Pages

Senin, 06 Oktober 2025

 

Hari/Tanggal : SENIN, 6 oktober 2025

Alat Peraga : Video Pembelajaran/PPT

Metode Pembelajaran : PKN (tanya jawab) bahasa Indonesia (

MATERI AJAR : PANCASILA DAN BAHASA INDONESIA


 MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA


ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Pendidikan Pancasila
Murid mampu memahami dan menjelaskan makna sila-sila Pancasila serta menceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

 TUJUAN PEMBELAJARAN :

murid dapat memahami makna dan nilai-nilai Pancasila serta proses perumusannya

sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi Negara. 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
Murid memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang MaHA Esa.

MA  MATERI AJAR: MAKNA DAN PERUMUSAN NILAI-NILAI PANCASILA
        Pancasila adalah dasar negara kita, Indonesia. Pancasila terdiri dari dua kata, yaitu "Panca" yang artinya lima dan "Sila" yang artinya dasar atau asas. Jadi, Pancasila berarti lima dasar yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia.

Pancasila pertama kali dirumuskan oleh para pendiri bangsa kita. Mereka bermusyawarah dan berpikir keras agar bangsa Indonesia memiliki pedoman yang kuat. Hasilnya adalah lima dasar yang sangat hebat!


Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Lambang: Bintang emas.

  • Makna: Kita semua percaya kepada Tuhan. Setiap orang boleh beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing. Kita juga harus saling menghormati teman yang berbeda agama.

  • Contoh Penerapan:

    1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar.

    2. Menghormati teman yang sedang beribadah, misalnya tidak berisik saat ada teman yang sedang sholat.

    3. Tidak mengejek teman yang memiliki agama berbeda.


Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Lambang: Rantai emas.

  • Makna: Kita harus bersikap baik, adil, dan saling menolong sesama manusia. Kita tidak boleh semena-mena atau jahat kepada orang lain.

  • Contoh Penerapan:

    1. Membantu teman yang terjatuh dari sepeda.

    2. Berbagi makanan dengan teman.

    3. Tidak membeda-bedakan teman, entah dari mana asalnya atau bagaimana penampilannya.


Sila ke-3: Persatuan Indonesia

  • Lambang: Pohon beringin.

  • Makna: Kita harus bersatu, rukun, dan tidak mudah bertengkar. Indonesia memiliki banyak suku, budaya, dan bahasa, tetapi kita semua adalah satu bangsa.

  • Contoh Penerapan:

    1. Bekerja sama membersihkan kelas.

    2. Bermain dengan teman tanpa membedakan suku atau daerah.

    3. Mengikuti upacara bendera dengan tertib.

Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  • Lambang: Kepala banteng.

  • Makna: Setiap masalah harus diselesaikan dengan musyawarah atau berdiskusi. Kita harus mendengarkan pendapat teman dan mengambil keputusan bersama.

  • Contoh Penerapan:

    1. Saat memilih ketua kelas, kita bermusyawarah dan mengambil suara terbanyak.

    2. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan tugas sekolah.

    3. Menghargai pendapat teman meskipun berbeda dengan pendapat kita.


Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Lambang: Padi dan kapas.

  • Makna: Semua orang harus diperlakukan sama dan adil. Tidak ada yang boleh diperlakukan istimewa. Semua harus mendapatkan hak dan kewajiban yang sama.

  • Contoh Penerapan:

    1. Membagi tugas piket dengan adil.

    2. Mendapatkan kesempatan yang sama untuk berbicara di depan kelas.

    3. Tidak curang saat bermain agar semua teman merasa adil.

BAHASA INDONESIA

ELEMEN: MENYIMAK

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Melalui kegiatan menyimak cerita yang dibacakan, peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menyampaikan kembali simpulannya dengan tepat.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN:

Murid dapat mengidentifikasi ide pokok (gagasan) lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar)

MATERI AJAR : KALIMAT TRANSITIF DAN INTRANSITIF

Kalimat transitif memerlukan objek, sedangkan kalimat intransitif tidak memerlukan objek. 

SIMAK VIDIO DIBAWAH INI :




Kalimat Transitif:

  • Membutuhkan objek: Kata kerja dalam kalimat transitif membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya, contoh: "Ibu membeli apel". 
  • Dapat diubah menjadi kalimat pasif: Karena adanya objek, kalimat transitif bisa diubah menjadi kalimat pasif, contoh: "Apel dibeli ibu". 
  • Contoh: "Ayah membaca koran," "Kakak menulis surat". 

