Metode Pembelajaran : penugasan mandiri, tanya-jawab
Capaian Pembelajaran IPAS
Elemen Pemahaman IPAS:
Keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.
CAPAIANPEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:
Pada akhir fase C, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dan pesan dari paparan lisan dan tulis tentang topik yang dikenali dalam teks narasi dan informatif. Peserta didik mampu menanggapi dan mempresentasikan informasi yang dipaparkan; berpartisipasi aktif dalam diskusi; menuliskan tanggapannya terhadap bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; menulis teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur. Peserta didik memiliki kebiasaan membaca untuk hiburan, menambah pengetahuan, dan keterampilan.
CP PANCASILA
Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Assalamualaikum soleh soleha bagaimana kabar hari ini
tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat mengenal warisan budaya di Indonesia, mengenal huruf kapital dan menyebutkan keuntungan bersatu dalam keberagama
IPAS
Warisan budaya daerah adalah warisan budaya yang khas dari suatu daerah, baik berupa benda maupun tak benda. Warisan budaya daerah memiliki nilai penting bagi bangsa dan layak untuk dilestarikan.
Contoh warisan budaya daerah di Indonesia, antara lain:
Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah
Candi Prambanan, candi yang dibangun sekitar tahun 850 M oleh Rakai Pikatan
Angklung, alat musik yang berasal dari Jawa Barat yang dimainkan dengan cara digoyangkan
Batik, warisan budaya dunia yang diakui UNESCO
Wayang kulit, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO
Tari Saman, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO
Noken Papua, tas tradisional masyarakat Papua yang diakui UNESCO
Pinisi, perahu tradisional Indonesia yang diakui UNESCO
Pantun, warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO
1. Apa yang dimaksud dengan warisan budaya benda?
a. Warisan budaya yang tidak dapat dilihat
b. Warisan budaya yang dapat dilihat, diraba, dan memiliki wujud fisik
c. Warisan budaya yang hanya bisa diraba
d. Warisan budaya yang hanya dapat dilihat
2. Contoh warisan budaya benda adalah .....
a. Musik dan tarian
b. Keterampilan dan bahasa
c. Bangunan dan alat musik
d. Kebiasaan dan adat istiadat
3. Apa yang membedakan budaya benda dengan budaya tak benda?
a. Budaya benda hanya dapat dilihat, sedangkan budaya tak benda hanya bisa diraba
b. Budaya benda memiliki wujud fisik, sedangkan budaya tak benda tidak memiliki wujud fisik
c. Budaya benda hanya terbentuk melalui akulturasi
d. Budaya tak benda lebih populer daripada budaya benda
4. Contoh warisan budaya tak benda adalah
a. Bangunan dan pakaian
b. Musik dan tarian
c. Senjata tradisional dan alat musik
d. Keterampilan dan pakaian adat
5. Apa yang dapat menyebabkan rusaknya warisan budaya?
a. Pemugaran
b. Pembersihan
c. Pemeliharaan
d. Tidak adanya tindakan menjaga
BAHASA INDONESIA
Huruf kapital seringkali disebut juga dengan huruf besar yang umumnya digunakan sebagai awalan dalam penulisan sebuah kata. Selain itu, terdapat beberapa aturan yang menegaskan bagaimana aturan penulisan huruf besar yang sesuai dengan aturan.
Hampir sebagian besar aturan yang tertera dalam PUEBI tidak jauh berbeda dengan EYD, namun terdapat beberapa perubahan serta tambahan yang dilakukan. Dalam EYD, huruf besar harus digunakan pada huruf awal nama orang, gelar keagamaan, kehormatan, maupun keturunan. Tujuan penempatan huruf besar dengan baik adalah untuk mempermudah pembaca dalam memahami sebuah informasi yang ada pada sebuah kalimat.
Kesalahan penggunaan aturan penulisan dapat mempengaruhi intonasi pembaca dan bisa memunculkan persepsi yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh penulis. Untuk menambah informasi/pemahaman kalian tentang penulisan dalam bahasa Indonesia, kali ini kalian akan belajar tentang penggunaan huruf kapital.
No.
Kaidah Penulisan
Contoh
1.
Penulisan bilangan tingkat.
Mari menuju ke ruang utama.
Di mana letak toko itu?
2.
Huruf pertama unsur nama orang
Bapak Hussain
Martha Kristina Tiahahu
3.
huruf pertama di awal kalimat dalam petikan kalimat langsung
Atika bertanya, “Kapan tugas itu dikumpulkan?”
Bu Guru bertanya, “Di antara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”
4.
huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan
Tuhan Yang Maha Esa
Al-Qur’an
Katolik
5.
huruf pertama nama gelar yang diikuti nama orang
Sultan Hasanuddin
Haji Agus Salim
6.
huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
suku Jawa
bahasa Banjar
7.
huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya
Selasa, 17 September 2020
hari Waisak
8.
huruf pertama nama geografi
Biak, Kalimantan Selatan, Jalan
Kebahagiaan, Danau Limboto
9.
huruf pertama nama unsur peristiwa sejarah
Sumpah Pemuda
Perjanjian Linggarjati
10.
huruf pertama nama negara, lembaga, organisasi
Peraturan Presiden
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Latihan
Bacalah dua paragraf singkat tentang sejarah Museum Ambarawa berikut ini. Salinlah kembali paragraf ini dalam buku kalian dengan penggunaan huruf kapital yang tepat.
1. museum kereta api indonesia awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama stasiun willem i. stasiun ini diresmikan pada tanggal 21 mei 1873 bersamaan dengan dibukanya perlintasan kereta api di jalur kedungjati-ambarawa. museum ini terletak di kota ambarawa, jawa tengah.
2. pada awal pengoperasiannya, stasiun willem i digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar jawa tengah. setelah di nonaktifkan tahun 1976, stasiun ambarawa dicanangkan sebagai museum kereta api oleh gubernur jawa tengah pada saat itu, supardjo rustam. rencana ini bertujuan untuk menyelamatkan tinggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di jawa tengah. stasiun ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni pertempuran ambarawa. selain itu stasiun ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.
Pendidikan Pancasila
Bentuk Keragaman Suku Bangsa dan Budaya
a. Keragaman Suku Bangsa
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang paling banyak memiliki suku bangsa. Selain itu, juga bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang kaya akan berbagai macam budaya yang menjadi ciri khas setiap suku bangsa di Indonesia. Saat ini suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia terdiri dari 400 suku bangsa. Berikut ini beberapa suku yang ada di Indonesia.
Aceh, Alas, Gayo, Kluet, Singkil (Nanggroe Aceh Darussalam)
Batak, Nias, Mandailing (Sumatera Utara)
Anak Dalam, Bonai, Sakai (Riau)
Jawa ( Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Jogjakarta)
Sunda (Jawa Barat)
b. Pakaian Adat
Setiap daerah mempunyai pakaian adat. Pakaian adat menunjukkan ciri khas daerah yang bersangkutan dan membedakannnya dengan daerah lainnya. Berikut beberapa pakaian adat yang ada di Indonesia.
Pakaian Adat Melayu: Pakaian Adat Provinsi Riau
Melayu Jambi: Pakaian Adat Provinsi Jambi
Paksian: Pakaian Adat Bangka Belitung
Melayu Bengkulu: Pakaian Adat Provinsi Sumatera Selatan
Tulang Bawang: Pakaian Adat Provinsi Lampung
c. Tarian Daerah
Suatu daerah biasanya mempunyai lebih dari satu tarian daerah. Berbagai macam tarian daerah tersebut memiliki arti dan tujuan masing-masing. Ada tari untuk menyambut kedatangan tamu. Ada juga tarian pergaulan seperti tari Jaipong. Tarian-tarian daerah bisanya berisikan tentang nilai-nilai agama atau adat istiadat yang dipegang oleh daerah asal tarian tersebut. Berikut ini beberapa tari daerah.
Tanggai, Putri Bekhusek Sumatera Selatan
Andum, Bidadari Teminang Anak Bengkulu
Yapong, Enjot-enjotan DKI Jakarta
Jaipongan, Topeng Jawa Barat
Serimpi, Bambangan Cakil Jawa Tengah
d. Lagu Daerah
Lagu daerah merupakan sebuah lagu yang berasal dari suatu daerah dan biasanya mempunyai tema kehidupan sehari – hari masyarakat setempat. Pengambilan tema tersebut bertujuan agar lagu daerah mudah dipahami oleh para pendengar dan bisa diterima di berbagai kegiatan masyarakat. Berikut beberapa lagu daerah
Gambang Suling Jawa Tengah
Suwe Ora Jamu D.I Yogyakarta
Tanduk Majeng Jawa Timur
Cik-cik Periuk Kalimantan Barat
Nuluya Kalimantan Tengah
e. Bahasa Daerah
Selain mempunyai bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia, bangsa Indonesia juga mempunyai banyak sekali bahasa daerah.Bahasa daerah digunakan sebagai alat komunikasi dengan orang-orang yang berasal dari daerah atau suku bangsa yang sama, sedangkan ketika berkomunikasi dengan orang-orang yang berasal dari daerah lain harus menggunakan Bahasa Indonesia, supaya komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Berikut beberapa nama bahasa daerah.
Banjar Kalimantan Selatan
Kayan Kalimantan Timur
Tondano Sulawesi Utara
Bulanga Gorontalo
Bugis, Makassar Sulawesi Selatan
Alor, Ternate Maluk
f. Alat Musik Daerah
Alat musik daerah biasanya digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian daerah serta pertunjukkan-pertunjukkan tradisional. Alat musik daerah merupakan produk asli daerah yang bersangkutan. Berikut beberapa alat musik daerah.
Kecapi, yaitu gitar kecil dengan dua dawai di seluruh nusantara
Kledi, yaitu alat musik tiup di seluruh Kalimantan
Marwas, yaitu alat musik pukul Sumatera Timur
Hapetan, yaitu sejenis kecapi Sumatera Utara
Popondi, yaitu alat musik petik Sulawesi Selatan
g. Seni Pertunjukan
Salah satu bentuk keanekaragaman budaya lainnya adalah keanekaragaman seni pertunjukan. Setiap daerah bisanya memiliki beberapa seni pertunjukan yang diangkat dari cerita rakyat daerah setempat. Seni pertunjukan ini tidak jarang sering dipertunjukkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Berikut beberapa seni pertunjukkan
Banjet Jawa Barat
Ketoprak Jawa Tengah
Sintren Jawa Tengah
Lenguk Jawa Tengah
Lenong DKI Jakarta
Ludruk Jawa Timu
h. Rumah Adat
Setiap suku bangsa mempunyai rumah adat. Rumah adat ini biasanya digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat adat. Setiap suku bangsa memberikan istilah atau nama tertentu terhadap rumah adatnya untuk membedakannya dengan rumah adat suku bangsa atau daerah lainnya. Berikut beberapa rumah adat di Indonesia.
Rumah Panjang Kalimantan Barat
Rumah Betang Kalimantan Tengah
Rumah Banjar Kalimantan Selatan
Rumah Lamin Kalimantan Timur
Rumah Bolaang Mongondow Sulawesi Utara
Tongkonan Sulawesi Selatan
i. Senjata Tradisional
Setiap daerah atau suku bangsa juga mempunyai senjata tradisional. Dulu senjata tersebut biasanya digunakan sewaktu terjadi perang suku. Akan tetapi saat ini, senjata tradisional sering dijadikan hiasan rumah. Setiap senjata tradisonal juga mempunyai nama. Berikut beberapa nama senjata tradisional.
Badik/Golok DKI Jakarta
Kujang Jawa Barat
Keris Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta
Clurit Jawa Timur
Mandau Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan m
radisonal juga mempunyai nama. Berikut beberapa nama senjata tradisional.
Badik/Golok DKI Jakarta
Kujang Jawa Barat
Keris Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta
Clurit Jawa Timur
Mandau Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar