Pages

Senin, 07 September 2026

senin, 7 september 2026 bahasa indonesia

IDENTITAS

  1. Nama Guru :  Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : senin, 7 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas 6

  5. Materi : Mempresentasikan Gagasan/Pikiran dari Teks Informasi secara Santun dan Efektif

  6. Pertemuan ke : 1 (Satu)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) FASE C

Elemen Berbicara dan Mempresentasikan: Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks puisi dan demonstrasi dengan artikulasi dan intonasi yang tepat. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan santun.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

  • Mindful (Kesadaran Penuh): Siswa menyadari betapa pentingnya cara menyampaikan pendapat. Siswa belajar melatih fokus (body awareness dan vocal awareness), menjaga kontak mata, mengontrol artikulasi, serta menata emosi agar tetap tenang dan percaya diri saat tampil bicara di depan teman-teman.

  • Meaningful (Kebermaknaan): Siswa memahami bahwa kemampuan presentasi yang efektif dan santun adalah keterampilan hidup (life skill) yang sangat berguna sehari-hari, baik untuk menyampaikan ide, berdiskusi kelompok, maupun memecahkan masalah bersama orang lain tanpa menyinggung perasaan mitra tutur.

  • Joyful (Kegembiraan): Siswa belajar melalui simulasi Role-Play/Presenter Challenge yang interaktif, ceria, dan minim kecemasan. Siswa saling memberikan apresiasi (applause positif) sehingga suasana kelas penuh semangat dan saling mendukung.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengidentifikasi & Menganalisis Teks: Siswa membaca dan memahami pokok gagasan dari teks bacaan cetak (teks eksplanasi/deskripsi).

  2. Menyusun Peta Gagasan (Outline Presentasi): Siswa merangkum poin-poin utama yang akan dipresentasikan dengan kalimat ringkas dan logis.

RANGKUMAN MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Materi Ajar:

A. Pengertian Teks Visual dan Audiovisual

Teks visual adalah teks yang menyampaikan informasi melalui unsur yang dapat dilihat, seperti gambar, poster, komik, infografis, iklan, diagram, dan foto.

Teks audiovisual adalah teks yang menyampaikan informasi melalui gambar dan suara secara bersamaan, seperti film pendek, video pembelajaran, berita, dokumenter, dan video cerita.

Keduanya dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, dan nilai-nilai kepada pembaca atau penonton.

B. Teks Sastra dan Nonsastra

1. Teks Sastra

Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, perasaan, imajinasi, dan keindahan.

Contoh:

  • Cerpen
  • Puisi
  • Dongeng
  • Fabel
  • Legenda
  • Cerita rakyat

Contoh:
Sebuah video animasi menceritakan seekor kelinci yang menolong kura-kura yang mengalami kesulitan.

Dari cerita tersebut dapat ditemukan:

  • Informasi: kelinci membantu kura-kura.
  • Pesan: kita harus suka menolong.
  • Nilai: kepedulian dan persahabatan.

2. Teks Nonsastra

Teks nonsastra adalah teks yang menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kenyataan.

Contoh:

  • Berita
  • Artikel
  • Poster
  • Iklan
  • Infografis
  • Teks laporan
  • Video dokumenter

Contoh:
Sebuah infografis menunjukkan cara menghemat air di rumah.

Informasi yang dapat ditemukan:

  • Menutup keran setelah digunakan.
  • Menggunakan air secukupnya.
  • Memanfaatkan air bekas untuk menyiram tanaman.

Nilai yang dapat ditemukan adalah kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab.

C. Informasi dalam Teks Visual dan Audiovisual

Informasi adalah keterangan atau pengetahuan yang diperoleh dari suatu teks.

Informasi dapat berupa:

  • Apa yang terjadi?
  • Siapa yang terlibat?
  • Kapan terjadi?
  • Di mana terjadi?
  • Mengapa terjadi?
  • Bagaimana peristiwa tersebut terjadi?

Informasi Tersurat

Informasi tersurat adalah informasi yang disampaikan secara langsung dalam teks.

Contoh:
Pada poster tertulis:
"Buanglah sampah pada tempatnya."

Informasi tersuratnya adalah masyarakat dianjurkan membuang sampah pada tempatnya.

Informasi Tersirat

Informasi tersirat adalah informasi yang tidak dituliskan secara langsung, tetapi dapat dipahami melalui gambar, tindakan tokoh, dialog, atau peristiwa.

Contoh:
Dalam sebuah video terlihat seorang anak membantu temannya yang terjatuh tanpa diminta.

Informasi tersiratnya adalah anak tersebut memiliki sikap peduli dan suka menolong.

D. Nilai-Nilai dalam Teks

Teks sastra maupun nonsastra dapat mengandung berbagai nilai yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan.

1. Nilai Moral

Berkaitan dengan baik dan buruknya perilaku.

Contoh:

  • Jujur.
  • Bertanggung jawab.
  • Menepati janji.
  • Tidak berbohong.

2. Nilai Sosial

Berkaitan dengan hubungan manusia dengan orang lain.

Contoh:

  • Gotong royong.
  • Tolong-menolong.
  • Menghargai orang lain.
  • Peduli terhadap sesama.

3. Nilai Budaya

Berkaitan dengan kebiasaan, tradisi, dan budaya masyarakat.

Contoh:

  • Melestarikan kesenian daerah.
  • Menghormati adat istiadat.
  • Menggunakan bahasa daerah dalam situasi tertentu.

4. Nilai Pendidikan

Berkaitan dengan pengetahuan dan pembentukan sikap positif.

Contoh:

  • Rajin belajar.
  • Disiplin.
  • Tidak mudah menyerah.
  • Menghargai ilmu.

5. Nilai Religius

Berkaitan dengan keimanan dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Contoh:

  • Bersyukur.
  • Berdoa.
  • Menolong sesama.
  • Menjaga ciptaan Tuhan.

E. Cara Menganalisis Teks Visual dan Audiovisual

Untuk menganalisis teks, lakukan langkah berikut:

Langkah 1 — Amati atau Simak

Perhatikan gambar, tulisan, suara, dialog, tokoh, latar, dan peristiwa.

Langkah 2 — Temukan Informasi

Catat informasi penting yang ditemukan.

Langkah 3 — Bedakan Informasi Tersurat dan Tersirat

Tentukan informasi yang disampaikan secara langsung dan informasi yang harus disimpulkan.

Langkah 4 — Temukan Pesan

Tanyakan:

"Apa yang ingin disampaikan oleh pembuat teks kepada penonton atau pembaca?"

Langkah 5 — Temukan Nilai

Cari nilai moral, sosial, budaya, pendidikan, atau religius yang terdapat dalam teks.

Langkah 6 — Hubungkan dengan Kehidupan

Pikirkan:

"Bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?"

Langkah 7 — Buat Kesimpulan

Tuliskan hasil analisis secara singkat, jelas, dan sesuai dengan isi teks.

F. Contoh Analisis

Teks Visual: Poster Kebersihan

Bayangkan sebuah poster memperlihatkan anak-anak sedang membersihkan lingkungan sekolah. Pada poster terdapat tulisan:

"Sekolah Bersih, Belajar Nyaman."

Hasil analisis:

AspekHasil
InformasiSiswa sedang membersihkan lingkungan sekolah.
PesanKita harus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Nilai moralBertanggung jawab dan disiplin.
Nilai sosialGotong royong dan bekerja sama.
Informasi tersiratLingkungan yang bersih dapat membuat kegiatan belajar lebih nyaman.
PenerapanMembuang sampah pada tempatnya dan ikut menjaga kebersihan kelas.


SOAL

Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga para siswa. Lingkungan sekolah yang bersih dan tertata rapi akan membuat suasana belajar menjadi nyaman dan menyenangkan. Sayangnya, masih sering kita temui sampah plastik bekas makanan dan minuman yang berserakan di sekitar halaman atau koridor kelas.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan sekolah. Pertama, selalu membuang sampah pada tempatnya dan memilah antara sampah organik serta anorganik. Kedua, melaksanakan piket kelas secara teratur sesuai jadwal yang telah disepakati. Ketiga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan cara membawa botol minum dan wadah makan sendiri dari rumah. Jika semua siswa kompak menjalankan kebiasaan baik ini, sekolah kita tentu akan menjadi tempat belajar yang sehat dan asri.

Soal Latihan (Bahan Presentasi)

Kerjakan soal-soal di bawah ini! Persiapkan dirimu untuk mempresentasikan jawabanmu di depan kelas dengan suara yang jelas, percaya diri, dan bahasa yang santun. (persentasi akan dilaksanakan saat masuk sekolah, untuk jawaban bisa difotokan ke miss Puji)

  1. Apa topik utama yang dibahas dalam teks bacaan di atas?

  2. Sebutkan 3 langkah sederhana untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah berdasarkan teks!

  3. Mengapa kita disarankan untuk membawa botol minum dan wadah makan sendiri dari rumah?

  4. Menurut pendapatmu sendiri, apa dampaknya jika para siswa tidak mau melaksanakan tugas piket kelas?

  5. Jika kamu diberikan kesempatan untuk mengajak teman-temanmu menjaga kebersihan sekolah, kalimat ajakan seperti apa yang akan kamu sampaikan secara santun di depan kelas?


Senin, 7 September 2026 pelajaran IPAS

 
Nama guru        : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd.
Mapel                : IPAS
Hari/Tanggal    : Senin, 7 September 2026
Fase / Kelas      : C / 6A
Materi               : sistem rangka manusia 
Pertemuan Ke   : 12
CP  : Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
TP  : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem gerak tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya

Mindful (Kesadaran Penuh) Mengajak siswa menyadari dan merasakan secara langsung betapa luar biasanya kerja sistem gerak (tulung, sendi, dan otot) yang bekerja tanpa henti setiap hari.


  • Aktivitas Reflektif: Siswa diajak melakukan body scan sejenak—mencoba berdiri tegak, menggerakkan jemari, atau menekuk lutut, lalu merenungkan bagaimana tubuhnya merespons perintah otak secara instan.

  • Fokus Kesadaran: Mengubah sudut pandang dari sekadar menghafal nama-nama tulang/otot menjadi sikap menghargai dan menyadari setiap gerakan kecil yang bisa dilakukan tubuh.

Meaningful (Kebermaknaan) Menghubungkan fungsi sistem gerak dengan kenyataan hidup sehari-hari serta dampak jangka panjang jika kesehatan tubuh tidak dijaga.

  • Penerapan Konkret: Siswa mendiskusikan habit harian (seperti posisi duduk saat belajar, kebiasaan menunduk menatap HP, hingga dampak kurang olahraga) terhadap kesehatan tulang belakang dan sendi.

  • Koneksi Nyata: Siswa merancang komitmen pribadi atau aksi nyata yang relevan untuk menjaga kesehatan sistem gerak (misal: mempraktikkan peregangan berkala saat belajar, rutin minum air dan bergerak).

Joyful (Kegembiraan) Ciptakan proses pembelajaran yang dinamis, interaktif, dan menyenangkan tanpa tekanan beban hafalan yang kaku.

  • Pembelajaran Aktif: Menggunakan permainan peran (role-play pose tubuh), kuis gerak interaktif, atau pembuatan infografis/karya kreatif tentang "Pahlawan Penjaga Tulang".

  • Pengalaman Masuk: Siswa terlibat dalam tantangan gerak fisik sederhana di kelas (stretching challenge) yang membuat suasana belajar segar, penuh tawa, dan langsung merangsang energi positif.

ATP                             :  Murid menjelaskan fungsi tulang, sendi, dan otot dalam membantu pergerakan tubuh.

Materi
Assalamualaikum soleh soleha hari ini kita kan belajar tentang sistem gerak manusia
Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

1. Pengertian Sistem Gerak
2. Lima Fungsi Utama Sistem Gerak
3. Jenis-Jenis Sendi dan Otot
A. Jenis Sendi (Berdasarkan Sifat Geraknya)
B. Jenis Otot
4. Alur / Cara Kerja Sistem Gerak
simak vidio berikut :

Sistem Gerak adalah kesatuan organ tubuh yang bekerja sama secara harmonis untuk menghasilkan gerakan, menyokong tubuh, serta melindungi organ-organ vital.

Sistem gerak manusia terdiri dari 3 komponen utama:

  • Tulang (Alat Gerak Pasif): Jaringan keras dan kuat yang membentuk kerangka tubuh. Manusia dewasa memiliki lebih dari 200 tulang.

  • Sendi (Penghubung): Hubungan antar dua tulang atau lebih yang memungkinkan terjadinya gerakan.

  • Otot (Alat Gerak Aktif): Jaringan lunak yang mampu berkontraksi (memendek/menegang) dan relaksasi (mengendur/kembali ke bentuk semula) untuk menarik tulang.

  1. Menyokong dan Memberi Bentuk Tubuh: Rangka tulang menjadi penopang utama agar tubuh dapat berdiri tegak.

  2. Memungkinkan Gerakan: Kerjasama antara otot, tulang, dan sendi memungkinkan aktivitas seperti berjalan, berlari, melompat, dan menulis.

  3. Melindungi Organ Vital:

    • Tulang Tengkorak melindungi otak.

    • Tulang Dada dan Rusuk melindungi jantung dan paru-paru.

  4. Menjaga Postur dan Keseimbangan: Mengatur posisi tubuh agar tidak mudah jatuh.

  5. Tempat Pembentukan Sel Darah: Sumsum tulang yang ada di dalam rongga tulang berfungsi menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

  • Sendi Mati (Sinartrosis): Sendi yang tidak memungkinkan adanya gerakan.

    • Contoh: Sendi pada tulang tengkorak.

  • Sendi Kaku (Amfiartrosis): Sendi yang memungkinkan gerakan terbatas.

    • Contoh: Sendi antar ruas tulang belakang.

  • Sendi Gerak (Diartrosis): Sendi yang memungkinkan gerakan secara bebas.

    • Contoh: Sendi lutut, siku, bahu, dan pinggul.

  • Otot Lurik (Otot Rangka): Bekerja secara sadar (sesuai perintah otak) dan melekat pada rangka tubuh.

    • Contoh: Otot lengan, otot kaki, otot dada.

  • Otot Polos: Bekerja secara tidak sadar (otomatis tanpa diperintah) pada organ-organ dalam.

    • Contoh: Otot pada lambung, usus, dan pembuluh darah.

  • Otot Jantung: Bekerja secara tidak sadar dan khusus menyusun organ jantung untuk memompa darah

SOAL tulis langsung jawaban

1.    1. Tiga komponen utama yang menyusun sistem gerak pada manusia adalah...

a.       Tulang, darah, dan kulit

b.       Tulang, sendi, dan otot

c.       Otot, saraf, dan pembuluh darah

d.       Sendi, daging, dan otak

2.     2.  Jenis otot yang melekat pada rangka tubuh dan bekerja secara sadar sesuai perintah otak adalah...

a.       Otot polos

b.       Otot jantung

c.       Otot lurik

d.       Otot halus

3.     3.  Hubungan antartulang pada tengkorak kepala tidak memungkinkan terjadinya 

             gerakan sama sekali. Jenis sendi tersebut adalah...

a.       Sendi gerak

b.       Sendi kaku

c.       Sendi mati

d.       Sendi putar

4.      4. Proses yang terjadi pada otot dan tulang saat seseorang membengkokkan 

             atau menekuk siku tangannya adalah...

a.       Otot memanjang dan mendorong tulang

b.       Otot berkontraksi (memendek) dan menarik tulang

c.       Tulang bergerak sendiri tanpa membutuhkan tarikan otot

d.       Sendi memendek untuk menekan otot

5.     5.  Mengapa organ-organ pencernaan seperti usus dan lambung tersusun atas otot polos 

             (bekerja tidak sadar), bukan otot lurik?

a.       Agar proses pencernaan bisa berhenti total saat kita tidur

b.       Agar proses pencernaan tetap berjalan otomatis tanpa perlu diperintah otak setiap saat

c.       Karena otot lurik terlalu kuat sehingga dapat merusak organ pencernaan

d.       Karena otot polos tidak membutuhkan suplai aliran darah

 ISIAN

1.        Jaringan keras dan kuat yang berfungsi sebagai alat gerak pasif 

           serta memberi bentuk tubuh dinamakan ________.

2.       Hubungan antara dua tulang atau lebih yang memungkinkan

           terjadinya gerakan disebut ________.

3.       Tulang dada dan tulang rusuk memiliki peran vital dalam 

         melindungi organ internal penting manusia, yaitu ________ dan ________.

4.       Bagian di dalam rongga tulang yang berfungsi sebagai

           tempat pembuatan sel-sel darah dinamakan ________.

5.       Kebiasaan duduk membungkuk saat belajar dalam 

        jangka waktu lama dapat mengganggu postur tubuh 

        karena memberikan penekanan berlebih pada struktur tulang ________.

Jumat, 04 September 2026

Jumat, 4 September 2026

 



 IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 4 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Bentuk-Bentuk Kekayaan Budaya Lampung & Tantangan Pelestariannya

  6. Pertemuan ke : 5

Capaian Pembelajaran
:
Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan mengapresiasi keragaman kekayaan budaya daerah Lampung serta menganalisis upaya dan tantangan dalam menjaga kelestariannya di era modern.

Tujuan Pembelajaran
:
Menjelaskan bentuk-bentuk kekayaan budaya Lampung serta tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • Mindful: Peserta didik secara sadar dan penuh perhatian merefleksikan keberadaan kekayaan budaya Lampung di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

  • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa menjaga tradisi dan kekayaan budaya Lampung penting untuk mempertahankan identitas diri dan daerah di tengah arus globalisasi.

  • Joyful: Peserta didik secara menyenangkan mengeksplorasi ragam budaya Lampung melalui media visual/permainan interaktif dan diskusi kelompok.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. Mengidentifikasi ragam bentuk kekayaan budaya Lampung (adat, kain tradisional, rumah adat, tarian, bahasa, dan seni pertunjukan).

  2. Menganalisis faktor-faktor yang menjadi tantangan dalam pelestarian budaya Lampung saat ini.

  3. Merumuskan solusi sederhana yang dapat dilakukan siswa untuk menjaga kelestarian budaya Lampung.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.


    • Apersepsi 

    •  Pernahkah kalian mengenakan kain Tapis atau menyaksikan tari Piring/Pesisir saat acara adat? Lampung tidak hanya kaya akan hasil alam seperti kopi dan lada, tetapi juga menyimpan harta karun budaya yang sangat bernilai. Namun, di era digital saat ini, apakah budaya tersebut masih sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita pelajari bersama!

    • MATERI:

      1. Bentuk-Bentuk Kekayaan Budaya Lampung:

      • Kain Tradisional: Tapis Lampung (kain tenun benang emas dengan motif khas) dan Sulam Karawo/Tapis Pesisir.

      • Rumah Adat: Nuwou Sesat (rumah panggung kayu tempat bermusyawarah).

      • Pakaian & Aksesori Adat: Siger (mahkota kehormatan wanita Lampung), Tapis, dan Kelebung.

      • Seni Tari & Musik: Tari Melinting, Tari Cangget, serta alat musik Kompang dan Gamolan Pekhing.

      • Aksara & Bahasa: Aksara Lampung (Kaganga) dan bahasa Lampung Dialek A (Api) & Dialek O (Nyow).

      2. Tantangan dalam Pelestarian Budaya Lampung:

      • Pergeseran Generasi: Generasi muda lebih familiar dengan budaya pop luar ketimbang tradisi lokal.

      • Kurangnya Penggunaan Bahasa Daerah: Bahasa Lampung semakin jarang digunakan dalam interaksi harian di rumah.

      • Digitalisasi & Modernisasi: Minimnya konten digital kreatif yang mengemas budaya Lampung agar menarik bagi remaja.

      • Keterbatasan Pengrajin Tradisional: Berkurangnya pembuat kain Tapis asli atau pembuat alat musik tradisional.

    SOAL

    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

    1. Sebutkan 3 contoh bentuk kekayaan budaya Lampung (baik berupa benda maupun non-benda) yang ada di sekitar tempat tinggalmu!

    2. Mengapa kain Tapis dan Siger menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lampung? Jelaskan!

    3. Sebutkan 2 tantangan utama yang menyebabkan budaya daerah seperti bahasa atau tarian Lampung makin berkurang peminatnya di kalangan remaja!

    4. Sebagai seorang pelajar, tindakan nyata apa yang dapat kamu lakukan sehari-hari untuk membantu melestarikan budaya Lampung?

    REFLEKSI
    Murid belajar tentsng kebudayaan Lampung

    KESIMPULAN
    Alhamdulillah sebagian besar murid memahami kebudayaan Lampung

    senin, 7 september 2026 bahasa indonesia

    IDENTITAS Nama Guru :   Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd Mapel : Bahasa Indonesia Hari/Tanggal :  senin, 7 September 2026 Fase/Kelas : Fase C ...