Kalimat Intransitif:
Tidak membutuhkan objek: Kata kerja dalam kalimat intransitif tidak memerlukan objek untuk melengkapi makna, contoh: "Kucing tidur". 

Tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif: Karena tidak ada objek, kalimat intransitif tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif, contoh: "Tidur dikucing" (tidak baku). 

Contoh: "Adik menangis," "Anak-anak berlarian". 

Perbedaan dalam Struktur Kalimat:
  • Kalimat Transitif:
    Biasanya berpola S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) atau bisa juga S-P-O-K (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan). 

  • Kalimat Intransitif:
  • Bisa berpola S-P (Subjek-Predikat) atau S-P-K (Subjek-Predikat-Keterangan), contoh: "Adik tidur nyenyak". 

  • Contoh Perbedaan dalam Kalimat:
  • Kalimat Transitif

    Kalimat Intransitif

    Ibu memasak nasi (Objek: nasi)

    Ibu memasak (tanpa objek)

    Kakak menyiram bunga (Objek: bunga)

    Kakak tertidur (tanpa objek)

    Mereka bermain bola (Objek: bola)

    Mereka tertawa (tanpa objek)



LATIHAN SOAL
1. Manakah yang termasuk kalimat transitif?
A. Dia tidur di kamar.
B. Ibu memasak nasi.
C. Anak-anak bermain di taman.
D. Burung terbang di langit.
Jawaban: B
2. Manakah yang termasuk kalimat intransitif?
A. Ayah membaca koran.
B. Kakak menyiram tanaman.
C. Rani berjalan kaki.
D. Adik menulis surat.
Jawaban: C
3. Dalam kalimat “Dia mendengarkan musik,” kata “mendengarkan” termasuk kalimat apa?
A. Transitif
B. Intransitif
C. Induktif
D. Deduktif
Jawaban: A
4. Pilih kalimat intransitif di bawah ini:
A. Ibu menyiapkan makan malam.
B. Rina melukis gambar.
C. Dia memasukkan kunci ke dalam saku.

KESIMPULAN:

Alhamdulillah soleh soleha sudah mempelajari nilai nilai pancasila butir kedua, guru memberikan vidio pembelajaran
Contoh nilai nilai pancasila dan dari 19 siswa yang masuk 2 orang masih belum paham dalam memahami nilai pancasila

Kamis, 02 Oktober 2025

 

Hari/Tanggal : Kamis, 2 oktober 2025

Mata Pelajaran : Seni Rupa (diskusi) , IPAS (problem based learning), Matematika (penugasan)

Alat Peraga : PPT, gambar, vidio ajar, dadu

Metode Pembelajaran : Penugasan


SENI RUPA 

Tujuan Pembelajaran

Menyimpulkan Hasil Pengamatan Terhadap Unsur Rupa dan Prinsip Desain

CP IPAS

Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud benda dan perubahan bentuk energi 2.

 Tujuan Pembelajaran: 

Murid  memahami proses perubahan wujud benda dan perubahan energi


TP MATEMATIKA
Murid dapat menyelesaikan operasi hitung bilangan cacah


IPAS



Perhatikan vidio dibawah ini


Wujud benda adalah keadaan suatu benda yang memiliki massa dan dapat menempati ruang, umumnya terbagi menjadi tiga jenis utama: padat, cair, dan gas, masing-masing dengan sifat dan karakteristik yang berbeda terkait bentuk, volume, dan kemampuan mengalir. 
1. Benda Padat 
  • Bentuk: Bentuknya tetap dan tidak mudah berubah.
  • Volume: Memiliki volume yang tetap.
  • Partikel: Partikel-partikel penyusunnya sangat rapat dan terikat kuat.
  • Contoh: Kayu, batu, logam, dan mainan balok.
2. Benda Cair 
  • Bentuk: Bentuknya tidak tetap dan akan mengikuti bentuk wadah tempatnya.
  • Volume: Memiliki volume yang tetap, tetapi tidak memiliki bentuk yang tetap.
  • Partikel: Partikel-partikelnya lebih renggang dibandingkan benda padat dan dapat bergerak bebas.
  • Contoh: Air, jus, dan minyak.
3. Benda Gas 
  • Bentuk: Bentuknya tidak tetap dan akan memenuhi seluruh ruang yang ditempatinya.
  • Volume: Volume dan bentuknya tidak tetap.
  • Partikel: Partikel-partikelnya sangat renggang dan bergerak sangat bebas.
  • Contoh: Udara, asap, dan uap air.
Mengapa Ada Wujud yang Berbeda?

Perbedaan wujud benda ini disebabkan oleh susunan partikel-partikel penyusunnya dan jarak antar partikel tersebut. Perubahan wujud benda (misalnya dari padat menjadi cair) terjadi karena adanya perubahan suhu atau energi, seperti saat es batu meleleh menjadi air. 

MATERI AJAR MATEMATIKA

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN CAMPURAN (SOAL CERITA)

1. Pengertian Operasi Campuran Penjumlahan dan Pengurangan

Operasi campuran adalah soal yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan dalam satu soal.

Contoh operasi campuran sederhana:

  • 250 + 150 – 100 = 300

  • 1.200 – 500 + 100 = 800

 Urutan mengerjakan:
Kerjakan dari kiri ke kanan (jika hanya ada penjumlahan dan pengurangan).


2. Langkah-langkah Menyelesaikan Soal Cerita

  1. Baca dan pahami soal cerita dengan teliti.

  2. Tentukan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan.

  3. Tentukan operasi yang digunakan (penjumlahan/pengurangan atau keduanya).

  4. Hitung langkah demi langkah.

  5. Tulis jawaban lengkap dengan satuan.


3. Contoh Soal Cerita dan Pembahasannya

 Contoh 1:
Dina memiliki 350 kelereng. Ia membeli lagi 120 kelereng, lalu memberi 100 kelereng kepada adiknya.
Berapa kelereng yang dimiliki Dina sekarang?

Contoh 2:
Sebuah perpustakaan memiliki 1.500 buku. Dalam satu bulan, mereka menerima sumbangan 300 buku dan membuang 100 buku yang rusak.
Berapa jumlah buku sekarang?

Penyelesaian:

  • Awal: 1.500

  • Sumbangan: +300 → 1.500 + 300 = 1.800

  • Dibuang: –100 → 1.800 – 100 = 1.700

 Jawaban: Sekarang ada 1.700 buku di perpustakaan.

Baiklah sholeh sholeha bu guru demikian materi kita pada hari ini semoga anak-anak dapat memahami materi hari ini dengan baik jangan lupa laksanakan sholat lima waktu dan selalu gunakan kata tolong dan terimakasih kepada papa dan mama. Bu guru akhiri Wassalamualaikum wr.wb 🥰🙏🥰

REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN : 

Rabu, 01 Oktober 2025

 

Hari/Tanggal : Rabu, 1 oktober 2025

Mata Pelajaran : Seni Rupa (diskusi) , IPAS (problem based learning), Matematika (penugasan)

Alat Peraga : PPT, gambar, vidio ajar, dadu

Metode Pembelajaran : Penugasan


SENI RUPA 

Tujuan Pembelajaran

Menyimpulkan Hasil Pengamatan Terhadap Unsur Rupa dan Prinsip Desain

CP IPAS

Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud benda dan perubahan bentuk energi 2.

 Tujuan Pembelajaran: 

Murid  memahami proses perubahan wujud benda dan perubahan energi


TP MATEMATIKA
Murid dapat menyelesaikan operasi hitung bilangan cacah

1. Pengertian Unsur Rupa dan Prinsip Desain

Unsur Rupa adalah bagian-bagian yang membangun sebuah karya seni. Contohnya:

  • Garis
  • Bentuk
  • Warna
  • Tekstur
  • Ruang

Prinsip Desain adalah aturan atau cara untuk menyusun unsur rupa agar karya seni menjadi menarik dan rapi. Contohnya:

  • Keseimbangan
  • Irama
  • Kesatuan
  • Kontras
  • Penekanan

2. Cara Mengamati Unsur Rupa dan Prinsip Desain

Ketika kamu mengamati sebuah gambar, lukisan, atau benda seni, perhatikan:

  • Apa saja unsur rupa yang terlihat? Misalnya, apakah ada garis-garis yang jelas?
  • Bagaimana warna yang digunakan? Cerah atau gelap?
  • Apakah benda seni itu terlihat seimbang atau berat sebelah?
  • Apakah ada pola atau pengulangan yang menarik?

3. Menyimpulkan Hasil Pengamatan

Setelah mengamati, kamu bisa menyimpulkan dengan cara:

Lisan:
“Dalam gambar ini, saya melihat ada banyak garis lengkung yang membuat bentuknya terlihat halus. Warna-warnanya cerah, seperti merah dan kuning, sehingga terasa ceria. Desainnya seimbang karena bentuk dan warnanya merata di seluruh gambar.”

Tulisan:
“Gambar tersebut menggunakan unsur rupa garis, bentuk, dan warna yang cerah. Prinsip desain yang tampak adalah keseimbangan karena elemen di kanan dan kiri gambar hampir sama. Selain itu, ada penekanan pada bagian tengah gambar yang menggunakan warna merah lebih mencolok.”

Tugas :

Amatilah sebuah karya dan berikanlah komentarmu


IPAS



Perhatikan vidio dibawah ini


Wujud benda adalah keadaan suatu benda yang memiliki massa dan dapat menempati ruang, umumnya terbagi menjadi tiga jenis utama: padat, cair, dan gas, masing-masing dengan sifat dan karakteristik yang berbeda terkait bentuk, volume, dan kemampuan mengalir. 
1. Benda Padat 
  • Bentuk: Bentuknya tetap dan tidak mudah berubah.
  • Volume: Memiliki volume yang tetap.
  • Partikel: Partikel-partikel penyusunnya sangat rapat dan terikat kuat.
  • Contoh: Kayu, batu, logam, dan mainan balok.
2. Benda Cair 
  • Bentuk: Bentuknya tidak tetap dan akan mengikuti bentuk wadah tempatnya.
  • Volume: Memiliki volume yang tetap, tetapi tidak memiliki bentuk yang tetap.
  • Partikel: Partikel-partikelnya lebih renggang dibandingkan benda padat dan dapat bergerak bebas.
  • Contoh: Air, jus, dan minyak.
3. Benda Gas 
  • Bentuk: Bentuknya tidak tetap dan akan memenuhi seluruh ruang yang ditempatinya.
  • Volume: Volume dan bentuknya tidak tetap.
  • Partikel: Partikel-partikelnya sangat renggang dan bergerak sangat bebas.
  • Contoh: Udara, asap, dan uap air.
Mengapa Ada Wujud yang Berbeda?

Perbedaan wujud benda ini disebabkan oleh susunan partikel-partikel penyusunnya dan jarak antar partikel tersebut. Perubahan wujud benda (misalnya dari padat menjadi cair) terjadi karena adanya perubahan suhu atau energi, seperti saat es batu meleleh menjadi air. 

MATERI AJAR MATEMATIKA

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN CAMPURAN (SOAL CERITA)

1. Pengertian Operasi Campuran Penjumlahan dan Pengurangan

Operasi campuran adalah soal yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan dalam satu soal.

Contoh operasi campuran sederhana:

  • 250 + 150 – 100 = 300

  • 1.200 – 500 + 100 = 800

 Urutan mengerjakan:
Kerjakan dari kiri ke kanan (jika hanya ada penjumlahan dan pengurangan).


2. Langkah-langkah Menyelesaikan Soal Cerita

  1. Baca dan pahami soal cerita dengan teliti.

  2. Tentukan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan.

  3. Tentukan operasi yang digunakan (penjumlahan/pengurangan atau keduanya).

  4. Hitung langkah demi langkah.

  5. Tulis jawaban lengkap dengan satuan.


3. Contoh Soal Cerita dan Pembahasannya

 Contoh 1:
Dina memiliki 350 kelereng. Ia membeli lagi 120 kelereng, lalu memberi 100 kelereng kepada adiknya.
Berapa kelereng yang dimiliki Dina sekarang?

Contoh 2:
Sebuah perpustakaan memiliki 1.500 buku. Dalam satu bulan, mereka menerima sumbangan 300 buku dan membuang 100 buku yang rusak.
Berapa jumlah buku sekarang?

Penyelesaian:

  • Awal: 1.500

  • Sumbangan: +300 → 1.500 + 300 = 1.800

  • Dibuang: –100 → 1.800 – 100 = 1.700

 Jawaban: Sekarang ada 1.700 buku di perpustakaan.

Baiklah sholeh sholeha bu guru demikian materi kita pada hari ini semoga anak-anak dapat memahami materi hari ini dengan baik jangan lupa laksanakan sholat lima waktu dan selalu gunakan kata tolong dan terimakasih kepada papa dan mama. Bu guru akhiri Wassalamualaikum wr.wb 🥰🙏🥰

REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN : 
alhamdulillah soleh soleha sudah menguasai pembelajaran hari ini

  Nama Guru : Puji Rahmawati Ningsih, S.pd Mata Pelajaran :  Ipas Hari/Tanggal : jumat 24 April 2026 Kelas : 4 A Materi Pokok :  ipas (uang)...