Pages

Rabu, 28 Oktober 2026

Rabu, 28 Oktober 2026, SBDP

 


IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : kamis, 28 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Makrame

  6. Pertemuan ke : 22

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

CP

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

TP

Peserta didik mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa.

Metode / Model

Praktik langsung, demonstrasi, dan Project Based Learning (PJBL).

Media / Alat Peraga

Video, contoh karya anyaman, kertas Buffalo, penggaris, pensil, gunting, lem, dan alat tulis lainnya yang aman digunakan.

ATP

Peserta didik dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam berkarya seni rupa melalui kegiatan menganyam dengan kertas Buffalo. Peserta didik mampu membuat karya anyaman sederhana dengan memperhatikan pola, kombinasi warna, kerapian, kreativitas, keamanan, dan fungsi karya. Peserta didik juga mampu menjelaskan teknik yang digunakan serta memberikan apresiasi terhadap karya diri sendiri maupun karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati contoh karya anyaman dengan penuh perhatian, mengenali pola, warna, bentuk, dan teknik menganyam. Murid menyadari pentingnya ketelitian, kesabaran, konsentrasi, serta kehati-hatian saat menyisipkan potongan kertas buffalo secara bergantian. Murid juga mensyukuri kemampuan dan kreativitas yang diberikan Allah Swt. dengan menghasilkan karya seni yang bermanfaat.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan kegiatan menganyam dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tikar, keranjang, dan berbagai kerajinan anyaman. Murid memahami bahwa teknik menganyam dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan. Melalui praktik menganyam kertas buffalo, murid belajar menerapkan pola anyaman, memadukan warna, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya seni yang kreatif.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid melakukan kegiatan menganyam kertas buffalo secara kreatif dan menyenangkan dengan memilih kombinasi warna serta pola sesuai ide masing-masing. Murid bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan karya. Setelah selesai, murid memajang hasil anyaman, melakukan apresiasi terhadap karya teman, dan menceritakan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama kegiatan menganyam.

Apersepsi:

Secara umum, seni rupa kriya dan pemanfaatan bahan alam (seperti daun, pelepah, atau serat tumbuhan yang biasa dipakai menganyam) dipandang sebagai karunia Allah untuk kemaslahatan manusia. 
  • Surah Saba' Ayat 13: Mengisahkan tentang pembuatan benda-benda seni dan utilitas tinggi (gedung, patung hiasan, wadah besar) oleh jin untuk Nabi Sulaiman A.S., yang menunjukkan bahwa keterampilan tangan untuk menciptakan perkakas bernilai estetika dan fungsi sangat dihargai dalam Islam.


A. Materi pembelajaran seni rupa makrame

1. Pengertian makrame

Makrame adalah seni membuat karya kerajinan dengan cara mengikat, menyilangkan, dan menyusun tali menjadi berbagai pola menggunakan simpul-simpul tertentu.

Makrame termasuk karya seni rupa tiga dimensi apabila bentuknya memiliki panjang, lebar, dan ketebalan atau volume. Karya makrame juga dapat berbentuk hiasan dua dimensi, misalnya hiasan dinding yang permukaan utamanya terlihat datar.

Contoh karya makrame:

  • Hiasan dinding.

  • Gantungan pot tanaman.

  • Gantungan kunci.

  • Gelang dan aksesori.

  • Tas sederhana.

  • Tempat botol atau wadah kecil.

2. Sejarah singkat makrame

Makrame berkembang dari keterampilan mengikat tali yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuat jaring, mengikat barang, dan menghias perlengkapan. Keterampilan tersebut kemudian berkembang menjadi seni kerajinan dekoratif yang dikenal di berbagai negara.

Saat ini, makrame banyak dibuat sebagai hiasan rumah, aksesori, dan produk kerajinan yang memiliki nilai estetis serta nilai jual.

3. Unsur seni rupa dalam makrame

Unsur seni rupa

Penjelasan dalam makrame

Garis

Terbentuk dari arah dan susunan tali.

Bentuk

Terlihat pada bentuk akhir karya.

Warna

Berasal dari warna tali yang digunakan.

Tekstur

Terlihat dan terasa pada permukaan simpul tali.

Ruang

Terbentuk dari jarak, rongga, dan susunan tali.

Irama

Muncul melalui pengulangan simpul atau pola.

Keseimbangan

Terlihat dari susunan tali yang seimbang.

4. Alat dan bahan membuat makrame

Bahan

  • Tali katun, tali kur, atau tali rami.

  • Ring kayu atau cincin gantungan.

  • Manik-manik sebagai hiasan.

Alat

  • Gunting.

  • Penggaris atau meteran.

  • Papan alas atau tempat mengikat.

  • Selotip atau penjepit.

Catatan keselamatan: Siswa menggunakan gunting dengan hati-hati dan mengikuti arahan guru. Untuk kelas VI, pilih proyek sederhana dengan bahan yang aman dan mudah ditemukan.

B. Jenis-jenis simpul makrame dan pengertiannya

Simpul merupakan bagian terpenting dalam pembuatan makrame. Setiap jenis simpul memiliki cara mengikat dan menghasilkan pola yang berbeda.

1. Simpul kepala (Lark’s Head Knot)

Pengertian: Simpul kepala adalah simpul untuk memasangkan tali pada batang kayu, ring, atau tali penyangga.

Cara membuat:

  1. Lipat tali menjadi dua bagian sehingga membentuk lengkungan.

  2. Letakkan lengkungan tali di atas batang kayu.

  3. Masukkan kedua ujung tali melalui lengkungan.

  4. Tarik kedua ujung tali hingga kencang.

Fungsi: Sebagai simpul awal untuk memasang tali sebelum membuat pola makrame.

2. Simpul pipih (Square Knot)

Pengertian: Simpul pipih adalah simpul yang dibuat dengan menyilangkan dan mengikat tali secara bergantian dari kanan dan kiri hingga menghasilkan bentuk yang rata.

Cara membuat:

  1. Siapkan empat utas tali.

  2. Silangkan tali paling kiri di atas dua tali tengah dan di bawah tali paling kanan.

  3. Masukkan tali paling kanan melalui celah menuju sisi kiri.

  4. Tarik kedua tali luar hingga terbentuk setengah simpul.

  5. Ulangi dengan arah sebaliknya untuk melengkapi simpul pipih.

Fungsi: Membuat pola datar, kuat, dan teratur untuk hiasan dinding, tas, atau gantungan pot.

3. Simpul setengah pipih (Half Square Knot)

Pengertian: Simpul setengah pipih adalah setengah bagian dari simpul pipih, yaitu simpul yang dibuat dengan satu arah penyilangan tanpa dilengkapi arah sebaliknya.

Cara membuat:

  1. Siapkan empat utas tali.

  2. Silangkan tali luar kiri melewati dua tali tengah.

  3. Masukkan tali luar kanan melalui celah yang terbentuk.

  4. Tarik kedua tali luar hingga kencang.

Fungsi: Jika simpul ini dibuat berulang kali dengan arah yang sama, hasilnya membentuk pola berpilin atau spiral.

4. Simpul spiral (Spiral Knot)

Pengertian: Simpul spiral adalah rangkaian simpul setengah pipih yang dibuat berulang kali dengan arah yang sama sehingga menghasilkan bentuk pilinan.

Cara membuat:

  1. Siapkan empat utas tali.

  2. Buat satu simpul setengah pipih.

  3. Ulangi simpul dengan arah yang sama.

  4. Teruskan hingga terbentuk pilinan sesuai panjang yang diinginkan.

Fungsi: Memberikan variasi bentuk pada gantungan pot, gelang, tali hias, dan aksesori makrame.

5. Simpul kanan dan simpul kiri

Simpul kanan

Pengikatan dilakukan dengan tali pengikat yang bergerak dari arah kanan sesuai urutan penyilangan. Simpul ini dapat menjadi bagian dari pola pipih atau pola berulang.

Simpul kiri

Pengikatan dilakukan dengan tali pengikat yang bergerak dari arah kiri sesuai urutan penyilangan. Simpul ini dapat dipadukan dengan simpul kanan untuk membentuk pola yang seimbang.

Catatan: Istilah simpul kanan dan simpul kiri dapat digunakan berbeda dalam buku atau panduan kerajinan. Untuk pembelajaran kelas VI, guru sebaiknya menunjukkan urutan tali secara langsung agar siswa memahami arah penyilangannya.

6. Simpul mati (Overhand Knot)

Pengertian: Simpul mati adalah simpul sederhana yang dibuat dengan membentuk lingkaran pada tali, kemudian memasukkan ujung tali ke dalam lingkaran dan menariknya hingga rapat.

Cara membuat:

  1. Bentuk lingkaran dengan ujung tali.

  2. Masukkan ujung tali ke dalam lingkaran.

  3. Tarik ujung tali hingga simpul mengencang.

Fungsi: Mengunci ujung tali agar tidak mudah terurai dan menjadi hiasan sederhana pada bagian akhir karya.

7. Simpul pengikat (Gathering Knot)

Pengertian: Simpul pengikat adalah simpul yang dibuat dengan melilitkan tali pada sekumpulan tali lain untuk menyatukan dan merapikannya.

Cara membuat:

  1. Kumpulkan beberapa utas tali.

  2. Letakkan seutas tali tambahan pada bagian kumpulan tali.

  3. Lilitkan tali tersebut beberapa kali mengelilingi kumpulan tali.

  4. Kunci ujungnya agar lilitan tidak mudah terlepas.

Fungsi: Merapikan bagian bawah gantungan, menyatukan rangkaian tali, dan memperindah hasil akhir karya.

Kamis, 28 Oktober 2026, Pend pancasila

 


IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : kamis, 28 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : CARA Melestarikan keberagaman budaya nasional

  6. Pertemuan ke : 24

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 

Cara Menghargai Keragaman Budaya

1. Pengertian Keragaman Budaya

Keragaman budaya adalah berbagai macam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Keragaman budaya meliputi bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, alat musik tradisional, dan adat istiadat.

Indonesia memiliki keragaman budaya karena masyarakatnya berasal dari berbagai suku bangsa dan daerah. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus disyukuri, dihargai, dan dilestarikan.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Walaupun memiliki budaya yang berbeda, seluruh masyarakat Indonesia tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

2. Pentingnya Menghargai Keragaman Budaya

Menghargai keragaman budaya sangat penting karena dapat:

  1. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

  2. Menciptakan kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.

  3. Menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan.

  4. Mencegah pertengkaran dan perpecahan.

  5. Menjaga serta melestarikan budaya Indonesia.

  6. Memperkuat rasa persaudaraan antarmasyarakat.

3. Cara Menghargai Keragaman Budaya

Berikut beberapa cara menghargai keragaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

a. Menghormati budaya daerah lain

Kita harus menghormati pakaian adat, bahasa daerah, tarian tradisional, makanan khas, dan adat istiadat daerah lain. Kita tidak boleh mengejek atau merendahkan budaya yang berbeda dari budaya kita.

b. Berteman tanpa membeda-bedakan

Kita harus berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku, bahasa, agama, maupun asal daerah. Semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang baik.

c. Mempelajari budaya daerah lain

Kita dapat mengenal berbagai budaya dengan mempelajari lagu daerah, tarian tradisional, rumah adat, pakaian adat, dan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.

d. Ikut melestarikan budaya Indonesia

Kita dapat melestarikan budaya dengan mengikuti kegiatan pentas seni, mempelajari tarian daerah, menyanyikan lagu daerah, dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang lain.

e. Menghargai perbedaan kebiasaan

Setiap daerah memiliki kebiasaan dan tradisi yang berbeda. Kita harus menghormati perbedaan tersebut selama tidak bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai yang berlaku.

f. Bekerja sama dengan semua orang

Ketika melakukan kegiatan kelompok, kita harus bekerja sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang budaya.

4. Contoh Sikap Menghargai Keragaman Budaya

No.

Lingkungan

Contoh Sikap

1

Rumah

Menghormati tradisi keluarga dan mengenalkan budaya kepada anggota keluarga.

2

Sekolah

Tidak mengejek teman yang menggunakan bahasa daerah berbeda.

3

Masyarakat

Menghormati pelaksanaan kegiatan adat di lingkungan sekitar.

4

Sekolah

Menonton pertunjukan tari daerah dengan tertib.

5

Masyarakat

Mengikuti kegiatan kebudayaan dengan sikap saling menghormati.

6

Kehidupan sehari-hari

Berteman dan bekerja sama tanpa membedakan suku atau asal daerah.

5. Sikap yang Harus Dihindari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus menghindari sikap berikut.

  • Mengejek bahasa, pakaian adat, atau kesenian daerah lain.

  • Menganggap budaya sendiri lebih baik dan merendahkan budaya lain.

  • Memilih teman hanya dari suku atau daerah yang sama.

  • Mengganggu pertunjukan budaya daerah lain.

  • Memaksakan kebiasaan sendiri kepada orang lain.

  • Menolak bekerja sama karena adanya perbedaan budaya.

Sikap tersebut dapat menimbulkan perselisihan dan mengganggu persatuan bangsa.

6. Hubungan Menghargai Keragaman Budaya dengan Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup bersama. Masyarakat Indonesia harus saling menghormati, bekerja sama, dan menjaga persatuan meskipun memiliki budaya yang beragam.

Dengan menerapkan semboyan tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan yang damai, mempererat persaudaraan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

7. Menghargai Keragaman Budaya sebagai Wujud Keimanan

Allah Swt. menciptakan manusia dalam berbagai suku dan bangsa agar saling mengenal. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 13.

Sebagai wujud keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., kita hendaknya mensyukuri keragaman budaya, menghormati sesama manusia, tidak merendahkan orang lain, serta menjaga persaudaraan dan kerukunan.

8. Kesimpulan

Menghargai keragaman budaya merupakan sikap penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan menghormati budaya daerah lain, berteman tanpa membeda-bedakan, mempelajari dan melestarikan budaya, serta bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

Keragaman budaya adalah kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama agar persatuan tetap kuat sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Selasa, 27 Oktober 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru

Puji Rahmawati Ningsih

Mapel

matematika

Hari/Tanggal

Selasa, 27 Oktober 2026

Fase/Kelas

Fase C / Kelas VI (Enam)

Materi :

lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak

Pertemuan :22

Pertemuan ke


Good morning my lovely students. How are you?

Hopely you are healthy and happiness. 😍
Welcome to our class 6A. Let's study together and success together.


Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11)
Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat.


CP:
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak.

TP:

Peserta didik dapat Menentukan lokasi pada peta yang  menggunakan sistem berpetak


Metode/Model Pembelajaran

Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi, pengamatan peta berpetak, praktik menentukan koordinat, latihan soal, dan Problem Based Learning (PBL).

Media/Alat Peraga

  1. Gambar peta sederhana yang menggunakan sistem berpetak.

  2. Peta lingkungan sekolah atau denah lokasi sederhana.

  3. Kertas berpetak dan pensil.

  4. Penggaris dan spidol warna.

  5. Kartu koordinat berupa huruf dan angka.

  6. Kartu gambar objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar.

  7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menentukan lokasi objek berdasarkan koordinat.

  8. Papan tulis atau media digital untuk menampilkan peta berpetak.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik mampu mengenali sistem berpetak pada peta, memahami letak baris dan kolom, membaca koordinat, serta menentukan dan menunjukkan lokasi suatu objek pada peta berdasarkan koordinat baris dan kolom secara tepat. Peserta didik juga mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan penentuan lokasi pada peta berpetak.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Peserta didik mengamati peta berpetak dengan cermat dan penuh perhatian. Guru membimbing peserta didik untuk memahami susunan baris dan kolom serta cara membaca koordinat pada peta. Peserta didik berlatih berkonsentrasi, teliti, dan tidak terburu-buru ketika menentukan lokasi suatu objek. Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa ketelitian sangat penting agar tidak salah menunjukkan lokasi yang dimaksud.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep koordinat pada peta berpetak dengan kehidupan sehari-hari, seperti menemukan lokasi ruang kelas, perpustakaan, masjid, taman, rumah, atau tempat umum lainnya. Melalui kegiatan mengamati denah sekolah dan menyelesaikan permasalahan kontekstual, peserta didik memahami manfaat sistem berpetak untuk menunjukkan lokasi suatu tempat secara tepat. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan mencari lokasi berdasarkan kartu koordinat, kuis tebak lokasi, dan tantangan menemukan objek pada peta berpetak secara berkelompok. Setiap kelompok bekerja sama, berdiskusi, dan berlomba secara sehat untuk menemukan lokasi yang tepat. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan partisipasi peserta didik sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, aktif,

A. Pengertian Peta Berpetak

Peta berpetak adalah gambar suatu wilayah yang dibagi menjadi beberapa kotak atau petak untuk memudahkan kita menentukan letak suatu tempat. Setiap petak memiliki posisi berdasarkan baris dan kolom.

Sistem berpetak membantu kita menemukan lokasi objek, seperti sekolah, masjid, rumah, taman, perpustakaan, dan pasar dengan lebih mudah dan tepat.

B. Mengenal Baris dan Kolom

  • Baris adalah susunan petak secara mendatar (horizontal).

  • Kolom adalah susunan petak secara tegak (vertikal).

  • Koordinat adalah keterangan yang menunjukkan posisi suatu objek pada peta berpetak.

Pada peta, kolom dapat diberi tanda huruf (A, B, C, D), sedangkan baris diberi tanda angka (1, 2, 3, 4).

C. Contoh Peta Berpetak

Perhatikan peta sederhana berikut!

A

B

C

D

1

🏫

🌳

🕌

🏠

2

📚

🏠

🌷

🏪

3

🌳

⚽

🏫

🌳

4

🏠

🛝

📚

🕌

Ilustrasi peta berpetak. Kolom ditandai huruf A–D dan baris ditandai angka 1–4.

Contoh cara membaca lokasi:

  • Sekolah 🏫 berada di koordinat A1 dan C3.

  • Masjid 🕌 berada di koordinat C1 dan D4.

  • Perpustakaan 📚 berada di koordinat A2 dan C4.

  • Toko 🏪 berada di koordinat D2.

Koordinat dibaca dengan menyebutkan huruf kolom terlebih dahulu, kemudian angka baris.

D. Langkah-Langkah Menentukan Lokasi

  1. Perhatikan judul atau keterangan pada peta.

  2. Temukan huruf yang menunjukkan kolom.

  3. Temukan angka yang menunjukkan baris.

  4. Cari pertemuan kolom dan baris yang dimaksud.

  5. Amati objek pada petak tersebut dan pastikan lokasinya benar.

E. Contoh Soal

Perhatikan peta berpetak di atas.

  1. Di manakah lokasi taman bunga 🌷?

  2. Objek apakah yang berada di koordinat B3?

  3. Jika seseorang ingin pergi ke masjid di koordinat C1, kolom dan baris manakah yang harus dicari?

  4. Perpustakaan berada di koordinat mana saja pada peta?

  5. Mengapa kita harus teliti saat membaca koordinat pada peta?

Kunci jawaban:

  1. C2.

  2. Lapangan atau bola ⚽.

  3. Kolom C dan baris 1.

  4. A2 dan C4.

  5. Agar tidak salah menentukan lokasi yang dituju.

F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Sistem berpetak dapat digunakan untuk membaca denah sekolah, mencari tempat duduk di aula, menemukan lokasi pada peta, dan membantu seseorang menunjukkan posisi suatu tempat kepada orang lain.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah SWT atas kemampuan berpikir dan memahami keteraturan. Hal ini dapat dikaitkan dengan QS. Yunus ayat 5 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan dengan perhitungan yang tepat.

Kesimpulan: Peta berpetak memudahkan kita menentukan lokasi suatu objek melalui baris, kolom, dan koordinat. Ketelitian dalam mem

 dan mendorong 

Senin, 26 Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru

Puji Rahmawati Ningsih

Mapel

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Hari/Tanggal

Senin, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas

Fase C / Kelas VI (Enam)

Materi

Kegiatan Ekonomi (Produksi, Distribusi, dan Konsumsi)

Pertemuan ke

11

Sebelum menuju tujuan pembelajaran, mari kita baca ayat, hadis, dan doa yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

QS. Al-Jumu’ah ayat 10

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Fa idzā quḍiyatiṣ-ṣalātu fantasyirū fil-arḍi wabtaghū min faḍlillāhi wadzkurullāha katsīral la‘allakum tufliḥūn.

Artinya: “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

simak vidi dibawah ini 



Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami kegiatan ekonomi masyarakat (produksi, distribusi, dan konsumsi) serta mengidentifikasi contohnya di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran (TP)

TP Pembelajaran Harian: Peserta didik dapat:

  • memahami pengertian kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi),
  • mengidentifikasi contoh kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar.

TP Assessment Sumatif Harian: Peserta didik dapat menjelaskan pengertian kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) dan mengidentifikasi contoh kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar melalui instrumen tes tertulis mandiri.

Prinsip Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

  • Mindful: Peserta didik melatih ketelitian mengamati dan membedakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi pada gambar, video, atau situasi nyata di sekitar sekolah dan rumah.
  • Meaningful: Peserta didik mengaitkan kegiatan ekonomi dengan kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya dari mana makanan di kantin berasal dan siapa saja yang berperan hingga sampai ke tangan mereka.
  • Joyful: Peserta didik bermain tebak kegiatan ekonomi “Siapa Aku?” dan permainan memasangkan kartu gambar dengan jenis kegiatan ekonomi secara menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Memahami pengertian kegiatan ekonomi sebagai usaha manusia memenuhi kebutuhan hidup.
  2. Memahami pengertian produksi, distribusi, dan konsumsi beserta pelakunya.
  3. Mengidentifikasi contoh kegiatan produksi di lingkungan sekitar.
  4. Mengidentifikasi contoh kegiatan distribusi dan konsumsi di lingkungan sekitar.
  5. Mengikuti evaluasi Sumatif Harian untuk mengukur ketuntasan belajar.

RANGKUMAN MATERI (IPAS KELAS 6)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa ‘alaa aalihi washahbihi aj‘ma‘iin, wa mantabi‘ahum bi ihsaanin ilaa yaumiddiin, amma ba‘du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT:

  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan bumi beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang dapat diolah manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Al-Fattah (Maha Pemberi Pembuka Jalan): Allah SWT membukakan pintu-pintu rezeki bagi hamba-Nya yang mau berusaha, bekerja, dan berdoa.

1. Pengertian Kegiatan Ekonomi

  • Kegiatan ekonomi adalah semua usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik berupa barang (nasi, buku, baju) maupun jasa (layanan angkutan, tukang cukur, guru).
  • Kegiatan ekonomi dilakukan karena kebutuhan manusia banyak, sedangkan sumber daya untuk memenuhinya terbatas.
  • Kegiatan ekonomi pokok ada tiga: produksi, distribusi, dan konsumsi.

2. Produksi

  • Pengertian: kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa.
  • Pelaku: produsen.
  • Contoh di lingkungan sekitar: petani menanam padi, sayur, atau kopi; pengrajin membuat tempe dan keripik pisang; penjahit membuat seragam; pabrik membuat roti.

3. Distribusi

  • Pengertian: kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
  • Pelaku: distributor, pedagang, dan pengangkut barang.
  • Contoh di lingkungan sekitar: pedagang mengangkut sayur dari kebun ke pasar, truk membawa kopi ke kota, kurir mengantar paket, warung menjual barang kepada pembeli.

4. Konsumsi

  • Pengertian: kegiatan menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Pelaku: konsumen.
  • Contoh di lingkungan sekitar: membeli dan memakan jajanan di kantin sekolah, memakai seragam, naik angkot ke sekolah, menggunakan listrik di rumah.

5. Hubungan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi

Barang sampai ke tangan kita melalui alur yang saling berhubungan:

Produsen (produksi) → Distributor (distribusi) → Konsumen (konsumsi)

Contoh alur beras: petani padi menghasilkan padi (produksi) → pedagang beras menyalurkannya ke pasar (distribusi) → keluarga membeli dan memasaknya (konsumsi).

6. Contoh Kegiatan Ekonomi di Lingkungan Sekitar

Lingkungan

Produksi

Distribusi

Konsumsi

Rumah

Ibu membuat kue untuk dijual

Kue dititipkan ke warung

Tetangga membeli kue

Sekolah

Penjual membuat gorengan

Gorengan dibawa ke kantin

Murid membeli saat istirahat

Pasar

Petani menanam sayur

Pedagang menjual sayur di pasar

Pembeli memasak sayur

Kebun

Petani memanen kopi

Pengumpul membawa kopi ke kota

Penikmat kopi meminumnya

LATIHAN SOAL SUMATIF HARIAN

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

  1. Semua usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup melalui barang dan jasa disebut ...
    A. Kegiatan sosial
    B. Kegiatan ekonomi
    C. Kegiatan budaya
    D. Kegiatan politik
  2. Tiga kegiatan pokok ekonomi adalah ...
    A. Produksi, distribusi, dan konsumsi
    B. Produksi, promosi, dan donasi
    C. Distribusi, rekreasi, dan konsumsi
    D. Produksi, investasi, dan wisata
  3. Kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa disebut ...
    A. Distribusi
    B. Konsumsi
    C. Produksi
    D. Promosi
  4. Petani kopi di Lampung memanen buah kopi dari kebunnya. Kegiatan tersebut termasuk ...
    A. Konsumsi
    B. Produksi
    C. Distribusi
    D. Rekreasi
  5. Pedagang pengumpul membawa kopi dari kebun petani ke kota untuk dijual. Kegiatan tersebut termasuk ...
    A. Produksi
    B. Konsumsi
    C. Menabung
    D. Distribusi
  6. Orang yang menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebut ...
    A. Konsumen
    B. Produsen
    C. Distributor
    D. Investor
  7. Contoh kegiatan konsumsi di lingkungan sekolah adalah ...
    A. Pak Dedi membuat tempe di rumahnya
    B. Kurir mengantar barang ke rumah pembeli
    C. Rani membeli roti di kantin untuk dimakan saat istirahat
    D. Petani menanam padi di sawah
  8. Pasangan pelaku dan kegiatan ekonomi yang tepat adalah ...
    A. Produsen – membeli barang untuk dipakai
    B. Distributor – menyalurkan barang dari produsen ke konsumen
    C. Konsumen – membuat barang
    D. Produsen – mengangkut barang ke pasar
  9. Urutan alur kegiatan ekonomi beras yang benar adalah ...
    A. Petani padi → pedagang beras → pembeli
    B. Pembeli → pedagang beras → petani padi
    C. Pedagang beras → petani padi → pembeli
    D. Petani padi → pembeli → pedagang beras
  10. Allah SWT adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Sikap yang mencerminkan rasa syukur dan sesuai ajaran Islam dalam kegiatan ekonomi adalah ...
    A. Mengurangi takaran dagangan agar untung lebih banyak
    B. Menjual barang dengan cara menipu pembeli
    C. Berdagang dengan jujur dan membeli barang sesuai kebutuhan
    D. Membeli barang secara berlebihan agar terlihat hebat

Ringkasan Kunci Jawaban Singkat

No

Jawaban

1

B

2

A

3

C

4

B

5

D

6

A

7

C

8

B

9

A

10

C

RANGKUMAN MATERI

Pengertian Kegiatan Ekonomi: Kegiatan ekonomi adalah usaha manusia memenuhi kebutuhan hidup berupa barang dan jasa. Kegiatan ekonomi pokok terdiri atas produksi (menghasilkan barang/jasa), distribusi (menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen), dan konsumsi (menggunakan barang/jasa).

Contoh di Lingkungan Sekitar: Petani menanam padi dan memanen kopi (produksi), pedagang dan kurir mengantar barang ke pasar dan warung (distribusi), serta murid membeli jajanan di kantin dan keluarga menggunakan listrik di rumah (konsumsi).

Alur Kegiatan Ekonomi: Barang sampai ke konsumen melalui alur produsen → distributor → konsumen, sehingga setiap pelaku saling membutuhkan dan saling bergantung.

Media Pembelajaran & Nilai Karakter: Pembelajaran memanfaatkan gambar, video, dan permainan kartu secara interaktif (Mindful & Joyful Learning). Rezeki adalah karunia Allah SWT (Ar-Razzaq) yang diperoleh dengan bekerja secara jujur dan halal serta dibelanjakan secara bijak.

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Sebagian besar murid dapat memahami pengertian kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) dan mampu menyebutkan contohnya di lingkungan sekitar.

Jumat, 23 Oktober 2026

Jumat 23 Oktober 2026

 


 IDENTITAS


Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd


Mapel : Kokulikuler


Hari/Tanggal : Jumat, 23 oktober 2026


Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)


Materi : Drama dan peran


Pertemuan ke : 5


Berikut adalah rancangan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP) berprinsip Mindful, Meaningful, Joyful, serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk materi Seni Drama pada penampilan kokurikuler.


1. Capaian Pembelajaran (CP) - Seni Drama 

Elemen Mengalami (Experiencing) & Menciptakan (Creating):


Peserta didik mampu memeragakan teknik dasar seni peran (olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa) secara konsisten, menganalisis karakter tokoh dalam naskah drama, serta berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan drama sederhana yang mencerminkan pemahaman nilai-nilai emosional dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.


2. Tujuan Pembelajaran (TP)

TP 

TP 1: Peserta didik mampu menganalisis latar belakang, watak, dan emosi tokoh berdasarkan naskah drama melalui teknik bedah karakter.


TP 2: Peserta didik mampu mengaplikasikan teknik olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa untuk membentuk penjiwaan peran secara terampil.


TP 3: Peserta didik mampu merancang blocking panggung dan meragakan dialog interaktif bersama kelompok.


TP 4: Peserta didik mampu menyajikan pertunjukan drama kokurikuler secara kolaboratif dan percaya diri.


Pendekatan Prinsip Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)

Mindful (Sadar & Hadir Utuh)


Tujuan: Mengajak siswa menyadari emosi, respon fisik, dan intonasi diri sendiri sebelum mengekspresikan karakter orang lain.


Contoh TP: Melalui latihan pernapasan dan pemetaan emosi (body scan), peserta didik dapat mengidentifikasi perubahan gestur dan intonasi vokal diri sendiri secara sadar saat mengekspresikan emosi marah, sedih, atau bahagia.


Meaningful (Bermakna & Relevan)


Tujuan: Menghubungkan peran/karakter dalam drama dengan pengalaman kehidupan nyata siswa.


Contoh TP: Melalui analisis tokoh drama, peserta didik dapat menghubungkan konflik sosial tokoh dengan fenomena kehidupan sehari-hari serta mengambil nilai-nilai empati sosial yang relevan.


Joyful (Menyenangkan & Memotivasi)


Tujuan: Membangun suasana belajar yang gembira, bebas dari rasa takut salah, dan berbasis permainan peran.


Contoh TP: Melalui permainan improvisasi cermin (mirror game) dan simulasi peran berantai, peserta didik dapat mengeksplorasi ragam karakter dengan gembira dan percaya diri tanpa takut dinilai secara kaku.


3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Tahap Tujuan Pembelajaran (TP) Aktivitas Utama (Prinsip) Alokasi Waktu

Tahap 1 

Eksplorasi Diri & Penjiwaan



Peserta didik dapat mengenali potensi vokal, gestur tubuh, dan pengolahan emosi dasar.


Latihan pernapasan sadar, pemetaan emosi, dan game improvisasi bergerak. (Mindful & Joyful) 2 JP

Tahap 2 

Analisis Naskah & Tokoh



Peserta didik dapat menganalisis watak dan motivasi tokoh dari naskah drama yang relevan.


Bedah peran kelompok, diskusi empati nilai tokoh dalam kehidupan nyata. (Meaningful) 2 JP

Tahap 3 

Eksperimen Teknik Olah Peran



Peserta didik dapat menerapkan olah vokal, tubuh, dan blocking panggung.


Simulasi adegan pendek menggunakan teknik cermin dan tebak emosi secara interaktif. (Joyful) 4 JP

Tahap 4 

Kolaborasi & Gladi Drama



Peserta didik dapat memadukan peran, dialog, dan tata panggung dalam tim pementasan.


Latihan alur adegan terpadu dengan umpan balik reflektif antarteman. (Mindful) 4 JP

Tahap 5 

Pementasan Kokurikuler & Refleksi



Peserta didik menyajikan pertunjukan drama dan melakukan refleksi diri.


Pementasan drama sekolah serta sesi berbagi nilai kehidupan dari pementasan. (Meaningful & Joyful) 4 JP

MATERI


Assalamu'alaikum Wr.Wb.


 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ


Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila mari kita renungkan kebesaran Allah SWT



Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.

Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.

Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.






Apersepsi 


Anak-anak hari ini kita akan mempelajari tentang drama


MATERI DRAMA & TEKNIK MEMAINKAN PERAN (KOKURIKULER)

1. Pengertian Drama & Jenis Peran

Drama adalah karya seni pertunjukan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) dan dialog yang dipentaskan di atas panggung.


Dalam drama, karakter atau peran dibagi menjadi beberapa jenis:


Protagonis: Tokoh utama yang menjadi pusat cerita. Biasanya membawakan nilai-nilai kebaikan atau memperjuangkan tujuan utama.


Antagonis: Tokoh penentang tokoh utama. Tokoh ini yang memicu timbulnya konflik atau masalah dalam cerita.


Tritagonis: Tokoh penengah atau penasihat yang membantu memberikan solusi dan meredakan konflik.


Figuran / Pemeran Pembantu: Tokoh pelengkap yang bertujuan memperkuat latar belakang suasana dan mendukung jalannya pementasan.


