Pages

Jumat, 09 Oktober 2026

 


SUMATIF TENGAH SEMESTER (STS) 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Sumatif Tengtah Semester

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 9 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : pendididkan Agama Islam dan P. Pancasila

  6. Pertemuan ke : 2

SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
Tujuan Pembelajaran (TP)
Materi 1: Kedudukan Pancasila
Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai kepribadian bangsa, sumber hukum, dan kesatuan utuh serta kewajiban mengamalkannya.

Materi 2: Nilai dan Lambang Sila
Mengidentifikasi lambang sila Pancasila dan menerapkan contoh perilaku yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari.

Materi 3: Keberagaman, Toleransi, dan Persatuan
Menganalisis makna Bhinneka Tunggal Ika, pentingnya toleransi, tantangan era globalisasi, serta sikap mengutamakan kepentingan umum.

Materi 4: Norma
Memahami jenis-jenis norma, sanksi pelanggarannya, dan fungsinya dalam menciptakan ketertiban masyarakat.

Materi 5: Hak, Kewajiban, dan Peraturan
Membedakan hak dan kewajiban anak di rumah serta memahami syarat peraturan dan konsep negara hukum.

Assalamualaikum wr wb


Good morning my students. 

How are you this morning? Semoga semua dalam keadaan sehat ya. 

Sebelum memulai pembelajaran jangan lupa untuk sholat dhuha dan murojaah terlebih dahulu ya, agar Allah senantiasa melancarkan pembelajaran kita hari ini dan Soleh Soleha mendapatkan hasil yang terbaik.


Untuk hari ini kita akan melaksanakan STS hari ke SATU


Pendidikan Pancasila

Materi pendidikan pancasila yang dipelajari :


Materi 1: Kedudukan Pancasila

• Menjelaskan arti Pancasila sebagai kepribadian bangsa (pembeda bangsa Indonesia dari bangsa lain).

• Menyebutkan bahwa Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum.

• Menjelaskan mengapa sila-sila Pancasila adalah satu kesatuan yang mempersatukan bangsa.

• Menyebutkan kewajiban warga terhadap Pancasila, yaitu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Materi 2: Nilai dan Lambang Sila

• Menghafal kelima sila dan lambangnya.

• Mencocokkan contoh perilaku dengan sila yang sesuai.

• Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila.

• Memberi contoh sikap peduli sesama dan berkarya untuk bangsa.


Materi 3: Keberagaman, Toleransi, dan Persatuan

• Menjelaskan arti Bhinneka Tunggal Ika.

• Menjelaskan arti toleransi dan alasan kita perlu bertoleransi pada agama yang berbeda.

• Mengenali tantangan Pancasila di era globalisasi (radikalisme, narkoba, menurunnya persatuan) dan hal yang bukan tantangan.

• Menunjukkan sikap mengutamakan kepentingan umum tanpa meninggalkan kepentingan pribadi.


Materi 4: Norma

• Menyebutkan empat norma dan arti masing-masing.

• Menentukan contoh perilaku termasuk norma yang mana.

• Menyebutkan sanksi bila norma dilanggar.

• Menjelaskan tujuan norma, yaitu terciptanya ketertiban dan rasa aman.


Materi 5: Hak, Kewajiban, dan Peraturan

• Membedakan hak dan kewajiban.

• Menyebutkan contoh hak anak di rumah dan kewajiban anak di rumah.

• Menjelaskan syarat peraturan yang baik.

• Menjelaskan arti negara hukum.

dan 

agama ISlam

Jadwal pelajaran dimulai dari jam 07.00 sampai pukul 11.00






Rabu, 07 Oktober 2026

 



 IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 2 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Drama dan peran

  6. Pertemuan ke : 5

Berikut adalah rancangan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP) berprinsip Mindful, Meaningful, Joyful, serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk materi Seni Drama pada penampilan kokurikuler.

1. Capaian Pembelajaran (CP) - Seni Drama 

Elemen Mengalami (Experiencing) & Menciptakan (Creating):

Peserta didik mampu memeragakan teknik dasar seni peran (olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa) secara konsisten, menganalisis karakter tokoh dalam naskah drama, serta berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan drama sederhana yang mencerminkan pemahaman nilai-nilai emosional dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tujuan Pembelajaran (TP)

TP 

  1. TP 1: Peserta didik mampu menganalisis latar belakang, watak, dan emosi tokoh berdasarkan naskah drama melalui teknik bedah karakter.

  2. TP 2: Peserta didik mampu mengaplikasikan teknik olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa untuk membentuk penjiwaan peran secara terampil.

  3. TP 3: Peserta didik mampu merancang blocking panggung dan meragakan dialog interaktif bersama kelompok.

  4. TP 4: Peserta didik mampu menyajikan pertunjukan drama kokurikuler secara kolaboratif dan percaya diri.

Pendekatan Prinsip Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

  • Mindful (Sadar & Hadir Utuh)

    • Tujuan: Mengajak siswa menyadari emosi, respon fisik, dan intonasi diri sendiri sebelum mengekspresikan karakter orang lain.

    • Contoh TP: Melalui latihan pernapasan dan pemetaan emosi (body scan), peserta didik dapat mengidentifikasi perubahan gestur dan intonasi vokal diri sendiri secara sadar saat mengekspresikan emosi marah, sedih, atau bahagia.

  • Meaningful (Bermakna & Relevan)

    • Tujuan: Menghubungkan peran/karakter dalam drama dengan pengalaman kehidupan nyata siswa.

    • Contoh TP: Melalui analisis tokoh drama, peserta didik dapat menghubungkan konflik sosial tokoh dengan fenomena kehidupan sehari-hari serta mengambil nilai-nilai empati sosial yang relevan.

  • Joyful (Menyenangkan & Memotivasi)

    • Tujuan: Membangun suasana belajar yang gembira, bebas dari rasa takut salah, dan berbasis permainan peran.

    • Contoh TP: Melalui permainan improvisasi cermin (mirror game) dan simulasi peran berantai, peserta didik dapat mengeksplorasi ragam karakter dengan gembira dan percaya diri tanpa takut dinilai secara kaku.

3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

TahapTujuan Pembelajaran (TP)Aktivitas Utama (Prinsip)Alokasi Waktu
Tahap 1

Eksplorasi Diri & Penjiwaan


Peserta didik dapat mengenali potensi vokal, gestur tubuh, dan pengolahan emosi dasar.

Latihan pernapasan sadar, pemetaan emosi, dan game improvisasi bergerak. (Mindful & Joyful)2 JP
Tahap 2

Analisis Naskah & Tokoh


Peserta didik dapat menganalisis watak dan motivasi tokoh dari naskah drama yang relevan.

Bedah peran kelompok, diskusi empati nilai tokoh dalam kehidupan nyata. (Meaningful)2 JP
Tahap 3

Eksperimen Teknik Olah Peran


Peserta didik dapat menerapkan olah vokal, tubuh, dan blocking panggung.

Simulasi adegan pendek menggunakan teknik cermin dan tebak emosi secara interaktif. (Joyful)4 JP
Tahap 4

Kolaborasi & Gladi Drama


Peserta didik dapat memadukan peran, dialog, dan tata panggung dalam tim pementasan.

Latihan alur adegan terpadu dengan umpan balik reflektif antarteman. (Mindful)4 JP
Tahap 5

Pementasan Kokurikuler & Refleksi


Peserta didik menyajikan pertunjukan drama dan melakukan refleksi diri.

Pementasan drama sekolah serta sesi berbagi nilai kehidupan dari pementasan. (Meaningful & Joyful)4 JP

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.




    • Apersepsi 

    • Anak-anak hari ini kita akan mempelajari tentang drama

    • MATERI DRAMA & TEKNIK MEMAINKAN PERAN (KOKURIKULER)

      1. Pengertian Drama & Jenis Peran

      Drama adalah karya seni pertunjukan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) dan dialog yang dipentaskan di atas panggung.

      Dalam drama, karakter atau peran dibagi menjadi beberapa jenis:

      • Protagonis: Tokoh utama yang menjadi pusat cerita. Biasanya membawakan nilai-nilai kebaikan atau memperjuangkan tujuan utama.

      • Antagonis: Tokoh penentang tokoh utama. Tokoh ini yang memicu timbulnya konflik atau masalah dalam cerita.

      • Tritagonis: Tokoh penengah atau penasihat yang membantu memberikan solusi dan meredakan konflik.

      • Figuran / Pemeran Pembantu: Tokoh pelengkap yang bertujuan memperkuat latar belakang suasana dan mendukung jalannya pementasan.

      2. Teknik Dasar Memainkan Peran (Penjiwaan)

      Untuk memainkan peran secara hidup dan meyakinkan pada penampilan kokurikuler, seorang pemain drama harus menguasai tiga olah dasar:

      1. Olah Vokal:

        • Artikulasi: Kejelasan pengucapan kata dan kalimat.

        • Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara sesuai emosi tokoh.

        • Proyeksi Suara: Ketahanan dan jangkauan vokal agar dapat terdengar jelas hingga penonton paling belakang tanpa harus berteriak kasar.

      2. Olah Tubuh:

        • Kelenturan & Gestur: Gerak-gerik tubuh, gestur tangan, dan cara berjalan yang disesuaikan dengan usia, status sosial, dan kondisi fisik tokoh.

        • Blocking: Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah panggung agar penampilan terlihat seimbang dan tidak membelakangi/menutupi pemain lain.

      3. Olah Rasa / Jiwa:

        • Konsentrasi & Imajinasi: Kemampuan memfokuskan pikiran pada karakter dan latar cerita.

        • Empati Emosional: Mendalami perasaan (sedih, marah, gembira) tokoh yang dibawakan agar akting terasa alami dan tidak kaku.

      3. Tahap Persiapan Pementasan Drama

      1. Analisis Naskah: Membaca dan memahami tema, alur cerita, karakterisasi tokoh, serta latar belakang masalah.

      2. Casting & Bedah Peran: Penentuan peran dan pendalaman watak tokoh secara detail.

      3. Latihan (Reading & Pembentukan Karakter): Latihan membaca dialog, melatih vokal, hingga merancang gerakan di panggung.

      4. Geladi Bersih (General Rehearsal): Latihan menyeluruh dengan kostum, tata rias, musik pendukung, tata cahaya, dan properti panggung.

      LATIHAN SOAL DRAMA DAN PENJIWAAN PERAN

      Soal 1

      Dalam pementasan drama sekolah, Rian berperan sebagai seorang kakek tua yang bijaksana. Teknik latihan yang paling utama dilakukan Rian untuk membiasakan bentuk fisik dan gerak-gerik kakek tersebut adalah...

      • A. Olah rasa untuk meningkatkan konsentrasi

      • B. Olah tubuh dan analisis gestur

      • C. Olah vokal intonasi tinggi

      • D. Bedah naskah bersama sutradara


      Soal 2

      Tokoh penengah yang berfungsi membantu menyelesaikan konflik antara tokoh utama dan tokoh penentang dalam alur cerita drama disebut...

      • A. Protagonis

      • B. Antagonis

      • C. Tritagonis

      • D. Figuran


      Soal 3

      Saat pementasan drama berlangsung di aula sekolah, suara seorang pemain drama tidak terdengar jelas oleh penonton di barisan belakang. Unsur olah vokal yang perlu ditingkatkan oleh pemain tersebut adalah...

      • A. Improvisasi nada

      • B. Ekspresi mimik wajah

      • C. Artikulasi dan proyeksi suara

      • D. Penghayatan suasana panggung


      Soal 4

      Tujuan utama melakukan analisis naskah sebelum memerankan suatu tokoh dalam pementasan drama adalah...

      • A. Menghafal seluruh baris dialog secepat mungkin

      • B. Menentukan harga tiket dan tata cahaya panggung

      • C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter

      • D. Mengubah alur cerita drama sesuai keinginan sendiri


      5. Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah pemain di atas panggung agar pementasan terlihat seimbang dan artistik disebut...

      • A. Blocking

      • B. Reading

      • C. Casting

      • D. Dubbing


    • Kunci Jawaban

      1. B. Olah tubuh dan analisis gestur

        • Penjelasan: Untuk membiasakan bentuk fisik, sikap tubuh, dan gerak-gerik khas seorang kakek tua, pemain perlu melatih fisik melalui olah tubuh serta mengamati/menganalisis gestur fisik target peran.

      2. C. Tritagonis

        • Penjelasan: Tritagonis adalah tokoh penengah yang netral dan membantu menyelesaikan konflik antara protagonis (tokoh utama) dan antagonis (tokoh penentang).

      3. C. Artikulasi dan proyeksi suara

        • Penjelasan: Artikulasi memastikan kelafalan kata jelas, sedangkan proyeksi suara (teknik pemantulan/jangkauan vokal) memastikan suara terdengar hingga barisan penonton paling belakang tanpa harus berteriak.

      4. C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter

        • Penjelasan: Analisis naskah bertujuan untuk mendalami dimensi karakter (fisik, psikologis, dan sosial) agar pemeran dapat menghidupkan tokoh secara natural dan sesuai tuntutan cerita.

      5. A. Blocking

        • Penjelasan: Blocking adalah aturan perpindahan, posisi, dan komposisi pemain di atas panggung agar pementasan estetik, seimbang, dan tidak menutupi pemain lain (blinding).

      Refleksi Pembelajaran

      • Untuk Siswa: Pemahaman teori seni peran (acting) tidak hanya mengandalkan hafalan dialog, tetapi juga keterpaduan antara olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. Mengenal penokohan serta pengaturan panggung membantu siswa menghargai kerja sama tim dalam pementasan drama.

      • Untuk Guru: Soal-soal ini menguji pemahaman mendasar siswa mengenai seni peran dan tata panggung. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk melihat sejauh mana siswa siap melangkah dari tahap teori menuju praktik pementasan drama secara langsung.

      Kesimpulan Materi: Dasar-Dasar Seni Peran dan Teater

      • Keaktoran (Olah Tubuh & Vokal): Penguasaan peran membutuhkan latihan olah tubuh untuk menyesuaikan gestur fisik karakter dan olah vokal (artikulasi serta proyeksi) agar pesan dialog tersampaikan dengan jelas kepada penonton.

      • Analisis Karakter & Penokohan: Setiap tokoh memiliki peran spesifik dalam alur cerita (Protagonis, Antagonis, dan Tritagonis). Membedah naskah adalah langkah krusial untuk memahami motivasi dan emosi di balik tindakan tokoh.

      • Tata Panggung (Stage Management): Keberhasilan pementasan tidak hanya bergantung pada akting individu, melainkan juga komposisi panggung seperti blocking agar alur pergerakan pemain terlihat artistik dan seimbang di mata penonton.


    Kamis, 8 Oktober 2026 STS mhari pertaqma

     


    SUMATIF TENGAH SEMESTER (STS) 

    Kelas/Semester : 6/ 1

    SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG




    Tujuan Pembelajaran :Siswa dapat menjawab soal dengan baik dan benar

    Media : SOAL
    Metode : Penugasan

    Assalamualaikum wr wb


    Good morning my students. 

    How are you this morning? Semoga semua dalam keadaan sehat ya. 

    Sebelum memulai pembelajaran jangan lupa untuk sholat dhuha dan murojaah terlebih dahulu ya, agar Allah senantiasa melancarkan pembelajaran kita hari ini dan Soleh Soleha mendapatkan hasil yang terbaik.


    Untuk hari ini kita akan melaksanakan STS hari ke SATU


    tik

    dan 

    Bahasa aRAB

    Jadwal pelajaran dimulai dari jam 07.00 sampai pukul 11.00




    Rabu, 7 Oktober 2026

     Nama guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd.

    Mapel : Pendidikan Pancasila

    Hari/Tanggal : Rabu, 7 Oktober 2026

    Fase / Kelas : C / 6A

    Materi : Mempraktikkan Musyawarah Di kelas

    Pertemuan Ke : 20

     

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


    Tabik Pun! 🙏


    Good morning my lovely students. How are you today?

    Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

    Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?

    Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?

    Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?


    CP : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik

    Indonesia tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

    TP : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

    Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  

    Media / Alat peraga : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,

    ATP : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah


    🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

    Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan

    praktik musyawarah

    . Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.


    Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.


    Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

    Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.


    Simak vidio pembelajaran berikut :







    Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

    Menentukan jadwal piket kelas.

    Menentukan aturan penggunaan pojok baca.

    Menentukan kegiatan kelas.

    Menentukan pembagian tugas kelompok.


    Menentukan kegiatan kebersihan kelas.


    Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.


    Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.


    Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.


    Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.




    Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


    Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)


    Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.




    Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.




    Contoh Kasus


    “Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”




    Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.




    Pembagian Peran


    Setiap kelompok menentukan:

    Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.

    Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.


    Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.


    Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.


    Langkah Praktik Musyawarah


    Membuka musyawarah.


    Menyampaikan permasalahan.


    Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.


    Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.


    Membahas berbagai pendapat.


    Menentukan solusi bersama.


    Menetapkan hasil kesepakatan.


    Membacakan hasil musyawarah.


    Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.


    Contoh Hasil Musyawarah


    Kesepakatan Kelompok:


    Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.




    Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.




    Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:




    memimpin musyawarah dengan tertib;


    menyampaikan pendapat dengan santun;


    mendengarkan pendapat teman;


    menghargai perbedaan pendapat;


    tidak memaksakan kehendak;


    mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;


    menerima hasil musyawarah;


    bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


    MATERI AJAR 




    1. Musyawarah Menentukan Jadwal Piket Kelas


    Situasi:


    Beberapa siswa merasa jadwal piket belum adil karena ada yang mendapat jadwal terlalu banyak.




    Peran:




    Ketua kelas sebagai pemimpin musyawarah


    Sekretaris sebagai pencatat hasil


    4–5 siswa sebagai anggota


    Wali kelas sebagai pengamat


    Jalannya musyawarah:




    Ketua kelas membuka musyawarah.


    Siswa menyampaikan pendapat tentang pembagian jadwal piket.


    Setiap siswa mendengarkan pendapat teman tanpa memotong pembicaraan.


    . Musyawarah Menentukan Kegiatan Kebersihan Kelas


    Situasi:


    Kelas akan mengadakan kegiatan Jumat Bersih. Siswa memiliki pendapat berbeda tentang kegiatan yang akan dilakukan.




    Peran:




    Ketua kelas


    Sekretaris


    Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan kelas


    Kelompok siswa yang mengusulkan membersihkan taman


    Guru sebagai pengarah


    Jalannya musyawarah:




    Ketua kelas membuka musyawarah.


    Setiap kelompok menyampaikan usulannya.


    Siswa mendengarkan dan menghargai pendapat teman.


    Siswa mencari jalan tengah agar semua kegiatan dapat dilakukan.


    Peserta menyepakati pembagian tugas.


    Hasil kesepakatan:


    Sebagian siswa membersihkan ruang kelas, sebagian membersihkan taman, dan semua siswa bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.


    Tugas


    🗣️ Aturan Bermain Peran


    Saat melakukan musyawarah, siswa harus:




    Mengangkat tangan sebelum berbicara.


    Menyampaikan pendapat dengan sopan.


    Tidak memotong pembicaraan.


    Menghargai pendapat yang berbeda.

    Mengutamakan kepentingan bersama.

    Menerima hasil kesepakatan dengan tanggung jawa

    Siswa mengusulkan pembagian jadwal yang lebih merata.

    Semua peserta menyepakati jadwal piket baru.

    Ketua kelas membacakan hasil kesepakatan.

    Hasil kesepakatan:

    Setiap siswa mendapat jadwal piket secara adil dan bertanggung ja

      SUMATIF TENGAH SEMESTER (STS)  IDENTITAS Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd Mapel :  Sumatif Tengtah Semester Hari/Tanggal : Jumat...