Pages

Kamis, 24 September 2026

Kamis, 24 September 2026 PKN

 Nama guru        : Puji Rahmawati Ningsih S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah

Pertemuan Ke   : 19

IDENTITAS

  • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  • Mapel : PKN

  • Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026

  • Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6

  • Materi: Mempraktekan musyawarah

  • Pertemuan ke: 12

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
  • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
  • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

  1. Menentukan jadwal piket kelas.
  2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
  3. Menentukan kegiatan kelas.
  4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
  5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
  6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
  8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

  • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
  • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
  • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
  • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

  1. Membuka musyawarah.
  2. Menyampaikan permasalahan.
  3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  5. Membahas berbagai pendapat.
  6. Menentukan solusi bersama.
  7. Menetapkan hasil kesepakatan.
  8. Membacakan hasil musyawarah.
  9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • memimpin musyawarah dengan tertib;
  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
  • menerima hasil musyawarah;
  • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

📚 Materi Ajar

PRAKTIK MUSYAWARAH

A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Musyawarah merupakan salah satu bentuk penerapan sila keempat Pancasila, yaitu:

“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”


B. Tujuan Musyawarah

Musyawarah dilakukan untuk:

  1. Menyelesaikan masalah bersama.
  2. Mendapatkan kesepakatan.
  3. Menghargai pendapat orang lain.
  4. Mencegah terjadinya perselisihan.
  5. Membangun kerja sama dan persatuan.
  6. Menentukan keputusan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

C. Sikap yang Harus Dilakukan Saat Musyawarah

Dalam melakukan musyawarah, kita harus menunjukkan sikap:

  • Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.
  • Tidak memotong pembicaraan.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menghargai perbedaan pendapat.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Berani menyampaikan pendapat dengan santun.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Menerima hasil keputusan dengan tanggung jawab.
  • Melaksanakan keputusan yang telah disepakati.

D. Langkah-Langkah Praktik Musyawarah

1. Menentukan Masalah

Peserta menentukan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Kelas 6A akan menentukan aturan penggunaan dan kebersihan pojok baca kelas.”


2. Menentukan Peserta Musyawarah

Peserta musyawarah dapat terdiri atas:

  • Pemimpin musyawarah
  • Sekretaris/notulis
  • Peserta musyawarah
  • Pengamat jika diperlukan

3. Membuka Musyawarah

Pemimpin musyawarah membuka kegiatan dengan salam dan menyampaikan tujuan.

Contoh:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan penggunaan pojok baca kelas agar dapat digunakan dengan tertib dan nyaman.”


4. Menyampaikan Masalah

Pemimpin menjelaskan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Saat ini masih ada buku yang tidak dikembalikan ke tempatnya setelah dibaca. Oleh karena itu, kita perlu membuat aturan bersama.”

 

5. Menyampaikan Pendapat

Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Contoh:

“Menurut saya, setiap siswa harus mengembalikan buku ke rak setelah selesai membaca.”

“Saya setuju. Selain itu, kita juga perlu membuat jadwal piket untuk merapikan pojok baca.”

 

6. Menanggapi Pendapat

Peserta memberikan tanggapan dengan santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat tersebut karena dapat membuat pojok baca lebih rapi.”

Jika tidak setuju:

“Saya menghargai pendapat teman, tetapi saya memiliki pendapat lain. Menurut saya, jadwal piket sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.”

 

7. Mencapai Kesepakatan

Setelah semua pendapat disampaikan, peserta bersama-sama menentukan keputusan.

Jika terdapat beberapa pilihan, keputusan dapat diambil berdasarkan kesepakatan bersama atau cara yang telah disetujui dalam musyawarah.

8. Menyampaikan Hasil Keputusan

Pemimpin membacakan hasil musyawarah.

Contoh hasil kesepakatan:

  1. Setiap siswa wajib mengembalikan buku ke tempatnya.
  2. Buku harus dijaga agar tidak rusak.
  3. Siswa tidak boleh makan dan minum di pojok baca.
  4. Piket pojok baca dilakukan sesuai jadwal.
  5. Semua siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kerapian pojok baca.
  6. Melaksanakan Keputusan

Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama.

Musyawarah tidak hanya berhenti pada pengambilan keputusan, tetapi harus dilanjutkan dengan tanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.

E. Contoh Praktik Musyawarah di Kelas

Tema:

Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

Masalah:

Kelas sering menjadi kurang tertib setelah kegiatan pembelajaran.

Tugas Kelompok

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan 5 aturan kelas yang disepakati bersama.

Pembagian Peran

PeranTugas
KetuaMemimpin jalannya musyawarah
SekretarisMencatat pendapat dan hasil keputusan
AnggotaMenyampaikan pendapat dan mengikuti musyawarah
PengamatMengamati sikap peserta selama musyawarah

F. Contoh Skenario Praktik

Ketua:

“Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan kebersihan kelas. Mari kita sampaikan pendapat secara bergantian.”

Siswa 1:

“Menurut saya, setiap siswa harus membuang sampah pada tempatnya.”

Siswa 2:

“Saya setuju. Saya juga mengusulkan agar kita melaksanakan piket sesuai jadwal.”

Siswa 3:

“Saya memiliki pendapat lain. Setelah pembelajaran selesai, setiap siswa sebaiknya merapikan meja dan kursinya masing-masing.”

Ketua:

“Baik, semua pendapat sudah disampaikan. Apakah kita sepakat dengan aturan tersebut?”

Peserta:

“Sepakat.”

Ketua:

“Baik, hasil musyawarah hari ini adalah membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket sesuai jadwal, dan merapikan meja serta kursi setelah pembelajaran.”

 

G. Sikap yang Tidak Boleh Dilakukan

Saat musyawarah, hindari sikap:

❌ Memaksakan pendapat.
❌ Memotong pembicaraan.
❌ Menertawakan pendapat teman.
❌ Marah karena pendapat tidak diterima.
❌ Mengabaikan pendapat orang lain.
❌ Meninggalkan musyawarah tanpa alasan.
❌ Tidak melaksanakan hasil kesepakatan.

Berikut adalah kumpulan soal pilihan ganda dan uraian tentang Musyawarah yang dirancang khusus untuk siswa Kelas 6 SD. Format di bawah sudah disesuaikan agar rapi dan mudah di-copy-paste langsung ke blog Blogger Anda.

Soal Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!

  1. Kegiatan membahas suatu masalah bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama disebut ....

    A. Kerja bakti

    B. Musyawarah

    C. Pemungutan suara

    D. Diskusi kelas

  2. Musyawarah untuk mencapai mufakat merupakan pengamalan Pancasila, khususnya sila ke- ....

    A. Kedua

    B. Ketiga

    C. Keempat

    D. Kelima

  3. Keputusan yang dicapai dalam musyawarah secara bulat dan disetujui oleh semua peserta musyawarah dinamakan ....

    A. Voting

    B. Mufakat

    C. Oposisi

    D. Argumen

  4. Apabila musyawarah tidak dapat mencapai kata mufakat, maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara ....

    A. Menundanya selamanya

    B. Voting (pemungutan suara terbanyak)

    C. Menentukan keputusan sendiri oleh ketua

    D. Membatalkan hasil rapat

  5. Berikut ini yang merupakan contoh pelaksanaan musyawarah di lingkungan sekolah adalah ....

    A. Pembagian tugas piket dan pemilihan ketua kelas

    B. Pembagian tugas merapikan tempat tidur

    C. Menentukan tujuan liburan keluarga

    D. Musyawarah pemilihan kepala desa

  6. Dalam sebuah musyawarah, sikap yang baik ketika menyampaikan pendapat adalah ....

    A. Memotong pembicaraan orang lain yang sedang berbicara

    B. Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaan

    C. Memaksa peserta lain agar menyetujui pendapat kita

    D. Berbicara dengan nada tinggi agar terdengar jelas

  7. Hasil dari keputusan musyawarah harus dilaksanakan oleh seluruh peserta dengan sikap ....

    A. Terpaksa dan mengeluh

    B. Bertanggung jawab dan lapang dada

    C. Acuh tak acuh

    D. Kecewa jika pendapatnya ditolak

  8. Manfaat utama dari melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah adalah ....

    A. Memperpanjang waktu penyelesaian masalah

    B. Mempererat tali persaudaraan dan mencegah perpecahan

    C. Menunjukkan siapa peserta yang paling pintar

    D. Memilih keputusan yang menguntungkan satu pihak saja

  9. Ciri khas dari nilai-nilai musyawarah bangsa Indonesia adalah mengedepankan semangat ....

    A. Individualisme

    B. Persaingan

    C. Kekeluargaan dan gotong royong

    D. Kekuasaan

  10. Ketika pendapat kita ditolak dalam musyawarah, sikap yang harus kita tunjukkan adalah ....

    A. Marah dan keluar dari ruangan

    B. Menghargai keputusan dan menerima dengan ikhlas

    C. Memusuhi peserta yang menolak pendapat kita

    D. Mengabaikan hasil musyawarah

Soal Uraian

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan musyawarah mufakat!

  2. sebutkan 3 contoh pelaksanaan musyawarah yang dilakukan di lingkungan masyarakat!

  3. Mengapa kita tidak boleh memotong pembicaraan orang lain saat sedang bermusyawarah?

  4. Tuliskan 3 manfaat dari melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah!

  5. Bagaimana sikap kita jika keputusan hasil musyawarah tidak sesuai dengan pendapat yang kita usulkan?

Rabu, 23 September 2026

Rabu, 23 September 2026

 Nama guru        : Puji Rahmawati Ningsih S.Pd.

Mapel                : Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal    : Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas      : C / 6A

Materi               : Mempraktikkan Musyawarah

Pertemuan Ke   : 19

IDENTITAS

  • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  • Mapel : PKN

  • Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026

  • Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6

  • Materi: Mempraktekan musyawarah

  • Pertemuan ke: 12

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tabik Pun! 🙏

Good morning my lovely students. How are you today?

Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?

CP                                : Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia  tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah
TP                                : Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Metode / Model          : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi/ Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah  
Media / Alat peraga   : Video/gambar kegiatan musyawarah, kartu kasus, lembar kerja peserta didik (LKPD), kertas plano, spidol, dan papan tulis,
ATP                             :  Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama melalui kegiatan diskusi dan bermain peran, dengan menunjukkan sikap menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan di keluarga dan sekolah

🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan praktik musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa musyawarah merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Murid belajar memahami bahwa dalam musyawarah setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, murid perlu mendengarkan dengan saksama, menghargai perbedaan pendapat, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Mengapa kita perlu melakukan musyawarah?”
  • “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan oleh teman?”
  • “Apa yang harus kita lakukan jika pendapat kita berbeda dengan pendapat teman?”
  • “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak dalam musyawarah?”
  • “Apa yang harus kita lakukan setelah keputusan musyawarah disepakati?”

💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata murid dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat dilakukan di keluarga, sekolah, kelas, maupun lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menentukan keputusan bersama.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan melalui musyawarah di sekolah antara lain:

  1. Menentukan jadwal piket kelas.
  2. Menentukan aturan penggunaan pojok baca.
  3. Menentukan kegiatan kelas.
  4. Menentukan pembagian tugas kelompok.
  5. Menentukan kegiatan kebersihan kelas.
  6. Menentukan kesepakatan dalam menjaga fasilitas sekolah.
  7. Menentukan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional.
  8. Menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas.

Murid memahami bahwa musyawarah bukan sekadar kegiatan berbicara atau menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menyepakati keputusan bersama.

Hasil musyawarah harus dilaksanakan oleh semua peserta dengan penuh tanggung jawab.


😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik musyawarah.

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Contoh Kasus

“Kelas 6A akan mengadakan kegiatan kebersihan kelas. Namun, beberapa murid tidak ingin melaksanakan piket karena menganggap kebersihan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Murid lainnya berpendapat bahwa kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah?”

Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Pembagian Peran

Setiap kelompok menentukan:

  • Ketua musyawarah → memimpin jalannya musyawarah.
  • Sekretaris/notulis → mencatat pendapat dan hasil musyawarah.
  • Peserta musyawarah → menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman.
  • Pengamat → mengamati sikap peserta selama musyawarah.

Langkah Praktik Musyawarah

  1. Membuka musyawarah.
  2. Menyampaikan permasalahan.
  3. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapat.
  4. Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.
  5. Membahas berbagai pendapat.
  6. Menentukan solusi bersama.
  7. Menetapkan hasil kesepakatan.
  8. Membacakan hasil musyawarah.
  9. Menentukan tanggung jawab setiap anggota untuk melaksanakan keputusan.

Contoh Hasil Musyawarah

Kesepakatan Kelompok:
Kebersihan kelas merupakan tanggung jawab seluruh warga kelas. Setiap murid wajib melaksanakan piket sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas meskipun bukan jadwal piketnya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempraktikkan musyawarah di depan kelas.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu:

  • memimpin musyawarah dengan tertib;
  • menyampaikan pendapat dengan santun;
  • mendengarkan pendapat teman;
  • menghargai perbedaan pendapat;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama;
  • menerima hasil musyawarah;
  • bertanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.


🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an

Kesepakatan sekolah dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang musyawarah, menaati kesepakatan, bertanggung jawab, dan menjaga ketertiban.

1. Surah Asy-Syura Ayat 38

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah.

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Artinya:

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam membuat kesepakatan bersama, kita perlu mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

2. Surah Al-Ma'idah Ayat 1

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.”

Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menepati kesepakatan. Setelah kesepakatan sekolah dibuat bersama, setiap murid perlu melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

📚 Materi Ajar

PRAKTIK MUSYAWARAH

A. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Musyawarah merupakan salah satu bentuk penerapan sila keempat Pancasila, yaitu:

“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”


B. Tujuan Musyawarah

Musyawarah dilakukan untuk:

  1. Menyelesaikan masalah bersama.
  2. Mendapatkan kesepakatan.
  3. Menghargai pendapat orang lain.
  4. Mencegah terjadinya perselisihan.
  5. Membangun kerja sama dan persatuan.
  6. Menentukan keputusan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

C. Sikap yang Harus Dilakukan Saat Musyawarah

Dalam melakukan musyawarah, kita harus menunjukkan sikap:

  • Mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.
  • Tidak memotong pembicaraan.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menghargai perbedaan pendapat.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Berani menyampaikan pendapat dengan santun.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.
  • Menerima hasil keputusan dengan tanggung jawab.
  • Melaksanakan keputusan yang telah disepakati.

D. Langkah-Langkah Praktik Musyawarah

1. Menentukan Masalah

Peserta menentukan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Kelas 6A akan menentukan aturan penggunaan dan kebersihan pojok baca kelas.”


2. Menentukan Peserta Musyawarah

Peserta musyawarah dapat terdiri atas:

  • Pemimpin musyawarah
  • Sekretaris/notulis
  • Peserta musyawarah
  • Pengamat jika diperlukan

3. Membuka Musyawarah

Pemimpin musyawarah membuka kegiatan dengan salam dan menyampaikan tujuan.

Contoh:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan penggunaan pojok baca kelas agar dapat digunakan dengan tertib dan nyaman.”


4. Menyampaikan Masalah

Pemimpin menjelaskan masalah yang akan dibahas.

Contoh:

“Saat ini masih ada buku yang tidak dikembalikan ke tempatnya setelah dibaca. Oleh karena itu, kita perlu membuat aturan bersama.”

 

5. Menyampaikan Pendapat

Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Contoh:

“Menurut saya, setiap siswa harus mengembalikan buku ke rak setelah selesai membaca.”

“Saya setuju. Selain itu, kita juga perlu membuat jadwal piket untuk merapikan pojok baca.”

 

6. Menanggapi Pendapat

Peserta memberikan tanggapan dengan santun.

Contoh:

“Saya setuju dengan pendapat tersebut karena dapat membuat pojok baca lebih rapi.”

Jika tidak setuju:

“Saya menghargai pendapat teman, tetapi saya memiliki pendapat lain. Menurut saya, jadwal piket sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.”

 

7. Mencapai Kesepakatan

Setelah semua pendapat disampaikan, peserta bersama-sama menentukan keputusan.

Jika terdapat beberapa pilihan, keputusan dapat diambil berdasarkan kesepakatan bersama atau cara yang telah disetujui dalam musyawarah.

8. Menyampaikan Hasil Keputusan

Pemimpin membacakan hasil musyawarah.

Contoh hasil kesepakatan:

  1. Setiap siswa wajib mengembalikan buku ke tempatnya.
  2. Buku harus dijaga agar tidak rusak.
  3. Siswa tidak boleh makan dan minum di pojok baca.
  4. Piket pojok baca dilakukan sesuai jadwal.
  5. Semua siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kerapian pojok baca.
  6. Melaksanakan Keputusan

Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama.

Musyawarah tidak hanya berhenti pada pengambilan keputusan, tetapi harus dilanjutkan dengan tanggung jawab melaksanakan hasil kesepakatan.

E. Contoh Praktik Musyawarah di Kelas

Tema:

Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

Masalah:

Kelas sering menjadi kurang tertib setelah kegiatan pembelajaran.

Tugas Kelompok

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok melakukan praktik musyawarah untuk menentukan 5 aturan kelas yang disepakati bersama.

Pembagian Peran

PeranTugas
KetuaMemimpin jalannya musyawarah
SekretarisMencatat pendapat dan hasil keputusan
AnggotaMenyampaikan pendapat dan mengikuti musyawarah
PengamatMengamati sikap peserta selama musyawarah

F. Contoh Skenario Praktik

Ketua:

“Teman-teman, hari ini kita akan bermusyawarah untuk menentukan aturan kebersihan kelas. Mari kita sampaikan pendapat secara bergantian.”

Siswa 1:

“Menurut saya, setiap siswa harus membuang sampah pada tempatnya.”

Siswa 2:

“Saya setuju. Saya juga mengusulkan agar kita melaksanakan piket sesuai jadwal.”

Siswa 3:

“Saya memiliki pendapat lain. Setelah pembelajaran selesai, setiap siswa sebaiknya merapikan meja dan kursinya masing-masing.”

Ketua:

“Baik, semua pendapat sudah disampaikan. Apakah kita sepakat dengan aturan tersebut?”

Peserta:

“Sepakat.”

Ketua:

“Baik, hasil musyawarah hari ini adalah membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket sesuai jadwal, dan merapikan meja serta kursi setelah pembelajaran.”

 

G. Sikap yang Tidak Boleh Dilakukan

Saat musyawarah, hindari sikap:

❌ Memaksakan pendapat.
❌ Memotong pembicaraan.
❌ Menertawakan pendapat teman.
❌ Marah karena pendapat tidak diterima.
❌ Mengabaikan pendapat orang lain.
❌ Meninggalkan musyawarah tanpa alasan.
❌ Tidak melaksanakan hasil kesepakatan.

Berikut adalah kumpulan soal pilihan ganda dan uraian tentang Musyawarah yang dirancang khusus untuk siswa Kelas 6 SD. Format di bawah sudah disesuaikan agar rapi dan mudah di-copy-paste langsung ke blog Blogger Anda.

Soal Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!

  1. Kegiatan membahas suatu masalah bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama disebut ....

    A. Kerja bakti

    B. Musyawarah

    C. Pemungutan suara

    D. Diskusi kelas

  2. Musyawarah untuk mencapai mufakat merupakan pengamalan Pancasila, khususnya sila ke- ....

    A. Kedua

    B. Ketiga

    C. Keempat

    D. Kelima

  3. Keputusan yang dicapai dalam musyawarah secara bulat dan disetujui oleh semua peserta musyawarah dinamakan ....

    A. Voting

    B. Mufakat

    C. Oposisi

    D. Argumen

  4. Apabila musyawarah tidak dapat mencapai kata mufakat, maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara ....

    A. Menundanya selamanya

    B. Voting (pemungutan suara terbanyak)

    C. Menentukan keputusan sendiri oleh ketua

    D. Membatalkan hasil rapat

  5. Berikut ini yang merupakan contoh pelaksanaan musyawarah di lingkungan sekolah adalah ....

    A. Pembagian tugas piket dan pemilihan ketua kelas

    B. Pembagian tugas merapikan tempat tidur

    C. Menentukan tujuan liburan keluarga

    D. Musyawarah pemilihan kepala desa

  6. Dalam sebuah musyawarah, sikap yang baik ketika menyampaikan pendapat adalah ....

    A. Memotong pembicaraan orang lain yang sedang berbicara

    B. Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaan

    C. Memaksa peserta lain agar menyetujui pendapat kita

    D. Berbicara dengan nada tinggi agar terdengar jelas

  7. Hasil dari keputusan musyawarah harus dilaksanakan oleh seluruh peserta dengan sikap ....

    A. Terpaksa dan mengeluh

    B. Bertanggung jawab dan lapang dada

    C. Acuh tak acuh

    D. Kecewa jika pendapatnya ditolak

  8. Manfaat utama dari melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah adalah ....

    A. Memperpanjang waktu penyelesaian masalah

    B. Mempererat tali persaudaraan dan mencegah perpecahan

    C. Menunjukkan siapa peserta yang paling pintar

    D. Memilih keputusan yang menguntungkan satu pihak saja

  9. Ciri khas dari nilai-nilai musyawarah bangsa Indonesia adalah mengedepankan semangat ....

    A. Individualisme

    B. Persaingan

    C. Kekeluargaan dan gotong royong

    D. Kekuasaan

  10. Ketika pendapat kita ditolak dalam musyawarah, sikap yang harus kita tunjukkan adalah ....

    A. Marah dan keluar dari ruangan

    B. Menghargai keputusan dan menerima dengan ikhlas

    C. Memusuhi peserta yang menolak pendapat kita

    D. Mengabaikan hasil musyawarah

Soal Uraian

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan musyawarah mufakat!

  2. sebutkan 3 contoh pelaksanaan musyawarah yang dilakukan di lingkungan masyarakat!

  3. Mengapa kita tidak boleh memotong pembicaraan orang lain saat sedang bermusyawarah?

  4. Tuliskan 3 manfaat dari melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah!

  5. Bagaimana sikap kita jika keputusan hasil musyawarah tidak sesuai dengan pendapat yang kita usulkan?

Senin, 21 September 2026

Selasa,22 september 2026

 

  • IDENTITAS

    • Nama Guru: Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

    • Mapel :IPAS 

    • Hari/Tanggal: SeLaSA, 22 September 2026

    • Fase/Kelas: Fase C / Kelas 6

    • Materi: JeNis oToT ManusIa

    • Pertemuan ke: 12

  • . Capaian Pembelajaran (CP)

    Elemen Pemahaman IPA / Budi Pekerti:

    Pada akhir Fase (misal: Fase C/D/E), peserta didik mampu menganalisis struktur, jenis, serta mekanisme kerja sistem gerak otot pada manusia; mengidentifikasi hubungan antara organ gerak dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari; serta menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan sistem gerak manusia.

    2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Tahap 1 (Identifikasi & Kesadaran Diri): Mengidentifikasi jenis-jenis otot pada tubuh manusia beserta ciri-ciri dasarnya melalui pengamatan diri sendiri.

    2. Tahap 2 (Eksplorasi Konsep & Mekanisme): Menganalisis mekanisme kerja otot (kontraksi, relaksasi, sifat antagonis, dan sinergis) melalui simulasi atau proyek praktis.

    3. Tahap 3 (Aplikasi & Refleksi Nilai): Mengaitkan fungsi otot dengan aktivitas sehari-hari serta menganalisis gangguan kesehatan otot akibat kebiasaan hidup.

    4. Tahap 4 (Aksi Komitmen & Pola Hidup Sehat): Merancang dan menerapkan aktivitas harian/pembiasaan untuk menjaga kesehatan otot.

    3. Tujuan Pembelajaran (TP) Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis otot (lurik, polos, jantung) beserta ciri-cirinya dengan benar.

    • Peserta didik dapat menganalisis sifat dan mekanisme kerja otot (antagonis, sinergis, kontraksi, relaksasi) melalui pengamatan/simulasi.

    • Peserta didik dapat menjelaskan gangguan/kelainan pada sistem otot serta cara pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.

    4. Pembagian Tujuan Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

    PendekatanFokus PembelajaranRumusan Tujuan Pembelajaran (TP)
    Mindful (Kesadaran Diri & Refleksi)Melatih siswa menyadari keberadaan, fungsi, dan sensasi gerak otot pada tubuhnya sendiri secara sadar.

    TP Mindful:


    Melalui latihan mindful movement (merasakan gerakan bisep/trisep saat merenggang dan menekuk), peserta didik mampu menyadari dan merefleksikan secara langsung bagaimana otot bekerja (kontraksi dan relaksasi) pada tubuhnya sendiri dengan rasa syukur.

    Meaningful (Kebermaknaan & Dampak Realistis)Mengaitkan fungsi dan kesehatan otot dengan kehidupan nyata, pemecahan masalah, serta kebiasaan sehari-hari.

    TP Meaningful:


    Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kebiasaan posisi tubuh/olahraga harian dengan kesehatan otot, serta merancang 1 aksi nyata (seperti peregangan rutin) untuk mencegah gangguan otot (stiff/kram) dalam aktivitas sehari-hari.

    Joyful (Menyenangkan & Interaktif)Memahami konsep sistem gerak otot melalui permainan interaktif, karya kreatif, atau tantangan kolaboratif.

    TP Joyful:


    Melalui permainan peran/simulasi gerak antagonis-sinergis atau pembuat modul/model miniatur lengan dari bahan bekas, peserta didik dapat menjelaskan sifat kerja otot dengan gembira dan percaya diri.




  • .Jenis-Jenis Otot:

    • Otot Lurik (Rangka): Bekerja secara sadar (volunter), cepat lelah, melekat pada rangka, memiliki garis gelap-terang (lurik), dan inti sel banyak di tepi.

    • Otot Polos: Bekerja secara tidak sadar (involunter), lambat dan tidak mudah lelah, terdapat pada organ dalam (pencernaan, pembuluh darah), berbentuk gelendong dengan satu inti di tengah.

    • Otot Jantung: Bekerja secara tidak sadar (involunter), ritmis, bercabang-cabang (diskatoris), hanya ada di jantung, dan inti sel di tengah.

  • Mekanisme Kerja Otot:

    • Otot bekerja dengan cara kontraksi (memendek/menebal) dan relaksasi (memanjang/kembali ke bentuk semula).

    • Unit fungsional terkecil dari kontraksi otot adalah sarkomer.

    • Kontraksi otot dijelaskan dengan teori sliding filament, di mana filamen aktin bergeser mendekati filamen miosin dengan bantuan ion kalsium ($\text{Ca}^{2+}$) dan ATP.

  • Sifat Kerja Otot:

    • Antagonis (Berlawanan): Pasangan otot yang bekerja berlawanan, misalnya otot bisep dan trisep saat memflekstkan/merekstengsikan lengan, atau gerakan abduksi-adduksi dan pronasi-supinasi.

    • Sinergis (Bersama-sama): Pasangan otot yang bekerja saling mendukung, misalnya otot pronator teres dan pronator kuadratus saat menelungkupkan telapak tangan.

  • Kelainan dan Gangguan Otot:

    • Atrofi: Penurunan fungsi/ukuran otot akibat berkurangnya aktivitas atau kelumpuhan.

    • Hipertrofi: Pembesaran ukuran otot akibat latihan terus-menerus.

    • Tetanus: Kejang otot hebat akibat infeksi bakteri Clostridium tetani.

    • Stiff (Kaku Leher): Peradangan otot leher akibat gerakan hentakan mendadak/salah tidur.

    Soal Isian
    1.Jenis otot yang bekerja secara sadar (volunter), memiliki garis gelap-terang, dan inti sel berada di tepi adalah ....................

    2. Otot polos berbentuk gelendong dengan .................... inti sel yang terletak di tengah.

    3.Struktur bercabang-cabang dan bersifat involunter serta ritmis merupakan ciri khas dari ....................

    4.Unit fungsional terkecil dari proses kontraksi otot disebut ....................

    5.Menurut teori sliding filament, filamen aktin bergeser mendekati filamen miosin dengan bantuan ion .................... dan ....................

    6.Kerja otot bisep dan trisep saat 6
    membengkokkan serta meluruskan lengan merupakan contoh dari sifat kerja otot ....................

    7.Pasangan otot pronator teres dan pronator kuadratus bekerja secara .................... saat menelungkupkan telapak tangan.

    8.Penurunan ukuran dan fungsi otot akibat berkurangnya aktivitas atau kelumpuhan dinamakan ....................

    9.Pembesaran ukuran otot akibat latihan beban atau aktivitas berat secara terus-menerus disebut ....................

    10.Kejang otot yang hebat akibat infeksi dari bakteri Clostridium tetani dinamakan ....................

    kesimpulan : murid dapat memahami macam-macam otot manusia

    Refleksi : dari 10 peserta didik yang hadir siswa sudah dapat membedakan macam-macam otot manusia

    Kamis, 24 September 2026 PKN

      Nama guru        : Puji Rahmawati Ningsih S.Pd. Mapel                : Pendidikan Pancasila Hari/Tanggal    : Kamis, 24 September 2026 Fas...