IDENTITAS
Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.Pd
Mapel : Kokulikuler
Hari/Tanggal : Jumat, 11 September 2026
Fase/Kelas : Fase C / Kelas VI (Enam)
Materi : Drama dan peran
Pertemuan ke : 5
Berikut adalah rancangan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP) berprinsip Mindful, Meaningful, Joyful, serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk materi Seni Drama pada penampilan kokurikuler.
1. Capaian Pembelajaran (CP) - Seni Drama
Elemen Mengalami (Experiencing) & Menciptakan (Creating):
Peserta didik mampu memeragakan teknik dasar seni peran (olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa) secara konsisten, menganalisis karakter tokoh dalam naskah drama, serta berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan drama sederhana yang mencerminkan pemahaman nilai-nilai emosional dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan Pembelajaran (TP)
TP
TP 1: Peserta didik mampu menganalisis latar belakang, watak, dan emosi tokoh berdasarkan naskah drama melalui teknik bedah karakter.
TP 2: Peserta didik mampu mengaplikasikan teknik olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa untuk membentuk penjiwaan peran secara terampil.
TP 3: Peserta didik mampu merancang blocking panggung dan meragakan dialog interaktif bersama kelompok.
TP 4: Peserta didik mampu menyajikan pertunjukan drama kokurikuler secara kolaboratif dan percaya diri.
Pendekatan Prinsip Pembelajaran (Mindful, Meaningful, Joyful)
Mindful (Sadar & Hadir Utuh)
Tujuan: Mengajak siswa menyadari emosi, respon fisik, dan intonasi diri sendiri sebelum mengekspresikan karakter orang lain.
Contoh TP: Melalui latihan pernapasan dan pemetaan emosi (body scan), peserta didik dapat mengidentifikasi perubahan gestur dan intonasi vokal diri sendiri secara sadar saat mengekspresikan emosi marah, sedih, atau bahagia.
Meaningful (Bermakna & Relevan)
Tujuan: Menghubungkan peran/karakter dalam drama dengan pengalaman kehidupan nyata siswa.
Contoh TP: Melalui analisis tokoh drama, peserta didik dapat menghubungkan konflik sosial tokoh dengan fenomena kehidupan sehari-hari serta mengambil nilai-nilai empati sosial yang relevan.
Joyful (Menyenangkan & Memotivasi)
Tujuan: Membangun suasana belajar yang gembira, bebas dari rasa takut salah, dan berbasis permainan peran.
Contoh TP: Melalui permainan improvisasi cermin (mirror game) dan simulasi peran berantai, peserta didik dapat mengeksplorasi ragam karakter dengan gembira dan percaya diri tanpa takut dinilai secara kaku.
3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
| Tahap | Tujuan Pembelajaran (TP) | Aktivitas Utama (Prinsip) | Alokasi Waktu |
| Tahap 1 | Eksplorasi Diri & Penjiwaan Peserta didik dapat mengenali potensi vokal, gestur tubuh, dan pengolahan emosi dasar. | Latihan pernapasan sadar, pemetaan emosi, dan game improvisasi bergerak. (Mindful & Joyful) | 2 JP |
| Tahap 2 | Analisis Naskah & Tokoh Peserta didik dapat menganalisis watak dan motivasi tokoh dari naskah drama yang relevan. | Bedah peran kelompok, diskusi empati nilai tokoh dalam kehidupan nyata. (Meaningful) | 2 JP |
| Tahap 3 | Eksperimen Teknik Olah Peran Peserta didik dapat menerapkan olah vokal, tubuh, dan blocking panggung. | Simulasi adegan pendek menggunakan teknik cermin dan tebak emosi secara interaktif. (Joyful) | 4 JP |
| Tahap 4 | Kolaborasi & Gladi Drama Peserta didik dapat memadukan peran, dialog, dan tata panggung dalam tim pementasan. | Latihan alur adegan terpadu dengan umpan balik reflektif antarteman. (Mindful) | 4 JP |
| Tahap 5 | Pementasan Kokurikuler & Refleksi Peserta didik menyajikan pertunjukan drama dan melakukan refleksi diri. | Pementasan drama sekolah serta sesi berbagi nilai kehidupan dari pementasan. (Meaningful & Joyful) | 4 JP |
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila mari kita renungkan kebesaran Allah SWT
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
- Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi
Anak-anak hari ini kita akan mempelajari tentang drama
MATERI DRAMA & TEKNIK MEMAINKAN PERAN (KOKURIKULER)
1. Pengertian Drama & Jenis Peran
Drama adalah karya seni pertunjukan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) dan dialog yang dipentaskan di atas panggung.
