IPAS:
Menjaga Kesehatan Organ Sistem Peredaran Darah Manusia
A. Pengertian Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah adalah sistem dalam tubuh yang berfungsi mengedarkan darah, oksigen, zat makanan, dan zat-zat penting lainnya ke seluruh tubuh serta membawa zat sisa untuk dikeluarkan.
Sistem peredaran darah terdiri atas:
Jantung
Pembuluh darah
Darah
Ketiganya bekerja sama agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.
B. Organ Sistem Peredaran Darah
1. Jantung ❤️
Jantung merupakan organ yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.
Jantung memiliki empat ruang:
Serambi kanan
Bilik kanan
Serambi kiri
Bilik kiri
Jantung harus dijaga kesehatannya karena bekerja terus-menerus untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Cara menjaga kesehatan jantung:
Rajin berolahraga.
Mengonsumsi makanan bergizi.
Mengurangi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, gula, dan garam.
Tidak merokok.
Istirahat yang cukup.
Mengelola stres dengan baik.
2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah ke seluruh tubuh.
Ada tiga jenis pembuluh darah:
a. Arteri Membawa darah keluar dari jantung menuju organ tubuh.
b. Vena Membawa darah menuju jantung.
c. Kapiler Merupakan pembuluh darah yang sangat kecil dan menghubungkan arteri dengan vena. Di dalam kapiler terjadi pertukaran oksigen, zat makanan, dan zat sisa dengan sel-sel tubuh.
Cara menjaga kesehatan pembuluh darah:
Berolahraga secara teratur.
Mengonsumsi makanan sehat.
Memperbanyak sayur dan buah.
Minum air putih yang cukup.
Menghindari kebiasaan merokok.
Menjaga berat badan agar tetap sehat.
C. Darah
Darah berfungsi mengangkut berbagai zat yang diperlukan tubuh.
Darah terdiri atas:
Bagian Darah
Fungsi
Sel darah merah
Mengangkut oksigen
Sel darah putih
Membantu melawan penyakit
Keping darah
Membantu proses pembekuan darah
Plasma darah
Mengangkut zat makanan, hormon, dan zat sisa
D. Mengapa Kesehatan Sistem Peredaran Darah Harus Dijaga?
Sistem peredaran darah berhubungan dengan hampir seluruh bagian tubuh. Jika jantung dan pembuluh darah sehat, oksigen dan zat makanan dapat diedarkan dengan baik.
Sebaliknya, pola hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem peredaran darah.
Contoh kebiasaan yang kurang baik:
Jarang berolahraga.
Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam.
Terlalu banyak makanan dan minuman manis.
Kurang tidur.
Merokok.
Kurang minum air putih.
E. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah
🥗 1. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Pilih makanan yang mengandung:
Sayur dan buah.
Protein.
Karbohidrat secukupnya.
Lemak sehat.
Kurangi makanan yang terlalu banyak mengandung garam, gula, dan lemak jenuh.
🏃 2. Berolahraga Teratur
Olahraga seperti:
berjalan kaki,
bersepeda,
berenang,
senam,
bermain bola,
dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah.
💧 3. Minum Air yang Cukup
Air membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi dengan baik. Biasakan minum air putih dan jangan menunggu sampai sangat haus.
😴 4. Istirahat yang Cukup
Tidur dan istirahat membantu tubuh memulihkan energi sehingga organ tubuh dapat bekerja dengan baik.
🚭 5. Menghindari Rokok dan Asap Rokok
Zat berbahaya dalam rokok dapat mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah. Karena itu, kita harus menjauhi rokok dan asap rokok.
🧘 6. Mengelola Stres
Melakukan kegiatan positif seperti beribadah, bermain, membaca, berolahraga, dan berbicara dengan orang yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Perhatikan kebiasaan berikut:
Kebiasaan
Dampak
Rajin berolahraga
Membantu menjaga kebugaran jantung
Makan sayur dan buah
Menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh
Minum air putih
Membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh
Tidur cukup
Membantu pemulihan tubuh
Terlalu banyak makanan berlemak
Kurang baik jika menjadi kebiasaan
Jarang bergerak
Dapat membuat tubuh kurang bugar
Merokok
Membahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah
Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan materi : murid dapat memahami cara menjaga kesehatan tubuh
Refleksi :
Kendala : dari 11 murid yang masuk, semua murid sudah memahami cara menjaga kesehatan tubuh
5. Materi : PKN :nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
SBDP :karya seni membuat poster
6. Pertemuan Ke : 6
7. Apersepsi
Assalamualaikum my student, How are you today, hari ini kita akan belajar PKN dan SBDP
1. Pendidikan Pancasila:
CP : Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.
TP : Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
Mindful (Kesadaran Diri & Reflektif)
Penguraian TP: Murid mampu menyadari dan mengenali bahwa setiap tindakan/perilaku sehari-hari (seperti berdoa, menghormati teman, dan berlaku adil) memiliki keterkaitan langsung dengan nilai-nilai sila Pancasila serta ajaran kebaikan (seperti QS. Al-Hujurat: 13).
Indikator: Murid dapat merefleksikan diri serta menyebutkan alasan mengapa suatu sikap sesuai/tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
Meaningful (Bermakna & Relevan)
Penguraian TP: Murid mampu menguraikan dan mengkorelasikan fungsi Pancasila sebagai dasar negara (landasan aturan/hukum) dan pandangan hidup (pedoman bersikap) melalui analisis studi kasus/masalah nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat (Problem-Based Learning).
Indikator: Murid dapat menjelaskan makna sila ke-1 sampai ke-5 serta memberi solusi bermakna atas masalah yang terjadi di sekitarnya.
Joyful (Menyenang & Interaktif)
Penguraian TP: Murid dapat mengekspresikan pemahaman nilai-nilai Pancasila secara aktif dan menyenangkan melalui diskusi kelompok interaktif, penayangan media video menarik, serta pengerjaan LKPD berbasis aktivitas (seperti simulasi musyawarah atau permainan peran sederhana).
Indikator: Murid berpartisipasi aktif, ceria, dan percaya diri saat menyampaikan hasil diskusi kelompok.
ATP :
Murid dapat menjelaskan pengertian Pancasila serta posisinya sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara santun.
Materi Pokok : nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
Metode / Model : Tanya jawab, PBL
Media / Alat peraga : video, LKPD
Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai dalam Pancasila mengajarkan kita untuk beriman kepada Tuhan, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, serta berlaku adil.
firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
Materi Pembelajaran Pendidikan Pancasila:
1. Pengertian Pancasila
Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau prinsip. Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Setiap peraturan dan kebijakan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Contohnya:
Negara menjamin kebebasan masyarakat untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaannya.
Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.
Pemerintah dan masyarakat menjaga persatuan Indonesia.
Keputusan bersama dapat dilakukan melalui musyawarah.
Masyarakat berusaha menciptakan keadilan sosial.
3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
Sila ke-1: beribadah dan menghormati teman yang berbeda agama.
Sila ke-2: menolong teman dan menghargai sesama.
Sila ke-3: menjaga persatuan dan tidak membeda-bedakan teman.
Sila ke-4: menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Sila ke-5: bersikap adil dan berbagi dengan orang lain.
4. Makna Nilai-Nilai Pancasila
Sila
Makna Nilai
Contoh Perilaku
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Percaya dan bertakwa kepada Tuhan serta menghormati perbedaan agama
Beribadah dan menghormati teman yang berbeda agama
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Menghargai harkat dan martabat manusia
Menolong teman dan tidak melakukan perundungan
3. Persatuan Indonesia
Menjaga persatuan dan kesatuan
Gotong royong dan menghargai keberagaman
4. Kerakyatan... Permusyawaratan/Perwakilan
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
Berdiskusi dan menghargai pendapat
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Bersikap adil dan menghormati hak orang lain
Membagi tugas secara adil dan tidak pilih kasih
5. Hubungan Pancasila dengan Kehidupan Sehari-hari
Nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan. Kelima sila merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan melengkapi.
Contoh: Saat melakukan kerja bakti, murid dapat berdoa sebelum kegiatan (sila ke-1), membantu teman (sila ke-2), bekerja bersama (sila ke-3), menentukan pembagian tugas melalui musyawarah (sila ke-4), dan membagi tugas secara adil (sila ke-5).
6. Penguatan Nilai Keislaman
Nilai-nilai Pancasila dapat dikaitkan dengan ajaran Islam, seperti beriman kepada Allah, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil.
Salah satu landasannya adalah QS. Al-Hujurat ayat 13, yang mengajarkan manusia untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan.
Soal Evaluasi / Latihan Pembelajaran
Bagian I: Pilihan Ganda
1. Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Arti dari kata panca dan sila secara urut adalah ....
a. lima aturan
b. lima dasar atau prinsip
c. lima pedoman hidup
d. lima perbuatan baik
2. Pancasila kedudukannya sebagai dasar negara. Hal ini memiliki arti bahwa Pancasila digunakan sebagai ....
a. petunjuk bertingkah laku sehari-hari
b. pedoman dalam pembuatan aturan dan penyelenggaraan kehidupan bernegara
c. panduan untuk meraih cita-cita pribadi
d. aturan hukum khusus bagi pejabat negara
3. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 dijelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Nilai ajaran ini sangat sejalan dengan Pancasila sila ke-....
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
4. Ketika kelas 4 mengadakan pemilihan ketua kelas, seluruh murid berkumpul untuk berdiskusi dan memberikan pendapat hingga mencapai kesepakatan bersama. Kegiatan ini merupakan contoh penerapan Pancasila sila ke-....
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Persatuan Indonesia
c. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
d. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
5. Saat kegiatan kerja bakti di sekolah, Andi berdoa sebelum memulai kegiatan, Budi membantu membawa sampah, Dika membagi tugas secara adil, dan semua murid bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman. Hal ini membuktikan bahwa ....
a. Nilai-nilai Pancasila hanya berlaku saat kerja bakti
b. Kelima sila Pancasila merupakan satu kesatuan utuh yang saling berhubungan
c. Sila pertama lebih penting daripada sila-sila yang lain
d. Kegiatan kerja bakti hanya menerapkan sila ke-3 Pancasila
Bagian II: Isian Singkat
1. Nilai-nilai Pancasila yang dijadikan sebagai pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertindak pada kehidupan sehari-hari menunjukkan fungsi Pancasila sebagai ____________.
2. Menolong teman yang jatuh dari sepeda dan tidak melakukan bullying (perundungan) merupakan contoh penerapan nilai Pancasila sila ke-____.
3. Menjaga kesepakatan dan menghargai perbedaan agama saat teman sedang beribadah adalah pengamalan sila ke-____.
Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan materi : murid dapat memahami hubungan antara sila paNcasiLa
Refleksi :
Kendala : dari 11 murid yang masuk , 3 murid masih bingung dalam menghubungkan sila pancasila dan maknanya
Tindak lanjut : guru akan menjelaskan kembali di pertemuan berikutnya
Jumlah yang tidak paham ; 3
2. Seni Rupa
CP : Merefleksikan (Reflecting)
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
Joyful (menyenangkan): peserta didik melakukan refleksi melalui kegiatan yang menarik, seperti galeri karya, diskusi, permainan apresiasi, kartu refleksi, atau presentasi sederhana.
Mindful (berkesadaran): peserta didik menyadari setiap tahapan proses berkarya, mengenali usaha, kesulitan, kekuatan, dan hal yang perlu diperbaiki.
Meaningful (bermakna): peserta didik memahami bahwa proses berkarya memberikan pengalaman, pembelajaran, dan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
ATP
Peserta didik mengamati berbagai karya seni rupa dan mengidentifikasi unsur-unsur seni rupa yang terdapat di dalamnya.
Materi Pokok : karya seni membuat poster
Metode / Model : Tanya jawab, demonstrasi / discovery learning
Media / Alat peraga : kertas, krayon
1. Pengertian Refleksi dalam Seni Rupa
Refleksi dalam seni rupa adalah kegiatan melihat kembali, mengamati, dan menilai proses serta hasil karya yang telah dibuat. Melalui refleksi, peserta didik dapat mengetahui kelebihan, kekurangan, kesulitan, dan hal yang dapat diperbaiki pada karya berikutnya.
Refleksi tidak berarti mencari kesalahan, tetapi belajar dari pengalaman berkarya agar kemampuan seni semakin berkembang.
2. Hal yang Direfleksikan
Saat melakukan refleksi, peserta didik dapat memperhatikan beberapa hal berikut:
a. Ide atau gagasan
Apa ide yang digunakan?
Mengapa memilih ide tersebut?
Apakah ide sudah sesuai dengan tema?
b. Proses berkarya
Teknik apa yang digunakan?
Alat dan bahan apa yang digunakan?
Apakah proses pembuatannya mudah atau sulit?
Kesulitan apa yang ditemukan?
c. Unsur seni rupa Peserta didik dapat mengamati penggunaan:
Titik
Garis
Bentuk
Bidang
Warna
Tekstur
Ruang
d. Prinsip seni rupa Karya dapat direfleksikan berdasarkan:
Kesatuan
Keseimbangan
Proporsi
Irama
Penekanan
Harmoni
e. Hasil karya Peserta didik menilai:
Kesesuaian karya dengan tema.
Kerapian karya.
Komposisi objek.
Pemilihan warna.
Keunikan atau kreativitas.
Kesesuaian teknik dengan karya.
3. Kosakata Seni Rupa yang Digunakan
Kosakata
Makna
Komposisi
Cara menyusun unsur-unsur seni rupa dalam sebuah karya
Proporsi
Perbandingan ukuran antara bagian-bagian dalam karya
Keseimbangan
Keselarasan pembagian unsur dalam karya
Harmoni
Keselarasan antara unsur-unsur seni rupa
Kontras
Perbedaan yang tampak jelas, misalnya warna terang dan gelap
Tekstur
Karakter atau sifat permukaan suatu benda
Garis
Unsur seni rupa berupa goresan yang memiliki arah
Bentuk
Wujud suatu objek dalam karya seni
Warna
Unsur visual yang memberikan kesan tertentu pada karya
Teknik
Cara yang digunakan untuk membuat karya seni
Media
Alat atau bahan yang digunakan untuk berkarya
Kreativitas
Kemampuan menghasilkan gagasan atau karya yang unik dan menarik
4. Contoh Refleksi Karya
Karya: Poster menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya membuat poster dengan tema menjaga kebersihan lingkungan. Saya menggunakan teknik menggambar dan mewarnai. Saya memilih warna hijau dan biru agar poster memberikan kesan segar. Saya menggunakan garis dan bentuk sederhana agar gambar mudah dipahami. Menurut saya, komposisi gambar sudah cukup seimbang, tetapi tulisan pada poster masih kurang rapi. Pada karya berikutnya, saya akan memperbaiki kerapian tulisan dan membuat komposisi yang lebih menarik.”
5. Pertanyaan Panduan Refleksi
Setelah menyelesaikan karya, peserta didik dapat menjawab:
Apa tema dan ide karya yang saya buat?
Apa alat dan bahan yang saya gunakan?
Teknik apa yang saya gunakan?
Unsur seni rupa apa saja yang terdapat dalam karya saya?
Bagaimana komposisi karya saya?
Apakah warna yang saya pilih sudah sesuai?
Bagian mana dari karya saya yang paling saya sukai?
Kesulitan apa yang saya alami?
Apa kelebihan dan kekurangan karya saya?
Apa yang akan saya perbaiki pada karya berikutnya?
Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan materi : murid dapat memahami cara membuat poster
Refleksi :
Kendala : dari 11 murid yang masuk murid sudah memahami car membuat poster ajakan