Pages

Jumat, 04 September 2026

Jumat, 4 September 2026

 



 IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 4 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Bentuk-Bentuk Kekayaan Budaya Lampung & Tantangan Pelestariannya

  6. Pertemuan ke : 5

Capaian Pembelajaran
:
Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan mengapresiasi keragaman kekayaan budaya daerah Lampung serta menganalisis upaya dan tantangan dalam menjaga kelestariannya di era modern.

Tujuan Pembelajaran
:
Menjelaskan bentuk-bentuk kekayaan budaya Lampung serta tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • Mindful: Peserta didik secara sadar dan penuh perhatian merefleksikan keberadaan kekayaan budaya Lampung di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

  • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa menjaga tradisi dan kekayaan budaya Lampung penting untuk mempertahankan identitas diri dan daerah di tengah arus globalisasi.

  • Joyful: Peserta didik secara menyenangkan mengeksplorasi ragam budaya Lampung melalui media visual/permainan interaktif dan diskusi kelompok.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. Mengidentifikasi ragam bentuk kekayaan budaya Lampung (adat, kain tradisional, rumah adat, tarian, bahasa, dan seni pertunjukan).

  2. Menganalisis faktor-faktor yang menjadi tantangan dalam pelestarian budaya Lampung saat ini.

  3. Merumuskan solusi sederhana yang dapat dilakukan siswa untuk menjaga kelestarian budaya Lampung.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.


    • Apersepsi 

    •  Pernahkah kalian mengenakan kain Tapis atau menyaksikan tari Piring/Pesisir saat acara adat? Lampung tidak hanya kaya akan hasil alam seperti kopi dan lada, tetapi juga menyimpan harta karun budaya yang sangat bernilai. Namun, di era digital saat ini, apakah budaya tersebut masih sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita pelajari bersama!

    • MATERI:

      1. Bentuk-Bentuk Kekayaan Budaya Lampung:

      • Kain Tradisional: Tapis Lampung (kain tenun benang emas dengan motif khas) dan Sulam Karawo/Tapis Pesisir.

      • Rumah Adat: Nuwou Sesat (rumah panggung kayu tempat bermusyawarah).

      • Pakaian & Aksesori Adat: Siger (mahkota kehormatan wanita Lampung), Tapis, dan Kelebung.

      • Seni Tari & Musik: Tari Melinting, Tari Cangget, serta alat musik Kompang dan Gamolan Pekhing.

      • Aksara & Bahasa: Aksara Lampung (Kaganga) dan bahasa Lampung Dialek A (Api) & Dialek O (Nyow).

      2. Tantangan dalam Pelestarian Budaya Lampung:

      • Pergeseran Generasi: Generasi muda lebih familiar dengan budaya pop luar ketimbang tradisi lokal.

      • Kurangnya Penggunaan Bahasa Daerah: Bahasa Lampung semakin jarang digunakan dalam interaksi harian di rumah.

      • Digitalisasi & Modernisasi: Minimnya konten digital kreatif yang mengemas budaya Lampung agar menarik bagi remaja.

      • Keterbatasan Pengrajin Tradisional: Berkurangnya pembuat kain Tapis asli atau pembuat alat musik tradisional.

    SOAL

    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

    1. Sebutkan 3 contoh bentuk kekayaan budaya Lampung (baik berupa benda maupun non-benda) yang ada di sekitar tempat tinggalmu!

    2. Mengapa kain Tapis dan Siger menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lampung? Jelaskan!

    3. Sebutkan 2 tantangan utama yang menyebabkan budaya daerah seperti bahasa atau tarian Lampung makin berkurang peminatnya di kalangan remaja!

    4. Sebagai seorang pelajar, tindakan nyata apa yang dapat kamu lakukan sehari-hari untuk membantu melestarikan budaya Lampung?

    Kamis, 03 September 2026

    Kamis, 3 September 2026 Matematika

     

    IDENTITAS

    • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

    • Mapel: Matematika

    • Hari/Tanggal: Kamis 3 September 2026

    • Fase/Kelas: C / Kelas 6

    • Materi:  Rasio

    • Pertemuan ke: 13                                       

    CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

    bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan

    Tujuan Pembelajaran (TP): Peserta didik dapat bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan.

    1. Mindful (Kesadaran & Kebermaknaan Proses) Fokus: Mendorong murid untuk tenang, fokus, menyadari konsep rasio, serta bernalar secara kritis sebelum mengambil keputusan.

    • TP Mindful: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antar kuantitas dalam rasio satuan secara kritis untuk memahami makna kesetaraan nilai sebelum menyelesaikan masalah.

    2. Meaningful (Kebermanfaatan & Koneksi Nyata) Fokus: Menghubungkan konsep rasio satuan dengan kehidupan sehari-hari yang relevan dan berguna bagi murid.

    • TP Meaningful: Peserta didik dapat menerapkan penalaran rasio satuan untuk membandingkan harga/ukuran (seperti memilih paket hemat atau resep makanan) dalam situasi kehidupan sehari-hari secara tepat.

    3. Joyful (Pengalaman Mengasyikkan & Interaktif) Fokus: Menyajikan pembelajaran yang menyenangkan, berbasis aktivitas interaktif, permainan, atau kolaborasi.

    • TP Joyful: Peserta didik dapat mendesain atau mensimulasikan skenario transaksi/tantangan belanja bijak menggunakan penalaran rasio satuan melalui kegiatan bermain peran (role-play) atau tantangan kelompok yang menyenangkan.

    ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

    Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio satuan serta menjelaskan strategi penyelesaiannya


    MATERI

    nak-anak dengan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Mu’minun ayat 18:

    وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ

    Artinya: “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al-Mu’minun: 18)

    Kaitan dengan pembelajaran:
    Ayat tersebut mengajarkan bahwa Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Dalam matematika, kita juga belajar menggunakan ukuran secara tepat, termasuk jarak dan waktu. Dengan membandingkan jarak yang ditempuh dengan waktu yang digunakan, kita dapat menentukan kecepatan.

    “Jika Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, bagaimana kita sebagai manusia dapat menggunakan pengukuran dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari?”

    “Hari ini kita akan belajar bagaimana membandingkan jarak dan waktu untuk menentukan kecepatan. Dengan memahami perbandingan jarak dan waktu, kita dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.”

    Materi Ajar: Perbandingan Jarak dan Waktu



    A. Pengertian Perbandingan Jarak dan Waktu

    Perbandingan jarak dan waktu digunakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu benda dapat bergerak dalam waktu tertentu.

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai perbandingan jarak dan waktu, misalnya:

    • Sepeda menempuh jarak 12 km dalam 2 jam.
    • Mobil menempuh jarak 120 km dalam 3 jam.
    • Seseorang berjalan sejauh 4 km dalam 1 jam.

    Perbandingan antara jarak dan waktu dapat digunakan untuk menentukan kecepatan.

    B. Rumus Kecepatan

    Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

    Ditulis:

    K = J ÷ W

    Keterangan:

    • K = kecepatan
    • J = jarak
    • W = waktu

    Satuan kecepatan yang sering digunakan adalah:

    • kilometer per jam (km/jam)
    • meter per detik (m/detik)

    C. Contoh 1: Menentukan Kecepatan

    Ayah mengendarai mobil sejauh 120 km dalam waktu 3 jam. Berapa kecepatan rata-rata mobil Ayah?

    Diketahui:

    • Jarak = 120 km
    • Waktu = 3 jam

    Ditanyakan: Kecepatan?

    Penyelesaian:

    Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

    = 120 ÷ 3

    = 40 km/jam

    Jadi, kecepatan rata-rata mobil Ayah adalah 40 km/jam.


    D. Menentukan Jarak

    Jika kecepatan dan waktu diketahui, kita dapat menentukan jarak.

    Rumus:

    Jarak = Kecepatan × Waktu

    atau

    J = K × W

    Contoh 2

    Sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan 50 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Jarak = Kecepatan × Waktu

    = 50 × 2

    = 100 km

    Jadi, jarak yang ditempuh adalah 100 km.


    E. Menentukan Waktu

    Jika jarak dan kecepatan diketahui, kita dapat menentukan waktu.

    Rumus:

    Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

    atau

    W = J ÷ K

    Contoh 3

    Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dengan kecepatan 60 km/jam. Berapa waktu yang diperlukan?

    Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

    = 180 ÷ 60

    = 3 jam

    Jadi, waktu yang diperlukan adalah 3 jam.


    F. Perbandingan Jarak dan Waktu sebagai Rasio Satuan

    Perbandingan jarak dan waktu dapat dinyatakan sebagai rasio satuan.

    Misalnya:

    Sebuah bus menempuh jarak 150 km dalam 3 jam.

    Rasio jarak : waktu = 150 : 3

    Sederhanakan:

    150 : 3 = 50 : 1

    Artinya, bus tersebut rata-rata menempuh 50 km dalam setiap 1 jam.

    Jadi, 50 km/jam merupakan rasio satuan jarak terhadap waktu atau kecepatannya.


    G. Membandingkan Kecepatan

    Kita juga dapat menggunakan rasio satuan untuk membandingkan perjalanan.

    Contoh 4

    Mobil A menempuh 120 km dalam 2 jam.

    Mobil B menempuh 180 km dalam 3 jam.

    Mobil A:

    120 ÷ 2 = 60 km/jam

    Mobil B:

    180 ÷ 3 = 60 km/jam

    Jadi, kecepatan mobil A dan mobil B sama, yaitu 60 km/jam.


    H. Mengubah Satuan Waktu

    Sebelum menghitung, pastikan satuan jarak dan waktu sesuai.

    Beberapa hubungan satuan waktu:

    • 1 jam = 60 menit
    • 1 menit = 60 detik
    • 1 jam = 3.600 detik

    Contoh 5

    Sebuah sepeda menempuh jarak 30 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatannya dalam km/jam?

    30 menit = ½ jam

    Kecepatan = 30 ÷ ½

    = 60 km/jam

    Jadi, kecepatan sepeda adalah 60 km/jam.


    I. Contoh Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari

    Masalah 1

    Rina bersepeda sejauh 24 km dalam waktu 2 jam. Berapa kecepatan rata-rata Rina?

    Jawab:

    24 ÷ 2 = 12 km/jam

    Masalah 2

    Sebuah bus melaju dengan kecepatan 70 km/jam selama 4 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Jawab:

    70 × 4 = 280 km

    Masalah 3

    Jarak antara Kota A dan Kota B adalah 240 km. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Berapa lama perjalanan tersebut?

    Jawab:

    240 ÷ 80 = 3 jam


    J. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal

    Saat menyelesaikan masalah perbandingan jarak dan waktu, lakukan langkah berikut:

    1. Baca soal dengan teliti.
    Tentukan informasi yang diketahui.

    2. Tentukan yang ditanyakan.
    Apakah yang dicari jarak, waktu, atau kecepatan?

    3. Periksa satuannya.
    Pastikan satuan waktu dan jarak sesuai.

    4. Pilih rumus yang tepat.

    • K = J ÷ W
    • J = K × W
    • W = J ÷ K

    5. Hitung dengan teliti.

    6. Tuliskan kesimpulan.


    K. Latihan Soal

    Tingkat Mudah

    1. Sebuah sepeda menempuh jarak 20 km dalam 2 jam. Berapa kecepatannya?
    2. Mobil menempuh jarak 150 km dalam 3 jam. Berapa kecepatan mobil?
    3. Sebuah bus bergerak dengan kecepatan 60 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Tingkat Sedang

    1. Ayah berkendara sejauh 180 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Berapa lama waktu perjalanan Ayah?
    2. Siti bersepeda sejauh 15 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatan Siti dalam km/jam?
    3. Kendaraan A menempuh 100 km dalam 2 jam, sedangkan kendaraan B menempuh 150 km dalam 3 jam. Kendaraan mana yang lebih cepat? Jelaskan.

    Tingkat HOTS

    1. Andi menempuh perjalanan sejauh 24 km dalam 2 jam. Budi menempuh 36 km dalam 3 jam. Apakah Andi lebih cepat daripada Budi? Jelaskan menggunakan rasio satuan.
    2. Dua kendaraan melakukan perjalanan yang sama sejauh 180 km. Mobil A membutuhkan waktu 3 jam, sedangkan mobil B membutuhkan waktu 2 jam. Berapa perbandingan kecepatan kedua mobil tersebut?
    3. Sebuah bus biasanya menempuh 240 km dalam 4 jam. Jika bus tersebut mempertahankan kecepatan yang sama, berapa jarak yang dapat ditempuh dalam 6 jam?
    4. Raka mengatakan bahwa kendaraan yang menempuh jarak lebih jauh pasti lebih cepat. Apakah pernyataan Raka selalu benar? Jelaskan dengan contoh.



    Kamis, 3 September 2026

     

    IDENTITAS

    • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

    • Mapel: Pendidikan Pancasila

    • Hari/Tanggal: Kamis 2 September 2026

    • Fase/Kelas: C / Kelas 6

    • Materi: Bentuk-Bentuk Norma, Hak, dan Kewajiban Warga Negara

    • Pertemuan ke: 7                                          

    CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

    Peserta didik mampu memahami dan mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.

    TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

    1. Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban di lingkungan rumah dan sekolah.

    2. Peserta didik dapat mengimplementasikan (menerapkan) perilaku yang sesuai dengan norma serta seimbang dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga sekolah dan warga negara.

    TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

    • Mindful (Sadar Diri): Peserta didik secara sadar merenungkan dan mengenali setiap tindakan sehari-hari yang termasuk pelaksanaan norma, hak, maupun kewajiban tanpa perlu dipaksa.

    • Meaningful (Bermakna): Peserta didik memahami bahwa dengan mematuhi norma dan menjalankan kewajiban, kehidupan bersama di rumah dan sekolah menjadi tertib, aman, dan harmonis.

    • Joyful (Menyenangkan): Peserta didik belajar melalui pengamatan cerita bergambar/video menarik serta diskusi interaktif kelompok yang membangkitkan kebersamaan.

    ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

    1. Pengenalan Konsep: Mengamati gambar/video interaksi sosial untuk membedakan antara norma, hak, dan kewajiban.

    2. Pemahaman & Identifikasi: Membaca teks materi singkat dan mengelompokkan contoh-contoh tindakan ke dalam norma, hak, atau kewajiban.


    MATERI 

    1. Pengertian Norma

    Norma adalah kaidah, aturan, atau petunjuk perilaku yang dibuat oleh manusia untuk mengatur kehidupan bermasyarakat agar tercipta ketertiban, keamanan, dan keadilan.

    Bentuk-Bentuk Norma:

    1. Norma Agama: Aturan yang bersumber dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa.

      • Contoh: Beribadah sesuai keyakinan, tidak mencuri.

      • Sanksi: Dosa dan pembalasan di akhirat.

    2. Norma Kesusilaan: Aturan yang bersumber dari hati nurani manusia.

      • Contoh: Jujur dalam bertindak, tidak bohong.

      • Sanksi: Rasa bersalah dan penyesalan mendalam.

    3. Norma Kesopanan: Aturan yang bersumber dari pergaulan dan tata krama dalam masyarakat.

      • Contoh: Berbicara santun kepada yang lebih tua, memberi salam saat bertamu.

      • Sanksi: Dicemooh atau dikucilkan masyarakat.

    4. Norma Hukum: Aturan tertulis yang dibuat oleh lembaga resmi negara dan bersifat memaksa.

      • Contoh: Mematuhi rambu lalu lintas, membayar pajak.

      • Sanksi: Tuntutan hukum, denda, atau penjara.

    2. Hak Warga Negara

    Hak adalah segala sesuatu yang harus diterima atau diperoleh seseorang setelah ia memenuhi kewajibannya.

    Contoh Hak Warga Negara menurut UUD NRI Tahun 1945:

    • Hak mendapat pendidikan: Pasal 31 ayat (1).

    • Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak: Pasal 27 ayat (2).

    • Hak memeluk agama dan beribadah: Pasal 29 ayat (2).

    • Hak mengeluarkan pendapat: Pasal 28E ayat (3).

    3. Kewajiban Warga Negara

    Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilakukan atau dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

    Contoh Kewajiban Warga Negara:

    • Menaati hukum dan pemerintahan: Pasal 27 ayat (1).

    • Ikut serta dalam upaya bela negara: Pasal 27 ayat (3).

    • Menghormati Hak Asasi Manusia orang lain: Pasal 28 ayat (1).

    • Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara: Pasal 30 ayat (1).




    LATIHAN SOAL

    1. [Middle - Pemahaman Norma Kesusilaan dan Kesopanan]
    Jelaskan perbedaan utama antara norma kesusilaan dan norma kesopanan berdasarkan:
    a. Sumber / asal-usulnya
    b. Sanksi bagi yang melanggarnya
    c. Contoh perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari

    Jawab:
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................

    2. [Middle - Tingkatan Norma]
    Sebutkan dan jelaskan 4 tingkatan norma sosial dalam masyarakat berdasarkan daya ikatnya (dari yang terlemah hingga yang terkuat)! Berikan masing-masing 1 contoh konkritnya!

    Jawab:
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................

    3. [HOTS - Analisis Kasus & Konflik Norma]
    Di era digital saat ini, marak terjadi kasus cyberbullying (perundungan siber) di media sosial. Sering kali pelaku merasa aman karena tidak bertatap muka secara langsung dengan korban.
    a. Analisis mengapa fenomena cyberbullying dapat terjadi dari sudut pandang pudar/melemahnya pelaksanaan norma di masyarakat!
    b. Norma apa saja yang dilanggar, dan bagaimana sanksi norma hukum (seperti UU ITE) serta norma moral bekerja sama untuk mengatasi masalah ini?

    Jawab:
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................

    4. [HOTS - Analisis Efektivitas Sanksi]
    Banyak orang yang mematuhi rambu-rambu lalu lintas hanya saat ada petugas kepolisian yang berjaga di persimpangan jalan. Namun saat malam hari atau ketika tidak ada petugas, pelanggaran lalu lintas sering terjadi.
    a. Mengapa kepatuhan masyarakat tersebut belum mencerminkan tingkatan kesadaran hukum yang ideal?
    b. Bagaimana cara mengubah kepatuhan yang bersifat 'karena takut sanksi' menjadi kepatuhan yang berbasis pada kesadaran internal?

    Jawab:
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................

    5. [HOTS - Evaluasi Harmonisasi Hukum dan Adat]
    Di beberapa daerah di Indonesia, aturan adat (custom) memiliki pengaruh yang sangat kuat dan terkadang bersinggungan dengan norma hukum nasional.
    a. Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai warga negara dalam menyikapi potensi benturan antara norma adat dan norma hukum nasional?
    b. Mengapa norma hukum nasional tetap harus diutamakan tanpa menghapuskan nilai-nilai kearifan lokal dalam norma adat?

    Jawab:
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................
    ..................................................................................................................................................................................................


    Selasa, 01 September 2026

    Rabu, 2 September 2026 PKN

    :

    IDENTITAS

    • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

    • Mapel: Pendidikan Pancasila

    • Hari/Tanggal: Rabu 2 September 2026

    • Fase/Kelas: C / Kelas 6

    • Materi: Bentuk-Bentuk Norma, Hak, dan Kewajiban Warga Negara

    • Pertemuan ke: 7                                          

    CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

    Peserta didik mampu memahami dan mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.

    TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

    1. Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban di lingkungan rumah dan sekolah.

    2. Peserta didik dapat mengimplementasikan (menerapkan) perilaku yang sesuai dengan norma serta seimbang dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga sekolah dan warga negara.

    TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

    • Mindful (Sadar Diri): Peserta didik secara sadar merenungkan dan mengenali setiap tindakan sehari-hari yang termasuk pelaksanaan norma, hak, maupun kewajiban tanpa perlu dipaksa.

    • Meaningful (Bermakna): Peserta didik memahami bahwa dengan mematuhi norma dan menjalankan kewajiban, kehidupan bersama di rumah dan sekolah menjadi tertib, aman, dan harmonis.

    • Joyful (Menyenangkan): Peserta didik belajar melalui pengamatan cerita bergambar/video menarik serta diskusi interaktif kelompok yang membangkitkan kebersamaan.

    ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

    1. Pengenalan Konsep: Mengamati gambar/video interaksi sosial untuk membedakan antara norma, hak, dan kewajiban.

    2. Pemahaman & Identifikasi: Membaca teks materi singkat dan mengelompokkan contoh-contoh tindakan ke dalam norma, hak, atau kewajiban.


    MATERI 

    1. Pengertian Norma

    Norma adalah kaidah, aturan, atau petunjuk perilaku yang dibuat oleh manusia untuk mengatur kehidupan bermasyarakat agar tercipta ketertiban, keamanan, dan keadilan.

    Bentuk-Bentuk Norma:

    1. Norma Agama: Aturan yang bersumber dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa.

      • Contoh: Beribadah sesuai keyakinan, tidak mencuri.

      • Sanksi: Dosa dan pembalasan di akhirat.

    2. Norma Kesusilaan: Aturan yang bersumber dari hati nurani manusia.

      • Contoh: Jujur dalam bertindak, tidak bohong.

      • Sanksi: Rasa bersalah dan penyesalan mendalam.

    3. Norma Kesopanan: Aturan yang bersumber dari pergaulan dan tata krama dalam masyarakat.

      • Contoh: Berbicara santun kepada yang lebih tua, memberi salam saat bertamu.

      • Sanksi: Dicemooh atau dikucilkan masyarakat.

    4. Norma Hukum: Aturan tertulis yang dibuat oleh lembaga resmi negara dan bersifat memaksa.

      • Contoh: Mematuhi rambu lalu lintas, membayar pajak.

      • Sanksi: Tuntutan hukum, denda, atau penjara.

    2. Hak Warga Negara

    Hak adalah segala sesuatu yang harus diterima atau diperoleh seseorang setelah ia memenuhi kewajibannya.

    Contoh Hak Warga Negara menurut UUD NRI Tahun 1945:

    • Hak mendapat pendidikan: Pasal 31 ayat (1).

    • Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak: Pasal 27 ayat (2).

    • Hak memeluk agama dan beribadah: Pasal 29 ayat (2).

    • Hak mengeluarkan pendapat: Pasal 28E ayat (3).

    3. Kewajiban Warga Negara

    Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilakukan atau dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

    Contoh Kewajiban Warga Negara:

    • Menaati hukum dan pemerintahan: Pasal 27 ayat (1).

    • Ikut serta dalam upaya bela negara: Pasal 27 ayat (3).

    • Menghormati Hak Asasi Manusia orang lain: Pasal 28 ayat (1).

    • Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara: Pasal 30 ayat (1).



    Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!

    1. Kaidah, aturan, atau petunjuk hidup yang dibuat manusia untuk mengatur tingkah laku dalam masyarakat agar tercipta ketertiban dan keadilan disebut...
      A. Hak

      B. Kewajiban

      C. Norma

      D. Adat Istiadat

    2. Seseorang yang senantiasa berkata jujur dan bertindak sesuai dengan bisikan hati nuraninya telah menerapkan norma... A. Kesusilaan

      B. Kesopanan

      C. Hukum

      D. Agama

    3. Apabila seseorang melanggar norma kesopanan di lingkungan masyarakat, maka sanksi sosial yang akan diterimanya adalah... A. Mendapatkan hukuman penjara

      B. Mendapat dosa dari Tuhan

      C. Dicemooh atau dikucilkan oleh masyarakat

      D. Membayar denda kepada negara

    4. Norma yang bersifat tegas, memaksa, dan dibuat oleh lembaga resmi negara yang berwenang adalah norma... A. Agama

      B. Hukum

      C. Kesopanan

      D. Kesusilaan

    5. Setiap warga negara Indonesia berhak untuk memeluk agama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Hal ini dijamin dalam UUD NRI Tahun 1945 Pasal... A. 27 ayat (1)

      B. 28 ayat (2)

      C. 29 ayat (2)

      D. 31 ayat (1)

    6. Segala sesuatu yang wajib dilaksanakan oleh setiap warga negara dengan penuh rasa tanggung jawab disebut... A. Hak

      B. Kewajiban

      C. Aturan

      D. Norma

    7. Perhatikan beberapa tindakan berikut:

      1. Membayar pajak tepat waktu.

      2. Mendapatkan pengajaran di sekolah.

      3. Menjaga kebersihan fasilitas umum.

      4. Mengeluarkan pendapat dalam musyawarah.

      Tindakan yang termasuk bentuk KEWAJIBAN warga negara ditunjukkan oleh nomor... A. 1 dan 2

      B. 1 dan 3

      C. 2 dan 4

      D. 3 dan 4

    8. Di bawah ini yang merupakan contoh penerapan HAK peserta didik di lingkungan sekolah adalah... A. Mendapat fasilitas belajar yang memadai dan bimbingan dari guru

      B. Melaksanakan piket membersihkan kelas sesuai jadwal

      C. Mengikuti upacara bendera hari Senin dengan tertib

      D. Mematuhi peraturan tata tertib sekolah

    9. Hubungan yang tepat antara pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari adalah... A. Hak harus dituntut terlebih dahulu sebelum melaksanakan kewajiban

      B. Kewajiban harus dilaksanakan terlebih dahulu secara seimbang sebelum menerima hak

      C. Menuntut hak tanpa perlu peduli dengan pelaksanaan kewajiban

      D. Hanya melaksanakan kewajiban tanpa pernah mengambil hak

    10. Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya bela negara sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (3) UUD NRI 1945. Bentuk keterlibatan seorang siswa sekolah dasar dalam membela negara adalah... A. Mengangkat senjata melawan negara lain

      B. Belajar dengan tekun dan mematuhi tata tertib sekolah

      C. Bekerja keras mencari uang untuk keluarga

      D. Mengikuti latihan militer setiap hari

    Berikut adalah kunci jawaban beserta pembahasan, rangkuman materi, dan refleksi pembelajaran.

    KUNCI JAWABAN & PEMBAHASAN

    1. Jawaban: C. Norma

      • Pembahasan: Norma merupakan aturan atau kaidah yang dijadikan pedoman tingkah laku manusia dalam bermasyarakat agar kehidupan menjadi tertib, tenteram, dan adil.

    2. Jawaban: A. Kesusilaan

      • Pembahasan: Norma kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia. Berkata jujur dan bertindak sesuai bisikan hati adalah bentuk penerapan norma kesusilaan.

    3. Jawaban: C. Dicemooh atau dikucilkan oleh masyarakat

      • Pembahasan: Sanksi pelanggaran norma kesopanan bersifat tidak tegas namun terasa secara sosial, seperti ditegur, dicemooh, atau dikucilkan oleh lingkungan sekitar.

    4. Jawaban: B. Hukum

      • Pembahasan: Norma hukum dibuat oleh lembaga resmi negara (seperti DPR dan Pemerintah) serta memiliki sifat tegas, mengikat, dan memaksa dengan sanksi yang pasti.

    5. Jawaban: C. 29 ayat (2)

      • Pembahasan: Pasal 29 ayat (2) UUD NRI 1945 menegaskan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

    6. Jawaban: B. Kewajiban

      • Pembahasan: Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus/wajib dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab sebelum atau seiring dengan menerima hak.

    7. Jawaban: B. 1 dan 3

      • Pembahasan: Membayar pajak (1) dan menjaga kebersihan fasilitas umum (3) adalah bentuk kewajiban. Sedangkan mendapatkan pengajaran (2) dan mengeluarkan pendapat (4) adalah bentuk hak.

    8. Jawaban: A. Mendapat fasilitas belajar yang memadai dan bimbingan dari guru

      • Pembahasan: Mendapatkan fasilitas dan bimbingan guru merupakan hak siswa (hal yang seharusnya diterima). Pilihan B, C, dan D merupakan bentuk kewajiban siswa.

    9. Jawaban: B. Kewajiban harus dilaksanakan terlebih dahulu secara seimbang sebelum menerima hak

      • Pembahasan: Hak dan kewajiban harus berjalan seimbang. Seseorang harus menunaikan kewajibannya terlebih dahulu dengan penuh tanggung jawab agar bisa menuntut atau memperoleh haknya.

    10. Jawaban: B. Belajar dengan tekun dan mematuhi tata tertib sekolah

      • Pembahasan: Bagi peserta didik, wujud nyata bela negara tidak selalu menggunakan senjata, melainkan dengan belajar giat, berprestasi, menjaga nama baik sekolah, dan mematuhi aturan yang berlaku.

    RANGKUMAN MATERI

    • Pengertian Norma: Kaidah atau aturan hidup yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat demi terciptanya ketertiban dan keadilan.

    • Jenis-Jenis Norma:

      • Kesusilaan: Bersumber dari hati nurani (contoh: jujur). Sanksi: rasa penyesalan/bersalah.

      • Kesopanan: Bersumber dari pergaulan masyarakat (contoh: menghormati orang tua). Sanksi: dicemooh/dikucilkan.

      • Agama: Bersumber dari wahyu Tuhan (contoh: beribadah). Sanksi: dosa/siksa di akhirat.

      • Hukum: Dibuat oleh badan resmi negara (contoh: tertib lalu lintas). Sanksi: tegas, mengikat, berupa denda/penjara.

    REFLEKSI PEMBELAJARAN

    Sebagian besar murid sudah memahami pelajaran norma, untuk pertemuan selanjutnya guru akan membahas mendalam dan memancing anak untuk berfikir kritis

    Selasa, 1 September 2026 Matematika

     Nama guru        : Puji Rahmawati NIngsih, S.Pd.

    Mapel                : Matematika

    Hari/Tanggal    : Selasa, 01 September 2026

    Fase / Kelas      : C / 6A

    Materi               : Rasio

    Pertemuan Ke   : 13


    Tabik Pun 🙏 

    Good morning my lovely students. How are you?

    Hopely you are healthy and happiness. 😍
    Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


    Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
    Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
    Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


    CP                                : bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan
    TP                                : Peserta didik dapat Bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan
    Metode / Model          :  Demonstrasi 
    Media / Alat peraga   : Video
    ATP                             : Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio satuan serta menjelaskan strategi penyelesaiannya
    Peserta didik dapat mengevaluasi dan merefleksikan penggunaan rasio satuan dalam mengambil keputusan sehari-hari.
    1. Siapa yang datang ke sekolah dengan berjalan kaki?
    2. Siapa yang menggunakan sepeda atau kendaraan?
    3. Apakah jarak rumah setiap murid ke sekolah sama?
    4. Jika jaraknya berbeda, apakah waktu yang diperlukan untuk sampai ke sekolah juga selalu sama?
    5. Bagaimana cara mengetahui kendaraan atau seseorang yang bergerak lebih cepat?

    anak-anak dengan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Mu’minun ayat 18:

    وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ

    Artinya: “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al-Mu’minun: 18)

    Kaitan dengan pembelajaran:
    Ayat tersebut mengajarkan bahwa Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Dalam matematika, kita juga belajar menggunakan ukuran secara tepat, termasuk jarak dan waktu. Dengan membandingkan jarak yang ditempuh dengan waktu yang digunakan, kita dapat menentukan kecepatan.

    “Jika Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, bagaimana kita sebagai manusia dapat menggunakan pengukuran dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari?”

    “Hari ini kita akan belajar bagaimana membandingkan jarak dan waktu untuk menentukan kecepatan. Dengan memahami perbandingan jarak dan waktu, kita dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.”

    Materi Ajar: Perbandingan Jarak dan Waktu



    A. Pengertian Perbandingan Jarak dan Waktu

    Perbandingan jarak dan waktu digunakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu benda dapat bergerak dalam waktu tertentu.

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai perbandingan jarak dan waktu, misalnya:

    • Sepeda menempuh jarak 12 km dalam 2 jam.
    • Mobil menempuh jarak 120 km dalam 3 jam.
    • Seseorang berjalan sejauh 4 km dalam 1 jam.

    Perbandingan antara jarak dan waktu dapat digunakan untuk menentukan kecepatan.

    B. Rumus Kecepatan

    Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

    Ditulis:

    K = J ÷ W

    Keterangan:

    • K = kecepatan
    • J = jarak
    • W = waktu

    Satuan kecepatan yang sering digunakan adalah:

    • kilometer per jam (km/jam)
    • meter per detik (m/detik)

    C. Contoh 1: Menentukan Kecepatan

    Ayah mengendarai mobil sejauh 120 km dalam waktu 3 jam. Berapa kecepatan rata-rata mobil Ayah?

    Diketahui:

    • Jarak = 120 km
    • Waktu = 3 jam

    Ditanyakan: Kecepatan?

    Penyelesaian:

    Kecepatan = Jarak ÷ Waktu

    = 120 ÷ 3

    = 40 km/jam

    Jadi, kecepatan rata-rata mobil Ayah adalah 40 km/jam.


    D. Menentukan Jarak

    Jika kecepatan dan waktu diketahui, kita dapat menentukan jarak.

    Rumus:

    Jarak = Kecepatan × Waktu

    atau

    J = K × W

    Contoh 2

    Sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan 50 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Jarak = Kecepatan × Waktu

    = 50 × 2

    = 100 km

    Jadi, jarak yang ditempuh adalah 100 km.


    E. Menentukan Waktu

    Jika jarak dan kecepatan diketahui, kita dapat menentukan waktu.

    Rumus:

    Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

    atau

    W = J ÷ K

    Contoh 3

    Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dengan kecepatan 60 km/jam. Berapa waktu yang diperlukan?

    Waktu = Jarak ÷ Kecepatan

    = 180 ÷ 60

    = 3 jam

    Jadi, waktu yang diperlukan adalah 3 jam.


    F. Perbandingan Jarak dan Waktu sebagai Rasio Satuan

    Perbandingan jarak dan waktu dapat dinyatakan sebagai rasio satuan.

    Misalnya:

    Sebuah bus menempuh jarak 150 km dalam 3 jam.

    Rasio jarak : waktu = 150 : 3

    Sederhanakan:

    150 : 3 = 50 : 1

    Artinya, bus tersebut rata-rata menempuh 50 km dalam setiap 1 jam.

    Jadi, 50 km/jam merupakan rasio satuan jarak terhadap waktu atau kecepatannya.


    G. Membandingkan Kecepatan

    Kita juga dapat menggunakan rasio satuan untuk membandingkan perjalanan.

    Contoh 4

    Mobil A menempuh 120 km dalam 2 jam.

    Mobil B menempuh 180 km dalam 3 jam.

    Mobil A:

    120 ÷ 2 = 60 km/jam

    Mobil B:

    180 ÷ 3 = 60 km/jam

    Jadi, kecepatan mobil A dan mobil B sama, yaitu 60 km/jam.


    H. Mengubah Satuan Waktu

    Sebelum menghitung, pastikan satuan jarak dan waktu sesuai.

    Beberapa hubungan satuan waktu:

    • 1 jam = 60 menit
    • 1 menit = 60 detik
    • 1 jam = 3.600 detik

    Contoh 5

    Sebuah sepeda menempuh jarak 30 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatannya dalam km/jam?

    30 menit = ½ jam

    Kecepatan = 30 ÷ ½

    = 60 km/jam

    Jadi, kecepatan sepeda adalah 60 km/jam.


    I. Contoh Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari

    Masalah 1

    Rina bersepeda sejauh 24 km dalam waktu 2 jam. Berapa kecepatan rata-rata Rina?

    Jawab:

    24 ÷ 2 = 12 km/jam

    Masalah 2

    Sebuah bus melaju dengan kecepatan 70 km/jam selama 4 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Jawab:

    70 × 4 = 280 km

    Masalah 3

    Jarak antara Kota A dan Kota B adalah 240 km. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Berapa lama perjalanan tersebut?

    Jawab:

    240 ÷ 80 = 3 jam


    J. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal

    Saat menyelesaikan masalah perbandingan jarak dan waktu, lakukan langkah berikut:

    1. Baca soal dengan teliti.
    Tentukan informasi yang diketahui.

    2. Tentukan yang ditanyakan.
    Apakah yang dicari jarak, waktu, atau kecepatan?

    3. Periksa satuannya.
    Pastikan satuan waktu dan jarak sesuai.

    4. Pilih rumus yang tepat.

    • K = J ÷ W
    • J = K × W
    • W = J ÷ K

    5. Hitung dengan teliti.

    6. Tuliskan kesimpulan.


    K. Latihan Soal

    Tingkat Mudah

    1. Sebuah sepeda menempuh jarak 20 km dalam 2 jam. Berapa kecepatannya?
    2. Mobil menempuh jarak 150 km dalam 3 jam. Berapa kecepatan mobil?
    3. Sebuah bus bergerak dengan kecepatan 60 km/jam selama 2 jam. Berapa jarak yang ditempuh?

    Tingkat Sedang

    1. Ayah berkendara sejauh 180 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Berapa lama waktu perjalanan Ayah?
    2. Siti bersepeda sejauh 15 km dalam waktu 30 menit. Berapa kecepatan Siti dalam km/jam?
    3. Kendaraan A menempuh 100 km dalam 2 jam, sedangkan kendaraan B menempuh 150 km dalam 3 jam. Kendaraan mana yang lebih cepat? Jelaskan.

    Tingkat HOTS

    1. Andi menempuh perjalanan sejauh 24 km dalam 2 jam. Budi menempuh 36 km dalam 3 jam. Apakah Andi lebih cepat daripada Budi? Jelaskan menggunakan rasio satuan.
    2. Dua kendaraan melakukan perjalanan yang sama sejauh 180 km. Mobil A membutuhkan waktu 3 jam, sedangkan mobil B membutuhkan waktu 2 jam. Berapa perbandingan kecepatan kedua mobil tersebut?
    3. Sebuah bus biasanya menempuh 240 km dalam 4 jam. Jika bus tersebut mempertahankan kecepatan yang sama, berapa jarak yang dapat ditempuh dalam 6 jam?
    4. Raka mengatakan bahwa kendaraan yang menempuh jarak lebih jauh pasti lebih cepat. Apakah pernyataan Raka selalu benar? Jelaskan dengan contoh.

    Jumat, 4 September 2026

        IDENTITAS Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd Mapel : Kokulikuler Hari/Tanggal : Jumat, 4 September 2026 Fase/Kelas : Fase C / ...