Dalam drama, karakter atau peran dibagi menjadi beberapa jenis:
Protagonis: Tokoh utama yang menjadi pusat cerita. Biasanya membawakan nilai-nilai kebaikan atau memperjuangkan tujuan utama.
Antagonis: Tokoh penentang tokoh utama. Tokoh ini yang memicu timbulnya konflik atau masalah dalam cerita.
Tritagonis: Tokoh penengah atau penasihat yang membantu memberikan solusi dan meredakan konflik.
Figuran / Pemeran Pembantu: Tokoh pelengkap yang bertujuan memperkuat latar belakang suasana dan mendukung jalannya pementasan.
2. Teknik Dasar Memainkan Peran (Penjiwaan)
Untuk memainkan peran secara hidup dan meyakinkan pada penampilan kokurikuler, seorang pemain drama harus menguasai tiga olah dasar:
Olah Vokal:
Artikulasi: Kejelasan pengucapan kata dan kalimat.
Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara sesuai emosi tokoh.
Proyeksi Suara: Ketahanan dan jangkauan vokal agar dapat terdengar jelas hingga penonton paling belakang tanpa harus berteriak kasar.
Olah Tubuh:
Kelenturan & Gestur: Gerak-gerik tubuh, gestur tangan, dan cara berjalan yang disesuaikan dengan usia, status sosial, dan kondisi fisik tokoh.
Blocking: Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah panggung agar penampilan terlihat seimbang dan tidak membelakangi/menutupi pemain lain.
Olah Rasa / Jiwa:
Konsentrasi & Imajinasi: Kemampuan memfokuskan pikiran pada karakter dan latar cerita.
Empati Emosional: Mendalami perasaan (sedih, marah, gembira) tokoh yang dibawakan agar akting terasa alami dan tidak kaku.
3. Tahap Persiapan Pementasan Drama
Analisis Naskah: Membaca dan memahami tema, alur cerita, karakterisasi tokoh, serta latar belakang masalah.
Casting & Bedah Peran: Penentuan peran dan pendalaman watak tokoh secara detail.
Latihan (Reading & Pembentukan Karakter): Latihan membaca dialog, melatih vokal, hingga merancang gerakan di panggung.
Geladi Bersih (General Rehearsal): Latihan menyeluruh dengan kostum, tata rias, musik pendukung, tata cahaya, dan properti panggung.
LATIHAN SOAL DRAMA DAN PENJIWAAN PERAN
Soal 1
Dalam pementasan drama sekolah, Rian berperan sebagai seorang kakek tua yang bijaksana. Teknik latihan yang paling utama dilakukan Rian untuk membiasakan bentuk fisik dan gerak-gerik kakek tersebut adalah...
A. Olah rasa untuk meningkatkan konsentrasi
B. Olah tubuh dan analisis gestur
C. Olah vokal intonasi tinggi
D. Bedah naskah bersama sutradara
Soal 2
Tokoh penengah yang berfungsi membantu menyelesaikan konflik antara tokoh utama dan tokoh penentang dalam alur cerita drama disebut...
A. Protagonis
B. Antagonis
C. Tritagonis
D. Figuran
Soal 3
Saat pementasan drama berlangsung di aula sekolah, suara seorang pemain drama tidak terdengar jelas oleh penonton di barisan belakang. Unsur olah vokal yang perlu ditingkatkan oleh pemain tersebut adalah...
A. Improvisasi nada
B. Ekspresi mimik wajah
C. Artikulasi dan proyeksi suara
D. Penghayatan suasana panggung
Soal 4
Tujuan utama melakukan analisis naskah sebelum memerankan suatu tokoh dalam pementasan drama adalah...
A. Menghafal seluruh baris dialog secepat mungkin
B. Menentukan harga tiket dan tata cahaya panggung
C. Memahami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter
D. Mengubah alur cerita drama sesuai keinginan sendiri
5. Pengaturan posisi berdiri, pergerakan, dan arah pemain di atas panggung agar pementasan terlihat seimbang dan artistik disebut...
A. Blocking
B. Reading
C. Casting
D. Dubbing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar