5. Materi : PKN :nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
SBDP :karya seni membuat poster
6. Pertemuan Ke : 6
7. Apersepsi
Assalamualaikum my student, How are you today, hari ini kita akan belajar PKN dan SBDP
1. Pendidikan Pancasila:
CP : Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.
TP : Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
Mindful (Kesadaran Diri & Reflektif)
Penguraian TP: Murid mampu menyadari dan mengenali bahwa setiap tindakan/perilaku sehari-hari (seperti berdoa, menghormati teman, dan berlaku adil) memiliki keterkaitan langsung dengan nilai-nilai sila Pancasila serta ajaran kebaikan (seperti QS. Al-Hujurat: 13).
Indikator: Murid dapat merefleksikan diri serta menyebutkan alasan mengapa suatu sikap sesuai/tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
Meaningful (Bermakna & Relevan)
Penguraian TP: Murid mampu menguraikan dan mengkorelasikan fungsi Pancasila sebagai dasar negara (landasan aturan/hukum) dan pandangan hidup (pedoman bersikap) melalui analisis studi kasus/masalah nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat (Problem-Based Learning).
Indikator: Murid dapat menjelaskan makna sila ke-1 sampai ke-5 serta memberi solusi bermakna atas masalah yang terjadi di sekitarnya.
Joyful (Menyenang & Interaktif)
Penguraian TP: Murid dapat mengekspresikan pemahaman nilai-nilai Pancasila secara aktif dan menyenangkan melalui diskusi kelompok interaktif, penayangan media video menarik, serta pengerjaan LKPD berbasis aktivitas (seperti simulasi musyawarah atau permainan peran sederhana).
Indikator: Murid berpartisipasi aktif, ceria, dan percaya diri saat menyampaikan hasil diskusi kelompok.
ATP :
Murid dapat menjelaskan pengertian Pancasila serta posisinya sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara santun.
Materi Pokok : nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa
Metode / Model : Tanya jawab, PBL
Media / Alat peraga : video, LKPD
Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai dalam Pancasila mengajarkan kita untuk beriman kepada Tuhan, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, serta berlaku adil.
firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
Materi Pembelajaran Pendidikan Pancasila:
1. Pengertian Pancasila
Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau prinsip. Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Setiap peraturan dan kebijakan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Contohnya:
Negara menjamin kebebasan masyarakat untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaannya.
Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.
Pemerintah dan masyarakat menjaga persatuan Indonesia.
Keputusan bersama dapat dilakukan melalui musyawarah.
Masyarakat berusaha menciptakan keadilan sosial.
3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
Sila ke-1: beribadah dan menghormati teman yang berbeda agama.
Sila ke-2: menolong teman dan menghargai sesama.
Sila ke-3: menjaga persatuan dan tidak membeda-bedakan teman.
Sila ke-4: menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Sila ke-5: bersikap adil dan berbagi dengan orang lain.
4. Makna Nilai-Nilai Pancasila
Sila
Makna Nilai
Contoh Perilaku
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Percaya dan bertakwa kepada Tuhan serta menghormati perbedaan agama
Beribadah dan menghormati teman yang berbeda agama
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Menghargai harkat dan martabat manusia
Menolong teman dan tidak melakukan perundungan
3. Persatuan Indonesia
Menjaga persatuan dan kesatuan
Gotong royong dan menghargai keberagaman
4. Kerakyatan... Permusyawaratan/Perwakilan
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
Berdiskusi dan menghargai pendapat
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Bersikap adil dan menghormati hak orang lain
Membagi tugas secara adil dan tidak pilih kasih
5. Hubungan Pancasila dengan Kehidupan Sehari-hari
Nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan. Kelima sila merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan melengkapi.
Contoh: Saat melakukan kerja bakti, murid dapat berdoa sebelum kegiatan (sila ke-1), membantu teman (sila ke-2), bekerja bersama (sila ke-3), menentukan pembagian tugas melalui musyawarah (sila ke-4), dan membagi tugas secara adil (sila ke-5).
6. Penguatan Nilai Keislaman
Nilai-nilai Pancasila dapat dikaitkan dengan ajaran Islam, seperti beriman kepada Allah, menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil.
Salah satu landasannya adalah QS. Al-Hujurat ayat 13, yang mengajarkan manusia untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan.
Soal Evaluasi / Latihan Pembelajaran
Bagian I: Pilihan Ganda
1. Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Arti dari kata panca dan sila secara urut adalah ....
a. lima aturan
b. lima dasar atau prinsip
c. lima pedoman hidup
d. lima perbuatan baik
2. Pancasila kedudukannya sebagai dasar negara. Hal ini memiliki arti bahwa Pancasila digunakan sebagai ....
a. petunjuk bertingkah laku sehari-hari
b. pedoman dalam pembuatan aturan dan penyelenggaraan kehidupan bernegara
c. panduan untuk meraih cita-cita pribadi
d. aturan hukum khusus bagi pejabat negara
3. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 dijelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Nilai ajaran ini sangat sejalan dengan Pancasila sila ke-....
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
4. Ketika kelas 4 mengadakan pemilihan ketua kelas, seluruh murid berkumpul untuk berdiskusi dan memberikan pendapat hingga mencapai kesepakatan bersama. Kegiatan ini merupakan contoh penerapan Pancasila sila ke-....
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Persatuan Indonesia
c. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
d. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
5. Saat kegiatan kerja bakti di sekolah, Andi berdoa sebelum memulai kegiatan, Budi membantu membawa sampah, Dika membagi tugas secara adil, dan semua murid bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman. Hal ini membuktikan bahwa ....
a. Nilai-nilai Pancasila hanya berlaku saat kerja bakti
b. Kelima sila Pancasila merupakan satu kesatuan utuh yang saling berhubungan
c. Sila pertama lebih penting daripada sila-sila yang lain
d. Kegiatan kerja bakti hanya menerapkan sila ke-3 Pancasila
Bagian II: Isian Singkat
1. Nilai-nilai Pancasila yang dijadikan sebagai pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertindak pada kehidupan sehari-hari menunjukkan fungsi Pancasila sebagai ____________.
2. Menolong teman yang jatuh dari sepeda dan tidak melakukan bullying (perundungan) merupakan contoh penerapan nilai Pancasila sila ke-____.
3. Menjaga kesepakatan dan menghargai perbedaan agama saat teman sedang beribadah adalah pengamalan sila ke-____.
Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan materi : murid dapat memahami hubungan antara sila paNcasiLa
Refleksi :
Kendala : dari 11 murid yang masuk , 3 murid masih bingung dalam menghubungkan sila pancasila dan maknanya
Tindak lanjut : guru akan menjelaskan kembali di pertemuan berikutnya
Jumlah yang tidak paham ; 3
2. Seni Rupa
CP : Merefleksikan (Reflecting)
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
TP : Peserta didik Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
Joyful (menyenangkan): peserta didik melakukan refleksi melalui kegiatan yang menarik, seperti galeri karya, diskusi, permainan apresiasi, kartu refleksi, atau presentasi sederhana.
Mindful (berkesadaran): peserta didik menyadari setiap tahapan proses berkarya, mengenali usaha, kesulitan, kekuatan, dan hal yang perlu diperbaiki.
Meaningful (bermakna): peserta didik memahami bahwa proses berkarya memberikan pengalaman, pembelajaran, dan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
ATP
Peserta didik mengamati berbagai karya seni rupa dan mengidentifikasi unsur-unsur seni rupa yang terdapat di dalamnya.
Materi Pokok : karya seni membuat poster
Metode / Model : Tanya jawab, demonstrasi / discovery learning
Media / Alat peraga : kertas, krayon
1. Pengertian Refleksi dalam Seni Rupa
Refleksi dalam seni rupa adalah kegiatan melihat kembali, mengamati, dan menilai proses serta hasil karya yang telah dibuat. Melalui refleksi, peserta didik dapat mengetahui kelebihan, kekurangan, kesulitan, dan hal yang dapat diperbaiki pada karya berikutnya.
Refleksi tidak berarti mencari kesalahan, tetapi belajar dari pengalaman berkarya agar kemampuan seni semakin berkembang.
2. Hal yang Direfleksikan
Saat melakukan refleksi, peserta didik dapat memperhatikan beberapa hal berikut:
a. Ide atau gagasan
Apa ide yang digunakan?
Mengapa memilih ide tersebut?
Apakah ide sudah sesuai dengan tema?
b. Proses berkarya
Teknik apa yang digunakan?
Alat dan bahan apa yang digunakan?
Apakah proses pembuatannya mudah atau sulit?
Kesulitan apa yang ditemukan?
c. Unsur seni rupa Peserta didik dapat mengamati penggunaan:
Titik
Garis
Bentuk
Bidang
Warna
Tekstur
Ruang
d. Prinsip seni rupa Karya dapat direfleksikan berdasarkan:
Kesatuan
Keseimbangan
Proporsi
Irama
Penekanan
Harmoni
e. Hasil karya Peserta didik menilai:
Kesesuaian karya dengan tema.
Kerapian karya.
Komposisi objek.
Pemilihan warna.
Keunikan atau kreativitas.
Kesesuaian teknik dengan karya.
3. Kosakata Seni Rupa yang Digunakan
Kosakata
Makna
Komposisi
Cara menyusun unsur-unsur seni rupa dalam sebuah karya
Proporsi
Perbandingan ukuran antara bagian-bagian dalam karya
Keseimbangan
Keselarasan pembagian unsur dalam karya
Harmoni
Keselarasan antara unsur-unsur seni rupa
Kontras
Perbedaan yang tampak jelas, misalnya warna terang dan gelap
Tekstur
Karakter atau sifat permukaan suatu benda
Garis
Unsur seni rupa berupa goresan yang memiliki arah
Bentuk
Wujud suatu objek dalam karya seni
Warna
Unsur visual yang memberikan kesan tertentu pada karya
Teknik
Cara yang digunakan untuk membuat karya seni
Media
Alat atau bahan yang digunakan untuk berkarya
Kreativitas
Kemampuan menghasilkan gagasan atau karya yang unik dan menarik
4. Contoh Refleksi Karya
Karya: Poster menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya membuat poster dengan tema menjaga kebersihan lingkungan. Saya menggunakan teknik menggambar dan mewarnai. Saya memilih warna hijau dan biru agar poster memberikan kesan segar. Saya menggunakan garis dan bentuk sederhana agar gambar mudah dipahami. Menurut saya, komposisi gambar sudah cukup seimbang, tetapi tulisan pada poster masih kurang rapi. Pada karya berikutnya, saya akan memperbaiki kerapian tulisan dan membuat komposisi yang lebih menarik.”
5. Pertanyaan Panduan Refleksi
Setelah menyelesaikan karya, peserta didik dapat menjawab:
Apa tema dan ide karya yang saya buat?
Apa alat dan bahan yang saya gunakan?
Teknik apa yang saya gunakan?
Unsur seni rupa apa saja yang terdapat dalam karya saya?
Bagaimana komposisi karya saya?
Apakah warna yang saya pilih sudah sesuai?
Bagian mana dari karya saya yang paling saya sukai?
Kesulitan apa yang saya alami?
Apa kelebihan dan kekurangan karya saya?
Apa yang akan saya perbaiki pada karya berikutnya?
Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan materi : murid dapat memahami cara membuat poster
Refleksi :
Kendala : dari 11 murid yang masuk murid sudah memahami car membuat poster ajakan
4. Mata Pelajaran : IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia
5. Materi : IPAS :cara menjaga kesehatan organ tubuh dan gangguan kesehatan organ tubuh
Matematika:bilangan desimal dan persen
Bahasa Indonesia :teks nonsastra berbentuk teks aural, teks sastra berbentuk teks
aural.
6. Pertemuan Ke : 6
7. Apersepsi
Assalamualaikum my lovely stuident
Derajat Orang Berilmu (QS. Al-Mujadalah: 11) Allah menegaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..
Untuk itu mari bersinergi bersama untuk menuntut ilmu, kita awali dengan doa dan semangat, mudah-mudahhan ilmunya bermanfat
1. Matematika
CP : Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran,melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli; mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).
TP :
Peserta didik dapatMengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).
TP 1 (Mindful Learning - Kesadaran Konsep):
Melalui eksplorasi nilai tempat secara sadar (mindful), peserta didik dapat memahami dan mengubah bentuk pecahan biasa/campuran menjadi bentuk desimal dan persen serta sebaliknya secara tepat.
Melalui pengamatan situasi nyata di kehidupan sehari-hari (meaningful), peserta didik dapat membandingkan nilai dua bilangan desimal (satu angka di belakang koma) untuk membuat keputusan yang tepat.
Melalui permainan simulasi dan aktivitas kelompok yang menyenangkan (joyful), peserta didik dapat mengurutkan sekumpulan bilangan desimal (satu angka di belakang koma) dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya.
ATP :
Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli; mengubah pecahan menjadi berbagai bentuk pecahan lain, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma).
Materi Pokok : bilangan desimal dan persen
Metode / Model : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga : Video, kartu persen dan desimal
“Anak-anak, pernahkah kalian melihat tulisan 25% diskon, 0,5 liter, atau 75% nilai keberhasilan? Menurut kalian, apa arti angka-angka tersebut?” “Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan bilangan desimal dan persen. Misalnya, ketika sebuah toko memberikan diskon 20%, kita perlu memahami berapa bagian harga yang dikurangi. Begitu juga ketika kita mengukur sesuatu, kita dapat menggunakan bilangan desimal.”
“Allah Swt. mengajarkan manusia untuk bersikap adil dan tidak berlebihan dalam menggunakan sesuatu. Salah satu contohnya terdapat dalam QS. Al-A'raf ayat 31, yang mengingatkan kita agar tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.”
“Jika kita memiliki 1 liter air dan menggunakan 0,25 liter, berapa bagian air yang telah kita gunakan dalam bentuk persen? Jika kita menggunakan 25%, berapa banyak air yang tersisa?”
“Hari ini kita akan belajar tentang bilangan desimal dan persen, serta bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar matematika, kita juga dapat belajar menjadi pribadi yang teliti, hemat, dan tidak berlebihan, sesuai dengan nilai yang diajarkan dalam Al-Qur'an.”
Materi pembelajaran Matematika:
A. Pengertian Bilangan Desimal dan Persen
Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan tanda koma untuk menunjukkan bagian dari satu kesatuan.
Contoh:
0,5
0,25
0,75
1,25
Persen (%) berarti per seratus atau bagian dari 100.
Contoh:
25% = 25 per 100
50% = 50 per 100
75% = 75 per 100
B. Mengubah Desimal Menjadi Persen
Untuk mengubah bilangan desimal menjadi persen, caranya adalah:
Kalikan bilangan desimal dengan 100%
Rumus:
Desimal × 100% = Persen
Contoh 1
Ubahlah 0,25 menjadi persen!
Jawab:
0,25 × 100% = 25%
Jadi, 0,25 = 25%.
Contoh 2
Ubahlah 0,6 menjadi persen!
0,6 × 100% = 60%
Jadi, 0,6 = 60%.
Contoh 3
Ubahlah 0,75 menjadi persen!
0,75 × 100% = 75%
Jadi, 0,75 = 75%.
Cara cepat 💡
Untuk mengubah desimal menjadi persen, geser koma 2 tempat ke kanan, kemudian tambahkan tanda %.
Desimal
Persen
0,1
10%
0,2
20%
0,25
25%
0,4
40%
0,5
50%
0,75
75%
0,8
80%
0,95
95%
C. Mengubah Persen Menjadi Desimal
Untuk mengubah persen menjadi desimal, caranya adalah:
Bagi bilangan persen dengan 100
Rumus:
Persen ÷ 100 = Desimal
Contoh 1
Ubahlah 25% menjadi desimal!
25 ÷ 100 = 0,25
Jadi, 25% = 0,25.
Contoh 2
Ubahlah 60% menjadi desimal!
60 ÷ 100 = 0,6
Jadi, 60% = 0,6.
Contoh 3
Ubahlah 75% menjadi desimal!
75 ÷ 100 = 0,75
Jadi, 75% = 0,75.
Cara cepat 💡
Untuk mengubah persen menjadi desimal, geser koma 2 tempat ke kiri dan hilangkan tanda persen.
Persen
Desimal
10%
0,1
20%
0,2
25%
0,25
40%
0,4
50%
0,5
75%
0,75
80%
0,8
95%
0,95
D. Hubungan Desimal dan Persen
Desimal dan persen dapat menunjukkan nilai yang sama, hanya bentuk penulisannya berbeda.
Contoh:
0,5 = 50%
Karena:
0,5 × 100% = 50%
atau
50% ÷ 100 = 0,5
Contoh lainnya:
0,25 = 25% = 25/100
0,75 = 75% = 75/100
E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Diskon
Sebuah toko memberikan diskon 25%.
Bentuk desimal dari 25% adalah:
25 ÷ 100 = 0,25
Jadi, diskon 25% sama dengan 0,25 dari harga barang.
2. Penggunaan Air
Siti menggunakan 0,4 bagian air dari sebuah wadah.
Jika dinyatakan dalam persen:
0,4 × 100% = 40%
Jadi, Siti menggunakan 40% air.
3. Hasil Belajar
Dari 100% target belajar, seorang murid telah menyelesaikan 0,8 bagian.
0,8 × 100% = 80%
Jadi, murid tersebut telah menyelesaikan 80% target belajarnya.
📝 Soal Latihan
A. Tingkat Mudah
Ubahlah bilangan desimal 0,3 menjadi bentuk persen!
Ubahlah bilangan desimal 0,75 menjadi bentuk persen!
Ubahlah 40% menjadi bilangan desimal!
Ubahlah 85% menjadi bilangan desimal!
B. Tingkat Sedang
Rani telah menyelesaikan 0,65 bagian dari tugas yang diberikan gurunya. Berapa persen tugas yang telah diselesaikan Rani?
Sebuah botol berisi air sebanyak 0,8 liter dari kapasitas maksimalnya. Jika dinyatakan dalam persen, berapa persen isi botol tersebut?
Dalam sebuah kelas, 70% siswa membawa bekal dari rumah. Ubahlah persentase tersebut ke dalam bentuk desimal!
C. Tingkat Sulit/HOTS
Sebuah taman sekolah telah ditanami bunga sebanyak 0,45 bagian dari seluruh area yang direncanakan. Kepala sekolah mengatakan bahwa penanaman bunga telah mencapai 45%. Apakah pernyataan tersebut benar? Jelaskan alasanmu!
Dari seluruh buku yang harus dibaca selama satu semester, Dika telah membaca 0,75 bagian. Sementara itu, Sinta mengatakan bahwa ia telah membaca 80% dari seluruh buku. Siapakah yang telah membaca bagian lebih banyak? Jelaskan dengan mengubah kedua bilangan ke bentuk yang sama!
Sekolah menargetkan pengumpulan donasi sebanyak 100%. Pada minggu pertama terkumpul 0,35 bagian dan pada minggu kedua bertambah 25%. Berapa persen total donasi yang telah terkumpul? Berapa persen lagi yang harus dikumpulkan agar mencapai target? Jelaskan langkah penyelesaianmu!
Kunci Jawaban:
A. Tingkat Mudah
1. Ubahlah bilangan desimal 0,3 menjadi bentuk persen!
Jawaban: 30%
Cara: Desimal diubah menjadi persen dengan cara dikalikan 100%.
0,3×100%=30%
Alasan: Mengalikan dengan 100 berarti memindahkan koma 2 tempat ke kanan.
Jadi, 0,3 = 30%.
2. Ubahlah bilangan desimal 0,75 menjadi bentuk persen!
Jawaban: 75%
Cara:
0,75×100%=75%
Alasan: Koma pada 0,75 dipindahkan dua tempat ke kanan sehingga menjadi 75.
Jadi, 0,75 = 75%.
3. Ubahlah 40% menjadi bilangan desimal!
Jawaban: 0,4
Cara: Persen diubah menjadi desimal dengan cara dibagi 100.
40%÷100=0,4
atau
10040=0,4
Alasan: Tanda persen (%) berarti per seratus. Jadi, 40% artinya 40 dari 100.
Jadi, 40% = 0,4.
4. Ubahlah 85% menjadi bilangan desimal!
Jawaban: 0,85
Cara:
85%÷100=0,85
atau
10085=0,85
Alasan: 85% berarti 85 dari 100. Jika ditulis dalam bentuk desimal, hasilnya adalah 0,85.
Jadi, 85% = 0,85.
B. Tingkat Sedang
5. Rani telah menyelesaikan 0,65 bagian dari tugas. Berapa persen tugas yang telah diselesaikan Rani?
Jawaban: 65%
Cara:
0,65×100%=65%
Alasan: Untuk mengubah desimal menjadi persen, kalikan dengan 100%.
Jadi, Rani telah menyelesaikan 65% tugasnya.
6. Sebuah botol berisi air sebanyak 0,8 liter dari kapasitas maksimalnya. Jika dinyatakan dalam persen, berapa persen isi botol tersebut?
Jawaban: 80%
Cara:
0,8×100%=80%
Alasan: Bilangan 0,8 menunjukkan 8 per 10 atau setara dengan 80 per 100.
0,8=10080=80%
Jadi, isi botol tersebut adalah 80% dari kapasitas maksimalnya.
Catatan: Kalimat soal lebih tepat jika yang dimaksud adalah 0,8 bagian dari kapasitas maksimal, bukan 0,8 liter secara mutlak. Jika kapasitas botol tidak diketahui, 0,8 liter saja belum bisa ditentukan persentasenya.
7. Dalam sebuah kelas, 70% siswa membawa bekal dari rumah. Ubahlah persentase tersebut ke dalam bentuk desimal!
Jawaban: 0,7
Cara:
70%÷100=0,7
atau
10070=0,7
Alasan: Persen berarti per seratus. Jadi, 70% berarti 70 dari 100.
Jadi, 70% = 0,7.
C. Tingkat Sulit/HOTS
8. Sebuah taman sekolah telah ditanami bunga sebanyak 0,45 bagian dari seluruh area yang direncanakan. Kepala sekolah mengatakan bahwa penanaman bunga telah mencapai 45%. Apakah pernyataan tersebut benar? Jelaskan alasanmu!
Jawaban: Benar.
Cara:
Ubah 0,45 menjadi persen:
0,45×100%=45%
Jadi:
0,45=45%
Alasan: Desimal 0,45 jika dikalikan 100% menjadi 45%. Artinya, 45 bagian dari setiap 100 bagian area sudah ditanami bunga.
Kesimpulan: Pernyataan kepala sekolah benar, karena 0,45 sama dengan 45%.
9. Dika telah membaca 0,75 bagian buku. Sinta telah membaca 80% dari seluruh buku. Siapakah yang telah membaca bagian lebih banyak?
Jawaban: Sinta.
Cara:
Samakan bentuk bilangan terlebih dahulu.
Dika:
0,75×100%=75%
Sinta:
80%=80%
Kemudian bandingkan:
75%<80%
Jadi, 80% lebih besar daripada 75%.
Alasan: Dika telah membaca 75% buku, sedangkan Sinta telah membaca 80% buku. Selisihnya:
80%−75%=5%
Kesimpulan: Sinta telah membaca lebih banyak, yaitu 5% lebih banyak daripada Dika.
10. Sekolah menargetkan pengumpulan donasi sebanyak 100%. Pada minggu pertama terkumpul 0,35 bagian dan pada minggu kedua bertambah 25%. Berapa persen total donasi yang telah terkumpul? Berapa persen lagi yang harus dikumpulkan agar mencapai target?
Jawaban:
Total donasi terkumpul = 60%
Donasi yang masih harus dikumpulkan = 40%
Langkah 1: Ubah 0,35 menjadi persen
0,35×100%=35%
Jadi, minggu pertama terkumpul 35%.
Langkah 2: Tambahkan donasi minggu kedua
Minggu pertama:
35%
Minggu kedua:
25%
Total:
35%+25%=60%
Jadi, total donasi yang telah terkumpul adalah 60%.
Langkah 3: Hitung kekurangan untuk mencapai 100%
100%−60%=40%
Alasan: Target keseluruhan adalah 100%. Jika sudah terkumpul 60%, maka bagian yang belum terkumpul adalah 40%.
Kesimpulan: Sekolah telah mengumpulkan 60% donasi dan masih membutuhkan 40% lagi untuk mencapai target 100%.
Kesimpulan / Refleksi: Alhamdulillah pembelajaran berjalan dengan lancar, peserta didik berebut untuk menjawab soal-soal yang telah diberikan, karena mereka dapat menyeleaikan soal-soal yang diberikan. mereka happy, karena pembelajaran saya buat dengan kuis renking 1. ada 1 anak yaitu najwa yang tercepat menjawab soal dengan cepat dan benar. maka dia pemenang renking 1 dan diberi hadiah uang lima ribu rupiah. Untuk yang lainnya alhamdulillah dapat mengerjakan semuanya. ada yang salah 1 ada yang salah 2. jumlah siswa 27, untuk siswa yang tidak hadir 1 siswa m.gibran lubis karena sakit.
2. IPAS
CP : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
TP : Peserta didik dapat Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya
Materi Pokok : cara menjaga kesehatan organ tubuh dan gangguan kesehatan organ tubuh
Metode / Model : diskusi, demonstrasi / discovery learning
Media / Alat peraga : video, kartu kebiasaan sehat dan tidak sehat
“Ternyata, tubuh kita memiliki banyak organ yang bekerja sama setiap saat. Jantung, paru-paru, lambung, usus, ginjal, tulang, dan organ lainnya memiliki fungsi masing-masing. Organ-organ tersebut bekerja dalam sistem yang saling berhubungan agar tubuh kita dapat beraktivitas dengan baik.”
Tidak hanya mengetahui nama dan fungsinya, kita juga akan melihat bagaimana kebiasaan sehari-hari memengaruhi kesehatan organ tubuh kita. Setelah belajar, kalian akan merefleksikan kebiasaan yang sudah baik dan menentukan kebiasaan yang perlu diperbaiki agar tubuh tetap sehat.” “Tubuh manusia adalah salah satu bentuk kebesaran dan kasih sayang Allah Swt. Di dalam tubuh kita terdapat berbagai organ yang bekerja dengan sangat teratur. Jantung memompa darah, paru-paru membantu kita bernapas, lambung dan usus mencerna makanan, sedangkan ginjal membantu membuang zat sisa dari tubuh.”
seperti firman Allah Swt. dalam QS. At-Tin ayat 4:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Materi pembelajaran IPAS:
Menjaga Kesehatan Organ Sistem Peredaran Darah Manusia
A. Pengertian Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah adalah sistem dalam tubuh yang berfungsi mengedarkan darah, oksigen, zat makanan, dan zat-zat penting lainnya ke seluruh tubuh serta membawa zat sisa untuk dikeluarkan.
Sistem peredaran darah terdiri atas:
Jantung
Pembuluh darah
Darah
Ketiganya bekerja sama agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.
B. Organ Sistem Peredaran Darah
1. Jantung ❤️
Jantung merupakan organ yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.
Jantung memiliki empat ruang:
Serambi kanan
Bilik kanan
Serambi kiri
Bilik kiri
Jantung harus dijaga kesehatannya karena bekerja terus-menerus untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Cara menjaga kesehatan jantung:
Rajin berolahraga.
Mengonsumsi makanan bergizi.
Mengurangi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, gula, dan garam.
Tidak merokok.
Istirahat yang cukup.
Mengelola stres dengan baik.
2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah ke seluruh tubuh.
Ada tiga jenis pembuluh darah:
a. Arteri Membawa darah keluar dari jantung menuju organ tubuh.
b. Vena Membawa darah menuju jantung.
c. Kapiler Merupakan pembuluh darah yang sangat kecil dan menghubungkan arteri dengan vena. Di dalam kapiler terjadi pertukaran oksigen, zat makanan, dan zat sisa dengan sel-sel tubuh.
Cara menjaga kesehatan pembuluh darah:
Berolahraga secara teratur.
Mengonsumsi makanan sehat.
Memperbanyak sayur dan buah.
Minum air putih yang cukup.
Menghindari kebiasaan merokok.
Menjaga berat badan agar tetap sehat.
C. Darah
Darah berfungsi mengangkut berbagai zat yang diperlukan tubuh.
Darah terdiri atas:
Bagian Darah
Fungsi
Sel darah merah
Mengangkut oksigen
Sel darah putih
Membantu melawan penyakit
Keping darah
Membantu proses pembekuan darah
Plasma darah
Mengangkut zat makanan, hormon, dan zat sisa
D. Mengapa Kesehatan Sistem Peredaran Darah Harus Dijaga?
Sistem peredaran darah berhubungan dengan hampir seluruh bagian tubuh. Jika jantung dan pembuluh darah sehat, oksigen dan zat makanan dapat diedarkan dengan baik.
Sebaliknya, pola hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem peredaran darah.
Contoh kebiasaan yang kurang baik:
Jarang berolahraga.
Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam.
Terlalu banyak makanan dan minuman manis.
Kurang tidur.
Merokok.
Kurang minum air putih.
E. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah
🥗 1. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Pilih makanan yang mengandung:
Sayur dan buah.
Protein.
Karbohidrat secukupnya.
Lemak sehat.
Kurangi makanan yang terlalu banyak mengandung garam, gula, dan lemak jenuh.
🏃 2. Berolahraga Teratur
Olahraga seperti:
berjalan kaki,
bersepeda,
berenang,
senam,
bermain bola,
dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah.
💧 3. Minum Air yang Cukup
Air membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi dengan baik. Biasakan minum air putih dan jangan menunggu sampai sangat haus.
😴 4. Istirahat yang Cukup
Tidur dan istirahat membantu tubuh memulihkan energi sehingga organ tubuh dapat bekerja dengan baik.
🚭 5. Menghindari Rokok dan Asap Rokok
Zat berbahaya dalam rokok dapat mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah. Karena itu, kita harus menjauhi rokok dan asap rokok.
🧘 6. Mengelola Stres
Melakukan kegiatan positif seperti beribadah, bermain, membaca, berolahraga, dan berbicara dengan orang yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
F. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Perhatikan kebiasaan berikut:
Kebiasaan
Dampak
Rajin berolahraga
Membantu menjaga kebugaran jantung
Makan sayur dan buah
Menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh
Minum air putih
Membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh
Tidur cukup
Membantu pemulihan tubuh
Terlalu banyak makanan berlemak
Kurang baik jika menjadi kebiasaan
Jarang bergerak
Dapat membuat tubuh kurang bugar
Merokok
Membahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah
LATIHAN SOAL
Soal Isian
Organ tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh disebut __________.
Pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung disebut __________.
Pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung disebut __________.
Bagian darah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh adalah __________.
Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan jantung adalah __________.
Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung __________ dan __________ dapat membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, garam, dan gula dapat meningkatkan risiko gangguan pada __________ dan __________.
Riko jarang berolahraga, sering tidur larut malam, dan sering mengonsumsi makanan cepat saji. Agar kesehatan sistem peredaran darahnya lebih terjaga, Riko sebaiknya mengubah kebiasaannya dengan cara __________, __________, dan __________.
Jantung harus dijaga kesehatannya karena jantung berfungsi untuk __________ sehingga oksigen dan zat makanan dapat diedarkan ke seluruh tubuh.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. atas tubuh yang telah diberikan, kita dapat menjaga kesehatan sistem peredaran darah dengan menerapkan pola hidup __________, seperti berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan menghindari kebiasaan yang membahayakan kesehatan.
3. Bahasa Indonesia
CP : Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan; danmenganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural.
TP :
Murid dapat Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan; dan .
Murid dapat menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural.
Materi Pokok : teks nonsastra berbentuk teks aural, teks sastra berbentuk teks aural.
Metode / Model : Tanya jawab, demonstrasi / PBL
Media / Alat peraga : kertas soal
“Anak-anak, menjadi pendengar yang baik adalah bagian dari sikap seorang pembelajar. Dengan mendengarkan secara saksama, kita dapat memperoleh ilmu dan mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan. Oleh karena itu, mari kita buka telinga, fokuskan perhatian, dan gunakan pikiran kita untuk memahami setiap teks yang akan kita dengarkan.”
Pengertian Teks Aural
Teks Aural adalah teks yang ditransmisikan atau disampaikan melalui media suara/pendengaran (didengarkan/disimak), bukan dibaca secara visual langsung oleh pembaca.
Kegiatan memahami teks aural disebut menyimak (mendengarkan secara saksama untuk menangkap isi, gagasan, dan pesan).
2. Teks Nonsastra Berbentuk Teks Aural
Pengertian: Teks faktual/ilmiah yang didengarkan melalui pembacaan, rekaman suara, atau pengumuman lisan. Teks ini bertujuan untuk menyampaikan fakta, informasi, data, atau petunjuk secara objektif.
Ciri-ciri Teks Nonsastra Aural:
Bersifat objektif dan sesuai kenyataan (faktual).
Menggunakan bahasa baku, lugas, dan jelas.
Memuat unsur ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana).
Bentuk/Contoh Teks Nonsastra Aural:
Berita radio/televisi yang dibacakan.
Pengumuman sekolah melalui pengeras suara.
Laporan hasil pengamatan/instruksi kerja yang diperdengarkan.
Teks wawancara lisan.
Langkah Menyimak Teks Nonsastra Aural:
Mendengarkan dengan konsentrasi penuh dari awal hingga akhir.
Mencatat informasi penting berbasis rumus 5W + 1H / ADIKSIMBA.
Menyimpulkan ide pokok atau ide utama dari informasi yang didengar.
3. Teks Sastra Berbentuk Teks Aural
Pengertian: Teks imajinatif/karya seni rekaan yang disampaikan secara lisan atau didengarkan. Teks ini bertujuan untuk memberikan hiburan, membangkitkan emosi, serta menyampaikan pesan moral (amanat).
Ciri-ciri Teks Sastra Aural:
Bersifat rekaan (fiktif) dan imajinatif.
Mengandalkan intonasi, ekspresi suara, dan penekanan nada pembaca untuk memperkuat suasana cerita.
Mengandung unsur intrinsik karya sastra.
Bentuk/Contoh Teks Sastra Aural:
Dongeng, cerpen, atau fabel yang dibacakan (storytelling / mendongeng).
Pembacaan puisi (deklamasi atau musikalisasi puisi).
Sandiwara radio atau drama bersambung berbentuk audio.
Unsur Intrinsik yang Dicermati Saat Menyimak Teks Sastra Aural:
Tema: Ide dasar atau pokok pikiran cerita.
Tokoh & Penokohan: Pelaku cerita dan perwatakannya (protagonis, antagonis, tritagonis) yang dikenali dari nada suara/dialog.
Latar (Setting): Tempat, waktu, dan suasana kejadian.
Alur (Plot): Jalan cerita (awal, konflik, penyelesaian).
Amanat: Pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang.
4. Perbandingan Teks Nonsastra vs Teks Sastra Aural
Poin Pembeda
Teks Nonsastra Aural
Teks Sastra Aural
Sifat Isi
Faktual, nyata, objektif
Imajinatif, fiktif, subjektif
Tujuan
Memberikan informasi/pengetahuan
Menghibur dan menyampaikan amanat
Gaya Bahasa
Denotatif (sebenarnya), lugas, baku
Konotatif (kiasan), indah, ekspresif
Fokus Menyimak
Poin berita, fakta, data (ADIKSIMBA)
Karakter tokoh, alur, latar, pesan moral
II. LATIHAN SOAL EVALUASI
Bagian A: Pilihan Ganda (10 Soal)
Petunjuk: Pilih satu jawaban yang paling tepat!
Teks yang disampaikan melalui media pendengaran atau dibacakan secara lisan untuk disimak pendengar disebut teks ...
A. Visual
B. Aural
C. Audio-visual cetak
D. Grafis
Berikut ini yang merupakan contoh dari teks nonsastra berbentuk teks aural adalah ...
A. Pembacaan pengumuman kelulusan di pengeras suara sekolah
B. Pementasan drama radio tentang legenda Danau Toba
C. Pembacaan puisi bertema keindahan alam Lampung
D. Penuturan mendongeng fabel "Kancil dan Buaya"
Unsur ADIKSIMBA yang digunakan untuk mencari informasi mengenai lokasi terjadinya suatu peristiwa dalam teks berita aural adalah ...
A. Apa
B. Kapan
C. Di mana
D. Mengapa
Saat menyimak pembacaan teks laporan kunjungan museum melalui radio, kegiatan penting yang harus dilakukan siswa adalah ...
A. Mengkritik gaya bicaranya tanpa mencatat
B. Mencatat fakta-fakta penting dan ide pokok
C. Menghafalkan seluruh kata demi kata
D. Mengabaikan bagian pendahuluan
Salah satu ciri utama dari teks sastra aural adalah ...
A. Berisi data kuantitatif dan grafik angka
B. Bersifat objektif dan tanpa emosi
C. Berisi kisah imajinatif dan pesan moral
D. Menggunakan bahasa formal ilmiah murni
Dalam sebuah sandiwara radio, tokoh Utama terdengar berbicara dengan nada lembut dan suka menolong. Hal ini menunjukkan bahwa penokohan tokoh tersebut berwatak ...
A. Antagonis
B. Protagonis
C. Egois
D. Licik
Teks aural berikut ini yang tergolong ke dalam teks sastra adalah ...
A. Pembacaan teks Pancasila pada upacara
B. Teks berita cuaca di radio BMKG
C. Deklamasi puisi karya Chairil Anwar
D. Pembacaan tata tertib perpustakaan
Perbedaan utama antara teks berita yang didengarkan (nonsastra) dengan cerita pendek yang didengarkan (sastra) terletak pada ...
A. Jumlah kata yang digunakan
B. Sifat faktual dan sifat imajinatif isinya
C. Media audio yang digunakan
D. Kecepatan pembacaan teks
Perhatikan teks berikut yang dibacakan guru:
"Diberitahukan kepada seluruh siswa kelas 6 bahwa kegiatan latihan ujian akan dilaksanakan pada hari Senin depan di aula sekolah."
Teks aural di atas bertujuan untuk ...
A. Menghibur pendengar
B. Menyampaikan informasi resmi
C. Menceritakan pengalaman pribadi
D. Menggambarkan keindahan tempat
Amanat dalam teks sastra aural dapat kita temukan dengan cara ...
A. Membaca judulnya saja
B. Menyimak keseluruhan isi cerita dan memahami nasihat di dalamnya
C. Mencari angka statistik dalam cerita
D. Mengukur durasi rekaman audio
Bagian B: Soal Esai (5 Soal)
Jelaskan perbedaan utama antara teks nonsastra berbentuk aural dan teks sastra berbentuk aural!
Sebutkan 3 contoh bentuk teks nonsastra aural yang sering kamu temui dalam kehidupan sehari-hari di sekolah atau rumah!
Mengapa unsur intonasi dan penekanan nada sangat penting saat seseorang menyampaikan teks sastra berbentuk aural (seperti mendongeng atau berdeklamasi)?
Tuliskan rumus pertanyaan ADIKSIMBA (5W+1H) beserta fungsinya saat menyimak teks berita aural!
Bacalah (atau simaklah) kutipan teks pendek berikut yang dibacakan:
"Di sebuah hutan rindang, Sang Kancil dengan bijaksana membantu Kerbau yang tertimpa pohon jatuh, meskipun Kerbau pernah berprasangka buruk kepadanya."
Tentukan:
a. Jenis teks di atas (sastra/nonsastra)
b. Pesan moral (amanat) yang terkandung di dalamnya
kunci jawaban
No.
Jawaban
Pembahasan Singkat
1
A
Pengumuman kelulusan melalui pengeras suara merupakan teks nonsastra aural karena menyampaikan informasi faktual.
2
C
Unsur “di mana” digunakan untuk mengetahui lokasi terjadinya peristiwa.
3
B
Saat menyimak laporan, siswa perlu mencatat fakta-fakta penting dan ide pokok.
4
C
Teks sastra aural umumnya berisi kisah imajinatif serta dapat mengandung pesan moral.
5
B
Tokoh yang bersifat baik, suka menolong, dan biasanya menjadi tokoh utama disebut protagonis.
6
C
Deklamasi puisi termasuk teks sastra karena mengandung unsur keindahan bahasa dan imajinasi.
7
B
Berita bersifat faktual, sedangkan cerita pendek umumnya bersifat imajinatif.
8
B
Isi teks tersebut bertujuan menyampaikan informasi atau pengumuman resmi kepada siswa.
9
B
Amanat dapat ditemukan dengan menyimak keseluruhan cerita dan memahami pesan atau nasihat yang terkandung di dalamnya.
Kunci Jawaban Pilihan Ganda
B, A, C, B, C, B, C, B, B, B
B. Jawaban Soal Esai
1. Jelaskan perbedaan utama antara teks nonsastra berbentuk aural dan teks sastra berbentuk aural!
Teks nonsastra aural adalah teks yang disampaikan secara lisan atau melalui media pendengaran dan berisi informasi yang bersifat faktual, objektif, dan nyata, seperti berita, pengumuman, atau laporan.
Sementara itu, teks sastra aural adalah teks yang disampaikan melalui pendengaran dan berisi unsur imajinasi, keindahan bahasa, perasaan, serta pesan moral, seperti cerita rakyat, dongeng, drama radio, dan puisi.
2. Sebutkan 3 contoh bentuk teks nonsastra aural!
Contoh teks nonsastra aural adalah:
Pengumuman melalui pengeras suara sekolah.
Berita yang disampaikan melalui radio atau televisi.
Laporan atau informasi yang disampaikan secara lisan.
3. Mengapa unsur intonasi dan penekanan nada sangat penting dalam teks sastra aural?
Intonasi dan penekanan nada penting karena dapat membantu pendengar memahami isi cerita, suasana, perasaan, dan karakter tokoh. Intonasi yang tepat juga membuat penyampaian cerita, dongeng, atau puisi menjadi lebih menarik, hidup, dan mudah dipahami.
DI = Di mana → untuk mengetahui tempat atau lokasi peristiwa.
K = Kapan → untuk mengetahui waktu terjadinya peristiwa.
SI = Siapa → untuk mengetahui orang atau pihak yang terlibat.
M = Mengapa → untuk mengetahui sebab terjadinya peristiwa.
BA = Bagaimana → untuk mengetahui proses atau cara peristiwa terjadi.
ADIKSIMBA digunakan untuk membantu menemukan informasi penting dalam teks berita, termasuk berita yang disampaikan secara aural.
5. Analisis kutipan teks
“Di sebuah hutan rindang, Sang Kancil dengan bijaksana membantu Kerbau yang tertimpa pohon jatuh, meskipun Kerbau pernah berprasangka buruk kepadanya.”
a. Jenis teks:
Teks tersebut termasuk teks sastra, karena berbentuk cerita fabel dengan tokoh binatang yang memiliki perilaku seperti manusia.
b. Pesan moral (amanat):
Kita harus suka menolong orang lain dan berbuat baik, meskipun orang tersebut pernah berbuat tidak baik atau berprasangka buruk kepada kita.
Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan materi : murid dapat mengetahui perbedaan teks non sastra aurak dan berbentuk aural, murid juga membuat pertanyaan menggunakan format ADIKSIMBA
Refleksi :
Kendala : dari 11 murid yang masuk , 2 murid masih bingung membedakan perbedaan teks
Tindak lanjut : guru akan menjelaskan kembali di pertemuan berikutnya