Pages

Selasa, 08 September 2026

Selasa, 8 September 2026 IPAS

 

Nama guru        : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd.
Mapel                : IPAS
Hari/Tanggal    : Selasa, 8 September 2026
Fase / Kelas      : C / 6A
Materi               : sistem gerak manusia (tulang)
Pertemuan Ke   : 12 


CP  : Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
TP  : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem gerak tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya

Mindful (Kesadaran Penuh) Mengajak siswa menyadari dan merasakan secara langsung betapa luar biasanya kerja sistem gerak (tulung, sendi, dan otot) yang bekerja tanpa henti setiap hari.

  • Aktivitas Reflektif: Siswa diajak melakukan body scan sejenak—mencoba berdiri tegak, menggerakkan jemari, atau menekuk lutut, lalu merenungkan bagaimana tubuhnya merespons perintah otak secara instan.

  • Fokus Kesadaran: Mengubah sudut pandang dari sekadar menghafal nama-nama tulang/otot menjadi sikap menghargai dan menyadari setiap gerakan kecil yang bisa dilakukan tubuh.

Meaningful (Kebermaknaan) Menghubungkan fungsi sistem gerak dengan kenyataan hidup sehari-hari serta dampak jangka panjang jika kesehatan tubuh tidak dijaga.

  • Penerapan Konkret: Siswa mendiskusikan habit harian (seperti posisi duduk saat belajar, kebiasaan menunduk menatap HP, hingga dampak kurang olahraga) terhadap kesehatan tulang belakang dan sendi.

  • Koneksi Nyata: Siswa merancang komitmen pribadi atau aksi nyata yang relevan untuk menjaga kesehatan sistem gerak (misal: mempraktikkan peregangan berkala saat belajar, rutin minum air dan bergerak).

Joyful (Kegembiraan) Ciptakan proses pembelajaran yang dinamis, interaktif, dan menyenangkan tanpa tekanan beban hafalan yang kaku.

  • Pembelajaran Aktif: Menggunakan permainan peran (role-play pose tubuh), kuis gerak interaktif, atau pembuatan infografis/karya kreatif tentang "Pahlawan Penjaga Tulang".

  • Pengalaman Masuk: Siswa terlibat dalam tantangan gerak fisik sederhana di kelas (stretching challenge) yang membuat suasana belajar segar, penuh tawa, dan langsung merangsang energi positif.

ATP                             :  Murid menjelaskan fungsi tulang, sendi, dan otot dalam membantu pergerakan tubuh.

Materi

Assalamualaikum soleh soleha hari ini kita kan belajar tentang sistem gerak manusia
Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.

Berikut adalah rangkuman materi pembelajaran Sistem Gerak Manusia (Fokus: Rangka/Tulang) untuk siswa kelas 6 SD, dilengkapi dengan 5 soal pilihan ganda dan 5 soal isian beserta kunci jawabannya.

Materi: Sistem Gerak Manusia (Rangka/Tulang)

Kelas: 6 SD

A. Rangkuman Materi

1. Fungsi Utama Rangka (Tulang)

Tulang-tulang di dalam tubuh saling berhubungan membentuk rangka. Tulang merupakan alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak sendiri tanpa bantuan otot (sebagai alat gerak aktif).

Fungsi utama rangka manusia:

  • Penegak dan pembentuk tubuh: Memberikan postur tubuh manusia.

  • Pelindung organ vital: Menjaga organ dalam yang lunak seperti otak, jantung, dan paru-paru.

  • Tempat melekatnya otot: Otot menempel pada tulang untuk menghasilkan gerakan.

  • Tempat pembentukan sel darah: Terjadi di dalam sumsum tulang.

2. Pengelompokan Rangka Manusia

Secara umum, rangka tubuh manusia dibagi menjadi tiga bagian utama:

a. Rangka Kepala (Tengkorak)

  • Fungsi: Melindungi otak, mata, dan telinga bagian dalam.

  • Tulang Penyusun: Tulang dahi, tulang ubun-ubun, tulang dahi, tulang pipi, tulang hidung, tulang rahang atas, dan tulang rahang bawah.

  • Keunikan: Tulang rahang bawah adalah satu-satunya tulang tengkorak yang bisa digerakkan.

b. Rangka Badan

  • Fungsi: Melindungi organ dada dan perut (jantung, paru-paru, hati) serta menopang postur tubuh.

  • Bagian-bagiannya:

    • Tulang Belakang: Terdiri dari 33 ruas tulang yang memungkinkan tubuh membungkuk dan berputar.

    • Tulang Dada dan Tulang Rusuk: Melindungi rongga dada (jantung dan paru-paru).

    • Gelang Bahu: Terdiri dari tulang selangka dan tulang belikat.

    • Gelang Panggul: Terdiri dari tulang usus, tulang duduk, dan tulang kemaluan.

c. Rangka Anggota Gerak

  • Anggota Gerak Atas (Tangan): Tulang lengan atas, tulang pengumpil, tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari tangan.

  • Anggota Gerak Bawah (Kaki): Tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, dan tulang jari kaki.

3. Jenis Tulang Berdasarkan Bentuknya

  1. Tulang Pipa: Berbentuk panjang dan berongga seperti pipa. (Contoh: Tulang paha, tulang lengan atas, tulang kering).

  2. Tulang Pipih: Berbentuk gepeng/pipih. (Contoh: Tulang belikat, tulang rusuk, tulang dada, tulang tengkorak).

  3. Tulang Pendek: Berbentuk bulat/kubus dan pendek. (Contoh: Ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan tangan dan kaki).

4. Merawat Kesehatan Tulang

  • Duduk, berdiri, dan berjalan dengan posisi tegak.

  • Mengonsumsi makanan kaya kalsium (susu, keju, ikan) dan vitamin D.

  • Berolahraga secara teratur dan cukup mendapat sinar matahari pagi.

Soal Latihan

Bagian I: Pilihan Ganda

Pilihlah satu jawaban yang paling benar (A, B, C, atau D)!

  1. Tulang disebut sebagai alat gerak pasif karena .... A. tidak dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh otot

    B. bentuknya keras dan tidak lentur

    C. tersembunyi di dalam jaringan kulit

    D. berfungsi untuk melindungi organ tubuh

  2. Bagian rangka yang berfungsi khusus melindungi organ jantung dan paru-paru adalah .... A. tulang tengkorak

    B. tulang panggul

    C. tulang dada dan tulang rusuk

    D. tulang belakang

  3. Satu-satunya bagian tulang pada tengkorak yang dapat digerakkan adalah .... A. tulang rahang atas

    B. tulang rahang bawah

    C. tulang dahi

    D. tulang pipi

  4. Perhatikan nama-nama tulang berikut:

    1. Tulang paha

    2. Tulang belikat

    3. Tulang kering

    4. Tulang rusuk

    Yang termasuk ke dalam kelompok tulang pipa ditunjukkan oleh nomor .... A. 1 dan 2

    B. 1 dan 3

    C. 2 dan 4

    D. 3 dan 4

  5. Kebiasaan posisi duduk yang membungkuk ke depan secara terus-menerus dapat mengakibatkan kelainan tulang belakang yang disebut .... A. skoliosis

    B. lordosis

    C. kifosis

    D. osteoporosis

Bagian II: Soal Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat!

  1. Susunan tulang-tulang yang saling terhubung dan memberikan bentuk pada tubuh manusia disebut ________.

  2. Tulang pengumpil dan tulang hasta merupakan bagian dari rangka anggota gerak ________.

  3. Berdasarkan bentuknya, tulang belikat dan tulang rusuk termasuk ke dalam jenis tulang ________.

  4. Ruas-ruas tulang belakang pada rangka badan manusia berjumlah ________ ruas.

  5. Vitamin yang berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium untuk pertumbuhan tulang adalah vitamin ________.

selasa, 8 September 2026 Matematika

 

Nama guru        : puji rahmawati ningsih, S.Pd.

Mapel                : Matematika

Hari/Tanggal    : Selasa, 8 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Konsep proporsi

Pertemuan Ke   : 14


CP                                : menggunakan operasi perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah sehari- hari yang terkait dengan proporsi.
TP                                : Peserta didik dapat Menggunakan operasi perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah sehari- hari yang terkait dengan proporsi
Metode / Model          :  game 
Media / Alat peraga   : way ground
ATP                             : 
Peserta didik dapat memahami konsep proporsi melalui hubungan dua besaran yang senilai dalam situasi sehari-hari.

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran diawali dengan mengajak peserta didik fokus dan menyadari langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah proporsi. Peserta didik memahami bahwa ketelitian dalam melakukan perkalian dan pembagian sangat penting agar memperoleh hasil yang benar. Guru mengajak peserta didik untuk membaca soal dengan cermat, mengenali informasi yang diketahui dan ditanyakan, serta memilih operasi yang tepat sebelum menghitung.

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung harga beberapa barang, menentukan jumlah bahan makanan berdasarkan banyak porsi, menghitung kebutuhan alat tulis, atau menentukan jarak dan waktu perjalanan. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa perkalian, pembagian, dan proporsi bukan hanya digunakan dalam pembelajaran matematika, tetapi juga membantu menyelesaikan berbagai masalah kehidupan sehari-hari.

😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui permainan, tantangan kelompok, kartu soal, dan pemecahan masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Peserta didik bekerja sama menyelesaikan tantangan proporsi, berdiskusi membandingkan strategi, dan mempresentasikan hasilnya. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha, ketelitian, dan keberanian peserta didik sehingga pembelajaran matematika menjadi aktif, menyenangkan, dan tidak menakutkan

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(QS. Al-Qamar: 49)

Guru kemudian mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari:

Guru bertanya:

  1. Pernahkah kalian membeli 2 buku, lalu ingin mengetahui harga 5 buku?
  2. Jika 2 buku harganya Rp10.000, bagaimana cara mengetahui harga 5 buku?
  3. Operasi hitung apa yang dapat kita gunakan untuk menemukan jawabannya?
  4. Mengapa kita harus teliti dan tepat dalam menghitung?

Guru memberikan penguatan:

“Anak-anak, sebagaimana Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, dalam matematika kita juga harus menggunakan ukuran, perkalian, dan pembagian dengan tepat. Hari ini kita akan belajar menggunakan perkalian dan pembagian untuk menyelesaikan masalah proporsi dalam kehidupan sehari-hari.”

 

📚 MATERI AJAR MATEMATIKA KELAS VI

Operasi Perkalian dan Pembagian dalam Masalah Proporsi

A. Pengertian Proporsi

Proporsi adalah hubungan antara dua besaran yang memiliki perbandingan tetap atau senilai.

Dalam kehidupan sehari-hari, proporsi dapat digunakan untuk menentukan:

  • harga beberapa barang,
  • jumlah bahan makanan,
  • banyaknya kebutuhan suatu benda,
  • jarak dan waktu,
  • jumlah porsi makanan atau minuman.

Contoh:

Harga 2 buku adalah Rp10.000. Jika harga setiap buku sama, 

maka harga 4 buku dapat ditentukan dengan menggunakan proporsi.

Harga 1 buku:

Rp10.000 ÷ 2 = Rp5.000

Harga 4 buku:

4 × Rp5.000 = Rp20.000

Jadi, harga 4 buku adalah Rp20.000.


B. Hubungan Perkalian dan Pembagian dalam Proporsi

Perkalian dan pembagian sangat penting dalam menyelesaikan masalah proporsi.

Pembagian dapat digunakan untuk mencari nilai satuan.

Perkalian dapat digunakan untuk mencari nilai beberapa satuan.

Contoh:

5 kg beras harganya Rp75.000.

Harga 1 kg:

Rp75.000 ÷ 5 = Rp15.000

Harga 8 kg:

8 × Rp15.000 = Rp120.000

Jadi, harga 8 kg beras adalah Rp120.000.


C. Cara Menyelesaikan Masalah Proporsi

Gunakan langkah berikut:

1. Baca soal dengan teliti.
Cari informasi yang diketahui dan yang ditanyakan.

2. Tentukan nilai satuan.
Jika diketahui jumlah dan total, gunakan pembagian.

3. Tentukan nilai yang ditanyakan.
Gunakan perkalian untuk mendapatkan jumlah yang diperlukan.

4. Periksa kembali jawaban.
Pastikan hasil perhitungan masuk akal dan sesuai dengan konteks soal.


D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1 – Harga Barang

Ibu membeli 3 botol minyak dengan harga Rp45.000. Berapa harga 7 botol minyak?

Harga 1 botol:

Rp45.000 ÷ 3 = Rp15.000

Harga 7 botol:

7 × Rp15.000 = Rp105.000

Jawaban: Rp105.000.


Contoh 2 – Resep Makanan

Untuk membuat 4 porsi kue diperlukan 200 gram tepung. Berapa gram tepung

 yang diperlukan untuk membuat 10 porsi?

Tepung untuk 1 porsi:

200 ÷ 4 = 50 gram

Tepung untuk 10 porsi:

10 × 50 = 500 gram

Jawaban: 500 gram tepung.


Contoh 3 – Jarak Perjalanan

Sebuah kendaraan menempuh jarak 120 km dalam 2 jam dengan kecepatan tetap. 

Berapa jarak yang ditempuh dalam 5 jam?

Jarak dalam 1 jam:

120 ÷ 2 = 60 km

Jarak dalam 5 jam:

5 × 60 = 300 km

Jawaban: 300 km.


E. Tabel Proporsi

Perhatikan tabel berikut.

Jumlah BukuHarga
1Rp5.000
2Rp10.000
3Rp15.000
4Rp20.000
5Rp25.000

Dari tabel tersebut terlihat bahwa setiap tambahan 1 buku menambah harga Rp5.000.

Hubungannya tetap, sehingga merupakan proporsi senilai.


F. Tips Mengingat

💡 Ingat “BAGI lalu KALI”

Jika diketahui total untuk beberapa benda dan ingin mencari harga/nilai satu benda:

TOTAL ÷ JUMLAH = NILAI SATUAN

Kemudian:

NILAI SATUAN × JUMLAH YANG DICARI = HASIL

Contoh:

4 pensil = Rp12.000

Rp12.000 ÷ 4 = Rp3.000
Rp3.000 × 7 = Rp21.000

Jadi, 7 pensil = Rp21.000.


SAATNYA LATIHAN MENGERJAKAN SOAL! TULISKAN CARA PENGERJAANNYA DI BUKU TULIS YA!

1. Harga 3 buku tulis adalah Rp18.000. Jika harga setiap buku sama, 

harga 7 buku tulis adalah ....

A. Rp36.000
B. Rp42.000
C. Rp45.000
D. Rp54.000

2. Untuk membuat 4 porsi jus diperlukan 600 ml air. Jika ingin membuat 

10 porsi jus dengan takaran yang sama, air yang diperlukan adalah ....

A. 1.200 ml
B. 1.400 ml
C. 1.500 ml
D. 1.600 ml

3. Ibu membeli 5 kg beras seharga Rp75.000. Harga 1 kg beras adalah ....

A. Rp10.000
B. Rp12.000
C. Rp15.000
D. Rp20.000

4. Sebuah toko menjual 6 pensil dengan harga Rp18.000. 

Rina ingin membeli 10 pensil. Uang yang harus dibayar Rina adalah ....

A. Rp24.000
B. Rp27.000
C. Rp30.000
D. Rp36.000

5. Untuk membuat 8 gelang makrame diperlukan 24 meter tali kur.

Jika ingin membuat 12 gelang dengan ukuran yang sama,

 tali kur yang diperlukan adalah ....

A. 30 meter
B. 32 meter
C. 36 meter
D. 40 meter


SELAMAT BELAJAR DIRUMAH, STAY SAFE AND HEALTY

Wassalamualaikum, wr.wb.

selasa, 8 September 2026 Bahasa Indonesia

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru :  Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : selasa, 8 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas 6

  5. Materi : kalimat langsung dan tidak langsung

  6. Pertemuan ke : 12 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) FASE C

Elemen Berbicara dan Mempresentasikan: Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks puisi dan demonstrasi dengan artikulasi dan intonasi yang tepat. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan santun.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

  • Mindful (Kesadaran Penuh): Siswa menyadari betapa pentingnya cara menyampaikan pendapat. Siswa belajar melatih fokus (body awareness dan vocal awareness), menjaga kontak mata, mengontrol artikulasi, serta menata emosi agar tetap tenang dan percaya diri saat tampil bicara di depan teman-teman.

  • Meaningful (Kebermaknaan): Siswa memahami bahwa kemampuan presentasi yang efektif dan santun adalah keterampilan hidup (life skill) yang sangat berguna sehari-hari, baik untuk menyampaikan ide, berdiskusi kelompok, maupun memecahkan masalah bersama orang lain tanpa menyinggung perasaan mitra tutur.

  • Joyful (Kegembiraan): Siswa belajar melalui simulasi Role-Play/Presenter Challenge yang interaktif, ceria, dan minim kecemasan. Siswa saling memberikan apresiasi (applause positif) sehingga suasana kelas penuh semangat dan saling mendukung.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengidentifikasi & Menganalisis Teks: Siswa membaca dan memahami pokok gagasan dari teks bacaan cetak (teks eksplanasi/deskripsi).

  2. Menyusun Peta Gagasan (Outline Presentasi): Siswa merangkum poin-poin utama yang akan dipresentasikan dengan kalimat ringkas dan logis.

RANGKUMAN MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran bahasa indonesia mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 6: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

1. Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara tanpa mengubah kata atau susunannya sedikit pun.

Ciri-Ciri Utama:

  • Tanda Petik Dual ("..."): Ujaran langsung selalu diapit tanda petik dua.

  • Huruf Kapital: Huruf pertama di dalam tanda petik wajib menggunakan huruf kapital.

  • Tanda Baca: Sebelum tanda petik penutup, terdapat tanda baca akhir seperti titik (.), koma (,), tanda tanya (?), atau tanda seru (!).

  • Intonasi: Membaca bagian ucapan langsung terasa lebih datar/tinggi daripada bagian pengiringnya.

Contoh Kalimat Langsung:

  1. Ibu berkata, "Jangan lupa menyiram tanaman di halaman, ya!"

  2. "Mengapa kamu tidak masuk sekolah kemarin?" tanya Pak Guru kepada Andi.

  3. "Ayo, kita berolahraga bersama di lapangan!" ajak Budi.

2. Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali ucapan atau perkataan orang lain dengan ucapan kita sendiri, tanpa mengubah maksud atau maknanya.

Ciri-Ciri Utama:

  • Tanpa Tanda Petik: Tidak menggunakan tanda petik dua ("...").

  • Perubahan Kata Ganti:

    • Kata ganti orang pertama ("saya" / "aku") berubah menjadi orang ketiga ("dia" / "ia" / "namanya").

    • Kata ganti orang kedua ("kamu") berubah menjadi orang pertama ("saya" / "aku") atau orang ketiga.

    • Kata ganti orang pertama jamak ("kami") berubah menjadi orang ketiga jamak ("mereka").

  • Kata Penghubung (Konjungsi): Menggunakan kata hubung seperti bahwa, agar, supaya, untuk, menanyakan apakah, atau menyuruh.

Contoh Kalimat Tidak Langsung:

  1. Ibu menyuruh saya agar menyiram tanaman di halaman.

  2. Pak Guru menanyakan kepada Andi alasan ia tidak masuk sekolah kemarin.

  3. Budi mengajak teman-temannya untuk berolahraga bersama di lapangan.

Perbandingan Cara Mengubah Kalimat

Perhatikan perubahan dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung berikut:

Kalimat LangsungKalimat Tidak Langsung
Ibu berkata, "Aku bangga padamu."Ibu berkata bahwa ia bangga padaku.
Ayah menyuruh, "Matikan lampu kamar!"Ayah menyuruhku untuk mematikan lampu kamar.
Rudi bertanya, "Apakah kamu suka membaca?"Rudi menanyakan apakah saya suka membaca.

untuk lebih jelasnya simak vidio berikut



Latihan Soal Kelas 6

(tulis dibuku latihan Bahasa Indonesia langsung jawabannya )

Bagian A: Pilihan Ganda (5 Soal)

1. Manakah di bawah ini yang merupakan ciri khas penulisan kalimat langsung?

  • A. Diikuti kata hubung "bahwa"

  • B. Menggunakan tanda petik dua ("...")

  • C. Menggunakan kata ganti orang ketiga saja

  • D. Tidak memiliki kata pengiring

2. Ibu berkata, "Saya akan pergi ke pasar besok pagi."

Bentuk kalimat tidak langsung yang tepat untuk kalimat di atas adalah ...

  • A. Ibu berkata bahwa dia akan pergi ke pasar besok pagi.

  • B. Ibu berkata bahwa saya akan pergi ke pasar besok pagi.

  • C. Ibu menyuruh saya pergi ke pasar besok pagi.

  • D. Ibu menanyakan apakah dia pergi ke pasar besok pagi.

3. Penulisan kalimat langsung berikut yang sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang benar adalah ...

  • A. Ayah berkata "Jangan main hujan-hujanan!"

  • B. "Ayah berkata," Jangan main hujan-hujanan!

  • C. Ayah berkata, "jangan main hujan-hujanan!"

  • D. Ayah berkata, "Jangan main hujan-hujanan!"

4. Bacalah kalimat berikut:

Pak Guru menanyakan kepada Rini apakah ia sudah menyelesaikan tugas matematika.

Jika diubah menjadi kalimat langsung, kalimat yang benar adalah ...

  • A. Pak Guru bertanya, "Apakah ia sudah menyelesaikan tugas matematika?"

  • B. Pak Guru bertanya, "Apakah kamu sudah menyelesaikan tugas matematika, Rini?"

  • C. "Pak Guru bertanya," Rini apakah kamu sudah menyelesaikan tugas matematika?

  • D. Pak Guru berkata, "Rini sudah menyelesaikan tugas matematika."

5. "Tolong ambilkan buku itu di atas meja!" kata Anita kepada temannya.

Kalimat tidak langsung dari ucapan di atas adalah ...

  • A. Anita menanyakan apakah temannya mengambilkan buku di atas meja.

  • B. Anita berkata bahwa temannya mengambilkan buku di atas meja.

  • C. Anita meminta tolong kepada temannya untuk mengambilkan buku di atas meja.

  • D. Anita melarang temannya mengambil buku di atas meja.

Bagian B: Essay (5 Soal)

  1. Ubah menjadi kalimat tidak langsung:

    Budi berkata, "Aku belum sempat sarapan pagi ini."

  2. Ubah menjadi kalimat langsung:

    Siti menyuruh Dika agar menutup pintu perpustakaan dengan pelan.

  3. Perbaiki penulisan kalimat langsung berikut sesuai tata bahasa yang benar (perhatikan tanda baca dan huruf kapitalnya):

    ani berkata, "mengapa kamu terlambat datang ke sekolah?"

  4. Ubah menjadi kalimat tidak langsung:

    Paman bertanya kepada Andi, "Apakah kamu tahu di mana alamat rumah paman?"

  5. Jelaskan 2 perbedaan utama antara kalimat langsung dan kalimat tidak langsung!


Senin, 07 September 2026

senin, 7 september 2026 bahasa indonesia

IDENTITAS

  1. Nama Guru :  Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : senin, 7 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas 6

  5. Materi : Mempresentasikan Gagasan/Pikiran dari Teks Informasi secara Santun dan Efektif

  6. Pertemuan ke : 1 (Satu)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) FASE C

Elemen Berbicara dan Mempresentasikan: Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks puisi dan demonstrasi dengan artikulasi dan intonasi yang tepat. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan santun.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

  • Mindful (Kesadaran Penuh): Siswa menyadari betapa pentingnya cara menyampaikan pendapat. Siswa belajar melatih fokus (body awareness dan vocal awareness), menjaga kontak mata, mengontrol artikulasi, serta menata emosi agar tetap tenang dan percaya diri saat tampil bicara di depan teman-teman.

  • Meaningful (Kebermaknaan): Siswa memahami bahwa kemampuan presentasi yang efektif dan santun adalah keterampilan hidup (life skill) yang sangat berguna sehari-hari, baik untuk menyampaikan ide, berdiskusi kelompok, maupun memecahkan masalah bersama orang lain tanpa menyinggung perasaan mitra tutur.

  • Joyful (Kegembiraan): Siswa belajar melalui simulasi Role-Play/Presenter Challenge yang interaktif, ceria, dan minim kecemasan. Siswa saling memberikan apresiasi (applause positif) sehingga suasana kelas penuh semangat dan saling mendukung.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengidentifikasi & Menganalisis Teks: Siswa membaca dan memahami pokok gagasan dari teks bacaan cetak (teks eksplanasi/deskripsi).

  2. Menyusun Peta Gagasan (Outline Presentasi): Siswa merangkum poin-poin utama yang akan dipresentasikan dengan kalimat ringkas dan logis.

RANGKUMAN MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Materi Ajar:

A. Pengertian Teks Visual dan Audiovisual

Teks visual adalah teks yang menyampaikan informasi melalui unsur yang dapat dilihat, seperti gambar, poster, komik, infografis, iklan, diagram, dan foto.

Teks audiovisual adalah teks yang menyampaikan informasi melalui gambar dan suara secara bersamaan, seperti film pendek, video pembelajaran, berita, dokumenter, dan video cerita.

Keduanya dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, dan nilai-nilai kepada pembaca atau penonton.

B. Teks Sastra dan Nonsastra

1. Teks Sastra

Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, perasaan, imajinasi, dan keindahan.

Contoh:

  • Cerpen
  • Puisi
  • Dongeng
  • Fabel
  • Legenda
  • Cerita rakyat

Contoh:
Sebuah video animasi menceritakan seekor kelinci yang menolong kura-kura yang mengalami kesulitan.

Dari cerita tersebut dapat ditemukan:

  • Informasi: kelinci membantu kura-kura.
  • Pesan: kita harus suka menolong.
  • Nilai: kepedulian dan persahabatan.

2. Teks Nonsastra

Teks nonsastra adalah teks yang menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kenyataan.

Contoh:

  • Berita
  • Artikel
  • Poster
  • Iklan
  • Infografis
  • Teks laporan
  • Video dokumenter

Contoh:
Sebuah infografis menunjukkan cara menghemat air di rumah.

Informasi yang dapat ditemukan:

  • Menutup keran setelah digunakan.
  • Menggunakan air secukupnya.
  • Memanfaatkan air bekas untuk menyiram tanaman.

Nilai yang dapat ditemukan adalah kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab.

C. Informasi dalam Teks Visual dan Audiovisual

Informasi adalah keterangan atau pengetahuan yang diperoleh dari suatu teks.

Informasi dapat berupa:

  • Apa yang terjadi?
  • Siapa yang terlibat?
  • Kapan terjadi?
  • Di mana terjadi?
  • Mengapa terjadi?
  • Bagaimana peristiwa tersebut terjadi?

Informasi Tersurat

Informasi tersurat adalah informasi yang disampaikan secara langsung dalam teks.

Contoh:
Pada poster tertulis:
"Buanglah sampah pada tempatnya."

Informasi tersuratnya adalah masyarakat dianjurkan membuang sampah pada tempatnya.

Informasi Tersirat

Informasi tersirat adalah informasi yang tidak dituliskan secara langsung, tetapi dapat dipahami melalui gambar, tindakan tokoh, dialog, atau peristiwa.

Contoh:
Dalam sebuah video terlihat seorang anak membantu temannya yang terjatuh tanpa diminta.

Informasi tersiratnya adalah anak tersebut memiliki sikap peduli dan suka menolong.

D. Nilai-Nilai dalam Teks

Teks sastra maupun nonsastra dapat mengandung berbagai nilai yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan.

1. Nilai Moral

Berkaitan dengan baik dan buruknya perilaku.

Contoh:

  • Jujur.
  • Bertanggung jawab.
  • Menepati janji.
  • Tidak berbohong.

2. Nilai Sosial

Berkaitan dengan hubungan manusia dengan orang lain.

Contoh:

  • Gotong royong.
  • Tolong-menolong.
  • Menghargai orang lain.
  • Peduli terhadap sesama.

3. Nilai Budaya

Berkaitan dengan kebiasaan, tradisi, dan budaya masyarakat.

Contoh:

  • Melestarikan kesenian daerah.
  • Menghormati adat istiadat.
  • Menggunakan bahasa daerah dalam situasi tertentu.

4. Nilai Pendidikan

Berkaitan dengan pengetahuan dan pembentukan sikap positif.

Contoh:

  • Rajin belajar.
  • Disiplin.
  • Tidak mudah menyerah.
  • Menghargai ilmu.

5. Nilai Religius

Berkaitan dengan keimanan dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Contoh:

  • Bersyukur.
  • Berdoa.
  • Menolong sesama.
  • Menjaga ciptaan Tuhan.

E. Cara Menganalisis Teks Visual dan Audiovisual

Untuk menganalisis teks, lakukan langkah berikut:

Langkah 1 — Amati atau Simak

Perhatikan gambar, tulisan, suara, dialog, tokoh, latar, dan peristiwa.

Langkah 2 — Temukan Informasi

Catat informasi penting yang ditemukan.

Langkah 3 — Bedakan Informasi Tersurat dan Tersirat

Tentukan informasi yang disampaikan secara langsung dan informasi yang harus disimpulkan.

Langkah 4 — Temukan Pesan

Tanyakan:

"Apa yang ingin disampaikan oleh pembuat teks kepada penonton atau pembaca?"

Langkah 5 — Temukan Nilai

Cari nilai moral, sosial, budaya, pendidikan, atau religius yang terdapat dalam teks.

Langkah 6 — Hubungkan dengan Kehidupan

Pikirkan:

"Bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?"

Langkah 7 — Buat Kesimpulan

Tuliskan hasil analisis secara singkat, jelas, dan sesuai dengan isi teks.

F. Contoh Analisis

Teks Visual: Poster Kebersihan

Bayangkan sebuah poster memperlihatkan anak-anak sedang membersihkan lingkungan sekolah. Pada poster terdapat tulisan:

"Sekolah Bersih, Belajar Nyaman."

Hasil analisis:

AspekHasil
InformasiSiswa sedang membersihkan lingkungan sekolah.
PesanKita harus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Nilai moralBertanggung jawab dan disiplin.
Nilai sosialGotong royong dan bekerja sama.
Informasi tersiratLingkungan yang bersih dapat membuat kegiatan belajar lebih nyaman.
PenerapanMembuang sampah pada tempatnya dan ikut menjaga kebersihan kelas.


SOAL

Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga para siswa. Lingkungan sekolah yang bersih dan tertata rapi akan membuat suasana belajar menjadi nyaman dan menyenangkan. Sayangnya, masih sering kita temui sampah plastik bekas makanan dan minuman yang berserakan di sekitar halaman atau koridor kelas.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan sekolah. Pertama, selalu membuang sampah pada tempatnya dan memilah antara sampah organik serta anorganik. Kedua, melaksanakan piket kelas secara teratur sesuai jadwal yang telah disepakati. Ketiga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan cara membawa botol minum dan wadah makan sendiri dari rumah. Jika semua siswa kompak menjalankan kebiasaan baik ini, sekolah kita tentu akan menjadi tempat belajar yang sehat dan asri.

Soal Latihan (Bahan Presentasi)

Kerjakan soal-soal di bawah ini! Persiapkan dirimu untuk mempresentasikan jawabanmu di depan kelas dengan suara yang jelas, percaya diri, dan bahasa yang santun. (persentasi akan dilaksanakan saat masuk sekolah, untuk jawaban bisa difotokan ke miss Puji)

  1. Apa topik utama yang dibahas dalam teks bacaan di atas?

  2. Sebutkan 3 langkah sederhana untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah berdasarkan teks!

  3. Mengapa kita disarankan untuk membawa botol minum dan wadah makan sendiri dari rumah?

  4. Menurut pendapatmu sendiri, apa dampaknya jika para siswa tidak mau melaksanakan tugas piket kelas?

  5. Jika kamu diberikan kesempatan untuk mengajak teman-temanmu menjaga kebersihan sekolah, kalimat ajakan seperti apa yang akan kamu sampaikan secara santun di depan kelas?

Kesimpulan

Secara umum, peserta didik telah mampu membedakan serta mengubah struktur kalimat langsung dan tidak langsung dengan baik melalui pembelajaran daring. Pemahaman konsep dasar—seperti fungsi tanda petik dua ("..."), perubahan kata ganti orang (saya/aku menjadi dia/ia), serta pemanfaatan konjungsi (bahwa, untuk, agar)—terbangun secara optimal melalui pemaparan materi ringkas dan latihan soal terstruktur.

Refleksi Pembelajaran Daring

  • Tingkat Pemahaman: Peserta didik menunjukkan ketelitian yang baik dalam mengenali ciri-ciri visual kalimat langsung, khususnya penempatan tanda petik dan tanda baca akhir.

  • Tantangan yang Teratasi: Penyesuaian kata ganti orang dan perbaikan ejaan huruf kapital di dalam tanda petik yang kerap menjadi kekeliruan awal berhasil dipahami melalui contoh perbandingan langsung.

  • Tindak Lanjut: Untuk memperkuat retensi materi, peserta didik dapat diajak menerapkan konsep ini secara langsung dalam penulisan teks narasi pendek atau percakapan sehari-hari.

  • Selasa, 8 September 2026 IPAS

      N ama guru        : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd. Mapel                : IPAS Hari/Tanggal    : Selasa, 8 September 2026 Fase / Kelas     ...