2. Teknik Dasar Memainkan Peran (Penjiwaan)

Untuk memainkan peran secara hidup dan meyakinkan pada penampilan kokurikuler, seorang pemain drama harus menguasai tiga olah dasar:


Olah Vokal:


Artikulasi: Kejelasan pengucapan kata dan kalimat.


Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara sesuai emosi tokoh.


Proyeksi Suara: Ketahanan dan jangkauan vokal agar dapat terdengar jelas hingga penonton paling belakang tanpa harus berteriak kasar.


Olah Tubuh:


Kelenturan & Gestur: Gerak-gerik tubuh, gestur tangan, dan cara berjalan yang disesuaikan dengan usia, status sosial, dan kondisi fisik tokoh.


Blocking: Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah panggung agar penampilan terlihat seimbang dan tidak membelakangi/menutupi pemain lain.


Olah Rasa / Jiwa:


Konsentrasi & Imajinasi: Kemampuan memfokuskan pikiran pada karakter dan latar cerita.


Empati Emosional: Mendalami perasaan (sedih, marah, gembira) tokoh yang dibawakan agar akting terasa alami dan tidak kaku.


3. Tahap Persiapan Pementasan Drama

Analisis Naskah: Membaca dan memahami tema, alur cerita, karakterisasi tokoh, serta latar belakang masalah.


Casting & Bedah Peran: Penentuan peran dan pendalaman watak tokoh secara detail.


Latihan (Reading & Pembentukan Karakter): Latihan membaca dialog, melatih vokal, hingga merancang gerakan di panggung.


Geladi Bersih (General Rehearsal): Latihan menyeluruh dengan kostum, tata rias, musik pendukung, tata cahaya, dan properti panggung.


LATIHAN SOAL DRAMA DAN PENJIWAAN PERAN

Soal 1

Dalam pementasan drama sekolah, Rian berperan sebagai seorang kakek tua yang bijaksana. Teknik latihan yang paling utama dilakukan Rian untuk membiasakan bentuk fisik dan gerak-gerik kakek tersebut adalah...


A. Olah rasa untuk meningkatkan konsentrasi


B. Olah tubuh dan analisis gestur


C. Olah vokal intonasi tinggi


D. Bedah naskah bersama sutradara




Soal 2

Tokoh penengah yang berfungsi membantu menyelesaikan konflik antara tokoh utama dan tokoh penentang dalam alur cerita drama disebut...


A. Protagonis


B. Antagonis


C. Tritagonis


D. Figuran




Soal 3

Saat pementasan drama berlangsung di aula sekolah, suara seorang pemain drama tidak terdengar jelas oleh penonton di barisan belakang. Unsur olah vokal yang perlu ditingkatkan oleh pemain tersebut adalah...


A. Improvisasi nada


B. Ekspresi mimik wajah


C. Artikulasi dan proyeksi suara


D. Penghayatan suasana panggung




Soal 4

Tujuan utama melakukan analisis naskah sebelum memerankan suatu tokoh dalam pementasan drama adalah...


A. Menghafal seluruh baris dialog secepat mungkin


B. Menentukan harga tiket dan tata cahaya panggung


C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter


D. Mengubah alur cerita drama sesuai keinginan sendiri




5. Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah pemain di atas panggung agar pementasan terlihat seimbang dan artistik disebut...


A. Blocking


B. Reading


C. Casting


D. Dubbing



Kunci Jawaban


B. Olah tubuh dan analisis gestur


Penjelasan: Untuk membiasakan bentuk fisik, sikap tubuh, dan gerak-gerik khas seorang kakek tua, pemain perlu melatih fisik melalui olah tubuh serta mengamati/menganalisis gestur fisik target peran.


C. Tritagonis


Penjelasan: Tritagonis adalah tokoh penengah yang netral dan membantu menyelesaikan konflik antara protagonis (tokoh utama) dan antagonis (tokoh penentang).


C. Artikulasi dan proyeksi suara


Penjelasan: Artikulasi memastikan kelafalan kata jelas, sedangkan proyeksi suara (teknik pemantulan/jangkauan vokal) memastikan suara terdengar hingga barisan penonton paling belakang tanpa harus berteriak.


C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter


Penjelasan: Analisis naskah bertujuan untuk mendalami dimensi karakter (fisik, psikologis, dan sosial) agar pemeran dapat menghidupkan tokoh secara natural dan sesuai tuntutan cerita.


A. Blocking


Penjelasan: Blocking adalah aturan perpindahan, posisi, dan komposisi pemain di atas panggung agar pementasan estetik, seimbang, dan tidak menutupi pemain lain (blinding).


Refleksi Pembelajaran


Untuk Siswa: Pemahaman teori seni peran (acting) tidak hanya mengandalkan hafalan dialog, tetapi juga keterpaduan antara olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. Mengenal penokohan serta pengaturan panggung membantu siswa menghargai kerja sama tim dalam pementasan drama.


Untuk Guru: Soal-soal ini menguji pemahaman mendasar siswa mengenai seni peran dan tata panggung. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk melihat sejauh mana siswa siap melangkah dari tahap teori menuju praktik pementasan drama secara langsung.


Kesimpulan Materi: Dasar-Dasar Seni Peran dan Teater


Keaktoran (Olah Tubuh & Vokal): Penguasaan peran membutuhkan latihan olah tubuh untuk menyesuaikan gestur fisik karakter dan olah vokal (artikulasi serta proyeksi) agar pesan dialog tersampaikan dengan jelas kepada penonton.


Analisis Karakter & Penokohan: Setiap tokoh memiliki peran spesifik dalam alur cerita (Protagonis, Antagonis, dan Tritagonis). Membedah naskah adalah langkah krusial untuk memahami motivasi dan emosi di 

balik tindakan tokoh.


Tata Panggung (Stage Management): Keberhasilan pementasan tidak hanya bergantung pada akting individu, melainkan juga komposisi panggung seperti blocking agar alur pergerakan pemain terlihat artistik dan seimbang di mata penonton.


Rabu, 21 Oktober 2026

Kamis, 22 oktober 2026

 


IDENTITAS

  1. Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd

  2. Mapel : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : kamis, 22 oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)

  5. Materi : Melestarikan keberagaman budaya

  6. Pertemuan ke : 23

CP                                : Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
TP                                : Murid dapat Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar

Metode / Model : Diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, dan simulasi / Problem Based Learning (PBL) melalui praktik musyawarah di masyarakat.

Media / Alat peraga : Video/gambar keberagaman budaya di masyarakat, gambar pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, makanan tradisional, kartu kasus, LKPD, kertas plano, spidol, dan papan tulis.

ATP:

  1. Murid mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan masyarakat.

  2. Murid menjelaskan pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  3. Murid menganalisis permasalahan keberagaman budaya di masyarakat dan menentukan alternatif penyelesaian melalui musyawarah.

  4. Murid mempraktikkan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dengan menghargai perbedaan pendapat.

  5. Murid menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Murid mengamati gambar atau video keberagaman budaya di masyarakat dengan penuh perhatian. Murid menyadari bahwa keberagaman budaya merupakan anugerah Allah Swt. yang harus disyukuri, dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Murid memahami pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta bersikap bijaksana dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Murid menghubungkan materi keberagaman budaya dengan kehidupan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui diskusi kelompok dan analisis kartu kasus, murid mengidentifikasi sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Murid kemudian merancang solusi dan menyepakati langkah pelestarian budaya melalui musyawarah, sehingga dapat menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

4. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Murid mengikuti kegiatan tebak gambar budaya Indonesia, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai warga masyarakat yang sedang bermusyawarah menyelesaikan permasalahan keberagaman budaya. Murid bekerja sama menyampaikan pendapat, menghargai gagasan teman, dan membuat kesepakatan bersama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarah dengan percaya diri dan memberikan apresiasi terhadap kelompok lain.

Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Keragaman Suku dan Bangsa)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
  • Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." [1]
  • Makna: Ayat ini adalah dasar utama dalam Islam untuk menghargai perbedaan budaya, suku, dan bangsa. Keragaman diciptakan bukan untuk saling bertikai, melainkan untuk saling mengenal (lita'arafu) dan merajut kebersamaan. 
materi pembelajaran:

1. Pengertian Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya adalah kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai macam kebudayaan, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, lagu daerah, makanan khas, dan adat istiadat.

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

2. Bentuk-Bentuk Keberagaman Budaya Indonesia

Keunikan Pakaian Tulang Bawang, Baju Adat Lampung

a. Pakaian adat

Pakaian adat merupakan pakaian khas yang mencerminkan identitas suatu daerah. Contohnya adalah pakaian adat Lampung, Ulee Balang dari Aceh, dan Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

Nuwo Sesat: Rumah Adat Lampung yang Unik dan Bersejarah

b. Rumah adat

Rumah adat adalah bangunan tradisional yang memiliki ciri khas daerah. Contohnya Nuwo Sesat dari Lampung dan Rumah Gadang dari Sumatra Barat.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

c. Tarian tradisional

Tarian tradisional merupakan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Kecak dari Bali.

Seruit: Makanan Ikonik Lampung dan Filosofi Kebersamaan

d. Makanan khas daerah

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa yang berbeda. Contohnya seruit dari Lampung, pempek dari Sumatra Selatan, dan rendang dari Sumatra Barat.

Bentuk keberagaman lainnya adalah bahasa daerah, lagu daerah, alat musik tradisional, permainan tradisional, serta adat istiadat.

3. Sikap Menghormati Keberagaman Budaya

Sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  1. Menghargai budaya daerah lain.

  2. Tidak mengejek bahasa, pakaian, atau adat istiadat teman.

  3. Mau mempelajari kesenian dari daerah lain.

  4. Bekerja sama tanpa membeda-bedakan asal daerah.

  5. Menjaga dan melestarikan budaya daerah sendiri.

  6. Bangga terhadap kebudayaan Indonesia.

4. Manfaat Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Memperkaya kebudayaan nasional.

  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

  • Menjadi identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.

  • Mengembangkan pariwisata dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

5. Cara Melestarikan Keberagaman Budaya

Upaya pelestarian budaya dapat dilakukan dengan mempelajari tarian daerah, menggunakan dan mengenal bahasa daerah, mengikuti kegiatan seni budaya, mengenalkan makanan tradisional, serta membuat poster atau infografis tentang budaya Indonesia.

6. Keberagaman Budaya dalam Perspektif Pancasila dan Islam

Menghormati keberagaman budaya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Kita harus menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Dalam Islam, Allah Swt. menjelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Oleh karena itu, kita hendaknya menghargai perbedaan, tidak merendahkan orang lain, dan menjaga persaudaraan.

7. Aktivitas Pembelajaran

Murid dibagi menjadi kelompok yang terdiri atas 4–5 orang untuk membuat poster atau infografis tentang keberagaman budaya Indonesia. Setiap kelompok memilih satu daerah dan menyajikan informasi tentang pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, serta cara melestarikannya.

Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya dan memberikan apresiasi terhadap karya kelompok lain.

8. Kesimpulan

Keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, dan dilestarikan. Melalui sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghargai, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Rabu, 28 Oktober 2026, SBDP

  IDENTITAS Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd Mapel :  Seni Rupa Hari/Tanggal : kamis, 28 oktober 2026 Fase/Kelas : Fase C / Kelas...