IDENTITAS
Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd
Mapel : Seni Rupa
Hari/Tanggal : kamis, 28 oktober 2026
Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)
Materi : Makrame
Pertemuan ke : 22
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
CP
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
TP
Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.
Metode / Model
Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).
Media / Alat Peraga
Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.
ATP
Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.
3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.
Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.
Apersepsi:
- Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.
A. Materi pembelajaran seni rupa makrame
1. Pengertian makrame
Makrame adalah seni membuat karya kerajinan dengan cara mengikat, menyilangkan, dan menyusun tali menjadi berbagai pola menggunakan simpul-simpul tertentu.
Makrame termasuk karya seni rupa tiga dimensi apabila bentuknya memiliki panjang, lebar, dan ketebalan atau volume. Karya makrame juga dapat berbentuk hiasan dua dimensi, misalnya hiasan dinding yang permukaan utamanya terlihat datar.
Contoh karya makrame:
Hiasan dinding.
Gantungan pot tanaman.
Gantungan kunci.
Gelang dan aksesori.
Tas sederhana.
Tempat botol atau wadah kecil.
2. Sejarah singkat makrame
Makrame berkembang dari keterampilan mengikat tali yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuat jaring, mengikat barang, dan menghias perlengkapan. Keterampilan tersebut kemudian berkembang menjadi seni kerajinan dekoratif yang dikenal di berbagai negara.
Saat ini, makrame banyak dibuat sebagai hiasan rumah, aksesori, dan produk kerajinan yang memiliki nilai estetis serta nilai jual.
3. Unsur seni rupa dalam makrame
Unsur seni rupa | Penjelasan dalam makrame |
|---|---|
Garis | Terbentuk dari arah dan susunan tali. |
Bentuk | Terlihat pada bentuk akhir karya. |
Warna | Berasal dari warna tali yang digunakan. |
Tekstur | Terlihat dan terasa pada permukaan simpul tali. |
Ruang | Terbentuk dari jarak, rongga, dan susunan tali. |
Irama | Muncul melalui pengulangan simpul atau pola. |
Keseimbangan | Terlihat dari susunan tali yang seimbang. |
4. Alat dan bahan membuat makrame
Bahan
Tali katun, tali kur, atau tali rami.
Ring kayu atau cincin gantungan.
Manik-manik sebagai hiasan.
Alat
Gunting.
Penggaris atau meteran.
Papan alas atau tempat mengikat.
Selotip atau penjepit.
Bahan
Tali katun, tali kur, atau tali rami.
Ring kayu atau cincin gantungan.
Manik-manik sebagai hiasan.
Alat
Gunting.
Penggaris atau meteran.
Papan alas atau tempat mengikat.
Selotip atau penjepit.
Catatan keselamatan: Siswa menggunakan gunting dengan hati-hati dan mengikuti arahan guru. Untuk kelas VI, pilih proyek sederhana dengan bahan yang aman dan mudah ditemukan.
B. Jenis-jenis simpul makrame dan pengertiannya
Simpul merupakan bagian terpenting dalam pembuatan makrame. Setiap jenis simpul memiliki cara mengikat dan menghasilkan pola yang berbeda.
1. Simpul kepala (Lark’s Head Knot)
Pengertian: Simpul kepala adalah simpul untuk memasangkan tali pada batang kayu, ring, atau tali penyangga.
Cara membuat:
Lipat tali menjadi dua bagian sehingga membentuk lengkungan.
Letakkan lengkungan tali di atas batang kayu.
Masukkan kedua ujung tali melalui lengkungan.
Tarik kedua ujung tali hingga kencang.
Fungsi: Sebagai simpul awal untuk memasang tali sebelum membuat pola makrame.
2. Simpul pipih (Square Knot)
Pengertian: Simpul pipih adalah simpul yang dibuat dengan menyilangkan dan mengikat tali secara bergantian dari kanan dan kiri hingga menghasilkan bentuk yang rata.
Cara membuat:
Siapkan empat utas tali.
Silangkan tali paling kiri di atas dua tali tengah dan di bawah tali paling kanan.
Masukkan tali paling kanan melalui celah menuju sisi kiri.
Tarik kedua tali luar hingga terbentuk setengah simpul.
Ulangi dengan arah sebaliknya untuk melengkapi simpul pipih.
Fungsi: Membuat pola datar, kuat, dan teratur untuk hiasan dinding, tas, atau gantungan pot.
3. Simpul setengah pipih (Half Square Knot)
Pengertian: Simpul setengah pipih adalah setengah bagian dari simpul pipih, yaitu simpul yang dibuat dengan satu arah penyilangan tanpa dilengkapi arah sebaliknya.
Cara membuat:
Siapkan empat utas tali.
Silangkan tali luar kiri melewati dua tali tengah.
Masukkan tali luar kanan melalui celah yang terbentuk.
Tarik kedua tali luar hingga kencang.
Fungsi: Jika simpul ini dibuat berulang kali dengan arah yang sama, hasilnya membentuk pola berpilin atau spiral.
4. Simpul spiral (Spiral Knot)
Pengertian: Simpul spiral adalah rangkaian simpul setengah pipih yang dibuat berulang kali dengan arah yang sama sehingga menghasilkan bentuk pilinan.
Cara membuat:
Siapkan empat utas tali.
Buat satu simpul setengah pipih.
Ulangi simpul dengan arah yang sama.
Teruskan hingga terbentuk pilinan sesuai panjang yang diinginkan.
Fungsi: Memberikan variasi bentuk pada gantungan pot, gelang, tali hias, dan aksesori makrame.
5. Simpul kanan dan simpul kiri
Simpul kanan
Pengikatan dilakukan dengan tali pengikat yang bergerak dari arah kanan sesuai urutan penyilangan. Simpul ini dapat menjadi bagian dari pola pipih atau pola berulang.
Simpul kiri
Pengikatan dilakukan dengan tali pengikat yang bergerak dari arah kiri sesuai urutan penyilangan. Simpul ini dapat dipadukan dengan simpul kanan untuk membentuk pola yang seimbang.
Simpul kanan
Pengikatan dilakukan dengan tali pengikat yang bergerak dari arah kanan sesuai urutan penyilangan. Simpul ini dapat menjadi bagian dari pola pipih atau pola berulang.
Simpul kiri
Pengikatan dilakukan dengan tali pengikat yang bergerak dari arah kiri sesuai urutan penyilangan. Simpul ini dapat dipadukan dengan simpul kanan untuk membentuk pola yang seimbang.
Catatan: Istilah simpul kanan dan simpul kiri dapat digunakan berbeda dalam buku atau panduan kerajinan. Untuk pembelajaran kelas VI, guru sebaiknya menunjukkan urutan tali secara langsung agar siswa memahami arah penyilangannya.
6. Simpul mati (Overhand Knot)
Pengertian: Simpul mati adalah simpul sederhana yang dibuat dengan membentuk lingkaran pada tali, kemudian memasukkan ujung tali ke dalam lingkaran dan menariknya hingga rapat.
Cara membuat:
Bentuk lingkaran dengan ujung tali.
Masukkan ujung tali ke dalam lingkaran.
Tarik ujung tali hingga simpul mengencang.
Fungsi: Mengunci ujung tali agar tidak mudah terurai dan menjadi hiasan sederhana pada bagian akhir karya.
7. Simpul pengikat (Gathering Knot)
Pengertian: Simpul pengikat adalah simpul yang dibuat dengan melilitkan tali pada sekumpulan tali lain untuk menyatukan dan merapikannya.
Cara membuat:
Kumpulkan beberapa utas tali.
Letakkan seutas tali tambahan pada bagian kumpulan tali.
Lilitkan tali tersebut beberapa kali mengelilingi kumpulan tali.
Kunci ujungnya agar lilitan tidak mudah terlepas.
Fungsi: Merapikan bagian bawah gantungan, menyatukan rangkaian tali, dan memperindah hasil akhir karya.
