Pendidikan Pancasila 6A SD AL-AZHAR 3
Nama guru : Puji Rahmawati Ningsih S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal : Senin, 16 September 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Materi : mempraktikkan musyawarah aturan bersama dilingkungan sekolah
Pertemuan Ke : 17
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tabik Pun! 🙏
Good morning my lovely students. How are you today?
Sebelum belajar, mari kita mengingat kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kalian mendapatkan hak untuk belajar di sekolah?
Pernahkah kalian meminta orang lain menghargai pendapat kalian?
Apakah kalian juga sudah melaksanakan kewajiban belajar, menaati aturan sekolah, dan menghormati orang lain?
🧘 Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)
Guru mengajak murid untuk menenangkan diri dan fokus sebelum melakukan musyawarah. Murid diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda. Saat berdiskusi, murid belajar mendengarkan dengan saksama, tidak memotong pembicaraan, mengendalikan emosi, dan menghargai pendapat teman.
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
- “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan?”
- “Bagaimana sikapmu jika pendapatmu tidak disetujui?”
- “Mengapa kita tidak boleh memaksakan kehendak?”
💡 Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Guru mengaitkan kegiatan musyawarah dengan kehidupan nyata murid. Murid diajak memahami bahwa musyawarah dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, seperti menentukan jadwal piket, memilih kegiatan kelas, menentukan tujuan kegiatan bersama, atau membuat aturan penggunaan fasilitas kelas.
Murid memahami bahwa hasil musyawarah bukan sekadar keputusan, tetapi merupakan kesepakatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, murid belajar menerapkan nilai demokrasi, menghargai hak orang lain, dan melaksanakan kewajiban sebagai bagian dari kelompok.
😊 Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok dan memberikan kartu kasus yang berisi masalah sederhana di lingkungan sekolah atau keluarga. Setiap kelompok melakukan simulasi musyawarah/bermain peran untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Contoh kasus:
“Kelas 6A akan membuat aturan penggunaan pojok baca. Beberapa murid ingin menggunakan pojok baca saat istirahat, sedangkan murid lainnya ingin menggunakannya setelah pembelajaran selesai. Bagaimana cara menentukan aturan yang disepakati bersama?”
Setiap kelompok mempraktikkan musyawarah dengan pembagian peran sebagai pemimpin musyawarah, penyampai pendapat, peserta, dan pencatat hasil kesepakatan. Setelah selesai, kelompok menyampaikan hasil musyawarah di depan kelas.
Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang mampu mendengarkan pendapat, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.
🌿 Kaitan dengan Al-Qur'an
وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
Artinya: "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ
Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah."
MATERI AJAR PENDIDIKAN PANCASILA
Mempraktikkan Musyawarah untuk Membuat Aturan Bersama di Lingkungan Sekolah
A. Pengertian Musyawarah
Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama.
Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Contoh musyawarah di sekolah:
kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah."
MATERI AJAR PENDIDIKAN PANCASILA
Mempraktikkan Musyawarah untuk Membuat Aturan Bersama di Lingkungan Sekolah
A. Pengertian Musyawarah
Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama.
Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Contoh musyawarah di sekolah:
menentukan jadwal piket kelas;
membuat aturan penggunaan perpustakaan;
menentukan kegiatan kelas;
membuat kesepakatan menjaga kebersihan kelas;
menentukan aturan penggunaan fasilitas sekolah.
B. Tujuan Musyawarah
Musyawarah dilakukan untuk:
Mencapai kesepakatan bersama.
Menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
Menghargai pendapat setiap orang.
Menghindari perselisihan dan pertengkaran.
Menumbuhkan sikap demokratis.
Melatih tanggung jawab terhadap keputusan bersama.
Menciptakan kehidupan yang tertib, rukun, dan harmonis.
C. Prinsip-Prinsip dalam Musyawarah
Agar musyawarah berjalan dengan baik, setiap peserta harus menerapkan beberapa sikap berikut.
1. Menghargai pendapat orang lain
Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.
2. Tidak memaksakan kehendak
Kita tidak boleh memaksa orang lain menerima pendapat kita.
3. Mendengarkan dengan baik
Ketika orang lain berbicara, kita harus mendengarkan dan tidak memotong pembicaraan.
4. Berbicara dengan sopan
Pendapat disampaikan menggunakan bahasa yang santun.
5. Mengutamakan kepentingan bersama
Keputusan yang dibuat harus memberikan manfaat bagi semua anggota kelompok.
6. Menerima hasil musyawarah
Setelah keputusan disepakati, semua peserta harus menghormatinya.
7. Bertanggung jawab
Setiap orang harus melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama.
D. Langkah-Langkah Melakukan Musyawarah
Musyawarah dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:
1. Menentukan masalah
Menentukan persoalan yang akan dibahas.
2. Menyampaikan pendapat
Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan gagasan atau usulan.
3. Mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat
Semua pendapat dipertimbangkan dengan adil.
4. Mencari solusi
Peserta mencari pilihan yang paling baik dan dapat diterima bersama.
5. Mencapai kesepakatan
Menentukan keputusan yang telah disetujui bersama.
6. Mencatat hasil musyawarah
Hasil keputusan ditulis agar dapat diingat dan dilaksanakan.
7. Melaksanakan keputusan
Semua peserta menjalankan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab.
E. Contoh Musyawarah Membuat Aturan di Sekolah
Masalah:
Pojok baca kelas sering berantakan setelah digunakan.
Guru mengajak murid melakukan musyawarah untuk membuat aturan bersama.
Beberapa usulan murid:
Pojok baca digunakan secara bergantian.
Buku harus dikembalikan ke tempatnya.
Murid tidak boleh makan dan minum di pojok baca.
Setiap kelompok bertanggung jawab merapikan pojok baca.
Buku tidak boleh dicoret atau dirusak.
Setelah berdiskusi, murid menyepakati aturan:
Kesepakatan Aturan Pojok Baca Kelas 6A
Menggunakan pojok baca secara tertib dan bergantian.
Membaca buku dengan hati-hati.
Mengembalikan buku ke tempat semula.
Menjaga kebersihan pojok baca.
Tidak mencoret atau merusak buku.
Melaksanakan jadwal piket dengan bertanggung jawab.
Keputusan tersebut harus dilaksanakan oleh semua murid, termasuk murid yang usulannya tidak terpilih.
F. Peran dalam Musyawarah
Dalam praktik musyawarah, setiap murid dapat memiliki peran yang berbeda.
Peran Tugas
Pemimpin Membuka, mengarahkan, dan menutup musyawarah
Peserta Menyampaikan dan menanggapi pendapat
Pencatat Mencatat pendapat dan hasil kesepakatan
Penyampai pendapat Menjelaskan usulan kelompok
Pengamat Mengamati sikap peserta selama musyawarah
Setiap peran harus dilakukan dengan jujur, tertib, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain.
G. Sikap yang Benar dan Tidak Benar dalam Musyawarah
Sikap yang Benar ✅ Sikap yang Tidak Benar ❌
Mendengarkan pendapat teman Memotong pembicaraan
Berbicara dengan sopan Berbicara kasar
Menghargai perbedaan pendapat Mengejek pendapat teman
Menerima keputusan bersama Marah karena usul tidak diterima
Mengutamakan kepentingan bersama Memaksakan kehendak
Melaksanakan hasil kesepakatan Mengabaikan keputusan
Memberikan kesempatan berbicara Mendominasi pembicaraan
H. Musyawarah dalam Kehidupan Sekolah
Musyawarah dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, misalnya:
Di dalam kelas:
menentukan jadwal piket;
menentukan aturan kelas;
memilih ketua kelompok;
menentukan kegiatan kelompok;
menyelesaikan masalah antarteman.
Di lingkungan sekolah:
membuat kesepakatan menjaga kebersihan;
menentukan aturan penggunaan fasilitas sekolah;
merencanakan kegiatan kelas;
menyelesaikan masalah bersama.
Melalui musyawarah, murid belajar bahwa setiap orang memiliki hak untuk berpendapat, tetapi juga memiliki kewajiban menghargai dan melaksanakan keputusan bersama.
I. Kaitan Musyawarah dengan Pancasila
Musyawarah merupakan penerapan Pancasila sila keempat, yaitu:
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”
Nilai yang terkandung di dalamnya antara lain:
mengutamakan musyawarah;
menghargai pendapat;
tidak memaksakan kehendak;
mengambil keputusan secara bijaksana;
menerima hasil keputusan bersama;
melaksanakan keputusan dengan tanggung jawab.
SOAL :
Soal Pilihan Ganda
1. Musyawarah untuk mufakat merupakan bentuk pengalaman Pancasila, khususnya sila ke-...
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
2. Tujuan utama dilakukannya musyawarah adalah untuk mencapai...
a. Keuntungan pribadi
b. Mufakat atau kesepakatan bersama
c. Kemenangan pendapat terbanyak
d. Pujian dari orang lain
3. Manakah yang bukan merupakan ciri-ciri atau sikap baik dalam ber-musyawarah?
a. Menghargai pendapat orang lain
b. Memotong pembicaraan orang lain saat berpendapat
c. Menyampaikan pendapat secara santun dan sopan
d. Menerima keputusan bersama dengan lapang dada
4. Jika dalam sebuah musyawarah pendapat kita tidak terpilih atau tidak digunakan, sikap yang harus kita lakukan adalah...
a. Marah dan meninggalkan musyawarah
b. Mengkritik pendapat yang terpilih secara kasar
c. Menerima dan mendukung keputusan bersama dengan ikhlas
d. Tidak mau melaksanakan hasil keputusan
5. Pengambilan keputusan melalui suara terbanyak (voting) biasanya dilakukan apabila...
a. Musyawarah baru saja dimulai
b. Tidak tercapai mufakat atau kesepakatan secara murni
c. Semua anggota sepakat dari awal
d. Ketua musyawarah ingin cepat selesai
Hak dan Kewajiban Anak (Kelas 6 SD)
📚 RANGKUMAN MATERI
A. Pengertian Dasar
Hak: Sesuatu yang mutlak menjadi milik seseorang dan penggunaannya tergantung kepada orang yang bersangkutan.
Kewajiban: Sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab sebelum menuntut hak.
B. Hak Anak
Hak anak dikelompokkan berdasarkan tempat dan batasannya:
Hak Anak di Rumah:
Mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua.
Mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
Mendapatkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang layak.
Mendapatkan waktu untuk bermain dan beristirahat.
Hak Anak di Sekolah:
Mendapatkan ilmu pengetahuan dan bimbingan dari guru.
Menggunakan fasilitas sekolah (perpustakaan, laboratorium, ruang kelas yang bersih).
Mendapatkan perlakuan yang adil tanpa membeda-bedakan.
Mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Hak Anak di Masyarakat:
Menggunakan fasilitas umum (taman bermain, trotoar, tempat ibadah).
Dihormati dan dihargai di lingkungan tetangga.
Berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan yang sesuai usianya.
C. Kewajiban Anak
Untuk memperoleh hak, anak harus menjalankan kewajibannya:
Kewajiban Anak di Rumah:
Berbakti, patuh, dan menghormati orang tua.
Membantu pekerjaan rumah (seperti merapikan tempat tidur, membersihkan meja).
Belajar dengan rajin.
Menjaga kerukunan antaranggata keluarga.
Kewajiban Anak di Sekolah:
Mematuhi tata tertib dan peraturan sekolah.
Menghormati guru dan menyayangi sesama teman.
Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.
Mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
Kewajiban Anak di Masyarakat:
Mematuhi aturan atau norma yang berlaku di lingkungan RT/RW.
Menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Menjaga ketertiban dan tidak mengganggu kenyamanan tetangga.
D. Prinsip Pelaksanaan Hak dan Kewajiban
Hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang.
Kewajiban harus didahulukan sebelum menuntut hak.
Pelaksanaan hak tidak boleh merugikan atau melanggar hak orang lain.
📝 SOAL LATIHAN
Bagian 1: Soal Isian Singkat
Sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh rasa tanggung jawab disebut ______.
Hak seorang anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan bimbingan dapat diperoleh di lingkungan ______.
Sebelum menuntut atau memperoleh hak, kita harus melaksanakan ______ terlebih dahulu.
Menjaga kebersihan kamar tidur dan merapikan mainan sendiri merupakan contoh kewajiban anak di lingkungan ______.
Menggunakan fasilitas taman bermain di dekat rumah merupakan contoh ______ anak di lingkungan masyarakat.
Mematuhi tata tertib dan mendengarkan penjelasan guru saat mengajar adalah kewajiban anak di ______.
Hak dan kewajiban hendaknya dilaksanakan secara ______.
Jika seorang siswa tidak melaksanakan kewajibannya untuk piket kelas, maka hak siswa lain untuk mendapatkan ruang kelas yang bersih akan ______.
Menghormati dan patuh kepada nasihat orang tua adalah kewajiban seorang anak di ______.
Mendapatkan perlindungan dari bahaya dan tindakan kekerasan adalah ______ setiap anak.
Berikut adalah kunci jawaban lengkap, kesimpulan pembelajaran, dan lembar refleksi untuk materi Hak dan Kewajiban Anak.
Kunci Jawaban (Bagian 1: Soal Isian Singkat)
Kewajiban
Sekolah
Kewajiban
Rumah (atau keluarga)
Hak
Sekolah
Seimbang
Terganggu (atau terhalang / tidak terpenuhi)
Rumah (atau keluarga)
Hak
Kesimpulan
Pengertian Hak dan Kewajiban:
Hak adalah segala sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita (seperti mendapatkan ilmu, kasih sayang, dan perlindungan).
Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab sebelum kita menerima atau menuntut hak.
Pelaksanaan yang Seimbang:
Hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang. Memenuhi kewajiban terlebih dahulu akan memastikan hak diri sendiri maupun orang lain dapat terpenuhi dengan baik.
Lingkungan Penerapan:
Hak dan kewajiban anak berlaku di tiga lingkungan utama: Rumah/Keluarga (membantu orang tua, merapikan kamar), Sekolah (mematuhi tata tertib, belajar dengan sungguh-sungguh), dan Masyarakat (menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan fasilitas umum dengan bijak).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar